"Loh kok datang sendiri, Felicia mana nak?" tanya Pak Wijaya.
"Emm.. Itu Pa, Feli masih di.." belum sempat Arga meneruskan ucapannya tiba-tiba datanglah seorang wanita yang langsung bergabung dengan mereka.
"Halo Pa, maaf ya Feli agak telat tadi ada urusan dikit. Makanya Feli minta Mas Arga datang duluan takutnya Papa nunggu lama" Felicia langsung bersalaman dengan papa mertuanya kemudian duduk di samping Arga.
"Ya sudah, penting kalian datang Papa sudah seneng kok" ujar Pak Wijaya.
Ada kelegaan bagi Arga ketika Felicia akhirnya mau datang ke acara dinner bersama Papanya. Namun lagi-lagi Arga harus berbohong kepada Papanya juga.
"Bagaimana kalian baik-baik saja kan? Papa lihat akhir-akhir ini kalian sibuk dengan urusan masing-masing" ujar Pam Wijaya.
"Iya.. Kami baik Pa.." jawab Arga seperlunya.
"Arga, Felicia, kan ini sudah tiga tahun lebih pernikahan kalian, kapan nih Papa dikasih cucu? Biar Papa ada hiburan" ujar Pak Wijaya kembali.
"Emm itu Pa.." belum sempat Arga meneruskan ucapannya tiba-tiba Felicia langsung menyela.
"Sabar ya Pa, kami juga sudah berusaha kok. Cuman belum rejeki aja"
Jika sudah begitu Arga hanya bisa diam. Felicia selalu mengatakan kepada Papanya seolah pernikahan mereka baik-baik saja. Padahal kenyataannya jauh dari itu.
Selesai dinner Pak Wijaya langsung pulang. Kini tinggal Arga dan Felicia masih di restoran tersebut.
"Fel, pulang bareng saya yuk" ujar Arga.
"Pulang? Aduh mas aku mau ketemu temen dulu. Ada urusan" ujar Felicia.
"Tapi nanti pulang ke rumah kan?" tanya Arga lagi.
"Ya, tergantung." ujar Feli.
"Tergantung maksudnya gimana Feli? Kan kamu sudah lama nggak pulang ke rumah" ujar Arga sedikit memohon.
"Yaudah iya. Kalo sempat aku mampir ke rumah mas" seperti biasa Felicia nampak ogah ogahan.
Meskipun seperti itu namun Arga tetap mencintai Felicia. Ya.. Cinta yang selalu bertepuk sebelah tangan.
Jam sudah hampir tengah malam namun Felicia tak juga datang. Saat itu Arga masih setia menunggunya.
Hingga akhirnya terdengar suara deru knalpot mobil. Arga sudah menduga bahwa itu adalah Felicia.
Dengan antusias di pergi ke depan untuk membuka pintu. Namun apa yang ditangkap matanya sangat menyesakkan untuknya.
Tampak Felicia keluar dari mobil diantar oleh seorang pria. Tak hanya itu dia tampak berpelukan mesra serta saling berciuman sebelum berpisah.
Seolah seperti hal biasa Arga mencoba untuk tenang meski dalam hatinya benar-benar sangat sakit.
"Eh, Mas udah dari tadi di sini?" Felicia sedikit kaget mendapati Arga yang sudah berada di depan pintu.
"hmm.. Siapa pria itu tadi?" tanya Arga.
"Temen mas.." ujar Felicia acuh.
"Temen kok pake cium-cium mesra begitu?" protes Arga.
"Mas apaan deh. Orang biasa aja kok. Mas aja berlebihan" sanggah Felicia.
"Wajar berlebihan. Kamu aja gak pernah cium aku begitu" protes Arga kemudian langsung meraih wajah Felicia dan menciumnya.
Felicia yang terkejut segera mendorong Arga sekuat tenaga.
"Mas.. Apa-apaan sih. Kamu gila ya?" wajah Felicia sudah memanas.
"Aku cuma mau itu Fel, apa salahnya aku mencium istri sendiri?" ujar Arga.
"Istri? Mas kapan nyadar sih pernikahan kita itu cuma pura-pura.. Bohongan mas.." bentak Felicia dengan nada tinggi.
"Tapi menurutku itu pernikahan sungguhan. Aku mencintaimu Feli, aku ingin kita jalani rumah tangga seperti yang lainnya"
"Jangan mimpi ya Mas, sampai kapanpun aku gak akan pernah mencintai Mas Arga. Cintaku hanya untuk Arka. Titik..!" hardik Felicia.
"Tapi Arka sudah tidak ada. Arka sudah mati Fel. Dan aku adalah suami kamu" protes Arga.
Felicia yang sudah dikuasai emosi langsung pergi begitu saja tanpa mempedulikan Arga.
Begitulah hubungan Arga dan Felicia yang orang tahu mereka harmonis padahal pernikahan itu seperti neraka.
Perjodohan mereka sebenarnya tidak di sengaja. Arga memiliki saudara kembar bernama Arka. Sedangkan Felicia lebih dulu menjalin hubungan dengan Arka.
Mereka sudah bertunangan dan hampir menikah. Namun sebuah insiden kecelakaan pesawat membuat Arka harus kehilangan nyawanya.
Felicia yang menunggu pernikahannya tinggal hitungan minggu terpaksa digantikan oleh Arga. Meski begitu Felicia tetap tidak terima dan menganggap Arga yang telah menghasut keluarganya agar dia yang menggantikan.
Padahal jauh sebelum Felicia dan Arka menjalin hubungan Arga sebenarnya lebih dulu mencintai Felicia.
Hanya saja Arga tak berani mengungkapkan. Saat hendak mengungkapkan dia mengetahui bahwa saudaranya juga mencintai gadis yang sama. Dengan berat hati Arga harus merelakan cintanya.
Sementara Felicia yang salah paham menganggap Arga mengambil kesempatan atas kepergian saudaranya.
Lika-liku rumah tangga itu entah sampai kapan akan menemui titik terang. Arga yang terkenal akan pesonanya yang dingin dan mengintimidasi terutama sebagai CEO di perusahaan nyatanya tetap lemah dalam urusan cinta.
Jika sudah begitu tujuannya mengadu hanyalah kepada Alvin.
Alvin adalah orang terdekat Arga, dia sebagai sekretaris bahkan sudah seperti saudara. Alvin bahkan memiliki bukti paling memalukan yang dia ketahui dari Arga. Yaitu mabuk dan memanggil nama Felicia sambil menangis tersedu-sedu.
Arga selalu pergi menemui Alvin saat dirinya sedang uring-uringan dengan Felicia. Hal itu pula kadang membuat Alvin sedikit jengah.
Bagaimana tidak, saat Alvin sedang sibuk memadu cinta dengan teman kencannya tiba-tiba Arga datang sambil menangis. Dan ujung-ujungnya adalah curhat semalaman.
Tak jarang akhirnya Alvin harus uring-uringan dengan wanitanya. Dia tidak mungkin mengusir bosnya, bisa-bisa dia malah kehilangan pekerjaan.
"Pak Arga, sampai kapan anda seperti ini? Sudah tiga tahun berlalu tapi masalah pernikahan kalian tetap itu-itu terus" ujar Alvin sedikit memprotes.
"Habisnya bagaimana? Aku sebenarnya lelah dengan hubungan ini. Tapi aku tak berdaya. Aku masih sangat mencintai Felicia" ujarnya sendu.
"Tapi anda juga harus realistis. Anda butuh hiburan, anda butuh perhatian. Nikmatilah hidup ini walau sejenak" ujar Alvin sedikit keras.
"Lalu aku harus apa?" tanya Arga
"Jika Nona Felicia senang bermain dengan pria lain maka anda juga harus mencari wanita lain. Wanita yang bisa memberikan perhatian dan kepuasan." ujar Alvin.
"Tapi siapa? Aku tidak mau wanita sembarangan. Bisa-bisa aku tertular penyakit." ujar Arga.
"Pak Arga tenang saja pasti akan menemukan wanita yang tepat" ujar Alvin penuh tekad.
Sebenarnya Alvin tak bermaksud menjerumuskan bosnya untuk berbuat nakal namun dia juga sudah cukup kerepotan jika harus mengurusi masalah hati Arga. Mengurusi pekerjaannya di perusahaan saja sudah sangat banyak.
Akhirnya setelah melihat Kasih, Alvin merasa gadis itu cocok dengan Arga. Dia yakin Kasih adalah gadis penurut dan mampu mengimbangi Arga yang keras dan serius.
Alvin segera mengatur strategi dan meyakinkan Arga. Ditambah fakta bahwa Kasih memiliki kaitan dengan Bramantyo.
.
.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
Nur Lizza
lebih baik pisah aja arga dr pd bertahn tp sakit
2023-09-13
0
Rosee
semangat thooor, sukses buat novelnya 🤩
kapan-kapan mampir yuk ke novel aku makasih
2023-04-25
1
Lina Zascia Amandia
Likenya sudah mampir ya Kakak Say..... trmksh atas kunjungannya.... smg sukses...
2023-04-14
1