Bab 19. kepergok Papa

"Sudah? Lega?" tanya Arga ketika Kasih mengelap kemejanya yang basah penuh air mata bercampur ingus.

"I-iya.. " jawabnya gusar. Dia benar-benar malu.

Saking hanyutnya dalam tangisan sampai tak sadar ingusnya meler di kemeja Arga.

"Sudah, biar saya mandi dan ganti baju" Arga bangkit dari tempat duduknya.

"Kamu siap-siap juga kita akan makan di luar" imbuhnya.

"Tapi mas, terus itu gimana?" Kasih menunjuk bahan masakan yang belum jadi.

"Tapi tanganmu lagi sakit Baby, udah yuk siap-siap" Arga meraih tangan Kasih namun dia tetap menahan.

"Wajahku sembab" ujar Kasih.

"Kau tetap cantik Kasih.." ujar Arga santai.

Namun Kasih merasa hal itu berbeda untuknya. Biasanya Arga selalu memanggilnya baby, tapi ketika dia dipanggil namanya seperti ada hati yang ingin meledak.

Setelah beberapa saat mereka sudah siap. Kasih memoleskan Make up tipis untuk menutupi wajah sembabnya.

Meski masih sedikit terlihat namun aura kecantikannya masih terpancar.

Arga memilih pakaian kasual. Ripped jeans dipadukan dengan kaos hitam polos serta jaket denim membuatnya berkali lipat terlihat lebih muda.

"Baby, mau makan apa?" tanya Arga sembari menyetir mobilnya.

"Terserah Mas Arga saja" ujar Kasih malu-malu. Dia masih tak berani menatap Arga karena malu.

Justru hal itu membuat Arga semakin gemas.

Sementara mereka berhenti di lampu merah. Jalanan juga terpantau sedikit macet.

Hal itu dijadikan Arga kesempatan untuk menggoda Kasih. Tiba-tiba dia meraih tengkuk Kasih dan langsung mencium bibirnya.

Kasih yang terkejut hendak menghindar namun tangan Arga satunya membelit pinggangnya sehingga dia susah bergerak.

Setelah beberapa saat mencoba berontak akhirnya Kasih berhasil melepaskan diri.

"Mas.. Ini di jalanan. Gimana kalau ada yang melihat?" Kasih masih mengatur nafas.

Sementara Arga hanya terkekeh kecil. "Padahal aku maunya lebih dari itu baby" ujar Arga.

"Maksudnya?"

"Memasuki kamu disini sekarang Baby, enak kayaknya main di tengah kemacetan" goda Arga yang semakin membuat Kasih meremang.

"Awwhh.. Sakit Baby" teriak Arga ketika Kasih mencubit lengannya.

"Dasar mesum" Kasih membuang muka dan menatap ke luar. Dia menurunkan kaca mobil hingga menampakkan wajahnya di antara banyak pengendara.

"Hey, kenapa dibuka kacanya? Bau asap baby" protes Arga.

"Biarin, biar Mas Arga gak aneh-aneh" ujar Kasih sambil mengerutkan dahinya.

Arga hanya bisa tersenyum melihat sugar baby nya yang semakin imut itu. Kemudian dia kembali tancap gas karena lampu sudah hijau.

Sementara di seberang mobilnya tampak Felix yang tidak sengaja melihat Kasih. Dia sangat terkejut ketika melihat seorang wanita yang tampak mirip sekali dengan Kasih.

Namun tampak ada pria yang berada di sebelahnya. Saat ingin memastikan lagi tiba-tiba mobil itu sudah melaju dan dia kehilangan jejak.

"Apa mungkin itu tadi Kasih? Tapi jika benar kenapa dia sudah bersama pria lain? Apa ayah bohong telah melukai Kasih?" gumam Felix penuh kebingungan.

Hatinya memanas seketika. Membayangkan Kasih yang telah bersama pria lain. Meski tak dipungkiri mereka sudah berpisah. Namun tetap saja dia masih tak rela.

Arga dan Kasih sampai di restoran langganan Arga. Mereka segera memesan menu makanan yang jadi andalan di restoran ini.

Arga memesan tenderloin steak sementara Kasih memesan nasi goreng kambing.

Dia harus memperbanyak tenaganya untuk berjaga-jaga. Melihat gelagat Arga sepertinya malam ini dia harus kerja keras semalaman.

Arga dan Kasih berbincang kecil sembari menunggu pesanan. Dan tak lama kemudian pesanan makanan mereka datang.

Saat sedang menikmati makanan tiba-tiba seseorang memanggil.

"Arga.." sapa seorang pria paruh baya yang kebetulan berada di dalam restoran tersebut.

"Papa?" Arga sangat terkejut saat melihat Papanya.

Mampus!

Sementara Kasih juga terkejut saat Arga menyebut pria itu Papanya. Memang dari penampilan serta pembawaannya memang sangat mirip Arga.

Tampan dan bersahaja walaupun usianya sudah bisa dikatakan tidak muda lagi.

Pria itu semakin mendekat dan membuat Kasih menjadi bingung sendiri. Begitupun Arga yang tampak salah tingkah.

"Pa.. Disini juga?" tanya Arga gelagapan.

"Papa habis bertemu rekan bisnis. Kamu bersama siapa Arga? Papa pikir tadi Feli, ternyata bukan" ujar Pak Wijaya.

"Oh, ini pa.. Dia.."

"Saya adiknya Kak Alvin, Pak" ujar Kasih tiba-tiba. Entah kenapa dia langsung menyeletuk saja seperti itu.

"Oh, adiknya Alvin. Ternyata Alvin punya adik perempuan ya? Terus dimana Alvin?" tanya Pak Wijaya sembari mencari sosok Alvin.

"Emm. Iya sepupu dari Surabaya Pa, Alvin masih ada urusan. Sebentar lagi kesini" ujar Arga.

Sementara Pak Wijaya manggut-manggut percaya. Diam-diam Arga mengirim pesan kepada Alvin.

"Vin, kesini cepetan. Butuh bantuan banget ini. Bilang ke papa nanti kalau Kasih adik kamu" tak lupa Arga mengirim lokasi dirinya.

Sementara Alvin yang sedang menyetir mendapati ponselnya berbunyi. Dia menepikan mobil sebentar dan membaca pesan tersebut.

Untung saja saat ini Alvin sedang berada di dekat restoran tersebut sehingga tak butuh waktu lama dia sampai.

"Permisi, saya ijin ke toilet dulu" ujar Kasih.

Dia pergi ke depan mencari keberadaan Alvin. Beruntung pria itu sedang berjalan menuju ke dalam.

"Kak Alvin.." panggil Kasih dengan nada pelan.

"Kasih, ada apa? Tadi Pak Arga menyuruhku kesini" ujar Alvin.

"Itu.. Papanya Mas Arga disini. Dia tanya kenapa aku disini. Trus kita bilang kalau aku adiknya kak Alvin. Maaf ya kak" ujar Kasih sedikit menunduk.

"oh.. Oke-oke nggak papa Kasih. Yasudah yuk kesana" Alvin mengajak Kasih kembali ke meja Arga.

Sementara Arga dan Wijaya kini sedang mengobrol.

"Papa kira kamu tadi... Maaf ya Ga, papa sudah berpikiran buruk tentang kamu. Habisnya tiba-tiba lihat kamu makan malam berdua dengan gadis cantik." ujar Pak Wijaya.

"Emm.. Iya Pa, kami hanya makan malam biasa kok" ujar Arga sedikit canggung.

"Ya sudah, Papa hanya ingin memastikan. Jangan aneh-aneh lo mas, kasian Felicia. Dia istri kamu jangan sampai disakiti" ujar Pak Wijaya.

Sebenarnya kata-kata Papanya itu seperti tamparan untuk Arga. Bahwa faktanya dirinya dan Kasih sedang bermain api.

Namun ada hal yang mendasari perbuatannya itu adalah istrinya sendiri, Felicia. Selama tiga tahun menikah Arga sama sekali tak pernah mendapatkan haknya sebagai suami.

Sebagai pria normal dia juga butuh pelampiasan hasratnya. Dan juga sebuah perhatian seorang wanita di sisinya.

Tak lama kemudian Kasih berjalan bersama Alvin. Mereka langsung bergabung.

"Pak Wijaya, selamat malam" ujar Alvin.

"Malam Alvin. Kamu ternyata punya adik cantik juga. Saya baru tahu" ujar Pak Wijaya.

"Iya Pak, Sebenarnya Kasih kesini mau mencari pekerjaan." ujar Alvin mencari alasan yang tepat.

"Oh, yasudah kerja sama Arga saja. Biar kamu juga bisa sekalian mengawasinya. Perempuan itu rawan masalah Alvin. Jadi jaga adikmu baik-baik di kota besar begini" tutur Pak Wijaya.

"I-iya Pak.."

Entah kenapa mereka bertiga menjadi kikuk sendiri. Apa karena mereka telah membohongi orang tua? Yang pasti jika jujur bisa-bisa Pak Wijaya malah pingsan di tempat.

Arga benar-benar merasa bersalah telah membohongi papanya. Dia benar-benar tak berdaya.

.

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

semoga kasih hamil ank arga

2023-09-13

0

Ruk Mini

Ruk Mini

bohong prtm akan ada kebohongan2 selanjutnya 🥴🥴

2023-09-03

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Malam yang pahit
2 bab 2. Berat untuk mengungkapkan
3 bab 3. angkat kaki
4 bab 4. tak sadarkan diri
5 bab 5. Hamil
6 bab 6. Bertemu lagi
7 bab 7. Latar belakang
8 bab 8. Perjanjian Kontrak
9 bab 9. Sugar Baby
10 bab 10. rumah tangga Arga
11 Bab 11. Finally, i got you baby
12 Bab 12. perhatian
13 bab 13. masakan rumahan
14 Bab 14. pertemuan tak disangka.
15 Bab 15. Semakin memanas
16 Bab 16. Kakak laki-laki
17 Bab 17. curiga atau penasaran
18 Bab 18 pelukan hangat
19 Bab 19. kepergok Papa
20 Bab 20. Kemarahan Arga
21 Bab. 21 Bercerita
22 Bab. 22 Tak sanggup lagi
23 Bab. 23 pinjam bahumu sebentar
24 Bab 24. Kehangatan dan kenyamanan
25 Bab 25 Liburan
26 Bab 26 first club
27 Bab 27 Aku bersamamu
28 Bab 28 Sekedar afeksi
29 Bab 29 Cuek
30 Bab 30. Cemburu
31 Bab 31 Mengeraskan hati
32 Bab 32 Kemeja Arga
33 Bab 33 Berperang dalam hati
34 Bab 34 Iblis tampan
35 Bab 35 Takut kehilangan
36 Bab 36 Pacar?
37 Bab 37 Sabar untukmu
38 Bab 38 Hari pertama kerja
39 Bab 39 Tak terduga
40 Bab 40 Mau apa lagi?
41 Bab 41 berusaha tegar
42 Bab 42 Jangan buru-buru
43 Bab 43 Kasih diculik
44 Bab 44 Jangan ganggu
45 Bab 45 menebus rasa bersalah
46 Bab 46 foto bayi
47 Bab 47 pertemuan penuh haru
48 Bab 48 Bekerja lagi
49 Bab 49 Hangat pelukan ibu
50 Bab 50 Kedatangan Felicia
51 Bab 51 Makam orang tua
52 Bab 52 Pengakuan Alvin
53 Bab 53 Kebucinan Arga
54 Bab 54 Dinner yang kacau.
55 Bab 55 Talak
56 Bab 56 Dengarkan aku
57 Bab 57 Salah paham berujung kebencian
58 Bab 58 Saling merindukan sentuhan
59 Bab 59 Dari hati yang terdalam
60 Bab 60 Melindungimu
61 Bab 61 Pertikaian Arga dan Alvin
62 Bab 62 Serangan Felicia
63 63 Skandal
64 Bab 64 Penuh pengertian
65 Bab 65 Tentang masa depan
66 Bab 66 Kepergok
67 Bab 67 Malam yang indah
68 Bab 68 Spend time with you
69 Bab 69 memperjuangkannya
70 Bab 70 kejutan romantis
71 Bab 71 tingkah konyol
72 Bab 72 Hubungan diam-diam
73 Bab 73 kenangan lama
74 Bab 74 Restu
75 Bab 75 Terus Berusaha
76 Bab 76 Pria itu
77 Bab 77 Luka lama
78 Bab 78 Kenyataan besar
79 Bab 79 perasaan dari hati
80 Bab 80 senang dan sedih
81 Bab 81 pertengkaran
82 Bab 82 instrospeksi diri
83 Bab 83 pusat perhatian
84 Bab 84 menebus kesalahan
85 Bab 85 Berendam
86 Bab 86 hadapi saja
87 Bab 87 maaf dan berdamai
88 Bab 88 Curhatan Alvin
89 Bab 89 kesalahan Ratna
90 Bab 90 pertemuan pertama
91 Bab 91 Restu dari Papa
92 Bab 92 kedatangan nenek dan Laura
93 93 Akan aku perjuangkan.
94 Bab 94 Bersabarlah sedikit lagi
95 Bab 95 menguras kesabaran
96 Bab 96 Akhirnya terungkap
97 Bab 97 Bicara dengan Papa
98 Bab 98 Panggil Papa
99 Bab 99 Rahasiakan dulu
100 Bab 100 ungkapan hati
101 Bab 101 Papa Aryo
102 Bab 102 Nervous
103 Bab 103 Jebakan untuk Kasih
104 Bab 104 Tersadar
105 Bab 105 pernikahan yang gagal
106 Bab 106 Maafkan aku
107 Bab 107 secuil kebahagiaan
108 Bab 108 hari pernikahan
109 Bab 109 Janji suci pernikahan
110 Bab 110 gelisah
111 Bab 111 malam tak terduga
112 Bab 112 Alvin dan Ratna
113 Bab 113 Aku suaminya
114 Bab 114 penuh kejutan
115 Bab 115 akhirnya ketahuan
116 Bab 116 memberontak
117 Bab 117 penjelasan
118 Bab 118 janji suci
119 Bab 119 Perhatian pengantin baru
120 Bab 120 bertemu calon mertua (Nova)
121 Bab 121 resepsi pernikahan
122 Bab 122 kedatangan orang dari masa lalu
123 Bab 123 memaafkan
124 Bab 124 sebuah kejutan
125 Bab 125 kehidupan baru
126 Bab 126 Bali
127 Bab 127 Bali 2
128 Bab 128 hari yang ditunggu
129 129 kabar baik
130 INFO KARYA BARU
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1. Malam yang pahit
2
bab 2. Berat untuk mengungkapkan
3
bab 3. angkat kaki
4
bab 4. tak sadarkan diri
5
bab 5. Hamil
6
bab 6. Bertemu lagi
7
bab 7. Latar belakang
8
bab 8. Perjanjian Kontrak
9
bab 9. Sugar Baby
10
bab 10. rumah tangga Arga
11
Bab 11. Finally, i got you baby
12
Bab 12. perhatian
13
bab 13. masakan rumahan
14
Bab 14. pertemuan tak disangka.
15
Bab 15. Semakin memanas
16
Bab 16. Kakak laki-laki
17
Bab 17. curiga atau penasaran
18
Bab 18 pelukan hangat
19
Bab 19. kepergok Papa
20
Bab 20. Kemarahan Arga
21
Bab. 21 Bercerita
22
Bab. 22 Tak sanggup lagi
23
Bab. 23 pinjam bahumu sebentar
24
Bab 24. Kehangatan dan kenyamanan
25
Bab 25 Liburan
26
Bab 26 first club
27
Bab 27 Aku bersamamu
28
Bab 28 Sekedar afeksi
29
Bab 29 Cuek
30
Bab 30. Cemburu
31
Bab 31 Mengeraskan hati
32
Bab 32 Kemeja Arga
33
Bab 33 Berperang dalam hati
34
Bab 34 Iblis tampan
35
Bab 35 Takut kehilangan
36
Bab 36 Pacar?
37
Bab 37 Sabar untukmu
38
Bab 38 Hari pertama kerja
39
Bab 39 Tak terduga
40
Bab 40 Mau apa lagi?
41
Bab 41 berusaha tegar
42
Bab 42 Jangan buru-buru
43
Bab 43 Kasih diculik
44
Bab 44 Jangan ganggu
45
Bab 45 menebus rasa bersalah
46
Bab 46 foto bayi
47
Bab 47 pertemuan penuh haru
48
Bab 48 Bekerja lagi
49
Bab 49 Hangat pelukan ibu
50
Bab 50 Kedatangan Felicia
51
Bab 51 Makam orang tua
52
Bab 52 Pengakuan Alvin
53
Bab 53 Kebucinan Arga
54
Bab 54 Dinner yang kacau.
55
Bab 55 Talak
56
Bab 56 Dengarkan aku
57
Bab 57 Salah paham berujung kebencian
58
Bab 58 Saling merindukan sentuhan
59
Bab 59 Dari hati yang terdalam
60
Bab 60 Melindungimu
61
Bab 61 Pertikaian Arga dan Alvin
62
Bab 62 Serangan Felicia
63
63 Skandal
64
Bab 64 Penuh pengertian
65
Bab 65 Tentang masa depan
66
Bab 66 Kepergok
67
Bab 67 Malam yang indah
68
Bab 68 Spend time with you
69
Bab 69 memperjuangkannya
70
Bab 70 kejutan romantis
71
Bab 71 tingkah konyol
72
Bab 72 Hubungan diam-diam
73
Bab 73 kenangan lama
74
Bab 74 Restu
75
Bab 75 Terus Berusaha
76
Bab 76 Pria itu
77
Bab 77 Luka lama
78
Bab 78 Kenyataan besar
79
Bab 79 perasaan dari hati
80
Bab 80 senang dan sedih
81
Bab 81 pertengkaran
82
Bab 82 instrospeksi diri
83
Bab 83 pusat perhatian
84
Bab 84 menebus kesalahan
85
Bab 85 Berendam
86
Bab 86 hadapi saja
87
Bab 87 maaf dan berdamai
88
Bab 88 Curhatan Alvin
89
Bab 89 kesalahan Ratna
90
Bab 90 pertemuan pertama
91
Bab 91 Restu dari Papa
92
Bab 92 kedatangan nenek dan Laura
93
93 Akan aku perjuangkan.
94
Bab 94 Bersabarlah sedikit lagi
95
Bab 95 menguras kesabaran
96
Bab 96 Akhirnya terungkap
97
Bab 97 Bicara dengan Papa
98
Bab 98 Panggil Papa
99
Bab 99 Rahasiakan dulu
100
Bab 100 ungkapan hati
101
Bab 101 Papa Aryo
102
Bab 102 Nervous
103
Bab 103 Jebakan untuk Kasih
104
Bab 104 Tersadar
105
Bab 105 pernikahan yang gagal
106
Bab 106 Maafkan aku
107
Bab 107 secuil kebahagiaan
108
Bab 108 hari pernikahan
109
Bab 109 Janji suci pernikahan
110
Bab 110 gelisah
111
Bab 111 malam tak terduga
112
Bab 112 Alvin dan Ratna
113
Bab 113 Aku suaminya
114
Bab 114 penuh kejutan
115
Bab 115 akhirnya ketahuan
116
Bab 116 memberontak
117
Bab 117 penjelasan
118
Bab 118 janji suci
119
Bab 119 Perhatian pengantin baru
120
Bab 120 bertemu calon mertua (Nova)
121
Bab 121 resepsi pernikahan
122
Bab 122 kedatangan orang dari masa lalu
123
Bab 123 memaafkan
124
Bab 124 sebuah kejutan
125
Bab 125 kehidupan baru
126
Bab 126 Bali
127
Bab 127 Bali 2
128
Bab 128 hari yang ditunggu
129
129 kabar baik
130
INFO KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!