(Konten mengandung unsur 21++ tidak suka boleh skip aja)
.
"Mas, kenapa kita disini?" tanya Kasih saat Arga berdiri di depan pintu kamar hotel.
Arga pun akhirnya menoleh. Dia menatap Kasih dengan tajam. Kasih langsung menundukkan kepalanya.
Arga menempelkan cardlock dan pintu langsung terbuka. Kasih tersentak saat Arga menarik tubuhnya ke dalam.
Setelah pintu tertutup dia langsung mencium bibir Kasih dengan penuh nafsu. Menyapu dengan sedikit kasar dan menuntut, menggigit bibir bawahnya agar mulut Kasih terbuka.
Kasih mengerang pelan tapi sedetik kemudian lidah Arga langsung menerobos masuk. Membelit lidah Kasih mengabsen setiap bagian di dalam rongga mulutnya.
Ciuman itu semakin dalam hingga Kasih mulai kehabisan nafas. Dia hendak menjauh namun tangan Arga menahan tengkuknya.
Akhirnya tangan Kasih memberi isyarat dengan meremas lengan Arga. Arga baru melepas ciumannya sementara Kasih langsung tersengal.
Mengambil nafas dalam-dalam karena pasokan oksigen dalam paru-parunya hampir habis.
Namun tak berlangsung lama Arga langsung mengangkat tubuh Kasih dan menjatuhkannya ke atas ranjang.
Arga segera menaiki tubuh Kasih. Tatapan pria itu tampak nanar. Meski tak setajam tadi. Namun Kasih masih bingung menebak apa yang ada di pikirannya.
"Puaskan aku malam ini" suara serak itu muncul dari bibir Arga.
DEG!
Jantung Kasih langsung berdebar kuat saat Arga mengatakan hal itu. Dan sepertinya pria itu dalam keadaan yang sedang tak baik-baik saja.
Begitu pula dengan dia. Sebenarnya saat ini pikiran Kasih sedang kacau setelah melihat Felix yang hendak dijodohkan dengan wanita lain.
Tapi menolak permintaan Arga lebih tidak mungkin di lagi.
Kasih pun mengangguk pasrah.
Arga kembali mencium bibir Kasih namun tak sebrutal tadi. Kali ini lebih lembut dan santai. Buktinya Kasih mulai terbuai dan bisa mengimbanginya.
Tangan kanan Arga membuka satu persatu kancing dress yang dipakai Kasih sementara tangan kirinya menahan tubuh agar tidak menindih Kasih.
Ciuman itu semakin turun ke leher. Menciumi setiap centi kulit putih itu dan Arga menghirup kuat aroma tubuh Kasih yang seperti es krim vanilla.
Rupanya aroma tubuh Kasih menjadi kesukaan baru untuk Arga. Kasih sedikit mengerang saat Arga menggigit kecil lehernya dan membuat banyak tanda di sana.
"Akhh.." Kasih tersentak saat tangan Arga sudah menelusup ke dalam dadanya dan meremas gundukan kenyal itu yang masih terbungkus bra hitam.
Tak ingin menyia-nyiakan waktu Arga segera melepas pakaian Kasih hingga tak tersisa.
Kasih hanya bisa menutupi tubuhnya dengan tangan namun secepatnya Arga meraih tangan itu. Menyatukan dua tangan Kasih dan meletakkannya di atas
Seperti orang yang kehausan Arga langsung melahap benda kenyal itu dan mempermainkan ujungnya dengan lidah. Sementara tangan kirinya meremas yang satunya.
Kasih semakin meremang dan tak mampu lagi menahan suara dari mulutnya.
"Aahhh Mas... Sakit ahh" Kasih terpekik saat Arga menggigit ujungnya.
Arga tampaknya tak mempedulikan itu. Namun rasa yang ditorehkan perlahan berubah menjadi nikmat. Sakit bercampur nikmat dan sulit dideskripsikan bagaimana rasanya.
Puas bermain dengan dadanya kini ciuman Arga semakin ake bawah. Menciumi perut serta pinggang Kasih yang langsung sukses membuatnya semakin meremang.
Kasih terus bergerak seperti cacing kepanasan merasakan sensasi geli namun juga sangat nikmat.
Namun tak berhenti di situ. Arga terus meneruskan ciumannya ke bawah hingga berada di inti Kasih.
Kasih mengerang keras saat mendapatkan sentuhan di intinya.
"Mmaasss.. Jangannn.. Ahh" Kasih langsung meremas sprei saat tangan Arga melepaskan cengkeramannya.
Kedua tangannya terasa kebas karena terlalu lama terangkat di atas. Namun gejolak nafsu yang hampir memuncak di tubuhnya seolah meruntuhkan semua rasa yang lain.
Arga mulai melepas pakaiannya satu persatu hingga tel anj ang sepenuhnya. Masih dengan memandangi tubuh Kasih.
Kasih yang malu segera merapatkan kakinya namun Arga langsung menahannya. Bahkan semakin melebarkan kakinya.
Miliknya yang sudah mengacung tegak segera dia tempelkan ke milik Kasih. Sensasi geli dan sulit diartikan saat benda itu menggeseknya.
Kemudian Arga menarik tubuh Kasih agar duduk. Dia pun menurutinya.
"give your mouth, baby" suara berat Arga terasa mengintimidasinya.
"T_tapi.. Bagaimana?" jujur saja Kasih belum pernah melakukan hal ini dengan Felix sebelumnya.
"Lakukan seperti apa yang ku lakukan padamu. Masukkan, jilat ujungnya dan jangan kena gigi. Okay?" tangan Arga mencengkeram dagu Kasih cukup kuat hingga mulutnya refleks terbuka.
Arga yang sudah tak tahan segera menjejalkan miliknya ke dalam mulut Kasih meski gadis itu belum menyetujuinya.
Arga menggeram menikmati sensasi hangat rongga mulut Kasih. Bibir mungilnya seolah tak muat menelan miliknya.
Bulir air mata terus menetes membasahi pipinya. Kali ini Kasih harus benar-benar menguatkan hatinya. Rasa trauma yang masih menyelimutinya serta sakit hatinya kepada Felix terus bergelut.
"Aarrgghh.. Ya enak sekali baby, your body is totally mine" Arga tampak begitu menikmatinya sembari mencengkeram rambut Kasih dan menekan kepalanya semakin dalam.
Kasih sampai terbatuk dan hampir muntah karena mengenai tenggorokannya. Namun mendengar ucapan Arga membuat Kasih semakin terisak. Bahkan kini dia tak punya hak lagi akan tubuhnya. Nasib macam apa ini?
"Yes baby, teruslah menangis aku semakin menyukainya" ujar Arga dengan seringainya.
Puas bermain di mulut Kasih kini Arga langsung menarik tubuh Kasih agar mnung_ging. Dia langsung memasukinya dari belakang.
"AAAKKHH..."
"AAARRGGHHH.."
Mereka berdua sama-sama berteriak. Arga yang sudah bernafsu di ubun-ubun langsung memacu miliknya tak peduli dengan Kasih yang memekik kesakitan.
Dirinya sudah dikuasai emosi sebab teringat akan Felicia yang pasti juga tengah bergumul di kamar sebelahnya. Membayangkan betapa Felicia melakukannya dengan pria lain membuat Arga semakin memanas dan memacu tubuh Kasih lebih Keras.
Total sudah dua kali Kasih pelepasan namun Arga sekali saja belum. Bisa saja kali ini akan menjadi malam panjang untuk mereka berdua.
Suara isak tangis Kasih pun perlahan berubah menjadi racau.an. "Enakkan baby, sudah ku bilang milikku sangatlah enak" bisikan Arga di telinganya membuat Kasih semakin memanas.
.
Kasih tergolek lemas tak berdaya. Entah berapa lama mereka beradu, terkahir kali dia menoleh jam di dinding menunjukkan pukul 01.00 dini hari dan itupun Arga masih menggenj*tinya.
Tubuhnya sudah sangat remuk. Dia begitu enggan untuk bangun sehingga Arga membiarkan Kasih yang tergolek lemas di ranjang dengan posisi tengkurap. Selimut hanya menutupi setengah tubuhnya sehingga punggung putih mulus Kasih terekspos.
Arga memesan sarapan untuk diantar ke kamarnya. Tak lama kemudian suara ketukan di pintu menandakan sarapannya datang.
Dengan masih menggunakan Bathrobe Arga berjalan menuju pintu.
Yang membuatnya terkejut adalah pintu kamar depannya juga terbuka menampakkan Felicia yang juga keluar kamar saat itu. Wanita itu tampak memakai pakaian lengkap.
"Arga? Ucap Felicia yang terkejut mendapati Arga yang hanya mengenakan bathrobe.
Arga hanya diam menatapnya dan tersenyum miring.
"Tuan Arga, ini makanan pesanan anda" ucap pelayan hotel.
"Terimakasih. Tolong bawa ke dalam." ujar Arga sembari melebarkan pintunya.
Felicia langsung menangkap pemandangan di dalam kamar hotelnya yang menampilkan sosok wanita tengah tertidur tanpa pakaian. Hanya tertutupi sebagian tubuhnya dengan selimut.
Entah kenapa seketika hati Felicia terasa memanas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 130 Episodes
Comments
Nur Lizza
panas y peli begitu jg arga.
2023-09-13
0
Nuhume
kerennn arga🤣
2023-04-09
1