Chapter 16 -Pria Asing

Leon membuka matanya di tengah malam. Ia merasa sangat tidak enak badan sampai terbangun. Ia melirik Rafa yang tertidur di tepi kasur. Ketika ia bangun, sebuah kain jatuh dari atas kepalanya. Ia menatapnya sejenak dan menyimpannya di atas meja.

Leon turun dari kasur dengan perlahan agar tidak membangunkan Rafa. Sesekali matanya terus melirik Rafa untuk memastikan pemuda itu masih tertidur. Setelah yakin, ia dengan perlahan membuka pintu.

Krieett

"Em.."

Leon membeku di tempat saat Rafa bergumam. Beberapa saat kemudian, pemuda itu kembali tenang dalam tidurnya. Leon pun menutup pintu dengan hati hati.

Ia pergi keluar rumah sambil terus memegangi kepalanya. Kepalanya begitu pusing. Tubuhnya terasa panas. Ia tidak bisa terus berada di dalam sana dan memilih untuk pergi keluar diam diam.

Jalanan begitu sepi karena kini tengah malam. Hanya ada dirinya seorang di tempat yang hanya disinari oleh lampu jalan ini.

Leon menyandarkan tubuhnya ke salah satu pagar rumah dan terduduk di sana. Angin bertiup dengan dingin, namun itu tidak bisa menghilangkan rasa panas di tubuhnya.

Seorang pria berjalan dengan oleng. Tercium bau alkohol dari tubuhnya. Wajahnya pun nampak merah. Di sepanjang jalan, ia terus marah marah tidak jelas.

Saat sedang berjalan, tanpa sengaja kakinya menyandung kaki Leon hingga dirinya hampir terjatuh. Ia melihat kaki kecil itu dan pandangannya naik hingga melihat wajahnya. Ekspresinya bertambah kesal.

"Hei, taruh kakimu dengan benar! Aku hampir hik.. saja terjatuh gara gara kau! Apa kau tidak memiliki mata?! Hik.. ada orang yang lewat di depanmu! Seharusnya kau menyingkirkan kaki itu! Hik.."

Pria itu berkata sambil cecegukan. Cara berdirinya saja sudah tidak benar. Emosinya pun tidak stabil. Lalu ketika ia tidak juga mendengar balasan Leon, ia semakin marah. Kakinya langsung menendang kaki bocah itu, "Dasar sampah! Kau tidak bisa bicara ya?! Apa kau bisu?!"

Leon mengangkat kepalanya yang tertunduk. Matanya berkilat merah gelap dengan tatapan tajam yang diarahkan pada pejalan kaki itu. Bagaikan predator yang menatap mangsanya, mungkin seperti itulah Leon bisa dikatakan sekarang.

"Hii..," pejalan kaki itu memundurkan langkahnya ketika Leon menatap dengan tajam. Ia menelan ludahnya. Walaupun ia tidak sadar saat ini, sepertinya masih ada perasaan takut dalam dirinya.

Leon perlahan berdiri dan mendekati pejalan kaki itu. Namun pejalan kaki itu malah mundur dan menjauh darinya.

Entah mengapa pria itu terlihat begitu lezat dalam pandangannya. Ia ingin merobek tubuhnya hingga menjadi potongan potongan kecil dan memakannya. Darahnya yang mengalir dari potongan daging, bagai madu yang memberikan tambahan rasa pada hidangan utama. Memikirkan itu saja sudah meningkatkan selera makannya.

Kukunya memanjang seolah siap untuk merobek tubuhnya. Ia pun mengayunkan tangannya pada pria itu hingga melukai lengannya.

Tess Tess

Darah menetes dari luka kecil itu. Pejalan kaki ketakutan setengah mati melihat apa yang dilakukan Leon padanya, "Hiii.. j-jangan, tolong maafkan ucapanku tadi!" ia berusaha untuk menjauh dari Leon.

Ia ingin berlari. Namun, saat dirinya membalikkan badan dan hendak berlari, Leon melompat dan langsung mencakar punggungnya dengan cukup dalam. Ia berteriak kesakitan dan terjatuh dengan lutut yang lebih dahulu menghantam tanah, "T-tolong..!! Tolong aku..!! TOLONG!!"

Tidak ada seorang pun yang mendengar suara teriakannya. Jalan pun sepi tanpa ada yang melintas. Padahal ada beberapa rumah di sini, namun tidak ada yang mendengar suara permintaan tolong dan datang untuk menolongnya.

Tetapi, ia tidak menyerah begitu saja. Ia membalikkan badannya dan berusaha menendang tubuh Leon, namun usahanya hanya sia sia. Kakinya dicengkram kuat oleh Leon dan ditusuk dengan kukunya yang tajam itu, "Aaakhhh.." ia menggeram kesakitan saat kuku panjang itu menembus kulitnya. Bahkan terasa mengenai tulang di dalamnya.

"T-tolong.. siapapun tolong aku..!! Bocah gila, lepaskan kakiku!" ia berusaha untuk memberontak dan menendang nendang tangan Leon yang mencengkram kakinya. Tetapi, anak itu langsung menarik tubuhnya dan melemparnya hingga menghantam tanah dengan keras.

Bruukk

"Aakhh.. k-kakiku.. Kakiku.."

Pejalan kaki itu tidak bisa menggerakkan kaki kanannya yang sudah dicengkram Leon. Bahkan saat ini kulitnya mengelupas dan menunjukkan daging hingga tulang di kakinya. Ia menatap Leon yang mendekat padanya. Ia benar benar takut. Sekarang dirinya menyesal karena sudah mengganggunya.

Saat Leon akan menusuk leher pria itu dengan tangannya, pergelangan tangannya segera ditahan oleh seseorang. Pada saat itu terjadi, pejalan kaki sudah pingsan saking ketakutannya.

Leon menggeram. Ia menatap orang yang sudah mengganggunya. Seorang pria dengan mata hitam yang begitu gelap menatapnya dengan datar. Hal yang paling mencolok darinya adalah sebuah tanda lahir di pelipis kirinya yang cukup besar.

"Hentikan ini, dasar iblis."

Leon melepaskan tangannya dengan paksa dan melompat mundur. Ia menatap pria itu dengan waspada. Ia bisa merasakan aura yang dimilikinya cukup kuat.

Pria itu memegang sebuah tombak di tangannya. Ia menatap Leon dengan tajam Untung saja dirinya tak sengaja lewat ke tempat ini. Jika tidak, mungkin nyawa pejalan kaki itu sudah tamat.

"Maaf saja mengganggu waktumu. Tapi aku tidak akan membiarkanmu memangsa manusia," pria itu menyerang Leon dengan tombaknya.

Kini Leon harus bertarung melawan pria asing itu. Ia tidak sadar dengan apa yang dilakukannya, namun ia terus bergerak dengan instingnya.

Setiap ayunan tombak yang dilakukan pria itu memberikan tekanan angin yang besar, sehingga terkena sekitar tombaknya saja sudah dianggap serangan yang bisa membuat musuh terpental.

Seperti yang terjadi pada Leon sekarang. Ia terpental hingga menghantam tanah cukup keras. Seolah tidak merasakan sakit, Leon kembali berdiri dan menyerang pria itu.

Tombak beradu dengan kuku tajam Leon terus menerus. Gerakan mereka cepat hingga cukup sulit diikuti oleh mata.

Setelah cukup lama beradu serangan, akhirnya Leon berhasil menggoreskan luka yang dalam pada kaki pria itu. Darah kembali mengotori tangannya.

"Huh, ternyata kau boleh juga. Aku harus segera menyingkirkanmu agar tidak ada orang lain yang menjadi korban," ucap pria itu sambil memutar tombaknya.

Whuuss Whuuss Whuus

Setelah tombaknya berhenti ia putar, tombak itu berubah menjadi sebuah busur. Pria itu menarik tali busur dan menciptakan sebuah panah yang terlihat seperti cahaya dengan warna biru.

Leon tidak gentar sama sekali. Ia berlari secara zigzag mendekati musuhnya.

Whuss Whuuss

Berkali kali pria itu menembakkan panah pada Leon. Cukup sulit karena anak itu terus bergerak tidak tentu arah sambil mendekatinya. Namun, bukan berarti ia tidak bisa mengenainya. Ia menghentikan tembakannya dan hal itu membuat Leon berpikir bila ia sudah kehabisan panah.

Saat Leon melompat ke arahnya sambil memperlihatkan cakar tajam itu, dirinya tersenyum dan langsung menembakkan panah itu hingga tepat mengenai perutnya. Pada saat itu juga, panah nya langsung memudar.

Leon merasa kesakitan saat panah menembus tubuhnya. Namun, ia tidak menghentikan serangannya. Disaat saat itu, ia langsung mencakar leher musuhnya hingga membuat luka padanya.

"Ugh..," pria itu kesakitan. Ia memegangi lehernya yang terluka dengan tangan kiri. Ia sudah memperhitungkan serangan jarak dekat yang akan dilakukan iblis itu. Namun ia tidak menyangka dirinya tidak bisa menghindarinya.

Leon mendaratkan kedua kaki dan tangannya di tanah. Ia pun langsung memegangi perutnya yang terluka akibat tusukan itu.

"Aku tidak boleh melewatkan kesempatan ini," gumam pria itu. Walaupun lehernya terasa begitu sakit, tetapi melihat peluang membunuh iblis ada di depannya, membuatnya tidak mau melewatkan hal itu. Ia menahan rasa sakit di lehernya sambil memunculkan panah pada busur.

Whuuss

Saat panah diluncurkan ke tempat Leon berada, Leon tiba tiba menghilang begitu saja. Panah pun menancap di tanah dan perlahan memudar.

Pria itu terkejut. Dirinya langsung melihat sekitar dengan waspada. Namun, Leon tidak juga menunjukkan dirinya dan dia benar benar menghilang, "Ck, sepertinya aku kehilangan kesempatan membunuh iblis. Dia kabur dengan sangat cepat."

Episodes
1 Chapter 01 -Awal dari segalanya
2 Chapter 02 -Es Krim
3 Chapter 03 -Nevan
4 Chapter 04 -Raja Iblis
5 Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6 Chapter 06 -Berita
7 Chapter 07 -Lawan Pertama
8 Chapter 08 -Kematian Sementara
9 Chapter 09 -Sadar
10 Chapter 10 -Pasar Malam
11 Chapter 11 -Pasar Malam 2
12 Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13 Chapter 13 -2 Sifat
14 Chapter 14 -Pulang
15 Chapter 15 -Sakit
16 Chapter 16 -Pria Asing
17 Chapter 17 -Need
18 Chapter 18 -Need 2
19 Chapter 19 -Kedatangan
20 Chapter 20 -Need Dan Leon
21 Chapter 21 -Kepingan Informasi
22 Chapter 22 -Tidak Percaya
23 Chapter 23 -Ketidaktahuan
24 Chapter 24 -Teddy
25 Chapter 25 -Berbeda
26 Chapter 26 -Kevin Mati
27 Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28 Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29 Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30 Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31 Chapter 31 -Usir Leon?
32 Chapter 32 -Bertengkar
33 Chapter 33 -Permintaan
34 Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35 Chapter 35 -Bertarung Lagi
36 Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37 Chapter 37 -Bunuh Diri
38 Chapter 38 -Ash
39 Chapter 39 -Cemas
40 Chapter 40 -Permintaan Maaf
41 Chapter 41 -Perpisahan
42 Chapter 42 -Masing Masing
43 Chapter 43 -Melawan Belle
44 Chapter 44 -Belle Mati
45 Chapter 45 -Ingatan Kembali
46 Chapter 46 -Kematian Diva
47 Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48 Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49 Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50 Chapter 50 -Sudut Pandang
51 Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52 Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53 Chapter 53 -Menyusup
54 Chapter 54 -Ketahuan
55 Chapter 55 -Bertemu Iblis
56 Chapter 56 -Membunuh Iblis
57 Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58 Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59 Chapter 59 -Need
60 Chapter 60 -Menuju Akhir
61 Chapter 61 -Menuju Akhir II
62 Chapter 62 -Leon Mati
63 Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64 Chapter 64 -Reinkarnasi
65 Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66 Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67 Chapter 67 -Ketiga
68 Chapter 68 -Terciptanya Need
69 Chapter 69 -POV Selesai
70 Chapter 70 -Berbaikan
71 Chapter 71 -Kebenaran
72 Chapter 72 -Kemungkinan
73 Chapter 73 -Kisah Teddy
74 Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75 Chapter 75 -Memohon
76 Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77 Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78 Chapter 78 -Kabar Kematian
79 Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80 Chapter 80 -Menyembuhkan
81 Chapter 81 -Kendala
82 Chapter 82 -Tekad
83 Chapter 83 -Nevan
84 Chapter 84 -Kite
85 Chapter 85 -Mayat Hidup
86 Chapter 86 -Mayat Hidup II
87 Chapter 87 -Bertemu Kembali
88 Chapter 88 -Flynn
89 Chapter 89 -Kekacauan
90 Chapter 90 -Mayat Hidup III
91 Chapter 91 -Kite II
92 Chapter 92 -Need Dan Leon II
93 Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94 Chapter 94 -Leon
95 Chapter 95 -Serangan
96 Chapter 96 -Tidak Terima
97 Chapter 97 -Hidup Kembali
98 Chapter 98 -Bercanda
99 Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100 Chapter 100 -Pendapat
101 Chapter 101 -Menjadi Umpan
102 Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103 Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104 Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105 Chapter 105 -Hidup Lagi
106 Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107 Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108 Chapter 108 -Ken Pergi
109 Chapter 109 -Flashback
110 Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111 Chapter 111 -Mencari Makan
112 Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113 Chapter 113 -Ken
114 Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115 Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116 Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117 Chapter 117 -Ray
118 Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119 Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120 Chapter 120 -Michael
121 Chapter 121 -Michael II
122 Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123 Chapter 123 -Menyalahkan
124 Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125 Chapter 125 -POV Ken
126 Chapter 126 -Kite Dan Michael
127 Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128 Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129 Chapter 129 -Oliver
130 Chapter 130 -Oliver II
131 Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132 Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133 Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134 Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135 Chapter 135 -Rafa?
136 Chapter 136 -Identitas Ken
137 Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138 Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139 Chapter 139 -Teddy II
140 Chapter 140 -Axelle
141 Chapter 141 -Axelle II
142 Chapter 142 -Kekejaman Michael
143 Chapter 143 -Leon II
144 Chapter 144 -Kenapa?
145 Chapter 145 -The End
146 Last
Episodes

Updated 146 Episodes

1
Chapter 01 -Awal dari segalanya
2
Chapter 02 -Es Krim
3
Chapter 03 -Nevan
4
Chapter 04 -Raja Iblis
5
Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6
Chapter 06 -Berita
7
Chapter 07 -Lawan Pertama
8
Chapter 08 -Kematian Sementara
9
Chapter 09 -Sadar
10
Chapter 10 -Pasar Malam
11
Chapter 11 -Pasar Malam 2
12
Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13
Chapter 13 -2 Sifat
14
Chapter 14 -Pulang
15
Chapter 15 -Sakit
16
Chapter 16 -Pria Asing
17
Chapter 17 -Need
18
Chapter 18 -Need 2
19
Chapter 19 -Kedatangan
20
Chapter 20 -Need Dan Leon
21
Chapter 21 -Kepingan Informasi
22
Chapter 22 -Tidak Percaya
23
Chapter 23 -Ketidaktahuan
24
Chapter 24 -Teddy
25
Chapter 25 -Berbeda
26
Chapter 26 -Kevin Mati
27
Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28
Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29
Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30
Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31
Chapter 31 -Usir Leon?
32
Chapter 32 -Bertengkar
33
Chapter 33 -Permintaan
34
Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35
Chapter 35 -Bertarung Lagi
36
Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37
Chapter 37 -Bunuh Diri
38
Chapter 38 -Ash
39
Chapter 39 -Cemas
40
Chapter 40 -Permintaan Maaf
41
Chapter 41 -Perpisahan
42
Chapter 42 -Masing Masing
43
Chapter 43 -Melawan Belle
44
Chapter 44 -Belle Mati
45
Chapter 45 -Ingatan Kembali
46
Chapter 46 -Kematian Diva
47
Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48
Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49
Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50
Chapter 50 -Sudut Pandang
51
Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52
Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53
Chapter 53 -Menyusup
54
Chapter 54 -Ketahuan
55
Chapter 55 -Bertemu Iblis
56
Chapter 56 -Membunuh Iblis
57
Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58
Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59
Chapter 59 -Need
60
Chapter 60 -Menuju Akhir
61
Chapter 61 -Menuju Akhir II
62
Chapter 62 -Leon Mati
63
Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64
Chapter 64 -Reinkarnasi
65
Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66
Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67
Chapter 67 -Ketiga
68
Chapter 68 -Terciptanya Need
69
Chapter 69 -POV Selesai
70
Chapter 70 -Berbaikan
71
Chapter 71 -Kebenaran
72
Chapter 72 -Kemungkinan
73
Chapter 73 -Kisah Teddy
74
Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75
Chapter 75 -Memohon
76
Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77
Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78
Chapter 78 -Kabar Kematian
79
Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80
Chapter 80 -Menyembuhkan
81
Chapter 81 -Kendala
82
Chapter 82 -Tekad
83
Chapter 83 -Nevan
84
Chapter 84 -Kite
85
Chapter 85 -Mayat Hidup
86
Chapter 86 -Mayat Hidup II
87
Chapter 87 -Bertemu Kembali
88
Chapter 88 -Flynn
89
Chapter 89 -Kekacauan
90
Chapter 90 -Mayat Hidup III
91
Chapter 91 -Kite II
92
Chapter 92 -Need Dan Leon II
93
Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94
Chapter 94 -Leon
95
Chapter 95 -Serangan
96
Chapter 96 -Tidak Terima
97
Chapter 97 -Hidup Kembali
98
Chapter 98 -Bercanda
99
Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100
Chapter 100 -Pendapat
101
Chapter 101 -Menjadi Umpan
102
Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103
Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104
Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105
Chapter 105 -Hidup Lagi
106
Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107
Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108
Chapter 108 -Ken Pergi
109
Chapter 109 -Flashback
110
Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111
Chapter 111 -Mencari Makan
112
Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113
Chapter 113 -Ken
114
Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115
Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116
Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117
Chapter 117 -Ray
118
Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119
Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120
Chapter 120 -Michael
121
Chapter 121 -Michael II
122
Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123
Chapter 123 -Menyalahkan
124
Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125
Chapter 125 -POV Ken
126
Chapter 126 -Kite Dan Michael
127
Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128
Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129
Chapter 129 -Oliver
130
Chapter 130 -Oliver II
131
Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132
Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133
Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134
Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135
Chapter 135 -Rafa?
136
Chapter 136 -Identitas Ken
137
Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138
Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139
Chapter 139 -Teddy II
140
Chapter 140 -Axelle
141
Chapter 141 -Axelle II
142
Chapter 142 -Kekejaman Michael
143
Chapter 143 -Leon II
144
Chapter 144 -Kenapa?
145
Chapter 145 -The End
146
Last

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!