Satu bulan berlalu dan hari ini tepat di mana Bella dan Rangga melaksanakan akad nikah di sebuah hotel. setelah satu bulan menjalani perkenalan dengan Rangga, Bella masih saja belum bisa menerima pernikahan ini karena Bella tidak yakin jika Rangga benar-benar mencintainya. Sikap Rangga yang membuat Bella tidak yakin untuk melanjutkan pernikahan ini karena menurutnya dengan sikap Rangga yang masih saja dingin sampai sekarang akan membuat pernikahannya tidak bahagia.
Suara pintu kamar Bella terdengar diketuk dari luar.
"Bella, kamu udah siap?" tanya sang Mama dari belakang pintu.
Bella pun membukakan pintu kamarnya, lalu sang Mama mendapati Bella yang sudah memakai baju pengantin dan tambahan perhiasan di badannya membuat penampilan Bella begitu cantik. Namun, mata Bella tampak bengkak seperti habis menangis membuat sang mama panik dan khawatir.
"Kamu benar-benar cantik, tapi kenapa kamu kayak habis nangis Nak?"
"Ma, Bella nggak yakin kalau pernikahan Bella dengan Mas Rangga ini akan bahagia."
"Loh, kenapa kamu sampe berfikir kayak gitu, Nak?"
"Bella masih mau tinggal bareng sama Mama, Bella masih mau di manja sama Mama dan Papa, Bella gak mau tinggal sama Mas Rangga," lirih Bella sambil memeluk sang Mama dan sontak membuat Mama pun ikut menangis.
"Sayang, meskipun nantinya Kamu akan tinggal bersama dengan suami kamu, tapi kamu akan tetap menjadi anak kesayangan Mama, Nak. kamu bisa datang ke sini kapan saja, pintu rumah ini selalu terbuka buat kamu, sayang," ucap Mama mencoba menenangkan hati Bella.
"Kok Mama jadi ikutan nangis sih, aku kan jadi makin sedih."
"Udah, Mama udah nggak nangis lagi kok," ujar Mama Bella lalu mengusap usap air mata di pipinya.
Bella pun kembali memeluk sang Mama dan tiba-tiba Papa pun datang masuk ke ruangan itu.
"Loh, kok pada nangis sih? Seharusnya ini hari bahagia kamu sayang kok jadi nangis-nangisan gini?" tanya Papa.
"Iya tau nih Bella tiba-tiba nangis, Pa," jelas Mama.
"Bella dengerin Papa, kita jodohin kamu juga demi kebaikan kamu, sayang. Mama sama Papa cuman ingin kamu mendapatkan laki-laki yang tepat," jelas Papa lagi.
"Iya iya Bella paham, Bella senang kok bisa nurutin kemauan Mama dan Papa."
"Makasih ya, sayang. Mama harap kamu bahagia dengan pernikahan ini, dan tolong mulai sekarang kamu ubah sikap kamu ya, Nak. gak boleh pecicilan lagi!" ucap Mama mengingatkan Bella sambil mencubit hidungnya.
"Oke siap, Ma."
"Kita segera turun sekarang, semuanya sudah menunggu di bawah, penghulu juga sudah datang.
sini Mama benerin dulu penampilan kamu," ajak Mama.
"Aku deg-degan Ma," ucap Bella merasa gugup.
"Udah rileks aja, semua akan baik-baik aja kok."
Bella pun sudah siap dan segera menuruni anak tangga. Digandeng oleh sang Mama mereka berjalan, semua mata tertuju pada Bella. Rangga yang sedang duduk manis pun kini terpesona dengan penampilan Bella yang menggunakan gaun pengantin dengan tambahan perhiasan pada rambutnya membuat Bella semakin cantik.
Acara akad pernikahan mereka sederhana, hanya dihadiri dengan keluarga dan sanak saudara. Sedangkan untuk resepsi akan diadakan nanti malam di tempat yang sama.
Bella dan Rangga duduk di tempat yang sama dengan perasaan berdebar satu sama lain, meskipun mereka di sini bukan atas dasar cinta.
"Saya nikahkan saudara Rangga Guntara bin Heru Guntara dengan saudari Bella Pramita binti Candra Winata dengan mas kawin emas 10 gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai," tegas Pak penghulu.
Bella yang duduk di samping Rangga berdebar di dalam hatinya. Pengalaman pertama yang tak akan terlupakan, akhirnya setelah Rangga mengucapkan kata akad dia akan dah menjadi istri dosen muda tersebut.
"Saya terima nikahnya Bella Pramita binti Candra Winata dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," jawab Rangga dengan lantang dan tegas dalam sekali tarikan nafas.
"Gimana para saksi, sah?" tanya Pak penghulu kepada para saksi.
"Sahh! Alhamdulillah," ucapnya serentak.
Sah, dan mulai saat ini Bella telah sah menjadi istri dari seorang Rangga Guntara, dosen killer yang tidak ia sukai.
"Silakan mempelai wanita untuk mencium tangan mempelai laki-laki dan mempelai laki-laki mencium kening mempelai wanita!" ujar Pak penghulu.
Dengan gugup Bella pun menyambut tangan sang suami lalu menciumnya dan tanpa ragu Rangga mencium kening Bella dengan lembut.
Sore hari Kedua mempelai kini sudah berada di atas pelaminan untuk menyambut para tamu. Rangga berkali-kali melirik ke arah samping, Bella tampak sangat cantik dengan gaun putihnya sedangkan Rangga memakai jas berwarna senada dengan Bella. Keduanya bak raja dan ratu yang sangat serasi sekali.
Bella merasa tidak nyaman, saking banyaknya tamu yang datang dan dia harus menyambutnya. Kakinya merasa pegal karena sedari tadi ia hanya berdiri dan tidak ada waktu untuk duduk.
"Kalau pegal duduk, Jangan dipaksa!" ucap Rangga tiba-tiba.
"Emmh gak pa-pa kok, aku masih kuat berdiri, Mas," jawab Bella gugup.
"Kamu harus nurut dengan perintah saya, Bella!" ucap Rangga.
Bella pun menuruti perintah Rangga yang kini sudah resmi menjadi suaminya.
"Hai Ga selamat ya, sumpah Gue nggak nyangka lo bakal nikah juga, kirain Gue Lo belum bisa move on dari dia." Riko saudara sekaligus sahabat Rangga datang dan mengulurkan tangannya dan memeluk saudaranya itu.
"Thanks," ucap Rangga singkat.
"Ya elah udah nikah tuh muka masih aja datar kek jalan tol," ucap Riko yang membuat Bella terkekeh pelan.
"Berisik lo."
"Eh Bella, btw selamat ya, ternyata kamu emang benar-benar cantik," goda Riko yang membuat Rangga merasa sedikit kepanasan mendengar pujian Riko kepada istrinya.
"Iya, Kak. makasih." Bella menerbitkan senyum manisnya.
"Gak usah senyum-senyum, Bell!" ucap Rangga.
"Ya elah mulai posesif nih batu es," goda Riko lagi.
"Berisik lo pergi sana!" ucap Rangga kesal.
"Iya ya! Kalo gitu gue pergi dulu, semangat buat nanti malam ya, Ga," ucap Riko yang membuat wajah Bella memerah.
"Nggak usah dengerin dia!" ucap Rangga lalu diangguki oleh Bella.
Acara resepsi sudah selesai Rangga dan Bella sudah berada di kamar hotel yang sudah disediakan oleh orang tuanya. Rangga sedang berada di kamar mandi sedangkan Bella masih duduk termenung di atas kasur, ia tidak bisa membayangkan kalau malam ini Rangga meminta haknya sebagai suami sedangkan Bella belum siap sama sekali.
Duh gimana ya, apa gue pura-pura datang bulan aja, batin Bella takut.
"Kenapa ngelamun?" tanya Rangga. Bella terkejut karena ternyata Rangga sudah keluar dari kamar mandi.
"A-aku gapapa kok Mas."
"Oh, mandi dulu baru tidur!"
Bella pun segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai dia keluar masih mengenakan pakaian pengantinnya. Dia bingung karena tidak tahu apa yang harus dipakai sekarang ini. Mamanya yang tadi menyiapkan pakaiannya di dalam koper.
"Kamu gak ganti baju?" Tanya Rangga.
"Ganti lah. Napa juga gak ganti?" Ujar Bella ketus.
Setelah Bella membuka koper yang telah disediakan oleh Mama dan Mertuanya pun terkejut dengan apa yang ia lihat, pasalnya di dalam koper hanya tersedia baju tidur yang transparan dan kain tipis lainnya, bahkan seperti tidak memakai baju samasekali.
"What baju apa ini, kenapa bahannya tipis banget, gila masa gue harus pakai baju kayak gini?" gumam Bella seraya melihat pakaian tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Erna Fadhilah
tu baju yang khusus pengantin baru alias malam pertama bell 🤭🤭
2023-10-17
0