bab 3. angkat kaki

Kasih tak habis pikir dengan ucapan Felix yang ingin bercerai. Hanya karena salah satu gerainya terbakar dia langsung putus asa.

"Mas, kita bisa berusaha lagi. Masalah satu gerai terbakar akan diperbaiki perlahan" ujar kasih berusaha menenangkan Felix.

"bukan begitu Kasih, ada alasan lain yang membuatku ingin bercerai" Felix mencoba untuk menjelaskan.

"Apa coba?"

Sejenak Felix terdiam. Dia menghela nafasnya dengan berat.

"Karena kamu sudah tidur dengan pria lain. Kamu ingat kan perjanjian kita?" berat hati Felix harus mengatakan hal itu.

"Tapi mas.. Dia mele ceh kan ku. Aku bahkan tidak kenal siapa orang itu" Hati Kasih terasa sangat sakit saat Felix mengungkit hal itu.

" Aku tidak peduli. Pokoknya aku tidak bisa menerimamu lagi menjadi istriku" ujar Felix tegas.

"Mas.." lidah Kasih kelu, tenggorokannya terasa tercekat hingga tak mampu untuk berucap lagi.

Sementara Felix tak sekalipun berani menatap wajah Kasih. Baginya terlalu hina untuk mengatakan hal itu.

Namun Felix bisa apa? Dia tahu ayahnya akan menghalalkan segala cara untuk mewujudkan keinginannya.

Dan ancaman yang dibuat Bramantyo kali ini tidak main-main. Sehingga Felix harus merelakan Kasih agar tidak menjadi korban kekejian Bramantyo.

"Aku akan urus perceraian ini secepatnya. Jadi selama proses perceraian ini aku ijinkan kami tinggal di rumah ini sampai pengadilan memutuskan hasilnya." Nada bicara Felix tampak sangat berbeda.

Baru kali ini Kasih melihat Felix yang begitu dingin dan angkuh. Aura gelap menyelimutinya.

Entah ada angin apa hingga membuat Felix jadi berubah. Yang pasti saat ini perasaan Kasih sangat hancur.

...****************...

" Aku sudah mengajukan perceraian dengan Kasih ke pengadilan. Apa ayah puas sekarang?" dengan perasaan yang sangat dongkol Felix berbicara dengan ayahnya.

"Bagus Felix. Jika bisa kau percepat prosesnya" ujar Bramantyo santai.

"Ayah harus menepati janji. Jangan usik kehidupan Kasih setelah ini" ujar Felix.

"hmm.. Tergantung. Asal kamu menurut dengan ayah" ucap Bramantyo.

"Aku akan menuruti semua perkataan ayah" meski berat Felix harus melakukan itu. Dia tidak ingin wanita yang dicintainya harus menanggung beban karena dirinya.

Sementara Kasih kini hanya bisa pasrah menerima gugatan Felix. Mereka masih serumah namun tak lagi satu ranjang. Setiap hari Felix selalu pulang larut bahkan tidak pulang. Entah kemana pria itu perginya.

Bagaimana bisa pria itu berubah seratus delapan puluh derajat hanya dalam satu hari?

Dia juga teringat akan perjanjian pra nikah mereka. Dia pasrah jika Felix tak memberi harta sma sekali.

Namun yang membuatnya berat adalah alasan Felix yang seolah tak masuk akal.

Akhirnya dia sempat berpikir bahwa selama ini Felix hanya mempermainkan perasaannya. Cintanya tak benar-benar nyata.

Air mata terus mengalir meratapi apa yang dia hadapi. Hingga membuat matanya sembab.

Seminggu kemudian pengadilan mengabulkan perceraian mereka. Itu artinya Kasih harus angkat kaki dari rumah ini.

Entah kenapa keputusan itu berlangsung begitu cepat, mungkin saja Felix sengaja mempercepatnya.

Sementara Kasih mengemasi barang-barangnya ke dalam koper untuk dibawa pergi. Felix datang menghampirinya.

"Untuk apa kamu mengemasi barang-barang itu?" ujar Felix.

"Ini hanya pakaianku. Aku membawa tidak banyak. Lagi pula untuk apa kamu akan menyimpannya?" ujar Kasih.

"Kau lupa Kasih dalam perjanjian kita. Angkat kaki tanpa membawa apapun. Jadi cepat pergi jangan membawa apapun" ujar Felix sinis.

"Tapi Mas.." Kasih masih tak percaya dengan perubahan sikap Felix.

"CEPAT PERGI SEKARANG ATAU KU SERET SEKARANG JUGA?" Suara Felix langsung terdengar lantang.

Seketika Kasih langsung gemetar. Hatinya hancur berkeping-keping memaksakan kakinya yang gontai untuk melangkah keluar rumah ini. Rumah yang dibangun atas jerih payah mereka berdua.

"Baik mas. Jika itu maumu. Aku akan pergi. Semoga kamu bahagia setelah ini" Entah berapa banyak air mata yang telah keluar dari netra itu. Yang jelas saat ini Kasih tengah menelan kekecewaan yang sangat dalam.

Kasih terus melangkahkan kakinya keluar rumah tanpa membawa apapun. Kakinya terus dipaksa berjalan tak tau arah tujuan.

Tanpa membawa apapun selain pakaian yang melekat di tubuhnya. Bahkan ponsel pun Felix tak dibiarkan untuk dibawanya.

Pikiran Kasih saat ini adalah kembali ke rumah orang tua angkatnya. Namun Jarak ke rumah itu cukup jauh. Mungkinkah dia harus berjalan kaki?

Saat merogoh saku celananya dia merasakan sesuatu. Dia tarik benda itu dan beruntung sekali. Terdapat uang lima puluh ribu terselip dalam saku celananya.

Seolah mendapatkan sebuah rejeki yang sangat berharga. Kasih segera mencari angkutan umum untuk pergi ke rumah orang tuanya.

Di dalam angkot kasih memegang kuat-kuat uang itu karena hanya ini yang dia miliki saat ini.

Perjalanan memakan waktu kurang lebih setengah jam dan akhirnya dia sampai di kediaman orang tua angkatnya.

Dia menatap rumah yang dia tempati sejak kecil. Sejenak kasih teringat oleh ayah angkatnya yang begitu menyayanginya.

Namun saat dia duduk di bangku SMA ayahnya pergi meninggalkannya untuk selamanya.

Sekarang tinggal ibu angkatnya. Meski hubungan mereka kurang dekat namun Kasih berharap dia masih mau menerimanya.

Perlahan Kasih memasuki halaman rumah itu. Tampak pintu tertutup.

Kasih mencoba mengetuk pintu itu perlahan.

Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya membuka pintu tersebut.

"Kasih?" ucap wanita itu.

"Bu.." dengan berkaca-kaca Kasih memanggil wanita itu.

"Ngapain kamu kesini? Dengan siapa?" Wanita itu melihat-lihat sekitar mencari orang selain Kasih.

"Sendiri Bu, boleh Kasih menumpang nginap disini sementara?" tanya Kasih hati-hati.

"Menginap? Memangnya dimana suamimu?" tanya wanita itu lagi.

"Mas Felix menceraikan ku bu, tolong ijinkan aku menginap disini sementara waktu." ujar Kasih berkaca-kaca.

PLAKK...!!!!

Tamparan keras mendarat di pipi Kasih. Ini sudah bisa dia tebak. Ibu angkatnya memang sangat membencinya sejak dulu.

"Kau pikir ini panti asuhan? Enak saja menginap. Kau sudah menikah berarti kau tidak berhak atas tempat ini. Meskipun kau bilang cerai tetap saja kau tidak berhak" wanita itu dengan sinis mengusir Kasih.

Entah kemalangan apa yang terjadi padanya. Hidupnya bertubi-tubi harus mendapatkan kesialan.

Pertama diceraikan Felix dan sekarang diusir ibu angkatnya. Dengan putus asa akhirnya Kasih pergi meninggalkan rumah itu.

Ditangannya hanya memegang uang sebesar dua puluh ribu. Entah mau diapakan uang itu. Yang jelas pikirannya saat ini sedang buntu.

Langkahnya menyusuri tepi jalan diiringi dengan gerimis yang mulai turun. Kasih terus berjalan tak peduli akan air hujan yang semakin lama semakin deras.

Dia membiarkan tubuhnya basah oleh air hujan. Setidaknya orang lain tak akan mengetahui bahwa dirinya tengah menangis saat itu.

Membiarkan takdir membawa dirinya entah kemana. Perlahan kepalanya mulai terasa pusing. Jalanan mulai terlihat buram entah itu karena penglihatannya atau karena derasnya hujan.

BRRRUKKK....

Tubuh lunglai itu akhirnya terjatuh di pinggir jalan.

.

.

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

kasihn ny kasih smg ada orng baik yg nolong kasih😭😭😭😭

2023-09-13

0

Eosha_shi

Eosha_shi

astagaa kasihan😭😭

2023-04-16

0

վմղíα | HV💕

վմղíα | HV💕

jangan jangan kasih hamil.

2023-04-10

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Malam yang pahit
2 bab 2. Berat untuk mengungkapkan
3 bab 3. angkat kaki
4 bab 4. tak sadarkan diri
5 bab 5. Hamil
6 bab 6. Bertemu lagi
7 bab 7. Latar belakang
8 bab 8. Perjanjian Kontrak
9 bab 9. Sugar Baby
10 bab 10. rumah tangga Arga
11 Bab 11. Finally, i got you baby
12 Bab 12. perhatian
13 bab 13. masakan rumahan
14 Bab 14. pertemuan tak disangka.
15 Bab 15. Semakin memanas
16 Bab 16. Kakak laki-laki
17 Bab 17. curiga atau penasaran
18 Bab 18 pelukan hangat
19 Bab 19. kepergok Papa
20 Bab 20. Kemarahan Arga
21 Bab. 21 Bercerita
22 Bab. 22 Tak sanggup lagi
23 Bab. 23 pinjam bahumu sebentar
24 Bab 24. Kehangatan dan kenyamanan
25 Bab 25 Liburan
26 Bab 26 first club
27 Bab 27 Aku bersamamu
28 Bab 28 Sekedar afeksi
29 Bab 29 Cuek
30 Bab 30. Cemburu
31 Bab 31 Mengeraskan hati
32 Bab 32 Kemeja Arga
33 Bab 33 Berperang dalam hati
34 Bab 34 Iblis tampan
35 Bab 35 Takut kehilangan
36 Bab 36 Pacar?
37 Bab 37 Sabar untukmu
38 Bab 38 Hari pertama kerja
39 Bab 39 Tak terduga
40 Bab 40 Mau apa lagi?
41 Bab 41 berusaha tegar
42 Bab 42 Jangan buru-buru
43 Bab 43 Kasih diculik
44 Bab 44 Jangan ganggu
45 Bab 45 menebus rasa bersalah
46 Bab 46 foto bayi
47 Bab 47 pertemuan penuh haru
48 Bab 48 Bekerja lagi
49 Bab 49 Hangat pelukan ibu
50 Bab 50 Kedatangan Felicia
51 Bab 51 Makam orang tua
52 Bab 52 Pengakuan Alvin
53 Bab 53 Kebucinan Arga
54 Bab 54 Dinner yang kacau.
55 Bab 55 Talak
56 Bab 56 Dengarkan aku
57 Bab 57 Salah paham berujung kebencian
58 Bab 58 Saling merindukan sentuhan
59 Bab 59 Dari hati yang terdalam
60 Bab 60 Melindungimu
61 Bab 61 Pertikaian Arga dan Alvin
62 Bab 62 Serangan Felicia
63 63 Skandal
64 Bab 64 Penuh pengertian
65 Bab 65 Tentang masa depan
66 Bab 66 Kepergok
67 Bab 67 Malam yang indah
68 Bab 68 Spend time with you
69 Bab 69 memperjuangkannya
70 Bab 70 kejutan romantis
71 Bab 71 tingkah konyol
72 Bab 72 Hubungan diam-diam
73 Bab 73 kenangan lama
74 Bab 74 Restu
75 Bab 75 Terus Berusaha
76 Bab 76 Pria itu
77 Bab 77 Luka lama
78 Bab 78 Kenyataan besar
79 Bab 79 perasaan dari hati
80 Bab 80 senang dan sedih
81 Bab 81 pertengkaran
82 Bab 82 instrospeksi diri
83 Bab 83 pusat perhatian
84 Bab 84 menebus kesalahan
85 Bab 85 Berendam
86 Bab 86 hadapi saja
87 Bab 87 maaf dan berdamai
88 Bab 88 Curhatan Alvin
89 Bab 89 kesalahan Ratna
90 Bab 90 pertemuan pertama
91 Bab 91 Restu dari Papa
92 Bab 92 kedatangan nenek dan Laura
93 93 Akan aku perjuangkan.
94 Bab 94 Bersabarlah sedikit lagi
95 Bab 95 menguras kesabaran
96 Bab 96 Akhirnya terungkap
97 Bab 97 Bicara dengan Papa
98 Bab 98 Panggil Papa
99 Bab 99 Rahasiakan dulu
100 Bab 100 ungkapan hati
101 Bab 101 Papa Aryo
102 Bab 102 Nervous
103 Bab 103 Jebakan untuk Kasih
104 Bab 104 Tersadar
105 Bab 105 pernikahan yang gagal
106 Bab 106 Maafkan aku
107 Bab 107 secuil kebahagiaan
108 Bab 108 hari pernikahan
109 Bab 109 Janji suci pernikahan
110 Bab 110 gelisah
111 Bab 111 malam tak terduga
112 Bab 112 Alvin dan Ratna
113 Bab 113 Aku suaminya
114 Bab 114 penuh kejutan
115 Bab 115 akhirnya ketahuan
116 Bab 116 memberontak
117 Bab 117 penjelasan
118 Bab 118 janji suci
119 Bab 119 Perhatian pengantin baru
120 Bab 120 bertemu calon mertua (Nova)
121 Bab 121 resepsi pernikahan
122 Bab 122 kedatangan orang dari masa lalu
123 Bab 123 memaafkan
124 Bab 124 sebuah kejutan
125 Bab 125 kehidupan baru
126 Bab 126 Bali
127 Bab 127 Bali 2
128 Bab 128 hari yang ditunggu
129 129 kabar baik
130 INFO KARYA BARU
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1. Malam yang pahit
2
bab 2. Berat untuk mengungkapkan
3
bab 3. angkat kaki
4
bab 4. tak sadarkan diri
5
bab 5. Hamil
6
bab 6. Bertemu lagi
7
bab 7. Latar belakang
8
bab 8. Perjanjian Kontrak
9
bab 9. Sugar Baby
10
bab 10. rumah tangga Arga
11
Bab 11. Finally, i got you baby
12
Bab 12. perhatian
13
bab 13. masakan rumahan
14
Bab 14. pertemuan tak disangka.
15
Bab 15. Semakin memanas
16
Bab 16. Kakak laki-laki
17
Bab 17. curiga atau penasaran
18
Bab 18 pelukan hangat
19
Bab 19. kepergok Papa
20
Bab 20. Kemarahan Arga
21
Bab. 21 Bercerita
22
Bab. 22 Tak sanggup lagi
23
Bab. 23 pinjam bahumu sebentar
24
Bab 24. Kehangatan dan kenyamanan
25
Bab 25 Liburan
26
Bab 26 first club
27
Bab 27 Aku bersamamu
28
Bab 28 Sekedar afeksi
29
Bab 29 Cuek
30
Bab 30. Cemburu
31
Bab 31 Mengeraskan hati
32
Bab 32 Kemeja Arga
33
Bab 33 Berperang dalam hati
34
Bab 34 Iblis tampan
35
Bab 35 Takut kehilangan
36
Bab 36 Pacar?
37
Bab 37 Sabar untukmu
38
Bab 38 Hari pertama kerja
39
Bab 39 Tak terduga
40
Bab 40 Mau apa lagi?
41
Bab 41 berusaha tegar
42
Bab 42 Jangan buru-buru
43
Bab 43 Kasih diculik
44
Bab 44 Jangan ganggu
45
Bab 45 menebus rasa bersalah
46
Bab 46 foto bayi
47
Bab 47 pertemuan penuh haru
48
Bab 48 Bekerja lagi
49
Bab 49 Hangat pelukan ibu
50
Bab 50 Kedatangan Felicia
51
Bab 51 Makam orang tua
52
Bab 52 Pengakuan Alvin
53
Bab 53 Kebucinan Arga
54
Bab 54 Dinner yang kacau.
55
Bab 55 Talak
56
Bab 56 Dengarkan aku
57
Bab 57 Salah paham berujung kebencian
58
Bab 58 Saling merindukan sentuhan
59
Bab 59 Dari hati yang terdalam
60
Bab 60 Melindungimu
61
Bab 61 Pertikaian Arga dan Alvin
62
Bab 62 Serangan Felicia
63
63 Skandal
64
Bab 64 Penuh pengertian
65
Bab 65 Tentang masa depan
66
Bab 66 Kepergok
67
Bab 67 Malam yang indah
68
Bab 68 Spend time with you
69
Bab 69 memperjuangkannya
70
Bab 70 kejutan romantis
71
Bab 71 tingkah konyol
72
Bab 72 Hubungan diam-diam
73
Bab 73 kenangan lama
74
Bab 74 Restu
75
Bab 75 Terus Berusaha
76
Bab 76 Pria itu
77
Bab 77 Luka lama
78
Bab 78 Kenyataan besar
79
Bab 79 perasaan dari hati
80
Bab 80 senang dan sedih
81
Bab 81 pertengkaran
82
Bab 82 instrospeksi diri
83
Bab 83 pusat perhatian
84
Bab 84 menebus kesalahan
85
Bab 85 Berendam
86
Bab 86 hadapi saja
87
Bab 87 maaf dan berdamai
88
Bab 88 Curhatan Alvin
89
Bab 89 kesalahan Ratna
90
Bab 90 pertemuan pertama
91
Bab 91 Restu dari Papa
92
Bab 92 kedatangan nenek dan Laura
93
93 Akan aku perjuangkan.
94
Bab 94 Bersabarlah sedikit lagi
95
Bab 95 menguras kesabaran
96
Bab 96 Akhirnya terungkap
97
Bab 97 Bicara dengan Papa
98
Bab 98 Panggil Papa
99
Bab 99 Rahasiakan dulu
100
Bab 100 ungkapan hati
101
Bab 101 Papa Aryo
102
Bab 102 Nervous
103
Bab 103 Jebakan untuk Kasih
104
Bab 104 Tersadar
105
Bab 105 pernikahan yang gagal
106
Bab 106 Maafkan aku
107
Bab 107 secuil kebahagiaan
108
Bab 108 hari pernikahan
109
Bab 109 Janji suci pernikahan
110
Bab 110 gelisah
111
Bab 111 malam tak terduga
112
Bab 112 Alvin dan Ratna
113
Bab 113 Aku suaminya
114
Bab 114 penuh kejutan
115
Bab 115 akhirnya ketahuan
116
Bab 116 memberontak
117
Bab 117 penjelasan
118
Bab 118 janji suci
119
Bab 119 Perhatian pengantin baru
120
Bab 120 bertemu calon mertua (Nova)
121
Bab 121 resepsi pernikahan
122
Bab 122 kedatangan orang dari masa lalu
123
Bab 123 memaafkan
124
Bab 124 sebuah kejutan
125
Bab 125 kehidupan baru
126
Bab 126 Bali
127
Bab 127 Bali 2
128
Bab 128 hari yang ditunggu
129
129 kabar baik
130
INFO KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!