"Kak, ini bukan gaya ku!"
Bilqis mengacak-ngacak rambutnya sendiri. Potongan rambutnya dari batas paha hingga sepinggang. Dia menangis, memarahi pekerja yang masih memegang gunting.
"Pokoknya aku nggak terima, balikin rambut aku seperti semula!" logat bahas kental daerah Bilqis membentaknya.
Wanita yang berpakaian rapi merendahkan nada bicaranya. Dia melonggarkan dasi melihat Rita. Pelanggan langganannya tiap seminggu sekali di salon kecantikan Amour beauty.
Bilqis bersikeras pekerja itu harus bertanggung jawab.
"Perjanjiannya tadi kan cuma lima senti. Cuma di rapiin aja kan. Ini namanya sengaja mau di ratakan sampai habis!" otot Bilqis menuntut haknya.
"Maafkan saya nyonya. Maafkan anggota saya" ucap Manager sambil tersenyum.
"Sudah lah dik. Rambut mu kan bisa tumbuh lagi. Coba kakak lihat"
Rita memperhatikan potongan rambut Bilqis yang mengikuti gaya tren modis kota. Namun amarah Bilqis terpancar dari aura wajahnya. Dia meminta sebuah kantong plastik besar tidak mau beranjak dari kursi.
"Ini plastik yang nyonya minta. Sekali lagi kami minta maaf"
"Aku maafkan tunggu rambut ku kembali panjang"
Dia memungut semua potongan rambutnya yang berserakan di lantai. Tidak ada satu helai pun yang dia lewatkan. Di dalam benak Bilqis menggerutu, kalau menurut orang jaman dulu, kita tidak boleh meninggalkan rambut gugur karena orang-orang bisa melakukan hal-hal aneh.
Tidak dengan kota besar yang secara sukarela menampung rambut-rambut orang untuk di jual sebagai model rambut yang di letakkan di atas kepala boneka manekin.
"Gila adik lu garang amat Ta" bisik Dea.
"Maklum orang kampung. Jangan di masukkan ke hati. Bawa have fun aja" jawab Rita gerakan mendongakkan kepala.
Bilqis melotot campur melengos, dia menandai orang-orang yang melakukan tindakan merugikan dirinya. Rambut panjang itu memang terkesan udik bagi orang kota. Tapi, di mata Bilqis bukan sekedar rambut biasa. Sebuah harta yang tidak terhingga harganya.
Di ruangan karaokean yang masih di dalam mall. Rita belum mulai bernyanyi. Dia bertepuk sebanyak tiga kali. Bilqis melihat lima wanita cantik bertubuh tinggi masuk memperlihatkan gerakan menggoda.
"Saya duluan ya yang maju"
"Selamat sore mbak! "
"Minggir! gue duluan yang raih itu batang mic"
Mendengar suara asli mereka. Bilqis tidak menduga pria berwujud wanita itu kecantikannya mengalahkan para wanita.
"Kak, kok ada makhluk jadi-jadian?" tanya Bilqis memasang posisi berjaga.
"Ahaha, adik lu lucu bener Ta!" celetuk Dea menggelengkan kepalanya.
Manusia yang menyalahi kodratnya. Menentang takdir dari Yang Maha Kuasa. Bilqis tidak habis pikir di era globalisasi yang semakin canggih, operasi plastik menipu para lelaki yang menatap wanita-wanita cantik itu.
Lengkingan suara mereka, goyangan membuat gelak tawa Rita dan teman-temannya.
Dia menyelipkan beberapa lembar uang ratusan ke dalam bagian-bagian ekstrim yang mirip wanita. Terlihat mereka semakin senang hingga mengajak ikut berjoget bersama. Dia album di tambah atraksi gila. Mereka sampai sakit perut kebanyakan tertawa.
"Sekian suara emas dari kami. Terimakasih" ucap salah satu pria cantik itu centil.
Cubitan pelan Rita mengeluarkan beberapa uang ratusan lagi memerintahkan fose-fose foto model di depan Bilqis.
"Kalian hibur ntuh adik gue yang lagi stress habis di potong rambut. Padahal gue rasa gaya rambutnya yang sekarang lebih oke"
Bilqis mabuk melakukan gerakan dansa sendiri di tengah musik yang masih berjalan.
......................
Niat dan tujuan ke kota besar untuk masa depan. Total satu minggu Bilqis absen, beberapa buku pelajaran yang sempat dia baca hanya bisa di buka tiga lembar di malam hari.
"Besok memantapkan hati berbicara minta sekolah" batin Bilqis.
Di dalam ruangan yang gelap hanya bercahaya langit di malam hari. Bilqis membanjiri bantalnya dengan air mata. Berpisah dari keluarga, memandang dunia dari sudut berbeda hingga kepahitan hidup yang tidak henti di jalani.
Suara notif whatsapp, tertulis nama Barka mengirim puluhan gambar. Bilqis membuka satu persatu. Gambar isi pelajaran selama satu minggu lengkap dengan pr yang si selesaikan.
"Terimakasih Bara" gumam Bilqis.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍
2023-05-07
0
pramuka
waras nggak tuh 😭😭😭
2023-04-27
0