Bab 16. Kakak laki-laki

Pikiran Felicia terus terusik. Entah kenapa saat mengetahui Arga di hotel saat itu dia menjadi penasaran dan merasa kecewa.

Dia tahu betul Arga bukanlah pria yang suka main perempuan. Tapi... Apa yang dilihatnya waktu itu benar-benar tubuh seorang perempuan.

Meski tak dipungkiri dirinya sendiri juga tidak mau menerima Arga sepenuhnya menjadi suaminya.

Bahkan Arga sering memergokinya bersama pria lain. Tapi kali ini giliran Felicia yang memergoki Arga rasanya sejengkel ini.

Jangan-jangan Felicia mulai memiliki perasaan kepada Arga? "Ah, tidak mungkin" Felicia langsung menepisnya.

Kemudian dia berpikir jangan-jangan wanita itu tinggal di rumah Arga.

Karena sudah hampir satu bulan ini Felicia sama sekali tidak pulang ke rumah Arga.

Akhirnya Felicia bergegas menuju kediaman Arga untuk memastikan.

Setelah sampai di rumah tersebut Felicia segera masuk ke dalam rumah dan mencari-cari keberadaan wanita itu. Namun dia tak menemukan siapapun.

Arga baru saja pulang dari kantor. Kebetulan dia tidak ke apartemen Kasih hari ini karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan di rumah.

"Mas Arga.." panggil Felicia.

"Iya ada apa Fel?" balas Arga.

"Emm.. Enggak. Aku cuma mampir saja" Felicia berusaha menutupi kecanggungannya. Karena selama ini dia tidak pernah pulang jika Arga tidak memintanya.

"Aku boleh nginep sini mas?" tanya Felicia.

"Tentu saja. Kan ini rumah kamu juga" ujar Arga yang masih fokus dengan laptopnya.

"Ya barangkali aja nggak boleh, kan mas Arga sudah punya.." Felicia ragu untuk meneruskan ucapannya. Berharap Arga yang mengklarifikasi sendiri.

Namun sama sekali tak ada sahutan bahkan kini Arga justru beranjak pergi ke dapur untuk mengambil minum.

"Ck, berlagak nggak ingat lagi" gumam Felicia kesal.

Sebenarnya Arga sengaja untuk diam dan tidak membahas apapun agar Felicia menjadi semakin penasaran.

Ada setitik kebahagiaan untuk Arga. Setidaknya kini Felicia mau pulang tanpa dia yang minta.

...****************...

Kasih merasa lega saat Arga tidak datang ke apartemen. Itu artinya dia bisa sedikit lebih bersantai serta mengistirahatkan badannya dari pergelutan di atas ranjang.

Semenjak kejadian di hotel beberapa waktu lalu Arga semakin gencar meminta itu kepada Kasih.

Mau tidak mau dia harus menurutinya bahkan terkadang saat istirahat siang hari Arga membela-belain pergi ke apartemen Kasih hanya untuk minta jatah.

Namun saat di apartemen itu sendirian membuat Kasih merasa bosan juga. Akhirnya dia memutuskan untuk menonton tv, namun sendirian dan tidak ada cemilan benar-benar membuatnya bosan.

Akhirnya Kasih berinisiatif pergi ke minimarket untuk membeli makanan ringan.

Jarak apartemen ke minimarket kurang lebih sekitar 150 meter. Daripada mencari kendaraan Kasih lebih senang berjalan kaki. Itung-itung olahraga.

Sampai di minimarket Kasih langsung mengambil beberapa beberapa snack dan minuman dingin.

Saat hendak membayar di kasir tak sengaja dia bertemu Alvin.

"Kak Alvin.." sapa Kasih.

"Eh Kasih, kamu disini juga?" tanya Alvin.

"Iya Kak, beli cemilan" ujar Kasih sembari menunjukkan belanjaannya yang sekeranjang penuh. Sementara Alvin hanya terlihat membeli rokok dan sebotol air mineral.

Tiba saatnya giliran Alvin membayar di kasir.

"Sini sekalian" Alvin langsung mengambil keranjang belanjaan Kasih.

"Eh, Kak nggak usah, ini banyak.." Alvin tak mempedulikan ucapan Kasih.

"Tunggu di luar ya" ujar Alvin selagi membayar di kasir.

Kasih pun akhirnya hanya bisa mengangguk kemudian berjalan ke luar.

Beberapa saat kemudian Alvin juga keluar membawakan satu kantong belanjaan Kasih.

"Makasih Kak, tapi bener ini nggak ngrepoti?" tanya Kasih.

"Sama sekali enggak kok, kamu mau langsung pulang atau mau santai dulu?" tanya Alvin.

"Kak Alvin sendiri?"

"Aku sih pengen nyantai tapi gak ada temen, mau nemenin aku?" tanya Alvin.

Kasih pun mengiyakan saja karena di apartemen dia juga merasa suntuk.

Setelah berkendara beberapa saat mereka sampai di sebuah cafe. Tempatnya cukup nyaman dengan desain tempat yang klasik.

Alvin dan Kasih memesan dua es kopi. Mereka duduk di salah satu sudut cafe.

"Bagaimana kamu sama Arga?" tanya Alvin tiba-tiba.

"Eng_Enggak gimana-gimana Kak" ujar Kasih agak gelagapan.

Entah kenapa saat mendengar nama Arga dia menjadi salah tingkah sendiri. Masak iya mau bilang ke Alvin kalau Arga semakin liar di ranjang kan malu.

"Oh iya, ngomong-ngomong masakan kamu enak Kasih, aku sering dikasih Arga waktu makan siang. Eh tapi maaf ya aku jadi lancang, harusnya itu kan buat dia." ujar Alvin.

"Iya gak papa kak, aku bikinnya sengaja agak banyak siapa tahu Mas Arga mau bagi ke yang lain" ujar Kasih.

Saat sedang berbincang tiba-tiba Kasih menangkap pandangan seseorang yang tak asing baginya.

"Itu kan.." tak mampu meneruskan ucapannya sebab seorang yang dia lihat adalah wanita yang kemarin dijodohkan dengan Felix.

Tak lama kemudian muncul Felix di belakangnya. Pria itu tampak dingin.

"Ada apa Kas?" tanya Alvin heran.

Sementara Kasih berubah raut wajahnya melihat keberadaan mereka berdua yang sepertinya sedang memesan sesuatu.

Alvin pun berusaha mencari tahu.

"Kamu kenal mereka?" tanya Alvin.

"Dia.. Mantan suamiku Kak" ucap Kasih lirih.

Alvin menyadari bahwa Kasih sepertinya mulai tidak nyaman.

"Mau pulang aja?" ujar Alvin.

Kasih pun mengangguk. Dia langsung berjalan keluar cafe tanpa memandang Felix sama sekali.

Kini Alvin dan Kasih sudah berada di dalam mobil. Kasih menyerongkan tubuhnya memandang nanar keluar jendela mobil.

"Kasih, Are you okay?" Tanya Alvin pelan.

"Kalau kamu pengen cerita gak papa, aku siap mendengarkan." ujar Alvin lagi.

Kini Kasih menatap Alvin dengan berlinang air mata.

Entah kenapa hati Alvin terasa begitu miris melihatnya.

"Aku kemarin dengar Felix mau dijodohkan dengan wanita itu. Tapi kenapa secepat ini?" Kasih menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.

"Menangislah, luapkan semua kekesalanmu. Itu akan membuatmu lega" ujar Alvin.

Kini Kasih tak merasa malu lagi. Dia menangis sekencang-kencangnya hingga dia merasa lega.

Hampir satu jam dia menangis. Hingga lama-lama dia mulai mereda.

"Aku mungkin tidak pernah mengalami hal menyakitkan sepertimu. Tapi aku yakin kamu wanita yang kuat Kasih. Bersabarlah suatu saat kamu pasti akan bahagia" kata-kata Alvin tampaknya mampu menyejukkan hati Kasih.

"I-iya kak.. Terimakasih" ujar Kasih masih sedikit terisak.

"Jika kamu butuh sesuatu. Bilang saja padaku Kasih. Anggap saja aku adalah kakak laki-lakimu." ujar Alvin serius.

Tak pernah Alvin seserius ini dengan seorang wanita. Namun melihat Kasih hatinya seperti ada sebuah dorongan. Bukan dorongan nafsu atau sekedar ingin memiliki.

Melainkan rasa ingin melindungi layaknya seorang saudara.

Kasih merasakan ada setitik asa yang membuatnya merasa tenang. Untuk pertama kalinya seseorang menganggapnya saudara. Meski belum lama kenal dengan Alvin dia tahu bahwa pria itu memiliki hati yang baik.

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

semoga benar kasih adkny alvin

2023-09-13

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Malam yang pahit
2 bab 2. Berat untuk mengungkapkan
3 bab 3. angkat kaki
4 bab 4. tak sadarkan diri
5 bab 5. Hamil
6 bab 6. Bertemu lagi
7 bab 7. Latar belakang
8 bab 8. Perjanjian Kontrak
9 bab 9. Sugar Baby
10 bab 10. rumah tangga Arga
11 Bab 11. Finally, i got you baby
12 Bab 12. perhatian
13 bab 13. masakan rumahan
14 Bab 14. pertemuan tak disangka.
15 Bab 15. Semakin memanas
16 Bab 16. Kakak laki-laki
17 Bab 17. curiga atau penasaran
18 Bab 18 pelukan hangat
19 Bab 19. kepergok Papa
20 Bab 20. Kemarahan Arga
21 Bab. 21 Bercerita
22 Bab. 22 Tak sanggup lagi
23 Bab. 23 pinjam bahumu sebentar
24 Bab 24. Kehangatan dan kenyamanan
25 Bab 25 Liburan
26 Bab 26 first club
27 Bab 27 Aku bersamamu
28 Bab 28 Sekedar afeksi
29 Bab 29 Cuek
30 Bab 30. Cemburu
31 Bab 31 Mengeraskan hati
32 Bab 32 Kemeja Arga
33 Bab 33 Berperang dalam hati
34 Bab 34 Iblis tampan
35 Bab 35 Takut kehilangan
36 Bab 36 Pacar?
37 Bab 37 Sabar untukmu
38 Bab 38 Hari pertama kerja
39 Bab 39 Tak terduga
40 Bab 40 Mau apa lagi?
41 Bab 41 berusaha tegar
42 Bab 42 Jangan buru-buru
43 Bab 43 Kasih diculik
44 Bab 44 Jangan ganggu
45 Bab 45 menebus rasa bersalah
46 Bab 46 foto bayi
47 Bab 47 pertemuan penuh haru
48 Bab 48 Bekerja lagi
49 Bab 49 Hangat pelukan ibu
50 Bab 50 Kedatangan Felicia
51 Bab 51 Makam orang tua
52 Bab 52 Pengakuan Alvin
53 Bab 53 Kebucinan Arga
54 Bab 54 Dinner yang kacau.
55 Bab 55 Talak
56 Bab 56 Dengarkan aku
57 Bab 57 Salah paham berujung kebencian
58 Bab 58 Saling merindukan sentuhan
59 Bab 59 Dari hati yang terdalam
60 Bab 60 Melindungimu
61 Bab 61 Pertikaian Arga dan Alvin
62 Bab 62 Serangan Felicia
63 63 Skandal
64 Bab 64 Penuh pengertian
65 Bab 65 Tentang masa depan
66 Bab 66 Kepergok
67 Bab 67 Malam yang indah
68 Bab 68 Spend time with you
69 Bab 69 memperjuangkannya
70 Bab 70 kejutan romantis
71 Bab 71 tingkah konyol
72 Bab 72 Hubungan diam-diam
73 Bab 73 kenangan lama
74 Bab 74 Restu
75 Bab 75 Terus Berusaha
76 Bab 76 Pria itu
77 Bab 77 Luka lama
78 Bab 78 Kenyataan besar
79 Bab 79 perasaan dari hati
80 Bab 80 senang dan sedih
81 Bab 81 pertengkaran
82 Bab 82 instrospeksi diri
83 Bab 83 pusat perhatian
84 Bab 84 menebus kesalahan
85 Bab 85 Berendam
86 Bab 86 hadapi saja
87 Bab 87 maaf dan berdamai
88 Bab 88 Curhatan Alvin
89 Bab 89 kesalahan Ratna
90 Bab 90 pertemuan pertama
91 Bab 91 Restu dari Papa
92 Bab 92 kedatangan nenek dan Laura
93 93 Akan aku perjuangkan.
94 Bab 94 Bersabarlah sedikit lagi
95 Bab 95 menguras kesabaran
96 Bab 96 Akhirnya terungkap
97 Bab 97 Bicara dengan Papa
98 Bab 98 Panggil Papa
99 Bab 99 Rahasiakan dulu
100 Bab 100 ungkapan hati
101 Bab 101 Papa Aryo
102 Bab 102 Nervous
103 Bab 103 Jebakan untuk Kasih
104 Bab 104 Tersadar
105 Bab 105 pernikahan yang gagal
106 Bab 106 Maafkan aku
107 Bab 107 secuil kebahagiaan
108 Bab 108 hari pernikahan
109 Bab 109 Janji suci pernikahan
110 Bab 110 gelisah
111 Bab 111 malam tak terduga
112 Bab 112 Alvin dan Ratna
113 Bab 113 Aku suaminya
114 Bab 114 penuh kejutan
115 Bab 115 akhirnya ketahuan
116 Bab 116 memberontak
117 Bab 117 penjelasan
118 Bab 118 janji suci
119 Bab 119 Perhatian pengantin baru
120 Bab 120 bertemu calon mertua (Nova)
121 Bab 121 resepsi pernikahan
122 Bab 122 kedatangan orang dari masa lalu
123 Bab 123 memaafkan
124 Bab 124 sebuah kejutan
125 Bab 125 kehidupan baru
126 Bab 126 Bali
127 Bab 127 Bali 2
128 Bab 128 hari yang ditunggu
129 129 kabar baik
130 INFO KARYA BARU
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1. Malam yang pahit
2
bab 2. Berat untuk mengungkapkan
3
bab 3. angkat kaki
4
bab 4. tak sadarkan diri
5
bab 5. Hamil
6
bab 6. Bertemu lagi
7
bab 7. Latar belakang
8
bab 8. Perjanjian Kontrak
9
bab 9. Sugar Baby
10
bab 10. rumah tangga Arga
11
Bab 11. Finally, i got you baby
12
Bab 12. perhatian
13
bab 13. masakan rumahan
14
Bab 14. pertemuan tak disangka.
15
Bab 15. Semakin memanas
16
Bab 16. Kakak laki-laki
17
Bab 17. curiga atau penasaran
18
Bab 18 pelukan hangat
19
Bab 19. kepergok Papa
20
Bab 20. Kemarahan Arga
21
Bab. 21 Bercerita
22
Bab. 22 Tak sanggup lagi
23
Bab. 23 pinjam bahumu sebentar
24
Bab 24. Kehangatan dan kenyamanan
25
Bab 25 Liburan
26
Bab 26 first club
27
Bab 27 Aku bersamamu
28
Bab 28 Sekedar afeksi
29
Bab 29 Cuek
30
Bab 30. Cemburu
31
Bab 31 Mengeraskan hati
32
Bab 32 Kemeja Arga
33
Bab 33 Berperang dalam hati
34
Bab 34 Iblis tampan
35
Bab 35 Takut kehilangan
36
Bab 36 Pacar?
37
Bab 37 Sabar untukmu
38
Bab 38 Hari pertama kerja
39
Bab 39 Tak terduga
40
Bab 40 Mau apa lagi?
41
Bab 41 berusaha tegar
42
Bab 42 Jangan buru-buru
43
Bab 43 Kasih diculik
44
Bab 44 Jangan ganggu
45
Bab 45 menebus rasa bersalah
46
Bab 46 foto bayi
47
Bab 47 pertemuan penuh haru
48
Bab 48 Bekerja lagi
49
Bab 49 Hangat pelukan ibu
50
Bab 50 Kedatangan Felicia
51
Bab 51 Makam orang tua
52
Bab 52 Pengakuan Alvin
53
Bab 53 Kebucinan Arga
54
Bab 54 Dinner yang kacau.
55
Bab 55 Talak
56
Bab 56 Dengarkan aku
57
Bab 57 Salah paham berujung kebencian
58
Bab 58 Saling merindukan sentuhan
59
Bab 59 Dari hati yang terdalam
60
Bab 60 Melindungimu
61
Bab 61 Pertikaian Arga dan Alvin
62
Bab 62 Serangan Felicia
63
63 Skandal
64
Bab 64 Penuh pengertian
65
Bab 65 Tentang masa depan
66
Bab 66 Kepergok
67
Bab 67 Malam yang indah
68
Bab 68 Spend time with you
69
Bab 69 memperjuangkannya
70
Bab 70 kejutan romantis
71
Bab 71 tingkah konyol
72
Bab 72 Hubungan diam-diam
73
Bab 73 kenangan lama
74
Bab 74 Restu
75
Bab 75 Terus Berusaha
76
Bab 76 Pria itu
77
Bab 77 Luka lama
78
Bab 78 Kenyataan besar
79
Bab 79 perasaan dari hati
80
Bab 80 senang dan sedih
81
Bab 81 pertengkaran
82
Bab 82 instrospeksi diri
83
Bab 83 pusat perhatian
84
Bab 84 menebus kesalahan
85
Bab 85 Berendam
86
Bab 86 hadapi saja
87
Bab 87 maaf dan berdamai
88
Bab 88 Curhatan Alvin
89
Bab 89 kesalahan Ratna
90
Bab 90 pertemuan pertama
91
Bab 91 Restu dari Papa
92
Bab 92 kedatangan nenek dan Laura
93
93 Akan aku perjuangkan.
94
Bab 94 Bersabarlah sedikit lagi
95
Bab 95 menguras kesabaran
96
Bab 96 Akhirnya terungkap
97
Bab 97 Bicara dengan Papa
98
Bab 98 Panggil Papa
99
Bab 99 Rahasiakan dulu
100
Bab 100 ungkapan hati
101
Bab 101 Papa Aryo
102
Bab 102 Nervous
103
Bab 103 Jebakan untuk Kasih
104
Bab 104 Tersadar
105
Bab 105 pernikahan yang gagal
106
Bab 106 Maafkan aku
107
Bab 107 secuil kebahagiaan
108
Bab 108 hari pernikahan
109
Bab 109 Janji suci pernikahan
110
Bab 110 gelisah
111
Bab 111 malam tak terduga
112
Bab 112 Alvin dan Ratna
113
Bab 113 Aku suaminya
114
Bab 114 penuh kejutan
115
Bab 115 akhirnya ketahuan
116
Bab 116 memberontak
117
Bab 117 penjelasan
118
Bab 118 janji suci
119
Bab 119 Perhatian pengantin baru
120
Bab 120 bertemu calon mertua (Nova)
121
Bab 121 resepsi pernikahan
122
Bab 122 kedatangan orang dari masa lalu
123
Bab 123 memaafkan
124
Bab 124 sebuah kejutan
125
Bab 125 kehidupan baru
126
Bab 126 Bali
127
Bab 127 Bali 2
128
Bab 128 hari yang ditunggu
129
129 kabar baik
130
INFO KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!