Bab 15. Semakin memanas

(Konten mengandung unsur 21++ tidak suka boleh skip aja)

.

"Mas, kenapa kita disini?" tanya Kasih saat Arga berdiri di depan pintu kamar hotel.

Arga pun akhirnya menoleh. Dia menatap Kasih dengan tajam. Kasih langsung menundukkan kepalanya.

Arga menempelkan cardlock dan pintu langsung terbuka. Kasih tersentak saat Arga menarik tubuhnya ke dalam.

Setelah pintu tertutup dia langsung mencium bibir Kasih dengan penuh nafsu. Menyapu dengan sedikit kasar dan menuntut, menggigit bibir bawahnya agar mulut Kasih terbuka.

Kasih mengerang pelan tapi sedetik kemudian lidah Arga langsung menerobos masuk. Membelit lidah Kasih mengabsen setiap bagian di dalam rongga mulutnya.

Ciuman itu semakin dalam hingga Kasih mulai kehabisan nafas. Dia hendak menjauh namun tangan Arga menahan tengkuknya.

Akhirnya tangan Kasih memberi isyarat dengan meremas lengan Arga. Arga baru melepas ciumannya sementara Kasih langsung tersengal.

Mengambil nafas dalam-dalam karena pasokan oksigen dalam paru-parunya hampir habis.

Namun tak berlangsung lama Arga langsung mengangkat tubuh Kasih dan menjatuhkannya ke atas ranjang.

Arga segera menaiki tubuh Kasih. Tatapan pria itu tampak nanar. Meski tak setajam tadi. Namun Kasih masih bingung menebak apa yang ada di pikirannya.

"Puaskan aku malam ini" suara serak itu muncul dari bibir Arga.

DEG!

Jantung Kasih langsung berdebar kuat saat Arga mengatakan hal itu. Dan sepertinya pria itu dalam keadaan yang sedang tak baik-baik saja.

Begitu pula dengan dia. Sebenarnya saat ini pikiran Kasih sedang kacau setelah melihat Felix yang hendak dijodohkan dengan wanita lain.

Tapi menolak permintaan Arga lebih tidak mungkin di lagi.

Kasih pun mengangguk pasrah.

Arga kembali mencium bibir Kasih namun tak sebrutal tadi. Kali ini lebih lembut dan santai. Buktinya Kasih mulai terbuai dan bisa mengimbanginya.

Tangan kanan Arga membuka satu persatu kancing dress yang dipakai Kasih sementara tangan kirinya menahan tubuh agar tidak menindih Kasih.

Ciuman itu semakin turun ke leher. Menciumi setiap centi kulit putih itu dan Arga menghirup kuat aroma tubuh Kasih yang seperti es krim vanilla.

Rupanya aroma tubuh Kasih menjadi kesukaan baru untuk Arga. Kasih sedikit mengerang saat Arga menggigit kecil lehernya dan membuat banyak tanda di sana.

"Akhh.." Kasih tersentak saat tangan Arga sudah menelusup ke dalam dadanya dan meremas gundukan kenyal itu yang masih terbungkus bra hitam.

Tak ingin menyia-nyiakan waktu Arga segera melepas pakaian Kasih hingga tak tersisa.

Kasih hanya bisa menutupi tubuhnya dengan tangan namun secepatnya Arga meraih tangan itu. Menyatukan dua tangan Kasih dan meletakkannya di atas

Seperti orang yang kehausan Arga langsung melahap benda kenyal itu dan mempermainkan ujungnya dengan lidah. Sementara tangan kirinya meremas yang satunya.

Kasih semakin meremang dan tak mampu lagi menahan suara dari mulutnya.

"Aahhh Mas... Sakit ahh" Kasih terpekik saat Arga menggigit ujungnya.

Arga tampaknya tak mempedulikan itu. Namun rasa yang ditorehkan perlahan berubah menjadi nikmat. Sakit bercampur nikmat dan sulit dideskripsikan bagaimana rasanya.

Puas bermain dengan dadanya kini ciuman Arga semakin ake bawah. Menciumi perut serta pinggang Kasih yang langsung sukses membuatnya semakin meremang.

Kasih terus bergerak seperti cacing kepanasan merasakan sensasi geli namun juga sangat nikmat.

Namun tak berhenti di situ. Arga terus meneruskan ciumannya ke bawah hingga berada di inti Kasih.

Kasih mengerang keras saat mendapatkan sentuhan di intinya.

"Mmaasss.. Jangannn.. Ahh" Kasih langsung meremas sprei saat tangan Arga melepaskan cengkeramannya.

Kedua tangannya terasa kebas karena terlalu lama terangkat di atas. Namun gejolak nafsu yang hampir memuncak di tubuhnya seolah meruntuhkan semua rasa yang lain.

Arga mulai melepas pakaiannya satu persatu hingga tel anj ang sepenuhnya. Masih dengan memandangi tubuh Kasih.

Kasih yang malu segera merapatkan kakinya namun Arga langsung menahannya. Bahkan semakin melebarkan kakinya.

Miliknya yang sudah mengacung tegak segera dia tempelkan ke milik Kasih. Sensasi geli dan sulit diartikan saat benda itu menggeseknya.

Kemudian Arga menarik tubuh Kasih agar duduk. Dia pun menurutinya.

"give your mouth, baby" suara berat Arga terasa mengintimidasinya.

"T_tapi.. Bagaimana?" jujur saja Kasih belum pernah melakukan hal ini dengan Felix sebelumnya.

"Lakukan seperti apa yang ku lakukan padamu. Masukkan, jilat ujungnya dan jangan kena gigi. Okay?" tangan Arga mencengkeram dagu Kasih cukup kuat hingga mulutnya refleks terbuka.

Arga yang sudah tak tahan segera menjejalkan miliknya ke dalam mulut Kasih meski gadis itu belum menyetujuinya.

Arga menggeram menikmati sensasi hangat rongga mulut Kasih. Bibir mungilnya seolah tak muat menelan miliknya.

Bulir air mata terus menetes membasahi pipinya. Kali ini Kasih harus benar-benar menguatkan hatinya. Rasa trauma yang masih menyelimutinya serta sakit hatinya kepada Felix terus bergelut.

"Aarrgghh.. Ya enak sekali baby, your body is totally mine" Arga tampak begitu menikmatinya sembari mencengkeram rambut Kasih dan menekan kepalanya semakin dalam.

Kasih sampai terbatuk dan hampir muntah karena mengenai tenggorokannya. Namun mendengar ucapan Arga membuat Kasih semakin terisak. Bahkan kini dia tak punya hak lagi akan tubuhnya. Nasib macam apa ini?

"Yes baby, teruslah menangis aku semakin menyukainya" ujar Arga dengan seringainya.

Puas bermain di mulut Kasih kini Arga langsung menarik tubuh Kasih agar mnung_ging. Dia langsung memasukinya dari belakang.

"AAAKKHH..."

"AAARRGGHHH.."

Mereka berdua sama-sama berteriak. Arga yang sudah bernafsu di ubun-ubun langsung memacu miliknya tak peduli dengan Kasih yang memekik kesakitan.

Dirinya sudah dikuasai emosi sebab teringat akan Felicia yang pasti juga tengah bergumul di kamar sebelahnya. Membayangkan betapa Felicia melakukannya dengan pria lain membuat Arga semakin memanas dan memacu tubuh Kasih lebih Keras.

Total sudah dua kali Kasih pelepasan namun Arga sekali saja belum. Bisa saja kali ini akan menjadi malam panjang untuk mereka berdua.

Suara isak tangis Kasih pun perlahan berubah menjadi racau.an. "Enakkan baby, sudah ku bilang milikku sangatlah enak" bisikan Arga di telinganya membuat Kasih semakin memanas.

.

Kasih tergolek lemas tak berdaya. Entah berapa lama mereka beradu, terkahir kali dia menoleh jam di dinding menunjukkan pukul 01.00 dini hari dan itupun Arga masih menggenj*tinya.

Tubuhnya sudah sangat remuk. Dia begitu enggan untuk bangun sehingga Arga membiarkan Kasih yang tergolek lemas di ranjang dengan posisi tengkurap. Selimut hanya menutupi setengah tubuhnya sehingga punggung putih mulus Kasih terekspos.

Arga memesan sarapan untuk diantar ke kamarnya. Tak lama kemudian suara ketukan di pintu menandakan sarapannya datang.

Dengan masih menggunakan Bathrobe Arga berjalan menuju pintu.

Yang membuatnya terkejut adalah pintu kamar depannya juga terbuka menampakkan Felicia yang juga keluar kamar saat itu. Wanita itu tampak memakai pakaian lengkap.

"Arga? Ucap Felicia yang terkejut mendapati Arga yang hanya mengenakan bathrobe.

Arga hanya diam menatapnya dan tersenyum miring.

"Tuan Arga, ini makanan pesanan anda" ucap pelayan hotel.

"Terimakasih. Tolong bawa ke dalam." ujar Arga sembari melebarkan pintunya.

Felicia langsung menangkap pemandangan di dalam kamar hotelnya yang menampilkan sosok wanita tengah tertidur tanpa pakaian. Hanya tertutupi sebagian tubuhnya dengan selimut.

Entah kenapa seketika hati Felicia terasa memanas.

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

panas y peli begitu jg arga.

2023-09-13

0

Nuhume

Nuhume

kerennn arga🤣

2023-04-09

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Malam yang pahit
2 bab 2. Berat untuk mengungkapkan
3 bab 3. angkat kaki
4 bab 4. tak sadarkan diri
5 bab 5. Hamil
6 bab 6. Bertemu lagi
7 bab 7. Latar belakang
8 bab 8. Perjanjian Kontrak
9 bab 9. Sugar Baby
10 bab 10. rumah tangga Arga
11 Bab 11. Finally, i got you baby
12 Bab 12. perhatian
13 bab 13. masakan rumahan
14 Bab 14. pertemuan tak disangka.
15 Bab 15. Semakin memanas
16 Bab 16. Kakak laki-laki
17 Bab 17. curiga atau penasaran
18 Bab 18 pelukan hangat
19 Bab 19. kepergok Papa
20 Bab 20. Kemarahan Arga
21 Bab. 21 Bercerita
22 Bab. 22 Tak sanggup lagi
23 Bab. 23 pinjam bahumu sebentar
24 Bab 24. Kehangatan dan kenyamanan
25 Bab 25 Liburan
26 Bab 26 first club
27 Bab 27 Aku bersamamu
28 Bab 28 Sekedar afeksi
29 Bab 29 Cuek
30 Bab 30. Cemburu
31 Bab 31 Mengeraskan hati
32 Bab 32 Kemeja Arga
33 Bab 33 Berperang dalam hati
34 Bab 34 Iblis tampan
35 Bab 35 Takut kehilangan
36 Bab 36 Pacar?
37 Bab 37 Sabar untukmu
38 Bab 38 Hari pertama kerja
39 Bab 39 Tak terduga
40 Bab 40 Mau apa lagi?
41 Bab 41 berusaha tegar
42 Bab 42 Jangan buru-buru
43 Bab 43 Kasih diculik
44 Bab 44 Jangan ganggu
45 Bab 45 menebus rasa bersalah
46 Bab 46 foto bayi
47 Bab 47 pertemuan penuh haru
48 Bab 48 Bekerja lagi
49 Bab 49 Hangat pelukan ibu
50 Bab 50 Kedatangan Felicia
51 Bab 51 Makam orang tua
52 Bab 52 Pengakuan Alvin
53 Bab 53 Kebucinan Arga
54 Bab 54 Dinner yang kacau.
55 Bab 55 Talak
56 Bab 56 Dengarkan aku
57 Bab 57 Salah paham berujung kebencian
58 Bab 58 Saling merindukan sentuhan
59 Bab 59 Dari hati yang terdalam
60 Bab 60 Melindungimu
61 Bab 61 Pertikaian Arga dan Alvin
62 Bab 62 Serangan Felicia
63 63 Skandal
64 Bab 64 Penuh pengertian
65 Bab 65 Tentang masa depan
66 Bab 66 Kepergok
67 Bab 67 Malam yang indah
68 Bab 68 Spend time with you
69 Bab 69 memperjuangkannya
70 Bab 70 kejutan romantis
71 Bab 71 tingkah konyol
72 Bab 72 Hubungan diam-diam
73 Bab 73 kenangan lama
74 Bab 74 Restu
75 Bab 75 Terus Berusaha
76 Bab 76 Pria itu
77 Bab 77 Luka lama
78 Bab 78 Kenyataan besar
79 Bab 79 perasaan dari hati
80 Bab 80 senang dan sedih
81 Bab 81 pertengkaran
82 Bab 82 instrospeksi diri
83 Bab 83 pusat perhatian
84 Bab 84 menebus kesalahan
85 Bab 85 Berendam
86 Bab 86 hadapi saja
87 Bab 87 maaf dan berdamai
88 Bab 88 Curhatan Alvin
89 Bab 89 kesalahan Ratna
90 Bab 90 pertemuan pertama
91 Bab 91 Restu dari Papa
92 Bab 92 kedatangan nenek dan Laura
93 93 Akan aku perjuangkan.
94 Bab 94 Bersabarlah sedikit lagi
95 Bab 95 menguras kesabaran
96 Bab 96 Akhirnya terungkap
97 Bab 97 Bicara dengan Papa
98 Bab 98 Panggil Papa
99 Bab 99 Rahasiakan dulu
100 Bab 100 ungkapan hati
101 Bab 101 Papa Aryo
102 Bab 102 Nervous
103 Bab 103 Jebakan untuk Kasih
104 Bab 104 Tersadar
105 Bab 105 pernikahan yang gagal
106 Bab 106 Maafkan aku
107 Bab 107 secuil kebahagiaan
108 Bab 108 hari pernikahan
109 Bab 109 Janji suci pernikahan
110 Bab 110 gelisah
111 Bab 111 malam tak terduga
112 Bab 112 Alvin dan Ratna
113 Bab 113 Aku suaminya
114 Bab 114 penuh kejutan
115 Bab 115 akhirnya ketahuan
116 Bab 116 memberontak
117 Bab 117 penjelasan
118 Bab 118 janji suci
119 Bab 119 Perhatian pengantin baru
120 Bab 120 bertemu calon mertua (Nova)
121 Bab 121 resepsi pernikahan
122 Bab 122 kedatangan orang dari masa lalu
123 Bab 123 memaafkan
124 Bab 124 sebuah kejutan
125 Bab 125 kehidupan baru
126 Bab 126 Bali
127 Bab 127 Bali 2
128 Bab 128 hari yang ditunggu
129 129 kabar baik
130 INFO KARYA BARU
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1. Malam yang pahit
2
bab 2. Berat untuk mengungkapkan
3
bab 3. angkat kaki
4
bab 4. tak sadarkan diri
5
bab 5. Hamil
6
bab 6. Bertemu lagi
7
bab 7. Latar belakang
8
bab 8. Perjanjian Kontrak
9
bab 9. Sugar Baby
10
bab 10. rumah tangga Arga
11
Bab 11. Finally, i got you baby
12
Bab 12. perhatian
13
bab 13. masakan rumahan
14
Bab 14. pertemuan tak disangka.
15
Bab 15. Semakin memanas
16
Bab 16. Kakak laki-laki
17
Bab 17. curiga atau penasaran
18
Bab 18 pelukan hangat
19
Bab 19. kepergok Papa
20
Bab 20. Kemarahan Arga
21
Bab. 21 Bercerita
22
Bab. 22 Tak sanggup lagi
23
Bab. 23 pinjam bahumu sebentar
24
Bab 24. Kehangatan dan kenyamanan
25
Bab 25 Liburan
26
Bab 26 first club
27
Bab 27 Aku bersamamu
28
Bab 28 Sekedar afeksi
29
Bab 29 Cuek
30
Bab 30. Cemburu
31
Bab 31 Mengeraskan hati
32
Bab 32 Kemeja Arga
33
Bab 33 Berperang dalam hati
34
Bab 34 Iblis tampan
35
Bab 35 Takut kehilangan
36
Bab 36 Pacar?
37
Bab 37 Sabar untukmu
38
Bab 38 Hari pertama kerja
39
Bab 39 Tak terduga
40
Bab 40 Mau apa lagi?
41
Bab 41 berusaha tegar
42
Bab 42 Jangan buru-buru
43
Bab 43 Kasih diculik
44
Bab 44 Jangan ganggu
45
Bab 45 menebus rasa bersalah
46
Bab 46 foto bayi
47
Bab 47 pertemuan penuh haru
48
Bab 48 Bekerja lagi
49
Bab 49 Hangat pelukan ibu
50
Bab 50 Kedatangan Felicia
51
Bab 51 Makam orang tua
52
Bab 52 Pengakuan Alvin
53
Bab 53 Kebucinan Arga
54
Bab 54 Dinner yang kacau.
55
Bab 55 Talak
56
Bab 56 Dengarkan aku
57
Bab 57 Salah paham berujung kebencian
58
Bab 58 Saling merindukan sentuhan
59
Bab 59 Dari hati yang terdalam
60
Bab 60 Melindungimu
61
Bab 61 Pertikaian Arga dan Alvin
62
Bab 62 Serangan Felicia
63
63 Skandal
64
Bab 64 Penuh pengertian
65
Bab 65 Tentang masa depan
66
Bab 66 Kepergok
67
Bab 67 Malam yang indah
68
Bab 68 Spend time with you
69
Bab 69 memperjuangkannya
70
Bab 70 kejutan romantis
71
Bab 71 tingkah konyol
72
Bab 72 Hubungan diam-diam
73
Bab 73 kenangan lama
74
Bab 74 Restu
75
Bab 75 Terus Berusaha
76
Bab 76 Pria itu
77
Bab 77 Luka lama
78
Bab 78 Kenyataan besar
79
Bab 79 perasaan dari hati
80
Bab 80 senang dan sedih
81
Bab 81 pertengkaran
82
Bab 82 instrospeksi diri
83
Bab 83 pusat perhatian
84
Bab 84 menebus kesalahan
85
Bab 85 Berendam
86
Bab 86 hadapi saja
87
Bab 87 maaf dan berdamai
88
Bab 88 Curhatan Alvin
89
Bab 89 kesalahan Ratna
90
Bab 90 pertemuan pertama
91
Bab 91 Restu dari Papa
92
Bab 92 kedatangan nenek dan Laura
93
93 Akan aku perjuangkan.
94
Bab 94 Bersabarlah sedikit lagi
95
Bab 95 menguras kesabaran
96
Bab 96 Akhirnya terungkap
97
Bab 97 Bicara dengan Papa
98
Bab 98 Panggil Papa
99
Bab 99 Rahasiakan dulu
100
Bab 100 ungkapan hati
101
Bab 101 Papa Aryo
102
Bab 102 Nervous
103
Bab 103 Jebakan untuk Kasih
104
Bab 104 Tersadar
105
Bab 105 pernikahan yang gagal
106
Bab 106 Maafkan aku
107
Bab 107 secuil kebahagiaan
108
Bab 108 hari pernikahan
109
Bab 109 Janji suci pernikahan
110
Bab 110 gelisah
111
Bab 111 malam tak terduga
112
Bab 112 Alvin dan Ratna
113
Bab 113 Aku suaminya
114
Bab 114 penuh kejutan
115
Bab 115 akhirnya ketahuan
116
Bab 116 memberontak
117
Bab 117 penjelasan
118
Bab 118 janji suci
119
Bab 119 Perhatian pengantin baru
120
Bab 120 bertemu calon mertua (Nova)
121
Bab 121 resepsi pernikahan
122
Bab 122 kedatangan orang dari masa lalu
123
Bab 123 memaafkan
124
Bab 124 sebuah kejutan
125
Bab 125 kehidupan baru
126
Bab 126 Bali
127
Bab 127 Bali 2
128
Bab 128 hari yang ditunggu
129
129 kabar baik
130
INFO KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!