bab 8. Perjanjian Kontrak

Setelah satu minggu hanya bisa berbaring di rumah sakit kini Kasih sudah berangsur pulih dan diperbolehkan untuk pulang.

Dan ini masalahnya, Kasih tak tahu kemana dia akan pulang. Sedangkan kartu kredit yang diberikan oleh Felix hilang entah kemana. Mungkin jatuh saat dia kecelakaan.

Sementara Alvin kini sudah berada di rumah sakit untuk menjemput Kasih.

"Nona, silahkan kami antar" ujar Alvin.

Kasih menjadi kelabakan. Dia saja tidak tahu akan kemana.

"Tidak.. Tidak perlu, saya bisa pulang sendiri" ujar Kasih.

"Tidak bisa Nona, ini perintah Pak Arga. Saya bisa kena masalah" ujar Alvin.

"Tapi..." belum sempat Kasih meneruskan ucapannya Albin langsung menggiring Kasih ke dalam mobil.

"Anda bisa jelaskan di mobil. Sekarang mohon masuk dulu" dengan segera Alvin membuka pintu mobil dan mau tidak mau Kasih menurutinya.

Kasih duduk sendiri di kusi belakang sementara Alvin duduk di depan samping sopir.

Hening.

Nyatanya Alvin tak bertanya sama sekali kepada Kasih. Dia masih sibuk dengan ponselnya.

"Emm.. Saya.. Turunkan saya di sini saja. Saya bisa pulang sendiri" ujar Kasih mulai salah tingkah.

Namun sepertinya Alvin tahu. Ini bukan tempat yang tepat untuk Kasih turun. Jika dibiarkan wanita itu bisa jadi gelandangan di jalan tak tahu arah tujuan.

Sementara mobil terus melaju hingga menuju ke sebuah bangunan besar yang menjulang tinggi.

Kasih dan Alvin turun dari mobil. Kasih tahu ini adalah sebuah komplek apartemen mewah. Tapi dia masih bingung kenapa Alvin membawanya kesini.

"Kenapa kita kesini?" Kasih masih bingung.

"Ini permintaan Pak Arga" ujar Alvin singkat.

Kasih tidak bisa menolak lagi jika Arga yang minta. Pria itu telah menolongnya dua kali. Sudah semestinya dia mengucapkan terima kasih.

Kasih terus mengekori Alvin dan kini dia sedang berada di dalam lift. Alvin memencet tombol ke lantai 12.

Akhirnya mereka sampai juga di depan sebuah unit apartemen.

Alvin memencet kode keamanan pintu tersebut untuk membuka pintu.

"Silahkan nona" Alvin mempersilahkan Kasih memasuki apartemen tersebut.

Kasih melangkahkan kaki kedalam ruangan tersebut. Apartemen itu cukup luas. Dengan desain interior minimalis dominasi warna abu-abu dan terkesan maskulin.

"Nona, anda bisa beristirahat di sini sembari menunggu Pak Arga. Karena beliau masih ada urusan" ujar Alvin membukakan pintu kamar.

"I-iya terima kasih" jadi ini apartemen milik Arga. Gumam Kasih.

"Makanan sudah siap di meja makan. Jika butuh sesuatu bisa langsung hubungi saya. Ini sudah ada nomor saya" Alvin memberikan sebuah ponsel kepada Kasih.

Sebenarnya dia ragu menerima ponsel tersebut. Tapi Kasih tak bisa berbuat banyak.

Setelah itu Alvin pamit pergi dan kini tinggal Kasih sendirian di apartemen sebesar itu.

Kasih merasa bosan seharian karena Arga sejak tadi tidak juga muncul. Dia lalu iseng-iseng mencari tahu sosok Arga melalui internet.

Banyak sekali artikel bermunculan. Bagaimana sepak terjang seorang Arga di dunia bisnis yang tentu tak diragukan lagi.

Perusahaan bernama Aro Corp. Adalah miliknya dan menduduki rating cukup bagus di negeri ini. Bisa dibilang Arga bukanlah orang sembarangan.

Namun Kasih sejenak mulai berpikir. Seorang Arga yang namanya begitu besar dan tentu tidak mungkin tidak sibuk kenapa bisa mengurusi dirinya yang bukan siapa-siapa.

Kebanyakan orang menolong hanya sekedarnya tapi yang dilakukan untuk Kasih seolah berlebihan. Apa mungkin dia mau menagih biaya pengobatannya. Tapi orang kaya seperti dia mungkin akan berbelas kasih kepadanya.

Memikirkan hal itu membuat Kasih pusing sendiri apalagi keadannya yang masih belum pulih sepenuhnya membuat tubuhnya terasa lelah.

Alhasil Kasih pun mulai tertidur dengan pulas.

...****************...

Felix kini sedang disibukkan dengan persiapannya menjadi CEO di perusahaan milik ayahnya.

Meski begitu dirinya tetap merasa bersalah kepada Kasih. Demi kedudukan ini dia harus kehilangan istri yang begitu dicintainya.

"Maafkan aku Kasih.. Maafkan aku.." kalimat itu terus menggema di dalam hatinya. Terbalut pilu yang entah kapan atau sama sekali tak akan sampai kepada empunya.

"Felix, besok ayah mau kenalkan kamu kepada seseorang. Ayah rasa dia sangat cocok untuk menjadi pasanganmu" ujar Bramantyo.

Felix tersentak. Bagaimana bisa masih beberapa hari bercerai dengan Kasih kini ayahnya sudah ingin mengenalkan dirinya dengan wanita lain.

"Tapi ayah, aku masih ingin sendiri. Aku belum siap berhubungan dengan siapapun" tolak Felix.

"Ayah mau kamu punya pasangan yang sesuai. Bukannya salah pilih seperti kemarin" ujar Bramantyo.

Lagi-lagi Felix hanya bisa pasrah. Berdebat dengan ayahnya tidak akan pernah dia menangkan.

Tapi justru sikap Felix yang seperti itu membuatnya menjadi sosok yang kurang tegas.

...****************...

Kasih sangat pulas dengan tidurnya hingga tak sadar Arga sudah datang. Sebenarnya Arga ingin membangunkan Kasih namun melihat tidurnya yang tampak sangat nyenyak membuatnya tak tega.

Hampir satu jam berlalu dan hari sudah sore akhirnya Kasih mulai terbangun. Dia tersentak saat mengingat bahwa dirinya harus bertemu dengan Arga.

Dengan segera Kasih langsung bangkit dan berjalan keluar kamar meski sedikit sempoyongan.

Benar saja Arga sedang duduk di sofa sambil sibuk memainkan ipadnya. Kasih perlahan mendekati Arga.

"Ma-maaf.. Saya ketiduran" ujar Kasih.

Arga menatap Kasih kemudian meletakkan ipadnya di meja.

"Bagaimana keadaan kamu Kasih?" tanya Arga memastikan.

"S-sudah baik.." Kasih menunduk tak berani menatap Arga. Entah kenapa aura pria itu terkesan dingin dan mengintimidasi membuat Kasih bergidik sendiri.

Tapi bagaimanapun Kasih harus tetap berterima kasih kepada Arga.

"Pak Arga, saya ucapkan terima kasih banyak sudah menolong saya. Sungguh jika bisa saya ingin sekali membalasnya. Tapi.."

"Tentu kamu harus membalasnya" potong Arga.

Kasih tersentak saat mendengar ucapan Arga. Membalas? Dengan apa?

"Tapi.. Saya belum punya uang untuk sekarang ini. Mohon beri saya waktu untuk mengembalikan biaya pengobatan saya" ujar Kasih.

Kini Arga menggeser duduknya menjadi lebih dekat dengan kasih. Bahkan aroma parfum maskulin pria itu semakin terasa dihidung Kasih.

"Jika kamu tidak punya uang, kamu bisa membalasnya dengan yang lain" Suara Arga menjadi lebih berat.

"Ma_maksudnya?" Kasih mulai terbata.

Arga menyodorkan sebuah map kepada Kasih. Dengan ragu-ragu Kasih menerimanya.

"Apa ini Pak Arga?" tanya Kasih.

"Kamu terus memanggil Pak, memangnya Saya bapak kamu?" sanggah Arga.

"Maaf.. Tapi Pak Alvin memanggil anda begitu." ujar Kasih masih tak berani menatap pria itu.

"Itu beda. Kalau kamu tidak boleh memanggilku seperti itu. Panggil nama atau yang lainnya." ujar Arga.

"Mas.. Arga.." tanpa berpikir panjang Kasih langsung memanggilnya.

Arga sedikit terkejut. Ini pertama kalinya seseorang memanggilnya dengan 'Mas', tapi entah kenapa panggilan itu terasa beda.

"Baiklah terserah kamu saja. Sekarang cepat baca dan tanda tangani itu" Arga menunjuk Map itu.

Dengan ragu Kasih membuka map itu dan membaca lembaran kertas yang ada di dalamnya.

"Apa? Perjanjian kontrak?"

.

.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

setuju aja kasih apa yg di usul sm arga br bs balas dendam dn hidup mu gk melarat

2023-09-13

0

A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿

A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿

sekarang mas dulu ya arga, nanti lagi jadi ayang😁

2023-04-10

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Malam yang pahit
2 bab 2. Berat untuk mengungkapkan
3 bab 3. angkat kaki
4 bab 4. tak sadarkan diri
5 bab 5. Hamil
6 bab 6. Bertemu lagi
7 bab 7. Latar belakang
8 bab 8. Perjanjian Kontrak
9 bab 9. Sugar Baby
10 bab 10. rumah tangga Arga
11 Bab 11. Finally, i got you baby
12 Bab 12. perhatian
13 bab 13. masakan rumahan
14 Bab 14. pertemuan tak disangka.
15 Bab 15. Semakin memanas
16 Bab 16. Kakak laki-laki
17 Bab 17. curiga atau penasaran
18 Bab 18 pelukan hangat
19 Bab 19. kepergok Papa
20 Bab 20. Kemarahan Arga
21 Bab. 21 Bercerita
22 Bab. 22 Tak sanggup lagi
23 Bab. 23 pinjam bahumu sebentar
24 Bab 24. Kehangatan dan kenyamanan
25 Bab 25 Liburan
26 Bab 26 first club
27 Bab 27 Aku bersamamu
28 Bab 28 Sekedar afeksi
29 Bab 29 Cuek
30 Bab 30. Cemburu
31 Bab 31 Mengeraskan hati
32 Bab 32 Kemeja Arga
33 Bab 33 Berperang dalam hati
34 Bab 34 Iblis tampan
35 Bab 35 Takut kehilangan
36 Bab 36 Pacar?
37 Bab 37 Sabar untukmu
38 Bab 38 Hari pertama kerja
39 Bab 39 Tak terduga
40 Bab 40 Mau apa lagi?
41 Bab 41 berusaha tegar
42 Bab 42 Jangan buru-buru
43 Bab 43 Kasih diculik
44 Bab 44 Jangan ganggu
45 Bab 45 menebus rasa bersalah
46 Bab 46 foto bayi
47 Bab 47 pertemuan penuh haru
48 Bab 48 Bekerja lagi
49 Bab 49 Hangat pelukan ibu
50 Bab 50 Kedatangan Felicia
51 Bab 51 Makam orang tua
52 Bab 52 Pengakuan Alvin
53 Bab 53 Kebucinan Arga
54 Bab 54 Dinner yang kacau.
55 Bab 55 Talak
56 Bab 56 Dengarkan aku
57 Bab 57 Salah paham berujung kebencian
58 Bab 58 Saling merindukan sentuhan
59 Bab 59 Dari hati yang terdalam
60 Bab 60 Melindungimu
61 Bab 61 Pertikaian Arga dan Alvin
62 Bab 62 Serangan Felicia
63 63 Skandal
64 Bab 64 Penuh pengertian
65 Bab 65 Tentang masa depan
66 Bab 66 Kepergok
67 Bab 67 Malam yang indah
68 Bab 68 Spend time with you
69 Bab 69 memperjuangkannya
70 Bab 70 kejutan romantis
71 Bab 71 tingkah konyol
72 Bab 72 Hubungan diam-diam
73 Bab 73 kenangan lama
74 Bab 74 Restu
75 Bab 75 Terus Berusaha
76 Bab 76 Pria itu
77 Bab 77 Luka lama
78 Bab 78 Kenyataan besar
79 Bab 79 perasaan dari hati
80 Bab 80 senang dan sedih
81 Bab 81 pertengkaran
82 Bab 82 instrospeksi diri
83 Bab 83 pusat perhatian
84 Bab 84 menebus kesalahan
85 Bab 85 Berendam
86 Bab 86 hadapi saja
87 Bab 87 maaf dan berdamai
88 Bab 88 Curhatan Alvin
89 Bab 89 kesalahan Ratna
90 Bab 90 pertemuan pertama
91 Bab 91 Restu dari Papa
92 Bab 92 kedatangan nenek dan Laura
93 93 Akan aku perjuangkan.
94 Bab 94 Bersabarlah sedikit lagi
95 Bab 95 menguras kesabaran
96 Bab 96 Akhirnya terungkap
97 Bab 97 Bicara dengan Papa
98 Bab 98 Panggil Papa
99 Bab 99 Rahasiakan dulu
100 Bab 100 ungkapan hati
101 Bab 101 Papa Aryo
102 Bab 102 Nervous
103 Bab 103 Jebakan untuk Kasih
104 Bab 104 Tersadar
105 Bab 105 pernikahan yang gagal
106 Bab 106 Maafkan aku
107 Bab 107 secuil kebahagiaan
108 Bab 108 hari pernikahan
109 Bab 109 Janji suci pernikahan
110 Bab 110 gelisah
111 Bab 111 malam tak terduga
112 Bab 112 Alvin dan Ratna
113 Bab 113 Aku suaminya
114 Bab 114 penuh kejutan
115 Bab 115 akhirnya ketahuan
116 Bab 116 memberontak
117 Bab 117 penjelasan
118 Bab 118 janji suci
119 Bab 119 Perhatian pengantin baru
120 Bab 120 bertemu calon mertua (Nova)
121 Bab 121 resepsi pernikahan
122 Bab 122 kedatangan orang dari masa lalu
123 Bab 123 memaafkan
124 Bab 124 sebuah kejutan
125 Bab 125 kehidupan baru
126 Bab 126 Bali
127 Bab 127 Bali 2
128 Bab 128 hari yang ditunggu
129 129 kabar baik
130 INFO KARYA BARU
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1. Malam yang pahit
2
bab 2. Berat untuk mengungkapkan
3
bab 3. angkat kaki
4
bab 4. tak sadarkan diri
5
bab 5. Hamil
6
bab 6. Bertemu lagi
7
bab 7. Latar belakang
8
bab 8. Perjanjian Kontrak
9
bab 9. Sugar Baby
10
bab 10. rumah tangga Arga
11
Bab 11. Finally, i got you baby
12
Bab 12. perhatian
13
bab 13. masakan rumahan
14
Bab 14. pertemuan tak disangka.
15
Bab 15. Semakin memanas
16
Bab 16. Kakak laki-laki
17
Bab 17. curiga atau penasaran
18
Bab 18 pelukan hangat
19
Bab 19. kepergok Papa
20
Bab 20. Kemarahan Arga
21
Bab. 21 Bercerita
22
Bab. 22 Tak sanggup lagi
23
Bab. 23 pinjam bahumu sebentar
24
Bab 24. Kehangatan dan kenyamanan
25
Bab 25 Liburan
26
Bab 26 first club
27
Bab 27 Aku bersamamu
28
Bab 28 Sekedar afeksi
29
Bab 29 Cuek
30
Bab 30. Cemburu
31
Bab 31 Mengeraskan hati
32
Bab 32 Kemeja Arga
33
Bab 33 Berperang dalam hati
34
Bab 34 Iblis tampan
35
Bab 35 Takut kehilangan
36
Bab 36 Pacar?
37
Bab 37 Sabar untukmu
38
Bab 38 Hari pertama kerja
39
Bab 39 Tak terduga
40
Bab 40 Mau apa lagi?
41
Bab 41 berusaha tegar
42
Bab 42 Jangan buru-buru
43
Bab 43 Kasih diculik
44
Bab 44 Jangan ganggu
45
Bab 45 menebus rasa bersalah
46
Bab 46 foto bayi
47
Bab 47 pertemuan penuh haru
48
Bab 48 Bekerja lagi
49
Bab 49 Hangat pelukan ibu
50
Bab 50 Kedatangan Felicia
51
Bab 51 Makam orang tua
52
Bab 52 Pengakuan Alvin
53
Bab 53 Kebucinan Arga
54
Bab 54 Dinner yang kacau.
55
Bab 55 Talak
56
Bab 56 Dengarkan aku
57
Bab 57 Salah paham berujung kebencian
58
Bab 58 Saling merindukan sentuhan
59
Bab 59 Dari hati yang terdalam
60
Bab 60 Melindungimu
61
Bab 61 Pertikaian Arga dan Alvin
62
Bab 62 Serangan Felicia
63
63 Skandal
64
Bab 64 Penuh pengertian
65
Bab 65 Tentang masa depan
66
Bab 66 Kepergok
67
Bab 67 Malam yang indah
68
Bab 68 Spend time with you
69
Bab 69 memperjuangkannya
70
Bab 70 kejutan romantis
71
Bab 71 tingkah konyol
72
Bab 72 Hubungan diam-diam
73
Bab 73 kenangan lama
74
Bab 74 Restu
75
Bab 75 Terus Berusaha
76
Bab 76 Pria itu
77
Bab 77 Luka lama
78
Bab 78 Kenyataan besar
79
Bab 79 perasaan dari hati
80
Bab 80 senang dan sedih
81
Bab 81 pertengkaran
82
Bab 82 instrospeksi diri
83
Bab 83 pusat perhatian
84
Bab 84 menebus kesalahan
85
Bab 85 Berendam
86
Bab 86 hadapi saja
87
Bab 87 maaf dan berdamai
88
Bab 88 Curhatan Alvin
89
Bab 89 kesalahan Ratna
90
Bab 90 pertemuan pertama
91
Bab 91 Restu dari Papa
92
Bab 92 kedatangan nenek dan Laura
93
93 Akan aku perjuangkan.
94
Bab 94 Bersabarlah sedikit lagi
95
Bab 95 menguras kesabaran
96
Bab 96 Akhirnya terungkap
97
Bab 97 Bicara dengan Papa
98
Bab 98 Panggil Papa
99
Bab 99 Rahasiakan dulu
100
Bab 100 ungkapan hati
101
Bab 101 Papa Aryo
102
Bab 102 Nervous
103
Bab 103 Jebakan untuk Kasih
104
Bab 104 Tersadar
105
Bab 105 pernikahan yang gagal
106
Bab 106 Maafkan aku
107
Bab 107 secuil kebahagiaan
108
Bab 108 hari pernikahan
109
Bab 109 Janji suci pernikahan
110
Bab 110 gelisah
111
Bab 111 malam tak terduga
112
Bab 112 Alvin dan Ratna
113
Bab 113 Aku suaminya
114
Bab 114 penuh kejutan
115
Bab 115 akhirnya ketahuan
116
Bab 116 memberontak
117
Bab 117 penjelasan
118
Bab 118 janji suci
119
Bab 119 Perhatian pengantin baru
120
Bab 120 bertemu calon mertua (Nova)
121
Bab 121 resepsi pernikahan
122
Bab 122 kedatangan orang dari masa lalu
123
Bab 123 memaafkan
124
Bab 124 sebuah kejutan
125
Bab 125 kehidupan baru
126
Bab 126 Bali
127
Bab 127 Bali 2
128
Bab 128 hari yang ditunggu
129
129 kabar baik
130
INFO KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!