bab 7. Latar belakang

Sudah tiga hari sejak Kasih kecelakaan namun dirinya tetap belum siuman. Hal itu membuat Arga mulai cemas.

Sementara Alvin kini sudah mengantongi rekaman Video CCTV yang menampilkan kejadian kecelakaan itu. Dia langsung menemui Arga.

"Pak, aku menemukan rekamannya. Tapi polisi masih memburu pelaku. Mobil yang digunakan ternyata tidak terdaftar artinya pelaku sengaja mengincar Nona Kasih." ujar Alvin.

"Baiklah. Terimakasih Alvin" ujar Arga.

Arga semakin dibuat penasaran. Sebenarnya siapa Kasih dan kenapa dia diincar untuk di celakai?

Memikirkan hal itu membuat Arga menjadi pusing sendiri. Tak berselang lama dia menatap Kasih yang masih terkapar.

Saat memperhatikan tangannya tampak bergerak. Arga langsung mendekati Kasih dan benar saja, Kasih mulai menggerakkan jemarinya kemudian kelopak matanya mulai bergetar.

Dengan pelan dia mencoba untuk mengerjapkan matanya. Masih terlihat samar dan berat.

Saat matanya sudah mulai terbuka Kasih mencoba untuk mengumpulkan tenaga tapi entah kenapa badannya terasa sangat sakit bahkan lebih sakit dari sebelumnya.

Dia mengedarkan pandangannya dan langsung menangkap sosok Arga di sampingnya.

"Syukurlah, kamu sudah siuman" ujar Arga dengan wajah datarnya.

Kasih hanya memandangi pria itu dengan tatapan heran. Kesadarannya memang belum terbentuk sempurna.

Arga langsung memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Kasih.

Dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan Kasih.

"Syukurlah keadaan Nona Kasih sudah lebih baik. Tinggal masa pemulihannya saja" ujar dokter yang memeriksa.

"Terimakasih dokter" ujar Arga.

Kemudian Arga mendekati Kasih. Dia menatap wajah sendu itu yang terlihat menahan sakit.

"Butuh sesuatu?" tanya Arga pelan.

"Ha_us.." sara Kasih sangat pelan karena tenaganya yang masih sangat lemah. Untung saja Arga langsung mengerti.

Dia mengambil segelas air minum di nakas kemudian mengambil sendok dan memberikannya kepada Kasih sedikit demi sedikit.

Arga sangat telaten merawat orang sakit karena kebiasaan dirinya yang dulu merawat ibunya.

Delapan tahun yang lalu, Ibu Arga mengalami kecelakaan yang juga korban tabrak lari.

Saat itu ibunya mengalami pendarahan otak dan kelumpuhan. Setelah berusaha bertahan selama dua bulan nyatanya Tuhan berkehendak lain.

Sejak saat itu Arga mencoba mencari tahu siapa yang telah mencelakai ibunya. Ternyata hal itu disengaja oleh saingan bisnis papanya.

Kenangan yang terlalu pahit jika harus mengingat hal itu. Hati Arga kembali tergugah saat melihat Kasih.

Setelah memberi minum Arga membiarkan Kasih beristirahat dan memproses kerja otaknya.

Tak sadarkan diri selama tiga hari membuat Kasih sedikit kesulitan mengingat masa lalu.

Dua jam berlalu dan Arga masih berada di ruangan itu. Sementara Kasih berulang kali bergerak. Arga yang mengetahui hal itu segera menghampirinya.

"Ada apa Kasih? Apa ada yang sakit?" tanya Arga.

"Tidak, tapi punggungku terasa panas. Sangat tidak nyaman" ujar Kasih.

Akhirnya Arga sedikit menaikkan posisi ranjang agar Kasih lebih nyaman.

"Maaf, kalau boleh tahu. Anda siapa?" tanya Kasih tiba-tiba.

Arga pun langsung melihat Kasih. Dia teringat bahwa waktu kemarin dia belum mengenalkan dirinya.

"Aku Arga, aku menemukanmu pingsan di jalan saat itu" ujar Arga.

"Terimakasih sudah menolongku. Maaf sudah merepotkanmu" ujar Kasih.

"i'ts okay, tapi kenapa kau kabur waktu itu? Dan bagaimana bisa sampai kecelakaan begini?" Tanya Arga.

Kasih menunduk dan mengusap perutnya. Tampak kedua matanya terlihat berkaca-kaca.

"Aku baru saja bercerai. Suamiku mengusirku dan saat dokter bilang aku hamil, aku mencoba untuk memberitahunya. Tapi bukannya dapat pertanggungjawaban aku kembali di usir. Entah kenapa saat di jalan ada mobil menabrakku. Setelah itu aku tidak ingat lagi" Air mata mulai menetes dari sudut netranya.

Sejenak Arga tertegun mendengar cerita Kasih. Melihat wajah itu sepertinya Kasih tidak berbohong.

"Tapi jika ini memang takdirku maka aku hanya bisa pasrah dan membesarkan anakku sendiri" ujar Kasih mengelus perutnya.

"Tapi... Tapi kau keguguran" Arga tak bisa menyembunyikan kenyataan ini lagi. Dia tidak ingin Kasih terus berharap pada hal yang sebenarnya sudah tak ada.

Kasih sangat terkejut mendengarkan ucapan Arga. Seketika tangisnya mulai pecah. Kasih tak dapat membendung kesedihannya.

"Kasih, Kasih.. jangan menangis.. Aduh sudah dong" Arga mencoba untuk menenangkan Kasih dengan menepuk-nepuk bahunya.

Sementara Alvin tiba di ruangan itu tampak keheranan. Dia melihat Kasih yang menangis histeris dan Arga yang tampak kebingungan.

Arga memang sosok yang kaku. Dia tidak terbiasa membujuk seseorang yang menangis.

Alvin pun akhirnya turun tangan.

"Nona Kasih, mohon tenanglah dulu.. Kondisi nona masih belum stabil, tenang ya nanti kita jelaskan.. " dengan sabar Alvin menenangkan Kasih. Dia mengusap lembut bahu wanita itu.

Dan benar saja akhirnya Kasih mulai sedikit tenang.

"Apa benar aku keguguran?" tanya Kasih.

"Sayangnya iya nona, kecelakaan yang anda alami cukup parah. Namun beruntung dokter bisa menyelamatkan anda." ujar Alvin penuh kesabaran.

"Tapi seharusnya mereka membiarkan aku mati saja. Percuma juga aku hidup. Tidak akan ada yang peduli kan?" gumam Kasih kesal.

"Tapi.." Arga yang mulai emosi hampir berdiri namun segera ditahan oleh Alvin.

"Nona, jangan seperti itu. Mungkin sekarang nona mengalami masalah tapi kita tidak tahu rencana Tuhan kedepannya kan?"ujar Alvin.

Sejenak Kasih mulai terdiam. Dia memikirkan kata-kata Alvin barusan.

"Pak ada yang ingin saya sampaikan" ujar Alvin kepada Arga.

"Baiklah silahkan." balas Arga.

Tapi Alvin memberi isyarat untuk berbicara secara pribadi. Akhirnya mereka pergi ke cafetaria rumah sakit.

"Ada apa?" tanya Arga.

"Saya dapat informasi bahwa pelaku yang menabrak Nona Kasih adalah orang suruhan Bramantyo. Dan Nona Kasih adalah istri dari Felix anak Bramantyo" ujar Alvin.

Arga sangat terkejut mendengar hal itu. Dia tidak menyangka bahwa pelaku yang mencelakai Kasih sama dengan orang yang mencelakai ibunya dulu.

"Bramantyo?" Arga mengepalkan tangannya dan amarahnya mulai mendidih.

"Dia tega mencelakai menantunya sendiri?" gumam Alvin.

"Dia bilang baru saja diceraikan suaminya" ucap Arga membenarkan.

"Baiklah, jangan lepaskan Kasih. Mulai sekarang dia tanggung jawabku. Dengan dia juga aku akan membalaskan dendam ibuku" ujar Arga dengan perasaan kesalnya.

"Apakah kita akan memberitahu nona Kasih tentang hal ini?" tanya Alvin.

"Tidak, jangan sekarang. Aku yang akan memberitahunya pada saat yang tepat" ujar Arga.

Sementara Kasih di ruangannya menjadi semakin gelisah. Lagi-lagi dia harus mengalami musibah. Bahkan kali ini lebih parah.

Dia tak tahu tujuannya pulang saat ini. Dan juga dia tak memiliki uang sepeserpun. Bagaimana kalau Arga menagih biaya perawatannya di rumah sakit?

Jika dia harus kabur lagi sepertinya tidak mungkin. Tubuhnya saja masih terasa remuk.

"Arghh.." Kasih meringis kesakitan saat tak sengaja menghempaskan tangannya ke sisi ranjang. Dia lupa bahwa selang infus masih menancap.

.

.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

bersiap2 bramantyo😠😠😠

2023-09-13

0

վմղíα | HV💕

վմղíα | HV💕

Arga lindungi kasih

2023-04-10

2

A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿

A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿

nah iya bener, balas dendam aja kasih, bareng arga

2023-04-10

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Malam yang pahit
2 bab 2. Berat untuk mengungkapkan
3 bab 3. angkat kaki
4 bab 4. tak sadarkan diri
5 bab 5. Hamil
6 bab 6. Bertemu lagi
7 bab 7. Latar belakang
8 bab 8. Perjanjian Kontrak
9 bab 9. Sugar Baby
10 bab 10. rumah tangga Arga
11 Bab 11. Finally, i got you baby
12 Bab 12. perhatian
13 bab 13. masakan rumahan
14 Bab 14. pertemuan tak disangka.
15 Bab 15. Semakin memanas
16 Bab 16. Kakak laki-laki
17 Bab 17. curiga atau penasaran
18 Bab 18 pelukan hangat
19 Bab 19. kepergok Papa
20 Bab 20. Kemarahan Arga
21 Bab. 21 Bercerita
22 Bab. 22 Tak sanggup lagi
23 Bab. 23 pinjam bahumu sebentar
24 Bab 24. Kehangatan dan kenyamanan
25 Bab 25 Liburan
26 Bab 26 first club
27 Bab 27 Aku bersamamu
28 Bab 28 Sekedar afeksi
29 Bab 29 Cuek
30 Bab 30. Cemburu
31 Bab 31 Mengeraskan hati
32 Bab 32 Kemeja Arga
33 Bab 33 Berperang dalam hati
34 Bab 34 Iblis tampan
35 Bab 35 Takut kehilangan
36 Bab 36 Pacar?
37 Bab 37 Sabar untukmu
38 Bab 38 Hari pertama kerja
39 Bab 39 Tak terduga
40 Bab 40 Mau apa lagi?
41 Bab 41 berusaha tegar
42 Bab 42 Jangan buru-buru
43 Bab 43 Kasih diculik
44 Bab 44 Jangan ganggu
45 Bab 45 menebus rasa bersalah
46 Bab 46 foto bayi
47 Bab 47 pertemuan penuh haru
48 Bab 48 Bekerja lagi
49 Bab 49 Hangat pelukan ibu
50 Bab 50 Kedatangan Felicia
51 Bab 51 Makam orang tua
52 Bab 52 Pengakuan Alvin
53 Bab 53 Kebucinan Arga
54 Bab 54 Dinner yang kacau.
55 Bab 55 Talak
56 Bab 56 Dengarkan aku
57 Bab 57 Salah paham berujung kebencian
58 Bab 58 Saling merindukan sentuhan
59 Bab 59 Dari hati yang terdalam
60 Bab 60 Melindungimu
61 Bab 61 Pertikaian Arga dan Alvin
62 Bab 62 Serangan Felicia
63 63 Skandal
64 Bab 64 Penuh pengertian
65 Bab 65 Tentang masa depan
66 Bab 66 Kepergok
67 Bab 67 Malam yang indah
68 Bab 68 Spend time with you
69 Bab 69 memperjuangkannya
70 Bab 70 kejutan romantis
71 Bab 71 tingkah konyol
72 Bab 72 Hubungan diam-diam
73 Bab 73 kenangan lama
74 Bab 74 Restu
75 Bab 75 Terus Berusaha
76 Bab 76 Pria itu
77 Bab 77 Luka lama
78 Bab 78 Kenyataan besar
79 Bab 79 perasaan dari hati
80 Bab 80 senang dan sedih
81 Bab 81 pertengkaran
82 Bab 82 instrospeksi diri
83 Bab 83 pusat perhatian
84 Bab 84 menebus kesalahan
85 Bab 85 Berendam
86 Bab 86 hadapi saja
87 Bab 87 maaf dan berdamai
88 Bab 88 Curhatan Alvin
89 Bab 89 kesalahan Ratna
90 Bab 90 pertemuan pertama
91 Bab 91 Restu dari Papa
92 Bab 92 kedatangan nenek dan Laura
93 93 Akan aku perjuangkan.
94 Bab 94 Bersabarlah sedikit lagi
95 Bab 95 menguras kesabaran
96 Bab 96 Akhirnya terungkap
97 Bab 97 Bicara dengan Papa
98 Bab 98 Panggil Papa
99 Bab 99 Rahasiakan dulu
100 Bab 100 ungkapan hati
101 Bab 101 Papa Aryo
102 Bab 102 Nervous
103 Bab 103 Jebakan untuk Kasih
104 Bab 104 Tersadar
105 Bab 105 pernikahan yang gagal
106 Bab 106 Maafkan aku
107 Bab 107 secuil kebahagiaan
108 Bab 108 hari pernikahan
109 Bab 109 Janji suci pernikahan
110 Bab 110 gelisah
111 Bab 111 malam tak terduga
112 Bab 112 Alvin dan Ratna
113 Bab 113 Aku suaminya
114 Bab 114 penuh kejutan
115 Bab 115 akhirnya ketahuan
116 Bab 116 memberontak
117 Bab 117 penjelasan
118 Bab 118 janji suci
119 Bab 119 Perhatian pengantin baru
120 Bab 120 bertemu calon mertua (Nova)
121 Bab 121 resepsi pernikahan
122 Bab 122 kedatangan orang dari masa lalu
123 Bab 123 memaafkan
124 Bab 124 sebuah kejutan
125 Bab 125 kehidupan baru
126 Bab 126 Bali
127 Bab 127 Bali 2
128 Bab 128 hari yang ditunggu
129 129 kabar baik
130 INFO KARYA BARU
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1. Malam yang pahit
2
bab 2. Berat untuk mengungkapkan
3
bab 3. angkat kaki
4
bab 4. tak sadarkan diri
5
bab 5. Hamil
6
bab 6. Bertemu lagi
7
bab 7. Latar belakang
8
bab 8. Perjanjian Kontrak
9
bab 9. Sugar Baby
10
bab 10. rumah tangga Arga
11
Bab 11. Finally, i got you baby
12
Bab 12. perhatian
13
bab 13. masakan rumahan
14
Bab 14. pertemuan tak disangka.
15
Bab 15. Semakin memanas
16
Bab 16. Kakak laki-laki
17
Bab 17. curiga atau penasaran
18
Bab 18 pelukan hangat
19
Bab 19. kepergok Papa
20
Bab 20. Kemarahan Arga
21
Bab. 21 Bercerita
22
Bab. 22 Tak sanggup lagi
23
Bab. 23 pinjam bahumu sebentar
24
Bab 24. Kehangatan dan kenyamanan
25
Bab 25 Liburan
26
Bab 26 first club
27
Bab 27 Aku bersamamu
28
Bab 28 Sekedar afeksi
29
Bab 29 Cuek
30
Bab 30. Cemburu
31
Bab 31 Mengeraskan hati
32
Bab 32 Kemeja Arga
33
Bab 33 Berperang dalam hati
34
Bab 34 Iblis tampan
35
Bab 35 Takut kehilangan
36
Bab 36 Pacar?
37
Bab 37 Sabar untukmu
38
Bab 38 Hari pertama kerja
39
Bab 39 Tak terduga
40
Bab 40 Mau apa lagi?
41
Bab 41 berusaha tegar
42
Bab 42 Jangan buru-buru
43
Bab 43 Kasih diculik
44
Bab 44 Jangan ganggu
45
Bab 45 menebus rasa bersalah
46
Bab 46 foto bayi
47
Bab 47 pertemuan penuh haru
48
Bab 48 Bekerja lagi
49
Bab 49 Hangat pelukan ibu
50
Bab 50 Kedatangan Felicia
51
Bab 51 Makam orang tua
52
Bab 52 Pengakuan Alvin
53
Bab 53 Kebucinan Arga
54
Bab 54 Dinner yang kacau.
55
Bab 55 Talak
56
Bab 56 Dengarkan aku
57
Bab 57 Salah paham berujung kebencian
58
Bab 58 Saling merindukan sentuhan
59
Bab 59 Dari hati yang terdalam
60
Bab 60 Melindungimu
61
Bab 61 Pertikaian Arga dan Alvin
62
Bab 62 Serangan Felicia
63
63 Skandal
64
Bab 64 Penuh pengertian
65
Bab 65 Tentang masa depan
66
Bab 66 Kepergok
67
Bab 67 Malam yang indah
68
Bab 68 Spend time with you
69
Bab 69 memperjuangkannya
70
Bab 70 kejutan romantis
71
Bab 71 tingkah konyol
72
Bab 72 Hubungan diam-diam
73
Bab 73 kenangan lama
74
Bab 74 Restu
75
Bab 75 Terus Berusaha
76
Bab 76 Pria itu
77
Bab 77 Luka lama
78
Bab 78 Kenyataan besar
79
Bab 79 perasaan dari hati
80
Bab 80 senang dan sedih
81
Bab 81 pertengkaran
82
Bab 82 instrospeksi diri
83
Bab 83 pusat perhatian
84
Bab 84 menebus kesalahan
85
Bab 85 Berendam
86
Bab 86 hadapi saja
87
Bab 87 maaf dan berdamai
88
Bab 88 Curhatan Alvin
89
Bab 89 kesalahan Ratna
90
Bab 90 pertemuan pertama
91
Bab 91 Restu dari Papa
92
Bab 92 kedatangan nenek dan Laura
93
93 Akan aku perjuangkan.
94
Bab 94 Bersabarlah sedikit lagi
95
Bab 95 menguras kesabaran
96
Bab 96 Akhirnya terungkap
97
Bab 97 Bicara dengan Papa
98
Bab 98 Panggil Papa
99
Bab 99 Rahasiakan dulu
100
Bab 100 ungkapan hati
101
Bab 101 Papa Aryo
102
Bab 102 Nervous
103
Bab 103 Jebakan untuk Kasih
104
Bab 104 Tersadar
105
Bab 105 pernikahan yang gagal
106
Bab 106 Maafkan aku
107
Bab 107 secuil kebahagiaan
108
Bab 108 hari pernikahan
109
Bab 109 Janji suci pernikahan
110
Bab 110 gelisah
111
Bab 111 malam tak terduga
112
Bab 112 Alvin dan Ratna
113
Bab 113 Aku suaminya
114
Bab 114 penuh kejutan
115
Bab 115 akhirnya ketahuan
116
Bab 116 memberontak
117
Bab 117 penjelasan
118
Bab 118 janji suci
119
Bab 119 Perhatian pengantin baru
120
Bab 120 bertemu calon mertua (Nova)
121
Bab 121 resepsi pernikahan
122
Bab 122 kedatangan orang dari masa lalu
123
Bab 123 memaafkan
124
Bab 124 sebuah kejutan
125
Bab 125 kehidupan baru
126
Bab 126 Bali
127
Bab 127 Bali 2
128
Bab 128 hari yang ditunggu
129
129 kabar baik
130
INFO KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!