EPISODE KESEMBILAN

Tok tok tok...

Tok tok tok...

Ali Akbar terkesima.

Rumah Kakek diketuk seseorang setelah Ia pulang dari puas bermain bersama Keti.

Tamu? Siapa ya kira-kira?

Pukul lima lebih dua puluh menit menjelang magrib. Kata orang tua dulu, itu adalah waktunya setan keluar untuk cari makan.

Ali ingat betul cerita Ibunya. Waktu itu saat usianya masih sebelas tahun. Ali, Firman dan juga Gunadi masih asyik bermain petak umpet di depan rumah kontrakannya tepat di bawah rumah pohon.

"Bubar, bubar! Ayo pada pulang ke rumah masing-masing! Mau azan Maghrib ga boleh main lari-larian, apalagi main petak umpet!"

"Emangnya kenapa, Bu?" tanya Ali kala itu.

"Husss, pamali! Ga boleh! Mancing genderuwo pingin nyulik!"

"Hah?!?"

"Mamaaa, takuut!!!"

Firman, Ali bahkan Gunadi anak tetangganya lari pontang-panting bubar kerumahnya masing-masing.

Merinding bulu kuduk Ali.

Hilih! Bisa-bisanya gue takut sama memedi! Justru memedi-lah yang takut ketularan miskin sama gue! Hadeuh...!

Ali bergegas membuka pintu.

Sejak dirinya yang bertekad pergi tinggalkan Ibukota menuju desa Kandut yang terpencil demi merubah nasib.

Dihina, dicaci dan dicerca, sudah menjadi makanannya sehari-hari sewaktu di Ibukota.

Dirinya sudah kebal dari hujatan semua orang termasuk teman-temannya. Miskin adalah identitasnya yang mau tidak mau disandang, apalagi semenjak kedua orang tuanya meninggal dunia karena virus Corona 19 akhir tahun lalu.

Menyedihkan, memang.

Menyakitkan, pastinya.

Sehingga Ali Akbar seperti mati rasa menyikapi setiap ujian dan cobaan yang mendera.

Takut pada setan, manusiawi. Tapi saat ini dirinya yang tak punya apa-apa selain berpasrah dan ikuti alur Tuhan saja membuat Ali menjadi orang yang apatis dan dingin.

Hanya sesekali dirinya menampakkan jati diri yang asli. Jika sudah merasa nyaman berada di antara orang-orang yang baik padanya.

Krieeet...

"Pa_pa_pak setan? Ad ada apa, ya?"

Pucat pias wajah Ali melihat tamu yang datang ketika pintu rumah dibukanya.

Berdiri sesosok tubuh jangkung tipis dengan kemeja lusuh dan satu keping saja yang terkancing. Lainnya tidak dikancing karena hilang.

"Ini. Kamu lupa ambil kembalian beli lilin tadi!"

Oh iya! Gue lupa ambil uang kembaliannya. Padahal duit gue tinggal segitu-gitunya. Secara tadi langsung cabut ambil langkah seribu gara-gara bapak ini bilang namanya adalah SETAN.

Ali menerima uang kembalian sembilan puluh ribu rupiah.

Ada takut, juga rasa syukur. Itu adalah sisa uang terakhirnya. Jika itu tidak kembali, entah untuk esok lusa keadaan Ali.

"Terima kasih banyak, Pak!"

"Tadi saya tidak ada kembalian, jadi baru sekarang bisa diantarkan!"

"Terima kasih banyak!" kata Ali lagi dengan santun dan tubuh sedikit membungkuk.

"Belum dinyalakan lilinnya? Mau saya bantu?"

Ali terkesiap. Mata pak SETAN menatapnya.

"I iya. Lilinnya masih disetang sepeda!"

Pak Setan membantu Ali mengambilnya.

"Punya korek?"

Ali menggeleng.

Dia memang tidak pernah menyimpan korek api. Baik gas maupun yang batangan. Karena Ali bukan perokok seperti kebanyakan pemuda seumuran diluar sana.

Jangankan buat beli rokok, buat beli roti sobek yang harganya dua ribu perak pun kadang ia harus mengorek sampah dulu dan menjual pulungannya ke bandar pengepul.

Lihat saja badannya yang jangkung tipis. Bahkan jika diperhatikan lebih seksama, tubuh Ali jauh lebih tipis dibandingkan tubuh Pak Setan.

Makannya tidak teratur setelah Ibu Bapaknya tiada.

Dia lebih sering dikirimi makanan oleh Firman dan juga Laila ketimbang membeli sendiri.

Kehebatan Ali adalah ketahanan perutnya bisa sampai dua hari ia menahan lapar kecuali minum. Ali lebih membutuhkan air minum untuk mengenyangkan perutnya yang keroncongan.

Pak SETAN ternyata mengantongi korek gas di saku celana bahannya yang usang.

"Alhamdulillah, pak Setan memang keren!"

Tanpa sadar Ali berseru kegirangan. Kini Ia terlihat mulai akrab dan nyaman berteman dengan laki-laki paruh baya yang lebih muda sedikit umurnya dari almarhum bapak.

Upss... kenapa perkataan gue jadi terdengar kayak orang ngeledek ya?!? Padahal itu beneran niat gue muji dari dalam hati. Bukan bikin insecure pak Setan terhadap gue! Hhh...

Ali menghela nafasnya.

Pak Setan menyeringai hingga terlihat deretan giginya yang masih utuh dan rapi walaupun berwarna kuning kecoklatan.

Satu persatu lilin dinyatakan. Membawa cahaya terang serta secercah ketenangan.

"Kamu sendirian datang ke desa ini?" tanya Pak Setan setelah melihat tas ransel dan kardus mie yang Ali bawa.

"Iya, Pak! Tadi jam satuan saya baru sampai. Jadi belum sempat beberes. Ternyata rumah ini sudah sangat lama tidak ada yang menempati ya? Jadi, listrik juga mati tidak lagi berfungsi."

"Lima tahun lalu masih ada Ibu Marsinah dan putrinya yang merawat rumah ini!" cerita Pak Setan setelah selesai menyalakan empat lilin di tengah dua ruangan.

"Lalu, kemana Bu Marsinah itu sekarang?" tanya Ali penasaran.

"Entah! Saya juga tidak tahu, Dek!"

"Panggil saja saya Ali, Pak!"

"Oh iya, tadi kita sudah kenalan ya? Hehehe..."

"Iya. Hehehe... Dan saya ketakutan pas dengar nama bapak! Hehehe..."

Ali dan pak Setan tertawa.

"Meooong..."

"Hei Hitam! Darimana saja kau? Kukira menghilang tidak balik lagi!"

Ali mengelus-elus punggung si Hitam. Kucing yang tadi siang menemaninya berkeliling rumah besar warisan peninggalan kakeknya yang telah tiada.

"Kucing ini sepertinya sering berada di sini kalau siang!" tutur Pak Setan ikutan mengelus si Hitam.

"Pak! Kenapa kampung ini sepi sekali? Bahkan terlihat seperti kampung mati selain rumahnya yang jaraknya berjauhan sekali satu sama lain. Sejak saya turun dari bis antar kota di ujung gapura sana, saya tidak berjumpa seorang pun di jalanan. Padahal jalannya beraspal mulus dan lebar. Tapi koq, seperti jalan mati?"

Ali sangat penasaran sekali dengan desa Kandut ini.

Secara dia kini akan tinggal di kampung ini untuk jangka waktu yang cukup lama sampai dirinya kembali ke Ibukota setelah memiliki pekerjaan yang baik.

"Dulu, kampung ini bukan desa Kandut namanya. Tapi, kampung baru karena memang kampung yang baru dibuat. Kampung baru ini di diami oleh beberapa puluh kepala keluarga saja. Setelah kedatangan seorang warga baru keturunan tanah kampung ini yang lama merantau di kota, nama kampung ini dirubah sesuai namanya. Dengan cepat Mbah Kandut berhasil menghipnotis warga kampung dengan kekayaannya yang berlimpah hasil dari mengadu nasib di perantauan. Mbah Kandut dipilih sebagai kepala desa setelah berhasil menyunting putri satu-satunya Pak Hayuh diperiode berikutnya. Tapi..."

"Tapi apa, Pak!"

"Tapi sekarang sudah Maghrib sepertinya, Dek! Aku harus pulang. Istriku pasti mencari-cari karena Aku belum juga kembali!"

Ali menelan salivanya.

"Besok ceritanya lanjutkan lagi ya, Pak?" pinta Ali setelah melihat pak Setan berdiri dan siap keluar rumah besar Mbah Toro.

Pak Setan mengangguk. Dia pamit permisi setelah mengelus punggung si Hitam yang duduk melingkar di dekat Ali yang fokus menyimak ceritanya.

"Jangan kemana-mana, temani majikan barumu, Keti!"

Ali terkesiap. Pak Setan menggumamkan sesuatu pada si Hitam.

Keti? Si Hitam dipanggil Keti sama Pak Setan? Apa kuping gue yang sedikit Bolot kebanyakan konsumsi obat sakit kepala?

Baru saja Ali hendak bertanya, Pak Setan sudah berjalan cepat ke pintu rumah dan menghilang pergi ke luar.

Beneran penuh misteri desa ini!

"Meooong..."

Ali tersenyum menoleh ke arah si Hitam.

"Tem! Jangan kemana-mana ya? Tinggallah di sini sama Aku! Besok-besok kalau Aku ada rezeki, kubelikan ikan Cue di pasar!"

"Meooong..."

BERSAMBUNG

Terpopuler

Comments

Al^Grizzly🐨

Al^Grizzly🐨

kayaknya kucing kety..si cewek cantik yg namanya juga kety.

2023-04-19

2

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

suka banget 😍

2023-04-06

1

Mom La - La

Mom La - La

meongnya pintar ya..

2023-04-05

1

lihat semua
Episodes
1 EPISODE KESATU
2 EPISODE KEDUA
3 EPISODE KETIGA
4 EPISODE KEEMPAT
5 EPISODE KELIMA
6 EPISODE KEENAM
7 EPISODE KETUJUH
8 EPISODE KEDELAPAN
9 EPISODE KESEMBILAN
10 EPISODE KESEPULUH
11 EPISODE KESEBELAS
12 EPISODE KEDUA BELAS
13 EPISODE KETIGA BELAS
14 EPISODE KEEMPAT BELAS
15 EPISODE KELIMA BELAS
16 EPISODE KEENAM BELAS
17 EPISODE KETUJUH BELAS
18 EPISODE KEDELAPAN BELAS
19 EPISODE KESEMBILAN BELAS
20 EPISODE KEDUA PULUH
21 EPISODE KEDUA PULUH SATU
22 EPISODE KEDUA PULUH DUA
23 EPISODE KEDUA PULUH TIGA
24 EPISODE KEDUA PULUH EMPAT
25 EPISODE KEDUA PULUH LIMA
26 EPISODE KEDUA PULUH ENAM
27 EPISODE KEDUA PULUH TUJUH
28 EPISODE KEDUA PULUH DELAPAN
29 EPISODE KEDUA PULUH SEMBILAN
30 EPISODE KETIGA PULUH
31 EPISODE KETIGA PULUH SATU
32 EPISODE KETIGA PULUH DUA
33 EPISODE KETIGA PULUH TIGA
34 EPISODE KETIGA PULUH EMPAT
35 EPISODE KETIGA PULUH LIMA
36 EPISODE KETIGA PULUH ENAM
37 EPISODE KETIGA PULUH TUJUH
38 EPISODE KETIGA PULUH DELAPAN
39 EPISODE KETIGA PULUH SEMBILAN
40 EPISODE KEEMPAT PULUH
41 EPISODE KEEMPAT PULUH SATU
42 EPISODE KEEMPAT PULUH DUA
43 EPISODE KEEMPAT PULUH TIGA
44 EPISODE KEEMPAT PULUH EMPAT
45 EPISODE KEEMPAT PULUH LIMA
46 EPISODE KEEMPAT PULUH ENAM
47 EPISODE KEEMPAT PULUH TUJUH
48 EPISODE KEEMPAT PULUH DELAPAN
49 EPISODE KEEMPAT PULUH SEMBILAN
50 EPISODE KELIMA PULUH
51 EPISODE KELIMA PULUH SATU
52 EPISODE KELIMA PULUH DUA
53 EPISODE KELIMA PULUH TIGA
54 EPISODE KELIMA PULUH EMPAT
55 EPISODE KELIMA PULUH LIMA
56 EPISODE KELIMA PULUH ENAM
57 EPISODE KELIMA PULUH TUJUH
58 EPISODE KELIMA PULUH DELAPAN
59 EPISODE KELIMA PULUH SEMBILAN
60 EPISODE KEENAM PULUH
61 EPISODE KEENAM PULUH SATU
62 EPISODE KEENAM PULUH DUA
63 EPISODE KEENAM PULUH TIGA
64 EPISODE KEENAM PULUH EMPAT
65 EPISODE KEENAM PULUH LIMA
66 EPISODE KEENAM PULUH ENAM
67 EPISODE KEENAM PULUH TUJUH
68 EPISODE KEENAM PULUH DELAPAN
69 EPISODE KEENAM PULUH SEMBILAN
70 EPISODE KETUJUH PULUH
71 EPISODE KETUJUH PULUH SATU
72 EPISODE KETUJUH PULUH DUA
73 EPISODE KETUJUH PULUH TIGA
74 EPISODE KETUJUH PULUH EMPAT
75 EPISODE KETUJUH PULUH LIMA
76 EPISODE KETUJUH PULUH ENAM
77 EPISODE KETUJUH PULUH TUJUH
78 EPISODE KETUJUH PULUH DELAPAN
79 EPISODE KETUJUH PULUH SEMBILAN
80 EPISODE KEDELAPAN PULUH
81 EPISODE KEDELAPAN PULUH SATU
82 EPISODE KEDELAPAN PULUH DUA
83 EPISODE KEDELAPAN PULUH TIGA
Episodes

Updated 83 Episodes

1
EPISODE KESATU
2
EPISODE KEDUA
3
EPISODE KETIGA
4
EPISODE KEEMPAT
5
EPISODE KELIMA
6
EPISODE KEENAM
7
EPISODE KETUJUH
8
EPISODE KEDELAPAN
9
EPISODE KESEMBILAN
10
EPISODE KESEPULUH
11
EPISODE KESEBELAS
12
EPISODE KEDUA BELAS
13
EPISODE KETIGA BELAS
14
EPISODE KEEMPAT BELAS
15
EPISODE KELIMA BELAS
16
EPISODE KEENAM BELAS
17
EPISODE KETUJUH BELAS
18
EPISODE KEDELAPAN BELAS
19
EPISODE KESEMBILAN BELAS
20
EPISODE KEDUA PULUH
21
EPISODE KEDUA PULUH SATU
22
EPISODE KEDUA PULUH DUA
23
EPISODE KEDUA PULUH TIGA
24
EPISODE KEDUA PULUH EMPAT
25
EPISODE KEDUA PULUH LIMA
26
EPISODE KEDUA PULUH ENAM
27
EPISODE KEDUA PULUH TUJUH
28
EPISODE KEDUA PULUH DELAPAN
29
EPISODE KEDUA PULUH SEMBILAN
30
EPISODE KETIGA PULUH
31
EPISODE KETIGA PULUH SATU
32
EPISODE KETIGA PULUH DUA
33
EPISODE KETIGA PULUH TIGA
34
EPISODE KETIGA PULUH EMPAT
35
EPISODE KETIGA PULUH LIMA
36
EPISODE KETIGA PULUH ENAM
37
EPISODE KETIGA PULUH TUJUH
38
EPISODE KETIGA PULUH DELAPAN
39
EPISODE KETIGA PULUH SEMBILAN
40
EPISODE KEEMPAT PULUH
41
EPISODE KEEMPAT PULUH SATU
42
EPISODE KEEMPAT PULUH DUA
43
EPISODE KEEMPAT PULUH TIGA
44
EPISODE KEEMPAT PULUH EMPAT
45
EPISODE KEEMPAT PULUH LIMA
46
EPISODE KEEMPAT PULUH ENAM
47
EPISODE KEEMPAT PULUH TUJUH
48
EPISODE KEEMPAT PULUH DELAPAN
49
EPISODE KEEMPAT PULUH SEMBILAN
50
EPISODE KELIMA PULUH
51
EPISODE KELIMA PULUH SATU
52
EPISODE KELIMA PULUH DUA
53
EPISODE KELIMA PULUH TIGA
54
EPISODE KELIMA PULUH EMPAT
55
EPISODE KELIMA PULUH LIMA
56
EPISODE KELIMA PULUH ENAM
57
EPISODE KELIMA PULUH TUJUH
58
EPISODE KELIMA PULUH DELAPAN
59
EPISODE KELIMA PULUH SEMBILAN
60
EPISODE KEENAM PULUH
61
EPISODE KEENAM PULUH SATU
62
EPISODE KEENAM PULUH DUA
63
EPISODE KEENAM PULUH TIGA
64
EPISODE KEENAM PULUH EMPAT
65
EPISODE KEENAM PULUH LIMA
66
EPISODE KEENAM PULUH ENAM
67
EPISODE KEENAM PULUH TUJUH
68
EPISODE KEENAM PULUH DELAPAN
69
EPISODE KEENAM PULUH SEMBILAN
70
EPISODE KETUJUH PULUH
71
EPISODE KETUJUH PULUH SATU
72
EPISODE KETUJUH PULUH DUA
73
EPISODE KETUJUH PULUH TIGA
74
EPISODE KETUJUH PULUH EMPAT
75
EPISODE KETUJUH PULUH LIMA
76
EPISODE KETUJUH PULUH ENAM
77
EPISODE KETUJUH PULUH TUJUH
78
EPISODE KETUJUH PULUH DELAPAN
79
EPISODE KETUJUH PULUH SEMBILAN
80
EPISODE KEDELAPAN PULUH
81
EPISODE KEDELAPAN PULUH SATU
82
EPISODE KEDELAPAN PULUH DUA
83
EPISODE KEDELAPAN PULUH TIGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!