Kasih tersentak seketika saat membaca perjanjian kontrak tersebut. Yang benar saja Arga ingin menjadikan dirinya wanita simpanannya atau jaman sekarang disebut sugar baby.
Memang usia Kasih dan Arga memang cukup jauh. Kasih yang baru berusia 25 tahun dan Arga sudah 33 tahun.
"Ta_tapi.. Bagaimana mungkin anda mau menjadikan saya.." Kasih tak mampu meneruskan ucapannya.
"Terserah jika kamu menolak. Tinggal kembalikan uang sebanyak seratus juta sebagai gantinya. Saya mau cash. Bukan dicicil" ucapan Arga dengan tenangnya.
Kasih benar-benar dibuat bingung. Bagaimana bisa dia mengganti uang sebanyak itu. Tapi dia juga tidak mungkin melakukan hal yang sangat dianggapnya hina.
Menjadi wanita simpanan suami orang? Tentu dia akan dicap sebagai perusak rumah tangga.
"Bagaimana? Saya tidak punya banyak waktu" ujar Arga yang membuat Kasih semakin terintimidasi.
Kasih menarik nafas lalu menghembuskannya kasar. Dengan tangan gemetar dia mulai memegang pena dan membubuhkan tanda tangan di lembaran kontrak tersebut.
Arga pun tampak tersenyum miring melihat Kasih yang akhirnya menyetujui kontrak tersebut.
"Gitu dong, kan kita sama-sama enak" ujar Arga.
"Tapi bagaimana dengan istri mas Arga?" tanya Kasih ragu.
"Tidak perlu kamu memikirkannya. Yang penting jalani saja kontrak itu. Selama lima bulan kedepan kamu layani saya sesuai dengan isi kontrak tersebut. Saya juga akan tetap mencukupi kebutuhan sehari-harimu" ujar Andra.
Kemudian pria itu bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Kasih. Dia mengangkat dagu Kasih hingga menatap wajahnya.
"Tidak sekarang, besok saat saya menginginkannya" ujar Arga dengan suara lebih pelan. Namun justru hal itu membuat Kasih semakin gemetaran dibuatnya.
Melihat wajah Arga yang menatapnya tajam membuat Kasih semakin gelisah dan takut.
Tak disangka dirinya harus terjun ke dalam lubang ini. Merelakan harga dirinya sendiri.
Hah, biakan saja kini Kasih terlalu pusing memikirkan nasib dirinya. Kini dia ikuti saja skenario yang ada.
Kasih saat ini ibarat berada di tengah-tengah. Ibarat Hidup enggan mati tak mampu. Jiwanya seolah sudah mati namun raganya harus tetap menghadapi kerasnya dunia.
Perasaannya yang kemarin masih bahagia dan baik-baik saja runtuh seketika saat Felix mengusir dan menolaknya.
Cinta yang terpupuk selama ini langsung runtuh seketika.
Kasih yang sedang melamun langsung tersentak saat Arga tiba-tiba mencium bibirnya. Kasih berusaha menghindari Arga namun tangan pria itu menahan tengkuknya agar tetap pada posisi semula.
Cukup lama dia berciuman me ma gut bibir ranum itu. Kasih yang terkejut hanya bisa pasrah saat lidah Arga yang menyapu bibirnya hingga wanita itu mulai kehabisan nafas.
Kasih menepuk dada Arga karena nafasnya hampir habis. Barulah Arga melepaskan ciumannya.
"Hhahh.. Hahh.." nafas Kasih tersengal.
"Ayo kita makan. Saya lapar" ujar Arga langsung menarik Kasih ke meja makan.
Mau tak mau Kasih harus kembali menuruti pria itu.
Sampai di meja makan Kasih mengambil duduk di depan Arga. Namun segera Arga menarik kusi sampingnya lebih dekat dengan dirinya.
"Come here.." ucap Arga sembari menepuk kusi sebelahnya.
Kasih langsung berdiri dan duduk di kursi samping Arga. Tangan pria itu langsung merangkul pinggang Kasih dan menariknya agar lebih dekat dengan dirinya.
Kasih mengambil piring untuk Arga dan mengisinya dengan masakan yang sudah tersedia. Entah kapan dan siapa yang menyediakannya. Mungkin tadi saat dirinya tertidur.
"Kamu juga harus makan baby, supaya cepat pulih dan saya bisa pakai kamu" suara Arga yang begitu dekat dengan telinganya terasa sangat menggelitik.
"Mengerti?" ujar Arga kembali.
"i-,iya.. Mengerti.." lidah Kasih terasa kelu sangat mengatakannya.
Bagi Kasih, Arga sangatlah asing untuk dirinya. Namun tiba-tiba pria itu membuat perjanjian yang benar-benar diluar dugaannya tentu membuatnya harus menerima semua perlakuan yang dia lakukan.
Arga menyantap makanan nya dengan sesekali menciumi Kasih. Sementara Kasih hanya mengaduk makanan tersebut.
"Dimakan dong Baby.." ucap Arga.
Kasih hanya bisa menghela nafas. Bagaimana bisa dia menelan makanan jika pria itu terus mengge_rayangi bagian sensitif tubuhnya.
Selesai makan Arga bersiap untuk pergi.
"Aku ada urusan jadi harus pergi. Tak apa kan aku tinggal sendiri?" ujar Arga.
Sementara Kasih hanya bisa mengangguk pelan. Semakin cepat Arga pergi semakin lega dirinya.
"Jika butuh sesuatu kamu bisa menghubungiku atau Alvin." Arga mengecup bibir Kasih sekilas kemudian pria itu menghilang dari balik pintu.
Kini Kasih kembali sendirian di apartemen itu. Entah ini suatu keberuntungan atau justru kemalangan. Namun setidaknya dia bisa beristirahat dengan nyaman. Berada di tempat yang layak bukan di teras kios seperti bayangannya.
Memang sebelumnya Kasih sempat berpikiran bahwa dirinya akan menjadi gelandangan dan tidur di sembarang tempat, mengingat semua orang terdekatnya tak ada yang mau menerima dirinya.
Sekarang dia mendapat tempat tinggal dengan fasilitas yang bisa dibilang lebih baik dari kediamannya dengan Felix dulu.
Namun satu hal yang membuat dirinya terus kepikiran adalah kontrak itu. Bagaimana bisa Arga langsung kepikiran kontrak dan menjadikan Kasih sebagai wanita pemuas untuknya selama lima bulan.
Bukankah Arga memiliki seorang istri yang cantik. Lalu mengincar gadis seperti Kasih yang dia temukan di jalanan rasanya sedikit janggal.
Dan juga status Kasih yang baru saja bercerai serta mengalami keguguran. Ketampanan serta kemapanan Arga bisa bahkan sangat bisa menggaet gadis lain yang masih Available.
Namun entahlah. Hanya Arga yang tahu alasannya. Kini Kasih hanya bisa menjalaninya. Menyerahkan tubuhnya untuk melunasi hutang-hutangnya.
...****************...
Arga sengaja membuat perjanjian kontrak itu kepada Kasih. Dia tahu dengan melakukan ini Kasih tidak akan bisa pergi darinya.
Dengan begitu dia bisa menggunakan Kasih untuk membalaskan dendamnya kepada Bramantyo.
Tak dipungkiri juga bahwa Arga sebenarnya tertarik dengan Kasih sejak awal dia bertemu.
Setidaknya gadis itu masih muda dan cantik untuk Arga yang selama ini sangat kesepian.
Statusnya menjadi seorang suami namun tak pernah mendapatkan haknya sebagai suami.
Felicia sama sekali tak pernah mau dia sentuh. Bahkan selama tida tahun pernikahannya dia belum pernah merasakan hangat tubuhnya sang istri.
Alhasil Arga hanya bisa menyalurkan nafsunya seorang diri. Semua dia lakukan demi menjaga perasaan Papanya.
Saat Kasih dirawat di rumah sakit diam-diam Arga meminta dokter untuk memeriksa kesehatan Kasih dan hasilnya gadis itu sehat dan bersih dari penyakit menular.
Tentu saja itu yang membuat Arga mempertimbangkan Kasih sebagai sugar baby nya.
Meski begitu Arga juga masih memiliki hati nurani. Dia tak langsung memakai Kasih. Dia masih menunggu tubuh Kasih agar siap mengingat gadis itu baru saja mengalami keguguran.
"Aku akan sabar. Satu minggu lagi setelah dokter memperbolehkan aku akan menjadikanmu pemuasku" gumam Arga sambil tersenyum miring.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
Nur Lizza
sabar y kasih ini untk ke baikn mu
2023-09-13
0
Eosha_shi
ntah bucin mampus 😂
2023-04-16
0
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
kok kamu gitu sih arga, awas aja ya nanti jadi bucin kamu lho
2023-04-10
2