bab 13. masakan rumahan

Felix merasa sangat enggan sebenarnya menuruti ayahnya yang ingin mengenalkan dirinya dengan anak koleganya.

Biar bagaimanapun hati Felix masih sangat mencintai Kasih. Dia terus merasa bersalah terlebih terakhir kali dia melihat Kasih dalam keadaan hamil.

Sementara Felix sama sekali tidak tahu sekarang keberadaan Kasih.

Bahkan kartu kredit yang pernah dia berikan kepada Kasih tak pernah digunakan sama sekali. Hal itu semakin membuatnya frustasi.

"Kasih.. Kau dimana?" gumam Felix sembari menatap nanar jalanan.

Jika saja ayahnya tidak mengancam akan menyakiti Kasih maka Felix tidak akan melepaskan istri yang sangat dicintainya. Namun bagaimana lagi, Felix tak berdaya melawan Bramantyo. Padahal tanpa dia tahu Bramantyo sudah berusaha melenyapkan Kasih.

****************

Kasih masih bergelung dengan selimutnya. Dia sangat malas hari ini. Entah kenapa moodnya sangat buruk dan melihat seisi apartemen ini saja membuatnya bosan.

TING!

Sebuah notifikasi di ponselnya menunjukkan transfer uang masuk ke M-banking Nya. Jumlahnya pun tak tanggung-tanggung.

"Tiga puluh juta?" gumam Kasih terkejut.

Tak lama kemudian ponselnya kembali berbunyi. Rupanya pesan masuk dari Arga.

Mas Arga: "Saya sudah transfer uang, pakai saja buat belanja atau jajan apapun supaya tidak bosan"

Kasih pun kembali di buat heran. Bagaimana bisa Arga begitu memanjakannya.

Kasih : "Mas, apa itu tidak terlalu banyak?"

Lagi-lagi sikap Arga membuat Kasih bertanya-tanya. Sebenarnya apa yang diinginkan pria itu darinya.

TING..

Mas Arga: "Tidak, itu untuk keperluanmu. Oh ya, kamu bisa masak? Saya ingin makan masakan rumahan nanti malam" pesan baru masuk dari Arga.

Kasih: "Bisa, Mas Arga mau makan apa?" tanya Kasih.

Mas Arga: "Terserah, sebisamu saja."

Seketika Kasih menjadi bingung. Selera pria itu pun dia tidak tahu. Lalu dia teringat sesuatu, makanan favorit mendiang ayah angkatnya.

"Baiklah, aku akan masak ayam kecap. Itu kesukaan Ayah" gumam Kasih.

Sejenak dia menjadi teringat Ayah angkatnya. Hanya dia sosok yang menyayangi Kasih, namun hal itu hanya berlangsung sampai dirinya berusia tujuh belas tahun. Ayahnya telah meninggal dunia.

Tak ingin berlama-lama sedih, Kasih pun segera bergegas pergi ke supermarket terdekat membeli bahan bahan untuk memasak.

Hanya ingin makan makanan rumah saja sudah transfer tiga puluh juta, sudah bisa dipastikan bahwa Arga tidak hanya sekedar makan masakan Kasih, namun juga sekalian orangnya.

Tapi dia tidak ingin membuat Arga kecewa, sehingga Kasih berinisiatif untuk bertanya kepada Alvin.

"Halo, Kasih ada apa? Kamu perlu sesuatu?" tanya Alvin.

"Kak, tadi Mas Arga minta dimasakin masakan rumahan, tapi aku bingung. Emang Mas Arga sukanya makan apa sih?" ucap Kasih.

"Oh, Pak Arga apa aja suka kok, dia gak pernah milih-milih makanan" ujar Alvin.

"Oh, yaudah makasih Kak"

"iya," Arga menutup teleponnya.

Alvin jadi tersenyum sendiri membayangkan hubungan Arga dan Kasih. Sebenarnya Arga ini mencari sugar baby atau istri?

Sementara Kasih dan Alvin kini sudah cukup akrab sehingga dia tidak lagi memanggil Kasih dengan sebutan Pak lagi.

Sosok Kasih mengingatkan Alvin akan Adik perempuannya yang terpisah dua puluh empat tahun lalu. Mungkin jika masih bersama kini pasti seumuran dengan Kasih.

.

Kasih sudah membeli bahan-bahan makanan dan sekarang dia langsung memasaknya di dapur.

Biasanya Arga akan datang sekitar pukul enam sore. Sekarang masih pukul empat jadi masih ada dua jam lagi untuk menyiapkannya.

Ketika masakan sudah siap tinggal menyajikan di meja, Kasih bergegas ganti pakaian dan merias diri.

Dia tahu Arga selalu ingin melihat penampilan Kasih yang stunning.

Kasih kini sudah merias diri dan memakai dress yang Arga belikan. Berwarna hitam lengan panjang di atas lutut. Dengan model press body serta belahan dadanya yang rendah membentuk V membuatnya kian seksi.

Kasih kembali ke dapur dan menata makanan di atas meja. Namun dirinya langsung tersentak saat dua tangan menelusup di pinggangnya.

"Hmmm.. Masak apa nih sepertinya enak" Arga menciumi pipi Kasih.

"M_Mas Arga.. Aku masak ayam kecap, tumis kangkung sama perkedel tahu. Soalnya bingung selera Mas apa?" jawab Kasih sedikit gemetar karena perlakuan pria itu yang sama sekali tidak lepas dari tubuhnya.

"Tapi saya mau mandi dulu. Tunggu ya.." Arga beranjak pergi ke kamarnya.

Sementara Kasih menunggu di meja makan tak berhenti meremas jemarinya sendiri. Dia takut Arga tidak cocok dengan masakannya padahal dia sudah memberi uang yang banyak.

Setengah jam kemudian Arga sudah selesai mandi. Dia memakai kaos oblong serta celana se lutut.

Aroma wangi sabun bercampur parfum serta wajah Arga yang tampak lebih segar membuat Kasih sejenak terpana.

Namun buru-buru dia menampiknya. Dia sadar Arga dan dirinya tak lebih hanya terikat kontrak.

Arga duduk di kursi dan Kasih segera mengambil nasi dan lauk pauk ke piring. Sekilas Arga membayangkan bahwa orang yang melakukan itu adalah Felicia. Mungkin dirinya akan lebih bahagia.

Saat suapan pertama masuk ke mulut Arga, Kasih benar-benar cemas dan gusar. Sementara ekspresi Arga benar-benar datar.

"G_Gimana mas? Nggak enak.. Ya?" tanya Kasih ragu-ragu.

Kemudian Arga menoleh dan menatap Kasih di sebelahnya. Benar-benar tatapan yang sangat sulit dimengerti.

"Enak kok, enak banget persis masakan mamaku" sudut bibir Arga terangkat membentuk lengkungan yang entah kenapa sangat indah saat dipandang.

Lagi-lagi Kasih dibuat deg-deg an dengan pemandangan itu namun segera hilang setelah mendengar penjelasan Arga. Dia sangat lega.

"Mas, mau tambah lagi?" Kasih menawari Arga.

"Boleh.." Dengan semangat Kasih langsung mengambil lagi makanan ke piring Arga.

Kini mereka berdua layaknya suami istri yang sedang menikmati makan malam bersama.

Ini untuk pertama kalinya Arga merasakan masakan yang dibuat langsung dari dapurnya.

"Terima kasih ya" ujar Arga sembari mengecup punggung tangan Kasih.

Begitu lembut perlakuan Arga.

"Sama-sama Mas, besok mau dimasakin lagi?" tanya Kasih.

"Boleh, kalau kamu tidak sibuk" ujar Arga.

"Tentu saja tidak Mas, lagian aku bosan juga tidak ada kegiatan" ujar Kasih.

"Baiklah, mulai malam ini saya akan sering tinggal disini jadi siapkan makanan untuk saya. Mau kan?" ujar Arga.

"Emm.. Tapi.. Bagaimana istri Mas?" Kasih mulai gelisah.

"Dia tidak pernah seperti ini" Arga menurunkan suaranya. Ada rasa getir dan sesak di benaknya.

Kasih sebenarnya penasaran dengan hubungan Arga dan istrinya. Namun dia juga tidak ingin lancang bertanya tentang hal itu.

"Yaudah, kalau mas butuh sesuatu bilang saja padaku." ujar Kasih.

Arga menatap Kasih, dia mengusap pipi wanita itu. Ternyata benar, saran Alvin sangat membantu. Setidaknya dia merasa lebih nyaman sekarang. Ada seseorang yang menemaninya saat pulang.

"Kasih.."

Panggil Arga pelan.

"Iya mas?" jawab Kasih.

"Besok buatkan saya bekal ya buat makan siang di kantor" ujar Arga.

.

.

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

jgn jgn kasih adek ny alvin yg hilng dulu🤔🤔

2023-09-13

0

Eosha_shi

Eosha_shi

uwaaaa😍

2023-04-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Malam yang pahit
2 bab 2. Berat untuk mengungkapkan
3 bab 3. angkat kaki
4 bab 4. tak sadarkan diri
5 bab 5. Hamil
6 bab 6. Bertemu lagi
7 bab 7. Latar belakang
8 bab 8. Perjanjian Kontrak
9 bab 9. Sugar Baby
10 bab 10. rumah tangga Arga
11 Bab 11. Finally, i got you baby
12 Bab 12. perhatian
13 bab 13. masakan rumahan
14 Bab 14. pertemuan tak disangka.
15 Bab 15. Semakin memanas
16 Bab 16. Kakak laki-laki
17 Bab 17. curiga atau penasaran
18 Bab 18 pelukan hangat
19 Bab 19. kepergok Papa
20 Bab 20. Kemarahan Arga
21 Bab. 21 Bercerita
22 Bab. 22 Tak sanggup lagi
23 Bab. 23 pinjam bahumu sebentar
24 Bab 24. Kehangatan dan kenyamanan
25 Bab 25 Liburan
26 Bab 26 first club
27 Bab 27 Aku bersamamu
28 Bab 28 Sekedar afeksi
29 Bab 29 Cuek
30 Bab 30. Cemburu
31 Bab 31 Mengeraskan hati
32 Bab 32 Kemeja Arga
33 Bab 33 Berperang dalam hati
34 Bab 34 Iblis tampan
35 Bab 35 Takut kehilangan
36 Bab 36 Pacar?
37 Bab 37 Sabar untukmu
38 Bab 38 Hari pertama kerja
39 Bab 39 Tak terduga
40 Bab 40 Mau apa lagi?
41 Bab 41 berusaha tegar
42 Bab 42 Jangan buru-buru
43 Bab 43 Kasih diculik
44 Bab 44 Jangan ganggu
45 Bab 45 menebus rasa bersalah
46 Bab 46 foto bayi
47 Bab 47 pertemuan penuh haru
48 Bab 48 Bekerja lagi
49 Bab 49 Hangat pelukan ibu
50 Bab 50 Kedatangan Felicia
51 Bab 51 Makam orang tua
52 Bab 52 Pengakuan Alvin
53 Bab 53 Kebucinan Arga
54 Bab 54 Dinner yang kacau.
55 Bab 55 Talak
56 Bab 56 Dengarkan aku
57 Bab 57 Salah paham berujung kebencian
58 Bab 58 Saling merindukan sentuhan
59 Bab 59 Dari hati yang terdalam
60 Bab 60 Melindungimu
61 Bab 61 Pertikaian Arga dan Alvin
62 Bab 62 Serangan Felicia
63 63 Skandal
64 Bab 64 Penuh pengertian
65 Bab 65 Tentang masa depan
66 Bab 66 Kepergok
67 Bab 67 Malam yang indah
68 Bab 68 Spend time with you
69 Bab 69 memperjuangkannya
70 Bab 70 kejutan romantis
71 Bab 71 tingkah konyol
72 Bab 72 Hubungan diam-diam
73 Bab 73 kenangan lama
74 Bab 74 Restu
75 Bab 75 Terus Berusaha
76 Bab 76 Pria itu
77 Bab 77 Luka lama
78 Bab 78 Kenyataan besar
79 Bab 79 perasaan dari hati
80 Bab 80 senang dan sedih
81 Bab 81 pertengkaran
82 Bab 82 instrospeksi diri
83 Bab 83 pusat perhatian
84 Bab 84 menebus kesalahan
85 Bab 85 Berendam
86 Bab 86 hadapi saja
87 Bab 87 maaf dan berdamai
88 Bab 88 Curhatan Alvin
89 Bab 89 kesalahan Ratna
90 Bab 90 pertemuan pertama
91 Bab 91 Restu dari Papa
92 Bab 92 kedatangan nenek dan Laura
93 93 Akan aku perjuangkan.
94 Bab 94 Bersabarlah sedikit lagi
95 Bab 95 menguras kesabaran
96 Bab 96 Akhirnya terungkap
97 Bab 97 Bicara dengan Papa
98 Bab 98 Panggil Papa
99 Bab 99 Rahasiakan dulu
100 Bab 100 ungkapan hati
101 Bab 101 Papa Aryo
102 Bab 102 Nervous
103 Bab 103 Jebakan untuk Kasih
104 Bab 104 Tersadar
105 Bab 105 pernikahan yang gagal
106 Bab 106 Maafkan aku
107 Bab 107 secuil kebahagiaan
108 Bab 108 hari pernikahan
109 Bab 109 Janji suci pernikahan
110 Bab 110 gelisah
111 Bab 111 malam tak terduga
112 Bab 112 Alvin dan Ratna
113 Bab 113 Aku suaminya
114 Bab 114 penuh kejutan
115 Bab 115 akhirnya ketahuan
116 Bab 116 memberontak
117 Bab 117 penjelasan
118 Bab 118 janji suci
119 Bab 119 Perhatian pengantin baru
120 Bab 120 bertemu calon mertua (Nova)
121 Bab 121 resepsi pernikahan
122 Bab 122 kedatangan orang dari masa lalu
123 Bab 123 memaafkan
124 Bab 124 sebuah kejutan
125 Bab 125 kehidupan baru
126 Bab 126 Bali
127 Bab 127 Bali 2
128 Bab 128 hari yang ditunggu
129 129 kabar baik
130 INFO KARYA BARU
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1. Malam yang pahit
2
bab 2. Berat untuk mengungkapkan
3
bab 3. angkat kaki
4
bab 4. tak sadarkan diri
5
bab 5. Hamil
6
bab 6. Bertemu lagi
7
bab 7. Latar belakang
8
bab 8. Perjanjian Kontrak
9
bab 9. Sugar Baby
10
bab 10. rumah tangga Arga
11
Bab 11. Finally, i got you baby
12
Bab 12. perhatian
13
bab 13. masakan rumahan
14
Bab 14. pertemuan tak disangka.
15
Bab 15. Semakin memanas
16
Bab 16. Kakak laki-laki
17
Bab 17. curiga atau penasaran
18
Bab 18 pelukan hangat
19
Bab 19. kepergok Papa
20
Bab 20. Kemarahan Arga
21
Bab. 21 Bercerita
22
Bab. 22 Tak sanggup lagi
23
Bab. 23 pinjam bahumu sebentar
24
Bab 24. Kehangatan dan kenyamanan
25
Bab 25 Liburan
26
Bab 26 first club
27
Bab 27 Aku bersamamu
28
Bab 28 Sekedar afeksi
29
Bab 29 Cuek
30
Bab 30. Cemburu
31
Bab 31 Mengeraskan hati
32
Bab 32 Kemeja Arga
33
Bab 33 Berperang dalam hati
34
Bab 34 Iblis tampan
35
Bab 35 Takut kehilangan
36
Bab 36 Pacar?
37
Bab 37 Sabar untukmu
38
Bab 38 Hari pertama kerja
39
Bab 39 Tak terduga
40
Bab 40 Mau apa lagi?
41
Bab 41 berusaha tegar
42
Bab 42 Jangan buru-buru
43
Bab 43 Kasih diculik
44
Bab 44 Jangan ganggu
45
Bab 45 menebus rasa bersalah
46
Bab 46 foto bayi
47
Bab 47 pertemuan penuh haru
48
Bab 48 Bekerja lagi
49
Bab 49 Hangat pelukan ibu
50
Bab 50 Kedatangan Felicia
51
Bab 51 Makam orang tua
52
Bab 52 Pengakuan Alvin
53
Bab 53 Kebucinan Arga
54
Bab 54 Dinner yang kacau.
55
Bab 55 Talak
56
Bab 56 Dengarkan aku
57
Bab 57 Salah paham berujung kebencian
58
Bab 58 Saling merindukan sentuhan
59
Bab 59 Dari hati yang terdalam
60
Bab 60 Melindungimu
61
Bab 61 Pertikaian Arga dan Alvin
62
Bab 62 Serangan Felicia
63
63 Skandal
64
Bab 64 Penuh pengertian
65
Bab 65 Tentang masa depan
66
Bab 66 Kepergok
67
Bab 67 Malam yang indah
68
Bab 68 Spend time with you
69
Bab 69 memperjuangkannya
70
Bab 70 kejutan romantis
71
Bab 71 tingkah konyol
72
Bab 72 Hubungan diam-diam
73
Bab 73 kenangan lama
74
Bab 74 Restu
75
Bab 75 Terus Berusaha
76
Bab 76 Pria itu
77
Bab 77 Luka lama
78
Bab 78 Kenyataan besar
79
Bab 79 perasaan dari hati
80
Bab 80 senang dan sedih
81
Bab 81 pertengkaran
82
Bab 82 instrospeksi diri
83
Bab 83 pusat perhatian
84
Bab 84 menebus kesalahan
85
Bab 85 Berendam
86
Bab 86 hadapi saja
87
Bab 87 maaf dan berdamai
88
Bab 88 Curhatan Alvin
89
Bab 89 kesalahan Ratna
90
Bab 90 pertemuan pertama
91
Bab 91 Restu dari Papa
92
Bab 92 kedatangan nenek dan Laura
93
93 Akan aku perjuangkan.
94
Bab 94 Bersabarlah sedikit lagi
95
Bab 95 menguras kesabaran
96
Bab 96 Akhirnya terungkap
97
Bab 97 Bicara dengan Papa
98
Bab 98 Panggil Papa
99
Bab 99 Rahasiakan dulu
100
Bab 100 ungkapan hati
101
Bab 101 Papa Aryo
102
Bab 102 Nervous
103
Bab 103 Jebakan untuk Kasih
104
Bab 104 Tersadar
105
Bab 105 pernikahan yang gagal
106
Bab 106 Maafkan aku
107
Bab 107 secuil kebahagiaan
108
Bab 108 hari pernikahan
109
Bab 109 Janji suci pernikahan
110
Bab 110 gelisah
111
Bab 111 malam tak terduga
112
Bab 112 Alvin dan Ratna
113
Bab 113 Aku suaminya
114
Bab 114 penuh kejutan
115
Bab 115 akhirnya ketahuan
116
Bab 116 memberontak
117
Bab 117 penjelasan
118
Bab 118 janji suci
119
Bab 119 Perhatian pengantin baru
120
Bab 120 bertemu calon mertua (Nova)
121
Bab 121 resepsi pernikahan
122
Bab 122 kedatangan orang dari masa lalu
123
Bab 123 memaafkan
124
Bab 124 sebuah kejutan
125
Bab 125 kehidupan baru
126
Bab 126 Bali
127
Bab 127 Bali 2
128
Bab 128 hari yang ditunggu
129
129 kabar baik
130
INFO KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!