Bab 17. curiga atau penasaran

"Ada apa Felix? Kamu mencari sesuatu?" tanya Olivia yang heran melihat tingkah Felix.

Sementara Felix masih sibuk mengedarkan pandangannya mencari-cari seseorang.

"Felix?" tegus Olivia lagi.

"Oh, tidak." ujar Felix singkat.

Sebenarnya Felix tadi sempat melihat sosok yang mirip sekali dengan Kasih. Namun saat membayar di kasir dia kehilangan sosoknya.

Andai saja saat itu dia bertemu Kasih maka hatinya sangat bahagia. Tak dipungkiri bahwa saat ini Felix sangat merindukan Kasih.

Bahkan jika di rumahnya Felix selalu memeluk barang milik Kasih dan menangis hingga terlelap. Kenapa takdir begitu mempermainkan cinta mereka?

****************

Kasih baru saja sampai di apartemen. Alvin mengantarnya sampai ke unit Apartemen Kasih.

Saat berada di dalam lift Kasih memandangi Alvin yang tengah berdiri di sampingnya sembari menenteng belanjaan Kasih.

"Kak Alvin.." panggil Kasih.

"Iya.." Alvin menoleh ke arah Kasih.

"Kenapa Kak Alvin baik padaku?" tanya Kasih.

"Karena kamu juga baik" ujar Alvin singkat.

"Kenapa Kak Alvin mau menganggapku sebagai adikmu?"

"Karena aku ingin memiliki adik perempuan sepertimu"

Kasih pun terdiam dan langsung menunduk. Apa yang didengarnya benar-benar sangat mengejutkan.

Untuk pertama kalinya seseorang menganggapnya saudara.

TING.

Lift sudah berhenti di lantai unit apartemen Kasih. Alvin pun masih melangkahkan kakinya menemani Kasih.

"Kak Alvin mau mampir dulu?" tanya Kasih ketika berada di depan pintu unitnya.

"Nggak, aku mau memastikan saja kamu sampai rumah dengan selamat" ujar Alvin.

"Makasih ya Kak" senyum terukir di wajah Kasih.

"Iya, habis ini jangan sedih lagi ya. Laki-laki kayak dia tuh gak pantes dipikirin. Mending mikirin besok masak apa buat 'Mas Arga'." Alvin sedikit menekan kata 'Mas untuk menggoda Kasih.

"Ih, Kak Alvin mulai deh.." Kasih mencebikkan bibirnya.

Alvin pun tak kuasa menahan tawanya. Dia mengusap puncak kepala Kasih dan mengacak-acak rambutnya karena gemas.

"Yaudah, istirahat gih. Udah malem. Aku pulang dulu" ujar Alvin berpamitan.

"Iya Kak Alvin. Sekali lagi makasih yaa" ujar Kasih teramat senang. Alvin pun hanya membalas dengan lambaian tangan.

Dengan perlakuan Alvin seperti itu, setidaknya malam ini Kasih bisa lebih lega dan tidak lagi sedih.

Benar kata Alvin. Tidak pantas menangisi laki-laki seperti Felix yang bahkan tega mengusir dirinya.

.

Arga cukup menikmati malam ini. Meski dia hanya makan malam dengan mie instan tapi saat bersama Felicia rasanya jadi berbeda meski dia pula yang memasaknya sendiri.

Jauh beda dengan Kasih yang selalu menyiapkan serta menuruti apapun keinginan Arga.

Oh ya, mengingat Kasih membuat Arga ingin menghubunginya. Seharian ini dia sibuk jadi jarang mengirimi pesan Kasih.

Akhirnya Arga pun mencoba mengirim pesan. Semoga Kasih belum tidur.

Sementara Kasih yang hendak tidur pun mendengar suara ponselnya.

Dia membuka pesan itu.

Mas Arga: "Kasih, sudah tidur?"

Tak berselang lama ponsel Arga berbunyi.

Kasih: "belum Mas.."

Mas Arga: "Kok tumben, biasanya sudah tidur jam segini. Sudah makan?"

Kasih: "Mungkin karena minum es kopi sama Kak Alvin tadi jadi sulit tidur. Aku sudah makan. Mas Arga sendiri sudah makan?"

Membaca nama Alvin membuat Arga membulatkan mata seketika. Kasih dan Alvin keluar? Minum es kopi? Berdua? Tiba-tiba pertanyaan itu mengiang di otaknya.

Tak ingin terus penasaran Arga pun langsung menelepon Kasih dengan panggilan video.

Sementara Kasih belum juga mengangkat teleponnya membuat Arga semakin penasaran. Jangan-jangan Alvin masih bersama Kasih sekarang.

Padahal Kasih saat ini sedang ke toilet sebentar.

Tampak Arga mondar mandir di balkon rumahnya sembari menunggu Kasih mengangkat telepon.

"Halo, Mas.. Ada apa?" tanya Kasih melalui panggilan videonya.

"Kamu di mana? Masih sama Alvin?" Arga mencari-cari sosok Alvin.

"Enggak mas, Kak Alvin gak ada di sini" ujar Kasih sembari menunjukkan seisi ruangan.

"Terus tadi katanya minum es kopi bareng?"

"Yaa.. Tadi emang kita gak sengaja ketemu trus nongkrong bentar mas.." ujar Kasih.

"Tapi cuma nongkrong aja kan? Nggak ngapa-ngapain" ujar Arga penuh curiga.

"Enggak Mas.. Beneran"

"Yaudah. Alvin tuh ceweknya banyak. Hati-hati kamu" ujar Arga sedikit sewot.

Entah kenapa Arga menjadi posesif begini. Padahal dia tahu hubungannya dengan Kasih hanyalah sebatas kontrak untuk saling memuaskan.

Felicia sebenarnya juga tak terlalu mempedulikan Arga. Dia hanya penasaran dengan pria itu. Terlebih melihat sekarang sedang berada di balkon menelepon seseorang.

Bahkan Arga tampak serius melakukan panggilan video.

Akhirnya diam-diam Felicia mencoba untuk mengintip Arga. Dia berjalan mendekati jendela dan bersembunyi di balik tirai.

Walaupun tidak terlalu jelas wajahnya tapi dia tahu seseorang yang sedang berbicara dengan Arga adalah perempuan.

Arga pun tampak sibuk mengobrol dengannya.

"Awas saja kamu macam-macam sama saya. Ku buat ngang.kang semalaman kamu sampe gak bisa jalan." samar-samar terdengar di telinga Felicia.

Entah kenapa mendengar ucapan Arga membuatnya jadi meremang.

"Apa seperkasa itu Arga kekuatannya?" pikiran Felicia jadi kemana-mana.

Hingga dia tak sadar bahwa Arga sudah di depannya.

"Fel, kamu ngapain disini?" tanya Arga.

Felicia terkesiap saat kepergok Arga.

"Emm.. Itu. Nggak ngapa ngapain kok. Cuma mau ke dapur ambil minum" ujar Felicia terbata.

Felicia langsung berjalan menghindari Arga untuk menghilangkan kecanggungannya.

"Feli.." panggil Arga.

"I-iya.."

"Dapur ke arah sana." Arga menunjuk dapur. Sedangkan Felicia justru berjalan lawan arah.

...****************...

"Kemarin ngapain aja sama Alvin?" tanya Arga seolah seperti menginterogasi maling.

"Gak ngapa-ngapain Mas, cuma ngobrol aja" ujar Kasih.

"Kok kemarin kelihatan sembab" Arga teringat video call semalam melihat wajah Kasih yang terlihat sembab.

"Emm. Itu.. Aku.." Kasih ragu-ragu untuk mengatakannya.

"Apa Alvin kurang ajar padamu?" suara Arga kini semakin memberat.

"TIDAK.. Kak Alvin tidak melakukan apapun kepadaku. Justru dia baik kepadaku. Dia seperti kakakku" suara bariton Kasih langsung membuat Arga tertegun.

"Ingat Kasih, selama masa kontrak ini tubuhmu hanya milikku. Tak boleh ada orang lain yang menyentuhmu. Aku tak ingin milikku bercampur dengan orang lain." Arga semakin mendekatkan wajahnya.

Kasih merasa sangat terintimidasi jika seperti ini. Bahkan untuk sekedar bernafas saja rasanya begitu susah.

Sedetik kemudian Arga mendaratkan ciumannya. Kasih dibuat gelagapan akan hal itu. Sementara Arga terus menyapukan lidahnya di bibir Kasih yang masih menutup rapat. Dia menggigit bibir bawahnya dengan pelan untuk membuat Kasih membuka bibirnya.

Entah kenapa saat berdekatan dengan Kasih Arga begitu bernafsu. Terlebih aroma tubuhnya yang wangi vanilla begitu memabukkan. Sehari tanpa menciumi Kasih rasanya sangat hampa.

"Kamu harus dihukum Kasih." Ujar Arga tersenyum miring.

"Ke_kenapa? Apa salahku?" Kasih gemetar ketakutan.

"Karena kamu selalu membuatku bernafsu. Aku benar-benar ingin memakanmu"

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

lanjut

2023-09-13

0

Nuhume

Nuhume

🔪🔪🔪🔪🔪

2023-04-09

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Malam yang pahit
2 bab 2. Berat untuk mengungkapkan
3 bab 3. angkat kaki
4 bab 4. tak sadarkan diri
5 bab 5. Hamil
6 bab 6. Bertemu lagi
7 bab 7. Latar belakang
8 bab 8. Perjanjian Kontrak
9 bab 9. Sugar Baby
10 bab 10. rumah tangga Arga
11 Bab 11. Finally, i got you baby
12 Bab 12. perhatian
13 bab 13. masakan rumahan
14 Bab 14. pertemuan tak disangka.
15 Bab 15. Semakin memanas
16 Bab 16. Kakak laki-laki
17 Bab 17. curiga atau penasaran
18 Bab 18 pelukan hangat
19 Bab 19. kepergok Papa
20 Bab 20. Kemarahan Arga
21 Bab. 21 Bercerita
22 Bab. 22 Tak sanggup lagi
23 Bab. 23 pinjam bahumu sebentar
24 Bab 24. Kehangatan dan kenyamanan
25 Bab 25 Liburan
26 Bab 26 first club
27 Bab 27 Aku bersamamu
28 Bab 28 Sekedar afeksi
29 Bab 29 Cuek
30 Bab 30. Cemburu
31 Bab 31 Mengeraskan hati
32 Bab 32 Kemeja Arga
33 Bab 33 Berperang dalam hati
34 Bab 34 Iblis tampan
35 Bab 35 Takut kehilangan
36 Bab 36 Pacar?
37 Bab 37 Sabar untukmu
38 Bab 38 Hari pertama kerja
39 Bab 39 Tak terduga
40 Bab 40 Mau apa lagi?
41 Bab 41 berusaha tegar
42 Bab 42 Jangan buru-buru
43 Bab 43 Kasih diculik
44 Bab 44 Jangan ganggu
45 Bab 45 menebus rasa bersalah
46 Bab 46 foto bayi
47 Bab 47 pertemuan penuh haru
48 Bab 48 Bekerja lagi
49 Bab 49 Hangat pelukan ibu
50 Bab 50 Kedatangan Felicia
51 Bab 51 Makam orang tua
52 Bab 52 Pengakuan Alvin
53 Bab 53 Kebucinan Arga
54 Bab 54 Dinner yang kacau.
55 Bab 55 Talak
56 Bab 56 Dengarkan aku
57 Bab 57 Salah paham berujung kebencian
58 Bab 58 Saling merindukan sentuhan
59 Bab 59 Dari hati yang terdalam
60 Bab 60 Melindungimu
61 Bab 61 Pertikaian Arga dan Alvin
62 Bab 62 Serangan Felicia
63 63 Skandal
64 Bab 64 Penuh pengertian
65 Bab 65 Tentang masa depan
66 Bab 66 Kepergok
67 Bab 67 Malam yang indah
68 Bab 68 Spend time with you
69 Bab 69 memperjuangkannya
70 Bab 70 kejutan romantis
71 Bab 71 tingkah konyol
72 Bab 72 Hubungan diam-diam
73 Bab 73 kenangan lama
74 Bab 74 Restu
75 Bab 75 Terus Berusaha
76 Bab 76 Pria itu
77 Bab 77 Luka lama
78 Bab 78 Kenyataan besar
79 Bab 79 perasaan dari hati
80 Bab 80 senang dan sedih
81 Bab 81 pertengkaran
82 Bab 82 instrospeksi diri
83 Bab 83 pusat perhatian
84 Bab 84 menebus kesalahan
85 Bab 85 Berendam
86 Bab 86 hadapi saja
87 Bab 87 maaf dan berdamai
88 Bab 88 Curhatan Alvin
89 Bab 89 kesalahan Ratna
90 Bab 90 pertemuan pertama
91 Bab 91 Restu dari Papa
92 Bab 92 kedatangan nenek dan Laura
93 93 Akan aku perjuangkan.
94 Bab 94 Bersabarlah sedikit lagi
95 Bab 95 menguras kesabaran
96 Bab 96 Akhirnya terungkap
97 Bab 97 Bicara dengan Papa
98 Bab 98 Panggil Papa
99 Bab 99 Rahasiakan dulu
100 Bab 100 ungkapan hati
101 Bab 101 Papa Aryo
102 Bab 102 Nervous
103 Bab 103 Jebakan untuk Kasih
104 Bab 104 Tersadar
105 Bab 105 pernikahan yang gagal
106 Bab 106 Maafkan aku
107 Bab 107 secuil kebahagiaan
108 Bab 108 hari pernikahan
109 Bab 109 Janji suci pernikahan
110 Bab 110 gelisah
111 Bab 111 malam tak terduga
112 Bab 112 Alvin dan Ratna
113 Bab 113 Aku suaminya
114 Bab 114 penuh kejutan
115 Bab 115 akhirnya ketahuan
116 Bab 116 memberontak
117 Bab 117 penjelasan
118 Bab 118 janji suci
119 Bab 119 Perhatian pengantin baru
120 Bab 120 bertemu calon mertua (Nova)
121 Bab 121 resepsi pernikahan
122 Bab 122 kedatangan orang dari masa lalu
123 Bab 123 memaafkan
124 Bab 124 sebuah kejutan
125 Bab 125 kehidupan baru
126 Bab 126 Bali
127 Bab 127 Bali 2
128 Bab 128 hari yang ditunggu
129 129 kabar baik
130 INFO KARYA BARU
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1. Malam yang pahit
2
bab 2. Berat untuk mengungkapkan
3
bab 3. angkat kaki
4
bab 4. tak sadarkan diri
5
bab 5. Hamil
6
bab 6. Bertemu lagi
7
bab 7. Latar belakang
8
bab 8. Perjanjian Kontrak
9
bab 9. Sugar Baby
10
bab 10. rumah tangga Arga
11
Bab 11. Finally, i got you baby
12
Bab 12. perhatian
13
bab 13. masakan rumahan
14
Bab 14. pertemuan tak disangka.
15
Bab 15. Semakin memanas
16
Bab 16. Kakak laki-laki
17
Bab 17. curiga atau penasaran
18
Bab 18 pelukan hangat
19
Bab 19. kepergok Papa
20
Bab 20. Kemarahan Arga
21
Bab. 21 Bercerita
22
Bab. 22 Tak sanggup lagi
23
Bab. 23 pinjam bahumu sebentar
24
Bab 24. Kehangatan dan kenyamanan
25
Bab 25 Liburan
26
Bab 26 first club
27
Bab 27 Aku bersamamu
28
Bab 28 Sekedar afeksi
29
Bab 29 Cuek
30
Bab 30. Cemburu
31
Bab 31 Mengeraskan hati
32
Bab 32 Kemeja Arga
33
Bab 33 Berperang dalam hati
34
Bab 34 Iblis tampan
35
Bab 35 Takut kehilangan
36
Bab 36 Pacar?
37
Bab 37 Sabar untukmu
38
Bab 38 Hari pertama kerja
39
Bab 39 Tak terduga
40
Bab 40 Mau apa lagi?
41
Bab 41 berusaha tegar
42
Bab 42 Jangan buru-buru
43
Bab 43 Kasih diculik
44
Bab 44 Jangan ganggu
45
Bab 45 menebus rasa bersalah
46
Bab 46 foto bayi
47
Bab 47 pertemuan penuh haru
48
Bab 48 Bekerja lagi
49
Bab 49 Hangat pelukan ibu
50
Bab 50 Kedatangan Felicia
51
Bab 51 Makam orang tua
52
Bab 52 Pengakuan Alvin
53
Bab 53 Kebucinan Arga
54
Bab 54 Dinner yang kacau.
55
Bab 55 Talak
56
Bab 56 Dengarkan aku
57
Bab 57 Salah paham berujung kebencian
58
Bab 58 Saling merindukan sentuhan
59
Bab 59 Dari hati yang terdalam
60
Bab 60 Melindungimu
61
Bab 61 Pertikaian Arga dan Alvin
62
Bab 62 Serangan Felicia
63
63 Skandal
64
Bab 64 Penuh pengertian
65
Bab 65 Tentang masa depan
66
Bab 66 Kepergok
67
Bab 67 Malam yang indah
68
Bab 68 Spend time with you
69
Bab 69 memperjuangkannya
70
Bab 70 kejutan romantis
71
Bab 71 tingkah konyol
72
Bab 72 Hubungan diam-diam
73
Bab 73 kenangan lama
74
Bab 74 Restu
75
Bab 75 Terus Berusaha
76
Bab 76 Pria itu
77
Bab 77 Luka lama
78
Bab 78 Kenyataan besar
79
Bab 79 perasaan dari hati
80
Bab 80 senang dan sedih
81
Bab 81 pertengkaran
82
Bab 82 instrospeksi diri
83
Bab 83 pusat perhatian
84
Bab 84 menebus kesalahan
85
Bab 85 Berendam
86
Bab 86 hadapi saja
87
Bab 87 maaf dan berdamai
88
Bab 88 Curhatan Alvin
89
Bab 89 kesalahan Ratna
90
Bab 90 pertemuan pertama
91
Bab 91 Restu dari Papa
92
Bab 92 kedatangan nenek dan Laura
93
93 Akan aku perjuangkan.
94
Bab 94 Bersabarlah sedikit lagi
95
Bab 95 menguras kesabaran
96
Bab 96 Akhirnya terungkap
97
Bab 97 Bicara dengan Papa
98
Bab 98 Panggil Papa
99
Bab 99 Rahasiakan dulu
100
Bab 100 ungkapan hati
101
Bab 101 Papa Aryo
102
Bab 102 Nervous
103
Bab 103 Jebakan untuk Kasih
104
Bab 104 Tersadar
105
Bab 105 pernikahan yang gagal
106
Bab 106 Maafkan aku
107
Bab 107 secuil kebahagiaan
108
Bab 108 hari pernikahan
109
Bab 109 Janji suci pernikahan
110
Bab 110 gelisah
111
Bab 111 malam tak terduga
112
Bab 112 Alvin dan Ratna
113
Bab 113 Aku suaminya
114
Bab 114 penuh kejutan
115
Bab 115 akhirnya ketahuan
116
Bab 116 memberontak
117
Bab 117 penjelasan
118
Bab 118 janji suci
119
Bab 119 Perhatian pengantin baru
120
Bab 120 bertemu calon mertua (Nova)
121
Bab 121 resepsi pernikahan
122
Bab 122 kedatangan orang dari masa lalu
123
Bab 123 memaafkan
124
Bab 124 sebuah kejutan
125
Bab 125 kehidupan baru
126
Bab 126 Bali
127
Bab 127 Bali 2
128
Bab 128 hari yang ditunggu
129
129 kabar baik
130
INFO KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!