BAB 6 Tanggung Jawab

Melvin tersenyum smirk setelah mendapat informasi orang yang telah memakinya di telepon. “Disra Auristela,” gumamnya.

Alisnya menaut, tertera Disra adalah seorang agent call center di Terabig Net. Dia sangat yakin bahwa Disra adalah agent bernama Angel yang telah memakinya, karena hanya dia yang pernah berseteru dengannya. “Kenapa tidak ada photo nya,” lirih Melvin. Melvin menggelengkan kepalanya, dia berencana untuk menemui agent tersebut untuk memberi pelajaran.

***

Disra masih sibuk mencari lowongan pekerjaan di situs lowongan kerja. Hari ini dia hanya menghabiskan waktu di dalam kamar.

“Dis, kamu nggak kerja?” tanya Tina.

Disra menoleh saat sang ibu masuk ke dalam kamarnya. “Libur, Bu.”

“Oh libur. Hari ini, bisa kunjungi ayahmu?” tanya Tina yang masih dengan kondisi bersedih. “Ayah belum masuk persidangan, apa masih bisa dikeluarkan?” tanyanya lagi.

“Disra nggak tahu, Bu. Sebenarnya ayah nggak tahu tentang pencurian itu. Namun, secara tidak langsung terlibat. Bukti ayah membawa kardus juga terekam CCTV dan ayah mendapatkan imbalan 10 juta itu,” terang Disra.

“Apa bisa minta bantuan pengacara?”

“Kalau kita menyewa pengacara biayanya mahal, Bu,” jelas Disra. Terlebih lagi, dirinya yang sedang menjadi pengangguran.

“Emang berapa?” tanya Tina.

“Kurang tahu sih, Bu. Tapi, setahu Disra, selama proses persidangan akan ada pengacara atau advokat untuk memberikan penjelasan mengenai hak-hal hukumnya. Tapi, Disra tidak tahu juga yang mendapatkan hak tersebut kasus seperti apa. Soalnya, yang Disra cari di internet. Apabila tersangka atau terdakwa diancam hukuman mati atau pidana penjara di atas 5 tahun, maka wajib diberikan bantuan hukum dengan didampingi pengacara. Kalau Disra nggak salah baca, kasus seperti ayah bisa dikenakan hukuman di bawah 5 tahun. Tapi, Disra nggak tahu jugalah Bu, bukan anak hukum,” papar Disra.

Tina hanya menghembuskan napasnya pelan. “Kamu bisa jenguk ayahmu hari ini? ibu udah masak masakan kesukaan ayah. Kamu antar ya?”

“Ya, Disra bisa mampir sebelum ke kampus.”

“Kamu masih ada sisa uang nggak? Dika butuh biaya study tour,” jelas Tina.

“Berapa Bu, biayanya? Soalnya, bertepatan bayar uang semester.” Disra tidak mungkin tega jika sang adik tidak ikut study tour. Tingkat akhir bersama para temannya akan membuat suatu kenangan di masa sekolah.

Ting tong! Suara bel rumah terdengar. “Sebentar ya, Ibu buka pintu dulu. Sepertinya ada tamu,” jelas Tina.

Tina keluar dari kamar Disra dan membuka pintu rumah. “Cari siapa ya, Mas?” tanya Tina.

“Apa ini rumah Angel?”

“Angel? Kamu tahu Angel?” tanya Tina. Hanya keluarga inti yang mengetahui nama pertama Disra dan nama Angel dipakai oleh Disra sebagai nama online-nya.

“Maksud saya Disra Auristela?”

“Oh, itu anak saya. Namanya dulu memang Angel Auristela, tetapi karena sering sakit waktu bayi, saya dan suami mengganti namanya menjadi Disra,” papar Tina.

“Apa Angel ada di rumah?” tanya Melvin.

“Ya, ada. Kalau boleh tahu, Anda siapa?” tanya Tina menelisik pria tampan di depannya. Tidak ada pria yang mencari anak gadisnya kecuali Felix.

“Saya Peter, pelanggan Terabig Net,” jawab Melvin.

“Oh, sekarang anak saya berhubungan langsung dengan pelanggan,” gumam Tina. Tidak tahu prosedur tentang dunia call center. Dia langsung mempersilakan Peter masuk. “Silakan masuk, saya panggilkan Disra dulu.”

Melvin duduk di ruang tamu sedangkan Tina masuk ke dalam kamar Disra. Melvin mengedarkan pandangannya dan melihat isi dari ruang tamu tersebut. Dia bangkit dari duduknya dan melihat ke arah bupet. Berjejer photo-photo keluarga. Melvin terkejut saat melihat photo seorang gadis. Seorang mahasiswi yang diajarnya. Menelisik lagi photo-photo yang ada.

Photo kelulusan Disra saat menempuh pendidikan D3, SMA, SMP dan SD. Melvin mengulurkan tangannya dan meraih pigura photo Disra yang memakai seragam putih merah.  Mata Melvin mulai berembun. “Akhirnya, aku menemukanmu,” lirihnya.

Tina masuk ke dalam kamar anak gadisnya. “Dis, ada cowo ganteng nyari kamu,” ujar Tina.

“Felix dibilang ganteng!” ejek Disra.

Siapa lagi kalau bukan Felix yang datang ke rumahnya. Hanya sahabatnya itu yang sering ke rumah.

“Bukan Felix, ini lebih oke.”

“Ah ngaur si Ibu. Siapa yang datang cari aku!” dengus Disra.

“Namanya Peter, dia bilang pelanggan Terabig Net. Bahkan, awalnya dia nyari kamu pake nama Angel.”

“Apa!” ujar Disra terkejut hingga membelalakkan matanya.

“Kenapa kaget? Pasti ada apa-apanya ya kamu sama dia? Bilang sama Ibu, dia pacar kamu bukan?”

Tidak mungkin Disra mengatakan yang sejujurnya pada sang ibu bahwa dirinya berseteru dengan pelanggan. “Bukan gitu, cuma urusan pekerjaan aja kok. Dia di mana sekarang, Bu?”

“Di ruang tamu.”

“Kamu samperin deh. Ibu buatkan minum dulu,” ujar sang ibu.

Tina keluar dari kamar Disra dan menuju dapur sedangkan Disra sedang dilanda kegugupan. Dirinya berdiri di depan cermin. Menepuk-nepuk pipinya sendiri. “Kamu harus bisa Disra! Jangan pernah takut apapun, kamu bukan wanita yang mudah ditindas!” ujarnya memberi semangat diri sendiri.

Setelah merasa lebih tenang, dia beralih ke ruang tamu untuk bertemu dengan Peter. Seorang pria yang duduk membelakanginya. Pria dengan pakaian santai.

“Apa Anda mencari saya, Tuan Peter?” tanya Disra lantang di belakang Melvin.

Melvin menoleh saat mendengar suara Disra. Disra terperangah melihat yang datang adalah seorang dosen muda yang saat ini mengatakan bahwa dirinya adalah Peter. Ya, tidak bohong, Disra bahkan masih mengingat dengan jelas nama asli dosen muda yang mengajarnya. Hanya saja, dia tidak menyangka mereka orang yang sama. “Peter Melvin Damara,” gumamnya.

“Ya, Peter Melvin Damara,” ulang Melvin.  “Pelanggan Terabig Net sekaligus dosen kamu,” jelas Melvin. Dia tersenyum tulus pada sang gadis. Namun, ketulusan tidak terlihat oleh Disra. Dia menganggap senyuman tersebut adalah senyuman mengejek.

“Ada apa ke sini? Mau perhitungan? Mau melapor ke Terabig Net? Atau mau melapor ke pihak kepolisian?” tantang Disra.

Dia yakin, Melvin sudah mengetahui bahwa dirinya agent call center bernama Angel dan juga yang telah memakinya di telepon.

“Ingin bertemu denganmu,” ujar Melvin menatap mata Disra.

Tatapan penuh kerinduan. Mengapa dia baru menyadari saat ini bahwa mahasiswinya adalah gadis yang selama ini dia cari. Mengapa otaknya meragukan hatinya yang mengatakan bahwa mahasiswinya adalah gadis impiannya.

“Mau apa? Apa belum puas membuatku dipecat dari pekerjaanku?” cecar Disra. Namun, dirinya mengecilkan suaranya saat mengatakan dipecat. Khawatir sang ibu mendengarnya.

“Dipecat?” tanya Melvin memastikan.

“Apa kau pikir tindakanmu hanya suatu gurauan ringan yang hilang tertiup angin?” tanya Disra sarkas. Dia sudah tidak peduli lagi dengan status Melvin yang sebagai dosennya. Pikirannya sudah kacau, hanya ingin melampiaskan kekesalan.

“Kalau begitu, saya akan bertanggung jawab,” ujar Melvin penuh keseriusan.

“Tanggung jawab? Mau bilang pada Terabig Net agar aku diterima kembali ke sana?” tanya Disra menahan amarahnya.

“Tidak. Tapi, aku akan menikahi mu,” tegas Melvin.

“Apa!”

Terpopuler

Comments

fsf

fsf

tanggung jawab nya jelas bikin melongo, masa dipecat kok tanggung jawabnya dinikahi
dosen aneh 😁

2025-03-20

1

Fitri Riyani

Fitri Riyani

wkwk
tanggung jawab nya mmg harus ky gitu ya pit

2025-02-06

1

jen

jen

modus aja sih /Facepalm/

2025-03-03

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 Magic Word Tak Berguna
2 BAB 2 Kerja Kuliah
3 BAB 3 Tamat Riwayatmu! Miss Call Angel!
4 BAB 4 Surat Pembaca
5 BAB 5 Dasar Kecoa Bunting! Babi Busuk! Cowok Brengsek!
6 BAB 6 Tanggung Jawab
7 BAB 7 Babi
8 BAB 8 Interview
9 BAB 9 Sekali Interview
10 BAB 10 Hari Pertama Kerja
11 BAB 11 Hidung Minimalis
12 BAB 12 Keganjenan
13 BAB 13 Enkripsi
14 BAB 14 Bebek Jontor
15 BAB 15 All You Can Eat
16 BAB 16 Tembus
17 BAB 17 Ciuman Pertama
18 BAB 18 Sah!
19 BAB 19 Mimpi
20 BAB 20 Ciuman Kedua
21 BAB 21 Cinta Ditolak, Dukun Bertindak!
22 BAB 22 1 Tahun Pacaran
23 BAB 23 Beauty and The Beast
24 BAB 24 Syntax Error
25 BAB 25 Dinas
26 BAB 26 Thailand
27 BAB 27 Bos Besar
28 BAB 28 Jenius
29 BAB 29 Trust
30 BAB 30 Transphobia
31 BAB 31 Makan Malam
32 BAB 32 Jam Tangan
33 BAB 33 Couple Sweater
34 BAB 34 Aturan Persahabatan
35 BAB 35 Pattaya
36 BAB 36 Satu Ranjang
37 BAB 37 Panggilan Telepon
38 BAB 38 Mineral Water
39 BAB 39 E-Commerce
40 BAB 40 Klakson
41 BAB 41 Di bawah pohon mangga
42 BAB 42 Penculikan
43 BAB 43 Room 19
44 BAB 44 Battle Dance
45 BAB 45 Makam
46 BAB 46 Kepergok
47 BAB 47 Tanggung Jawab
48 BAB 48 Persiapan Pernikahan
49 BAB 49 Bawa istrimu pergi
50 BAB 50 Malam Pertama
51 BAB 51 Tragedi Malam Pertama
52 BAB 52 Kabur
53 BAB 53 ASET
54 BAB 54 Bertaubat Bersama
55 BAB 55 Pesugihan
56 BAB 56 Mulutmu Harimaumu
57 BAB 57 Rendah Diri
58 BAB 58 Keistimewaan Hidung Minimalis
59 BAB 59 Video
60 BAB 60 Antara Marah dan Panggilan Alam
61 BAB 61 Persahabatan
62 BAB 62 Publikasi
63 BAB 63 Sistem Pakar
64 BAB 64 Hamil
65 BAB 65 Menuju Pernikahan
66 BAB 66 End
67 Terima Kasih
68 Promo Novel
69 April's Voice
70 Lucid Dream
Episodes

Updated 70 Episodes

1
BAB 1 Magic Word Tak Berguna
2
BAB 2 Kerja Kuliah
3
BAB 3 Tamat Riwayatmu! Miss Call Angel!
4
BAB 4 Surat Pembaca
5
BAB 5 Dasar Kecoa Bunting! Babi Busuk! Cowok Brengsek!
6
BAB 6 Tanggung Jawab
7
BAB 7 Babi
8
BAB 8 Interview
9
BAB 9 Sekali Interview
10
BAB 10 Hari Pertama Kerja
11
BAB 11 Hidung Minimalis
12
BAB 12 Keganjenan
13
BAB 13 Enkripsi
14
BAB 14 Bebek Jontor
15
BAB 15 All You Can Eat
16
BAB 16 Tembus
17
BAB 17 Ciuman Pertama
18
BAB 18 Sah!
19
BAB 19 Mimpi
20
BAB 20 Ciuman Kedua
21
BAB 21 Cinta Ditolak, Dukun Bertindak!
22
BAB 22 1 Tahun Pacaran
23
BAB 23 Beauty and The Beast
24
BAB 24 Syntax Error
25
BAB 25 Dinas
26
BAB 26 Thailand
27
BAB 27 Bos Besar
28
BAB 28 Jenius
29
BAB 29 Trust
30
BAB 30 Transphobia
31
BAB 31 Makan Malam
32
BAB 32 Jam Tangan
33
BAB 33 Couple Sweater
34
BAB 34 Aturan Persahabatan
35
BAB 35 Pattaya
36
BAB 36 Satu Ranjang
37
BAB 37 Panggilan Telepon
38
BAB 38 Mineral Water
39
BAB 39 E-Commerce
40
BAB 40 Klakson
41
BAB 41 Di bawah pohon mangga
42
BAB 42 Penculikan
43
BAB 43 Room 19
44
BAB 44 Battle Dance
45
BAB 45 Makam
46
BAB 46 Kepergok
47
BAB 47 Tanggung Jawab
48
BAB 48 Persiapan Pernikahan
49
BAB 49 Bawa istrimu pergi
50
BAB 50 Malam Pertama
51
BAB 51 Tragedi Malam Pertama
52
BAB 52 Kabur
53
BAB 53 ASET
54
BAB 54 Bertaubat Bersama
55
BAB 55 Pesugihan
56
BAB 56 Mulutmu Harimaumu
57
BAB 57 Rendah Diri
58
BAB 58 Keistimewaan Hidung Minimalis
59
BAB 59 Video
60
BAB 60 Antara Marah dan Panggilan Alam
61
BAB 61 Persahabatan
62
BAB 62 Publikasi
63
BAB 63 Sistem Pakar
64
BAB 64 Hamil
65
BAB 65 Menuju Pernikahan
66
BAB 66 End
67
Terima Kasih
68
Promo Novel
69
April's Voice
70
Lucid Dream

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!