Dua minggu berlalu, hari ini adalah jadwal kontrol Kasih ke dokter yang terakhir jika tidak ada masalah. Biasanya dia akan diantar Alvin atau berangkat sendiri.
Namun kali ini Arga secara khusus mengantarnya langsung. Tentu saja dia punya maksud tertentu.
Sampai di rumah sakit mereka langsung memasuki ruangan dokter untuk diperiksa.
"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Arga setelah dokter selesai memeriksa Kasih.
"Syukurlah, keadaan Nona Kasih sangat bagus. Secara keseluruhan beliau sudah dinyatakan sehat sepenuhnya" ujar dokter dengan sumringah.
Tentu saja Arga dan Kasih merasa begitu lega.
"Kalau begitu Kasih sudah boleh berhubungan badan dong dok?" pertanyaan itu muncul begitu saja dari mulut Arga. Kasih yang baru saja duduk di sebelahnya pun tersentak mendengarnya.
"Mas.." Kasih mencubit lengan Arga.
"Apa sih?" protes Arga.
"Malu tau.." bisik Kasih.
Dokter hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan pasangan itu. Yang sebenarnya bukan pasangan sungguhan.
"Sudah bisa.." balas dokter.
Tentu saja Arga langsung semangat. Sepulang dari rumah sakit Arga langsung tancap gas menuju mall.
Kasih hanya bisa heran dengan tingkah Arga.
"Mas ngapain kita kesini?" tanya Kasih penasaran.
"Belanja, Baby" jawab Arga singkat.
Arga membukakan pintu mobil untuk Kasih, rupanya pria itu bisa berbuat manis juga.
Kasih pun hanya diam. Rupanya Arga ingin ditemani belanja dan dia pun hanya menurutinya dan berjalan mengekori Arga.
Sejurus kemudian Arga langsung meraih pinggang Kasih agar sejajar dengannya.
"Mas, ini tempat umum. Bagaimana kalau orang melihatnya?" bisik Kasih.
"Biar saja. Memangnya kamu pengawalku sampai berjalan di belakangku?" suara Arga sontak membuat Kasih tak berkutik.
Mereka memasuki sebuah butik kenamaan yang didominasi pakaian perempuan.
"Pilih sesukamu baby, tapi harus yang sexy, okay?" bisik Arga dengan suara nakalnya.
Seketika Kasih jadi meremang. Dia bingung memilih pakaiannya. Melihat harga nya saja membuatnya sesak. satu buah kaos polos saja dibanderol hampir dua juta rupiah.
Apalagi dress-dress yang terpajang di manekin tersebut apakah tidak belasan hingga puluhan juta?
Seketika Kasih berpikir kembali. Mungkinkah ini disengaja Arga membuat jebakan lagi untuknya. Setelah membelikan pakaian mahal maka dia seenaknya menambah kontrak dengan dalih mengembalikan uang.
"Tidak, saya tidak mau belanja" ujar Kasih tegas.
Beberapa karyawan di butik tersebut dan juga Arga dibuat heran oleh tingkahnya.
"Why?" Arga mengangkat tangannya mempertanyakan maksud Kasih.
"Dengan ini nanti Mas Arga pasti akan bilang kalau kontrak diperpanjang gara-gara ganti rugi kan?" ujar Kasih bersungut-sungut.
Arga pun terkekeh dibuatnya. Kemudian dia memanggil karyawan butik dan meminta dicarikan berbagai macam pakaian yang cocok untuk Kasih.
Tak berangsur lama Kasih melihat empat buah paper bag berisi penuh pakaian.
Tak sampai disitu Arga mengajak Kasih membeli sepatu, tas, skincare serta yang terakhir menuju butik underwear.
Saat memasuki butik tersebut Kasih dibuat malu sendiri saat melihat manekin yang berjajar memakai pakaian dalam serta gaun transparan.
"Lihat Baby, lingerie itu pasti sangat cocok untuk kamu pakai" wajah Arga berbinar seketika saat memandangi berbagai macam baju kurang bahan tersebut.
Kasih berkali-kali menghela nafasnya. Dahulu saat menikah dengan Felix tak pernah pria itu meminta hal aneh-aneh seperti ini.
"Mba, tolong masukkan yang paling best seller" ujar Arga memanggil karyawan butik. Dia tahu Kasih pasti tidak akan mau memilih sendiri. Dia tak mau ambil pusing tentang hal ini.
Entah berapa uang yang telah Arga gelontorkan hanya untuk belanja kebutuhan Kasih.
Setelah selesai mereka pergi menuju restoran. Entah kemana perginya semua belanjaan tadi yang pasti orang kaya pasti punya cara untuk memudahkan dirinya.
"Baby makan yang banyak ya, setelah ini kamu harus kerja keras" bisik Arga.
Kasih hanya bisa mendengus. Jika saja Arga tidak mengatakan hal itu pasti dia lebih berselera makan.
Jika sudah begini yang ada di pikirannya menjadi bermacam-macam.
.
Sepanjang perjalanan pulang Kasih tak bisa tenang. Hari ini Arga pasti akan melakukannya. Melihat wajah pria itu saja sudah membuatnya memanas.
Apalagi saat dia membuka baju, oh.. Entahlah pikiran Kasih sangat kacau sekarang.
Sampai di basemen apartemen Arga sibuk membawa semua belanjaan Kasih hingga dibantu oleh security.
Mereka meletakkan belanjaan itu di ruang tamu hingga hampir memenuhi ruangan itu.
Arga mengambil salah satu paper bag itu, sudah pasti Kasih bisa menebak isinya.
"Baby, pakai ini dan segera datang ke kamar" ujar Arga merogoh salah satu lingerie berwarna nude.
Dengan ragu-ragu Kasih menerimanya. Tapi dia tak mampu berbuat banyak selain menurutinya karena perjanjian kontrak itu.
Di dalam toilet Kasih masih meremas pakaian itu. Jantungnya saat ini benar-benar berdebar kencang.
"Baby.. Cepat" teriak Arga dari luar.
Kasih yang tersentak dengan suara itu langsung melepas pakaiannya dan mengganti dengan lingerie itu.
Dengan gemetar Kasih berjalan keluar toilet dan menghampiri Arga yang sudah duduk di pinggiran ranjang.
Kasih merasa sangat risih ketika tubuhnya terekspos dengan jelas. Tangannya sibuk menutupi dada dan bagian intinya.
Saat sudah dekat Arga langsung meraih tubuh Kasih dan menariknya ke dalam pangkuannya.
"Finally, i got you. Baby"
Gadis itu tak berani menatap wajah Arga. Namun secepat kilat Arga langsung mendaratkan bibirnya kepada Kasih. Dia terus mema gut bibir itu dengan ganas.
Tangan Arga tak menganggur begitu saja. Dia terus mengabsen setiap inci tubuh Kasih hingga bermuara di bukit kembar milik ya yang seolah mau tumpah karena Lingerie yang dia kenakan begitu ketat.
Arga terus meremas benda kenyal itu dan kemudian tangannya mulai menelusup kedalam dan membebaskannya.
Nafas Kasih mulai tersengal karena pagu tan Arga yang membuatnya kehabisan nafas.
Arga melepaskan ciuman itu dari bibirnya namun justru merembet ke bawah menyusuri leher jenjang Kasih yang wanginya begitu memabukkan.
Tangan kirinya me.milin puncak bukit kembarnya hingga Kasih tak mampu lagi menahan suaranya.
"Aaahh.. Mas..." Kasih terus meracau ketika Arga menyentuh bagian tubuh sensitifnya.
Kemudian pria itu merebahkan tubuh Kasih di atas ranjang. Dia segera naik ke atas Kasih dan menurunkan baju Kasih hingga Bukit kembar itu terpampang nyata di depannya tanpa penghalang.
Tatapan lapar Arga seolah ingin memakan Kasih saat itu juga.
Dengan cepat Arga meraih salah satu benda kenyal itu dan melahapnya dengan rakus.
Kasih tersentak ketika tangan kiri Arga yang mulai membelai pangkal pahanya. Menimbulkan sensasi meremang dan geli luar biasa.
Kasih hanya bisa pasrah mendapatkan berbagai sentuhan dari Arga. Batinnya ingin sekali berteriak dan meronta namun nyatanya dia hanya bisa menangis tanpa suara.
Air mata terus mengalir membasahi sisi kanan dan kiri netranya.
"Akhh.." Tubuh Kasih tersentak seketika saat Arga tiba-tiba memasukkan salah satu jarinya ke dalam inti gadis tersebut.
"You're so wet, baby" bisik Arga saat merasakan inti Kasih yang sudah basah.
"Aku akan membuatmu terbang, baby" bisik Arga menggelitik telinga Kasih.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
Nur Lizza
kenapa gk nikah siri aja arga kn lebih sah dr pada hrs zina
2023-09-13
0
Aurora
Kak... Aku udah mampir, di tunggu balasan like nya di karya aku ya...
2023-04-10
1
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
kasihan kasih🤧🤧
2023-04-10
1