"Selamat ya mas, aku bangga atas pencapaian kamu. Ini adalah cabang ke sepuluh gerai kita" ujar Kasih penuh semangat.
"Iya sayang, gak nyangka usaha kita bisa sebesar ini dalam waktu singkat." Felix memeluk Kasih istrinya.
Pernikahan mereka memang terbilang baru dua tahun. Namun Kasih dan Felix menjalin hubungan sudah lama yaitu sejak mereka sama-sama kuliah.
Saat itu Kasih baru saja masuk kuliah sementara Felix sudah tiga tahun di atasnya. Namun cinta Felix pada pandangan pertama tak urung membuatnya bertekad mendapatkan Kasih.
Meski pada awalnya banyak rintangan dalam hubungannya terutama masalah restu orang tua Felix.
Felix adalah anak tunggal dari pasangan pengusaha yang mana memiliki aset perusahaan di bidang konstruksi juga beberapa Hotel berbintang. Sementara Kasih hanyalah anak hasil adopsi dari keluarga sederhana.
Karena rasa cintanya kepada Kasih maka Felix rela meninggalkan keluarganya dan hidup mandiri.
Kini berkat kegigihan mereka berdua akhirnya usaha frozen food nya mengalami kesuksesan dan memiliki cabang hingga sepuluh gerai.
Saat ini usia Kasih menginjak dua puluh tiga tahun dan Felix berusia dua puluh enam tahun.
Kasih baru saja menyelesaikan kuliahnya melalui jalur beasiswa dengan nilai sangat memuaskan. Felix pun selalu membanggakan prestasi istrinya tersebut.
Karena usaha yang mereka rintis juga tak jauh dari campur tangan Kasih yang pandai mengelola keuangan serta kemampuan public speaking nya dalam memasarkan produk sehingga menjadi laris di pasaran.
Namun terlepas dari itu semua Felix dan Kasih sepakat untuk melakukan perjanjian pra nikah diantaranya jika salah satu dari mereka berselingkuh atau berhubungan dengan orang lain maka saat perceraian tak akan mendapat jatah gono gini apapun.
Sebenarnya hal itu dilakukan keduanya agar mereka tetap menjalani pernikahan yang setia dan jauh dari orang ketiga.
Namun kini agaknya pernikahan keduanya mengalami kesulitan terlebih ketika Ayah Felix terus mendesaknya untuk bercerai.
Ancaman akan membuat bangkrut usaha Felix tentu saja membuatnya bingung. Sebagai seorang yang tak terbiasa hidup susah tentunya Felix sangat khawatir jika sampai bangkrut.
Tak dipungkiri Felix juga sangat menginginkan jabatan CEO di perusahaan ayahnya.
Meski dia juga sangat mencintai kasih namun cinta saja tak cukup untuk dirinya bahagia.
...****************...
Felix kembali ke rumah dalam keadaan yang cukup kacau. Seharian dia memikirkan tentang bagaimana dia merangkai kata-kata untuk berbicara dengan Kasih.
"Mas, sudah pulang? Yuk udah aku siapin makan malam." Kasih langsung menyambut kedatangan Felix.
"Iya Kasih, aku mau mandi dulu" ucap Felix pelan.
Meski Kasih menyadari perubahan sikap Felix namun dia tak mau berpikir macam-macam.
Dia menganggap bahwa Felix mungkin sedang kelelahan dengan pekerjaannya.
Tak berselang lama Felix sudah selesai mandi. Dia memakai kaos hitam polos serta celana pendek selutut.
Kasih segera mengambilkan nasi serta lauk pauk ke piring Felix, seperti biasa penuh perhatian.
"Mas mau sayurnya nggak?" tanya Kasih.
"Boleh" balas Felix singkat.
Mereka makan dengan suasana begitu hening. Tak ada yang berbicara hingga makanan itu habis.
Selanjutnya Felix pergi meninggalkan meja makan dan berjalan menuju teras rumahnya.
Dia mengeluarkan sebatang rokok dan hendak membakarnya. Namun lagi-lagi pikirannya yang terus mengusik membuatnya kembali meletakkan rokok itu.
Dia berjalan kembali ke dalam rumah. Melihat Kasih yang sedang sibuk membereskan dapur.
Wanita itu memang selalu cantik di mata Felix. Bahkan selain cantik dia adalah sosok yang sangat penyabar, perhatian serta penurut.
Disela kesibukannya Kasih selalu memprioritaskan urusan keluarga.
Dan perihal ucapan ayahnya yang menduga Kasih memiliki pria lain nampaknya sangat mustahil. Kasih hampir setiap hari selalu di rumah. Kalaupun keluar itu selalu bersama Felix. Sementara jika dia pergi sendiri selalu berpamitan padanya.
"Bagaimana mungkin aku menceraikan istriku yang nyaris sempurna untukku itu? Gumam Felix sambil menahan air matanya.
Kasih yang menyadari suaminya sedang memperhatikannya pun mulai menghampirinya.
"Mas, ada apa? Coba cerita kalau ada masalah" ujar Kasih.
"Tidak ada sayang, aku hanya merasa sedikit capek saja hari ini" Felix memeluk Kasih dalam dekapan. Seolah dia tak ingin berpisah dengannya.
"Yaudah mad Felix istirahat gih. Udah ku siapin tempat tidurnya" perhatian Kasih membuat Felix semakin berat untuk menceraikannya.
...****************...
Keesokan harinya seperti biasa Felix bersiap untuk memulai pekerjaannya. Namun tiba-tiba salah satu karyawannya mengabari bahwa terjadi musibah kebakaran di salah satu gerainya.
Felix yang terkejut segera mendatangi lokasi bersama Kasih. Saat sudah sampai dia dibuat lemas karena kios terbakar habis beserta isinya.
"Kami sudah berusaha menyelamatkannya tapi api membumbung tinggi dan dengan cepat menghanguskan yang ada" ujar karyawan Felix penuh sesal.
Tampak Felix tertunduk lemas melihat apa yang telah dibangun selama ini menjadi abu.
"Mas, sabar ya sayang. Kita bisa berusaha lagi." Kasih berusaha menyemangati Suaminya.
Tak berselang lama ponsel Felix berbunyi. Dia melihat ayahnya yang menelepon.
Akhirnya Felix minta ijin Kasih untuk mengangkat telepon. Dia berjalan lebih jauh dari Kasih.
"Halo, ada apa ayah?" ucap Felix.
"Bagaimana Felix kejutan pagi ini? Ini baru pemanasan saja. Masih ada sembilan gerai lagi" ujar Bramantyo dalam teleponnya.
"Jadi ini semua perbuatan ayah?" Felix mulai geram.
"Iya, ayah bisa membakar gerai kamu semuanya sekaligus jika kamu masih tidak menuruti ayah. Ini hanya pemanasan saja." sambil tertawa Bramantyo membuat Felix semakin panas.
"Sudah ayah bilang. Segera ceraikan kasih. Jika kamu masih mempertahankannya maka bukan tidak mungkin Ayah akan berbuat lebih jauh. Jika perlu Kasih juga akan merasakan akibatnya." gertak Bramantyo sembari menutup teleponnya.
"Berengsek.." umpat Felix.
Sementara kini Felix sudah menghampiri Kasih. Dia memandang istrinya yang tampak tegar meski banyak cobaan.
Dia juga tidak ingin istrinya menjadi korban kelicikan ayahnya.
"Kasih, kita pulang sekarang" Felix langsung menarik tangan kasih menuju mobil.
Sepanjang perjalanan pulang tampak wajah Felix yang terlihat emosi. Kasih tak berani bertanya karena dia tahu hal itu hanya akan menambah emosi suaminya.
Sampai di rumah Felix duduk di sofa dengan tatapan tajam. Kasih yang hendak mengambilkan minum untuk Felix segera dicegahnya.
"Kasih aku mau bicara kepadamu" ujar Felix.
"iya ada apa mas?" tanya Kasih yang kini duduk bersebelahan dengannya.
"aku mau kita bercerai" ujar Felix tiba-tiba.
Bak tersambar petir di siang hari Kasih tak menyangka bahwa Felix akan mengatakan hal itu.
"Cerai? Apa kamu bercanda mas?" protes Kasih.
"Aku tidak bercanda. Aku minta kita bercerai..." kini Felix menatap Kasih dengan tajam.
Tampak air mata mengalir dari netra kasih. Hatinya benar-benar terasa hancur ketika suami yang sangat dia cintai malah ingin menceraikannya.
"Lalu atas dasar apa kamu menceraikan aku mas?"
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
Nur Lizza
terkutuk kau bramanto memisakan ank mu dgn istriny.😠
dn felix jd suami oon yg gila hart
2023-09-13
0
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
parah
2023-04-15
0
Kerincing_kaki
tega
2023-04-11
0