Chapter 20 -Need Dan Leon

Leon membeku di tempat ketika melihat Need berada di dekat Kevin yang berlumuran darah. Tatapannya tak teralihkan dari keadaan Kevin sekarang.

Kevin tidak juga bangun dari posisinya saat ini. Ia terus tengkurap dalam waktu yang lama. Hal ini membuat Leon berpikiran negatif.

Walaupun merasa takut ketika melihat kehadiran Need, namun ia tidak bisa membiarkan Kevin terus berada di dekat pemuda itu. Ia memberanikan diri dengan turun ke bawah. Pikirannya kacau. Ia tidak tahu harus melakukan apa sekarang. Jika ia bisa menjauhkan Kevin dari Need, lalu apa? Apa yang harus ia lakukan setelahnya?

Mungkin lebih tepatnya, apa yang harus ia lakukan jika Need malah tidak membiarkannya mendekati Kevin. Ia sangat ragu. Namun hatinya terus mengatakan agar menarik Kevin ke tempat lain.

Need tersenyum senang. Matanya berbinar ketika melihat kedatangan Leon. Namun ia tidak mengerti kenapa Leon terlihat takut. Bahkan dalam ingatannya, tak pernah ada ekspresi takut yang ditunjukkan Leon sedikit pun. Bahkan ketika ia hampir mati, dieksekusi dan hal lainnya, ia tidak pernah berekspresi seperti itu.

Melihat senyum dari Need, membuat Leon menghentikan langkahnya yang terasa begitu berat. Need pasti sedang menunggu saat saat ketika dia membunuh dirinya dengan kejam. Ia jadi semakin yakin, Need mengincarnya. Bahkan dia melibatkan orang orang yang dekat dengan nya hanya untuk memancing nya keluar.

"Sebenarnya.. apa yang kau inginkan dariku?"

Pertanyaan itu yang terlintas pertama kali dalam pikirannya. Untuk apa sampai melibatkan orang lain bila dirinya adalah tujuan dari Need?

Need berekspresi khawatir, "Apa kau tidak mengingatku?"

"Aku mengingatmu. Kau adalah orang yang membunuh makhluk bertanduk itu di depanku."

Jawaban dari Leon mengejutkan Need. Ia tidak menyangka Leon akan memberikan jawaban seperti itu. Terlebih lagi, kenapa ia yang disalahkan atas matinya iblis tingkat rendah yang ia bawa saat itu? Padahal Leon sendiri yang memakan jantungnya tanpa ragu. Namun sekarang mengapa ia yang dicap sebagai pelaku?

Apa yang ditanyakan Leon pertama kali sekarang pun, sepertinya membuktikan firasat buruknya.

"Kau.. hilang ingatan?" tanya Need dengan tidak percaya.

Leon termundur beberapa langkah. Ia tidak pernah mengatakan hilang ingatan kecuali pada orang orang yang dekat dengannya. Namun Need mengetahui hal itu. Apa Need tahu sesuatu tentangnya dan memiliki kaitan dengan dirinya? Tapi bagaimana mungkin? Need adalah pembunuh. Ia tidak mungkin berhubungan dengan pembunuh. Namun tidak ada salahnya untuk bertanya.

"Apa.. kau tahu sesuatu tentangku?"

Need memegangi kepalanya ketika pertanyaan itu muncul dari mulut Leon. Berarti benar dugaannya. Pantas saja selama ini Leon terus menghindar dan gelisah saat melihat dirinya.

"Gawat.. jika seperti ini gawat.. kau tidak akan bisa melawan mereka dengan keadaan seperti sekarang. Tapi aku tidak bisa membantu secara terang terangan dengan melawan mereka. Apa yang harus kita lakukan?" Ucap Need dengan gelisah.

Mendengar kata 'mereka' membuat Leon bertanya tanya dalam hatinya. Ia tidak mengerti siapa yang dimaksud, namun sepertinya mereka tidak baik.

Setelah beberapa saat berpikir, Need memiliki satu solusi. Namun ia tidak yakin dengan cara melakukannya, "Kita harus mengembalikan ingatanmu sebelum mereka menemukanmu. Jika tidak, kau akan mendapatkan masalah."

"Jangan bermain main denganku. Aku tidak mengerti apa yang kau katakan, tapi jangan mengarangnya," ucap Leon dengan ekspresi mengancam.

"Akan kuperkenalkan diriku satu kali lagi padamu," Need jongkok dengan salah satu lutut menyentuh lantai. Tangan kanannya menyentuh dada kirinya. Ia berekspresi serius.

"Saya adalah Need, tangan kanan Yang Mulia Stev. Salam kenal, Yang Mulia Leon."

Leon tertegun ketika mendengar kata kata dan sikap Need yang berubah. Dia tidak terlihat seperti pembunuh sekarang. Ia lebih seperti orang yang memimpin banyak pasukan. Wibawanya pun menguar sampai membuatnya sedikit takjub.

"Aku tidak tahu harus percaya padamu atau tidak, tapi kau sudah menyakiti orang terdekatku," Leon berjalan ke dapur, meninggalkan Need yang masih dalam posisi sama. Ia akan membawa kotak obat untuk Kevin. Dia yakin pemuda itu tidak mati. Dia tidak mungkin mati.

Setelah Leon kembali dari dapur untuk membawa kotak obat, Need kembali berdiri dengan tegak. Walau sedikit ragu ragu, Leon memberanikan diri untuk mendekati Kevin. Ia membalikkan tubuhnya hingga wajah pemuda itu menghadap ke atas. Ia mengecek detak jantung dan nafasnya. Semua masih berjalan, namun nafasnya sedikit tidak beraturan. Kevin pun sepertinya dalam keadaan pingsan.

Mungkin itu wajar, karena Kevin terkena pecahan kaca di seluruh tubuhnya. Tidak sampai mati, merupakan keberuntungan yang besar.

Tanpa ragu Leon mulai mengobati luka luka di tubuh Kevin. Ia juga mengambil pecahan kaca yang masih tertempel dengan hati hati agar tidak melebarkan lukanya. Sebenarnya ia masih waspada dengan keberadaan Need. Namun ia harus segera mengobati Kevin agar dia tidak kehabisan darah.

Melihat cara Rafa yang mengobati Kevin saat itu, membuatnya bisa mengobati pemuda itu. Ia juga masih ingat dengan jelas urutan penggunaan tiap obat. Ia melakukan semuanya sesuai dengan apa yang diingat.

"Manusia adalah makhluk yang sangat rapuh. Mereka mudah terluka dan mudah mati. Mereka juga tidak memiliki umur yang panjang. Kenapa kau sampai mau menolong manusia ini?" tanya Need.

"Aku tidak memiliki alasan apapun untuk menolongnya. Namun yang pasti, dia pernah menolongku sampai terluka. Lalu dia terluka seperti ini pasti karena diriku," ucap Leon.

"Kenapa kau menyalahkan diri sendiri?!" Need merasa tidak mengerti dengan pikiran Leon sekarang. Dia benar benar berbeda dengan Leon yang dikenalnya dulu.

"Kau.. kemari.. mungkin karena mengincarku. Lalu dalam hal itu, kau sampai melukai dia. Jadi aku yang harus bertanggung jawab," balas Leon sambil terus mengobati.

"Tidak, tunggu.. itu bukan karena sengaja. Aku tidak berniat melukainya. Tapi dia terus mencoba untuk memukulku, jadi tanpa sengaja aku malah membanting tubuhnya ke meja," jelas Need.

Penjelasan Need tidak membuat Leon benar benar tenang. Karena Need tidak menjelaskan urusan nya dengan dirinya.

"Sepertinya kita harus mengembalikan ingatanmu segera dengan cara apapun," ucap Need.

"Kenapa kau ingin melakukannya? Apa hubunganmu denganku? Apa seorang pembunuh yang mengincar mangsanya dengan berpura pura ingin membantu?" ucap Leon dengan sinis.

"Hah..?! Tentu saja tidak! Apa yang kau katakan? Aku hanya ingin mengembalikan ingatanmu, agar kau mengingat siapa aku dan bisa menghadapi mereka. Jika mereka berhasil menangkapmu dan membawamu ke dunia iblis, maka hukuman akan segera ditentukan kepadamu. Aku tidak ingin itu terjadi.

Apalagi, aku merasa kejadian ini terlalu aneh. Jika tangan kanan mu yang melakukan kesalahan, lalu kenapa harus kau yang menanggung banyak hukuman hanya karena menyembunyikan fakta bahwa tangan kanan mu itu sudah berhubungan dengan manusia?

Mereka memang akan tetap memberinya hukuman mati, namun kenapa kau harus terkena hal seperti itu juga?" ucap Need dengan mata berkaca.

"Aku tidak ingin itu terjadi," lanjut Need.

Leon terdiam mendengar ucapan Need. Pemuda itu adalah pembunuh yang mengincarnya, lalu kenapa dia ingin repot repot menolognya?

Episodes
1 Chapter 01 -Awal dari segalanya
2 Chapter 02 -Es Krim
3 Chapter 03 -Nevan
4 Chapter 04 -Raja Iblis
5 Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6 Chapter 06 -Berita
7 Chapter 07 -Lawan Pertama
8 Chapter 08 -Kematian Sementara
9 Chapter 09 -Sadar
10 Chapter 10 -Pasar Malam
11 Chapter 11 -Pasar Malam 2
12 Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13 Chapter 13 -2 Sifat
14 Chapter 14 -Pulang
15 Chapter 15 -Sakit
16 Chapter 16 -Pria Asing
17 Chapter 17 -Need
18 Chapter 18 -Need 2
19 Chapter 19 -Kedatangan
20 Chapter 20 -Need Dan Leon
21 Chapter 21 -Kepingan Informasi
22 Chapter 22 -Tidak Percaya
23 Chapter 23 -Ketidaktahuan
24 Chapter 24 -Teddy
25 Chapter 25 -Berbeda
26 Chapter 26 -Kevin Mati
27 Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28 Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29 Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30 Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31 Chapter 31 -Usir Leon?
32 Chapter 32 -Bertengkar
33 Chapter 33 -Permintaan
34 Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35 Chapter 35 -Bertarung Lagi
36 Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37 Chapter 37 -Bunuh Diri
38 Chapter 38 -Ash
39 Chapter 39 -Cemas
40 Chapter 40 -Permintaan Maaf
41 Chapter 41 -Perpisahan
42 Chapter 42 -Masing Masing
43 Chapter 43 -Melawan Belle
44 Chapter 44 -Belle Mati
45 Chapter 45 -Ingatan Kembali
46 Chapter 46 -Kematian Diva
47 Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48 Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49 Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50 Chapter 50 -Sudut Pandang
51 Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52 Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53 Chapter 53 -Menyusup
54 Chapter 54 -Ketahuan
55 Chapter 55 -Bertemu Iblis
56 Chapter 56 -Membunuh Iblis
57 Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58 Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59 Chapter 59 -Need
60 Chapter 60 -Menuju Akhir
61 Chapter 61 -Menuju Akhir II
62 Chapter 62 -Leon Mati
63 Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64 Chapter 64 -Reinkarnasi
65 Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66 Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67 Chapter 67 -Ketiga
68 Chapter 68 -Terciptanya Need
69 Chapter 69 -POV Selesai
70 Chapter 70 -Berbaikan
71 Chapter 71 -Kebenaran
72 Chapter 72 -Kemungkinan
73 Chapter 73 -Kisah Teddy
74 Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75 Chapter 75 -Memohon
76 Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77 Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78 Chapter 78 -Kabar Kematian
79 Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80 Chapter 80 -Menyembuhkan
81 Chapter 81 -Kendala
82 Chapter 82 -Tekad
83 Chapter 83 -Nevan
84 Chapter 84 -Kite
85 Chapter 85 -Mayat Hidup
86 Chapter 86 -Mayat Hidup II
87 Chapter 87 -Bertemu Kembali
88 Chapter 88 -Flynn
89 Chapter 89 -Kekacauan
90 Chapter 90 -Mayat Hidup III
91 Chapter 91 -Kite II
92 Chapter 92 -Need Dan Leon II
93 Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94 Chapter 94 -Leon
95 Chapter 95 -Serangan
96 Chapter 96 -Tidak Terima
97 Chapter 97 -Hidup Kembali
98 Chapter 98 -Bercanda
99 Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100 Chapter 100 -Pendapat
101 Chapter 101 -Menjadi Umpan
102 Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103 Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104 Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105 Chapter 105 -Hidup Lagi
106 Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107 Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108 Chapter 108 -Ken Pergi
109 Chapter 109 -Flashback
110 Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111 Chapter 111 -Mencari Makan
112 Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113 Chapter 113 -Ken
114 Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115 Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116 Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117 Chapter 117 -Ray
118 Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119 Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120 Chapter 120 -Michael
121 Chapter 121 -Michael II
122 Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123 Chapter 123 -Menyalahkan
124 Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125 Chapter 125 -POV Ken
126 Chapter 126 -Kite Dan Michael
127 Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128 Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129 Chapter 129 -Oliver
130 Chapter 130 -Oliver II
131 Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132 Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133 Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134 Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135 Chapter 135 -Rafa?
136 Chapter 136 -Identitas Ken
137 Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138 Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139 Chapter 139 -Teddy II
140 Chapter 140 -Axelle
141 Chapter 141 -Axelle II
142 Chapter 142 -Kekejaman Michael
143 Chapter 143 -Leon II
144 Chapter 144 -Kenapa?
145 Chapter 145 -The End
146 Last
Episodes

Updated 146 Episodes

1
Chapter 01 -Awal dari segalanya
2
Chapter 02 -Es Krim
3
Chapter 03 -Nevan
4
Chapter 04 -Raja Iblis
5
Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6
Chapter 06 -Berita
7
Chapter 07 -Lawan Pertama
8
Chapter 08 -Kematian Sementara
9
Chapter 09 -Sadar
10
Chapter 10 -Pasar Malam
11
Chapter 11 -Pasar Malam 2
12
Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13
Chapter 13 -2 Sifat
14
Chapter 14 -Pulang
15
Chapter 15 -Sakit
16
Chapter 16 -Pria Asing
17
Chapter 17 -Need
18
Chapter 18 -Need 2
19
Chapter 19 -Kedatangan
20
Chapter 20 -Need Dan Leon
21
Chapter 21 -Kepingan Informasi
22
Chapter 22 -Tidak Percaya
23
Chapter 23 -Ketidaktahuan
24
Chapter 24 -Teddy
25
Chapter 25 -Berbeda
26
Chapter 26 -Kevin Mati
27
Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28
Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29
Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30
Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31
Chapter 31 -Usir Leon?
32
Chapter 32 -Bertengkar
33
Chapter 33 -Permintaan
34
Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35
Chapter 35 -Bertarung Lagi
36
Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37
Chapter 37 -Bunuh Diri
38
Chapter 38 -Ash
39
Chapter 39 -Cemas
40
Chapter 40 -Permintaan Maaf
41
Chapter 41 -Perpisahan
42
Chapter 42 -Masing Masing
43
Chapter 43 -Melawan Belle
44
Chapter 44 -Belle Mati
45
Chapter 45 -Ingatan Kembali
46
Chapter 46 -Kematian Diva
47
Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48
Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49
Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50
Chapter 50 -Sudut Pandang
51
Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52
Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53
Chapter 53 -Menyusup
54
Chapter 54 -Ketahuan
55
Chapter 55 -Bertemu Iblis
56
Chapter 56 -Membunuh Iblis
57
Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58
Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59
Chapter 59 -Need
60
Chapter 60 -Menuju Akhir
61
Chapter 61 -Menuju Akhir II
62
Chapter 62 -Leon Mati
63
Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64
Chapter 64 -Reinkarnasi
65
Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66
Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67
Chapter 67 -Ketiga
68
Chapter 68 -Terciptanya Need
69
Chapter 69 -POV Selesai
70
Chapter 70 -Berbaikan
71
Chapter 71 -Kebenaran
72
Chapter 72 -Kemungkinan
73
Chapter 73 -Kisah Teddy
74
Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75
Chapter 75 -Memohon
76
Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77
Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78
Chapter 78 -Kabar Kematian
79
Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80
Chapter 80 -Menyembuhkan
81
Chapter 81 -Kendala
82
Chapter 82 -Tekad
83
Chapter 83 -Nevan
84
Chapter 84 -Kite
85
Chapter 85 -Mayat Hidup
86
Chapter 86 -Mayat Hidup II
87
Chapter 87 -Bertemu Kembali
88
Chapter 88 -Flynn
89
Chapter 89 -Kekacauan
90
Chapter 90 -Mayat Hidup III
91
Chapter 91 -Kite II
92
Chapter 92 -Need Dan Leon II
93
Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94
Chapter 94 -Leon
95
Chapter 95 -Serangan
96
Chapter 96 -Tidak Terima
97
Chapter 97 -Hidup Kembali
98
Chapter 98 -Bercanda
99
Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100
Chapter 100 -Pendapat
101
Chapter 101 -Menjadi Umpan
102
Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103
Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104
Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105
Chapter 105 -Hidup Lagi
106
Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107
Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108
Chapter 108 -Ken Pergi
109
Chapter 109 -Flashback
110
Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111
Chapter 111 -Mencari Makan
112
Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113
Chapter 113 -Ken
114
Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115
Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116
Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117
Chapter 117 -Ray
118
Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119
Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120
Chapter 120 -Michael
121
Chapter 121 -Michael II
122
Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123
Chapter 123 -Menyalahkan
124
Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125
Chapter 125 -POV Ken
126
Chapter 126 -Kite Dan Michael
127
Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128
Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129
Chapter 129 -Oliver
130
Chapter 130 -Oliver II
131
Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132
Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133
Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134
Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135
Chapter 135 -Rafa?
136
Chapter 136 -Identitas Ken
137
Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138
Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139
Chapter 139 -Teddy II
140
Chapter 140 -Axelle
141
Chapter 141 -Axelle II
142
Chapter 142 -Kekejaman Michael
143
Chapter 143 -Leon II
144
Chapter 144 -Kenapa?
145
Chapter 145 -The End
146
Last

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!