Chapter 08 -Kematian Sementara

"L-lepaskan.."

Tanpa basa basi, Misya langsung menancapkan kuku tajamnya ke tubuh Leon. Mata anak itu langsung melotot karena sakit. Sesuatu dari dalam dirinya seolah sedang ditarik keluar dan membuatnya terasa seperti nyawanya dicabut dengan perlahan.

Nevan terbelalak. Ia mengayunkan belatinya pada Misya. Namun terlambat, Misya sudah mengambil jantung Leon dan bergerak menghindari serangannya.

Tubuh Leon seketika terjatuh ke tanah dengan keras. Tubuhnya berlumuran darah hingga mengotori pakaiannya.

"Hahaha, kau sudah terlambat," Misya langsung mengunyah jantung Leon yang masih sedikit berdetak.

Nevan terkejut. Sekaligus membuatnya takut. Iblis ternyata lebih mengerikan dibanding yang dipikirkannya. Lihatlah bagaimana wanita itu memakan jantung manusia dengan lahapnya hingga mulutnya dipenuhi oleh darah.

Nevan segera tersadar. Ia langsung menghampiri Leon yang terkapar di tanah tanpa nyawa. Anak itu sudah pasti mati. Namun walaupun mengetahui itu, ia masih mencoba untuk membangunkannya. Tapi nihil. Leon tidak memperlihatkan tanda tanda masih hidup. Ia bahkan melihat tubuhnya berlubang di bagian jantung.

"Luar biasa. Kekuatanku dengan cepat meningkat. Rasanya seperti meluap luap, HAHAHA.. Aku baru merasakan ini untuk pertama kalinya. Ini membuatku semakin bersemangat."

Nevan menegak ludahnya saat merasakan aura Misya yang bertambah kuat. Luka yang ada di pipi wanita itu pun segera menghilang. Bahkan luka yang ia buat di belakangnya pun ikut menghilang dan sembuh.

Tubuh Misya mengeluarkan aura hitam yang pekat hingga menutupi seluruh tubuhnya.

"A-apa ini? Kenapa ini?" Misya merasa heran saat hidungnya mengeluarkan darah. Tak lama dari itu, ia langsung memuntahkan seteguk darah. Tubuhnya terasa diremas dari dalam hingga membuatnya mengerang kesakitan, "AAKKHHH.."

"Apa yang terjadi?" gumam Nevan.

Wajah Misya mulai retak seperti cermin yang pecah. Asap hitam keluar dari retakan di wajahnya. Matanya mulai memutih dan kehilangan warna pupil matanya. Tubuhnya mulai membusuk dan pada akhirnya tubuhnya seperti terbakar oleh asap hitam hingga tidak menyisakan apapun. Asap pun segera hilang bersamaan dengan hilangnya suara rintihan Misya.

Nevan hanya memperhatikan. Ia tidak tahu apa yang terjadi. Namun melihat kejadian seperti itu di depan matanya secara langsung, membuatnya sangat tertekan. Itu adalah hal paling mengerikan yang pernah ia lihat.

Ia pun kembali menatap Leon yang ada di pangkuannya. Untuk sekarang ia harus membawanya kembali pulang. Namun apa yang harus ia katakan pada Rafa nanti?

Ingatan ingatan saat ia bersama dengan Leon membuatnya langsung menggertakkan gigi. Entah mengapa ia seperti kehilangan sesuatu yang sudah mengisi hari harinya selama 2 minggu ini.

Nevan membuang pikiran pikiran itu, lalu menghilangkan belati serta tanda di telapak tangan kirinya. Ia pun berdiri sambil membawa Leon pulang.

Sesampainya di rumah, rumah masih sangat hening karena Rafa belum bangun. Itu wajar saja karena sekarang baru jam 4 pagi.

Sebelum Rafa bangun, Nevan harus segera memikirkan jawaban untuk dijelaskan pada Rafa. Namun pikirannya seakan sangat kacau sekarang. Ia tidak bisa berpikir dengan jernih.

Ia pun memilih untuk membawa Leon ke dalam kamarnya dan diletakkan di atas kasur hingga membuat tempat tidur itu berlumuran darah. Bukan hanya tempat tidur saja, bajunya pun ikut berlumuran darah.

"Apa yang harus kulakukan sekarang?" Nevan membaringkan kepalanya di ujung tempat tidur dan menenggelamkan wajahnya. "Kenapa ini? Rasanya mataku panas."

Nevan menyeka air mata yang tak sengaja dikeluarkannya. Ia tidak mengerti kenapa dirinya tiba tiba seperti ini.

Tanpa Nevan sadari, lubang di tubuh Leon mulai menutup dengan sendirinya.

Leon perlahan membuka mata. Pada awalnya ia kesulitan melihat apa yang ada di depannya karena semua terlihat begitu buram. Tetapi secara perlahan ia bisa melihat semuanya dengan jelas, "Nggh.."

Mendengar suara yang tak asing, Nevan segera mengangkat kepalanya dan melihat Leon. Ia terkejut saat melihatnya membuka mata. Padahal ia yakin anak itu sudah mati. Bagaimana bisa orang mati membuka matanya?!

Nevan langsung menjauh dari Leon karena terkejut dan waspada. Ia menelan ludahnya, "Apa yang terjadi? Kenapa bisa seperti ini?" batinnya.

Leon segera mengubah posisi tubuhnya menjadi duduk. Ia pun melihat Nevan yang waspada terhadapnya. Tak mempedulikan itu, ia langsung memegangi dadanya. Tubuhnya baik baik saja. Apa itu hanya mimpi?

"Apa kau Leon?" tanya Nevan sambil menatap Leon dengan selidik.

"Iya, kau pikir siapa?" ucap Leon dengan heran.

Belum lama setelah mendapat jawaban, Nevan langsung mendekati Leon dan menempelkan telapak tangannya di dada anak itu. Ia bisa merasakan detakan dari sentuhan itu. Namun bagaimana bisa? Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri bila jantung Leon dimakan oleh Misya.

Leon menyingkirkan lengan Nevan dari tubuhnya. Ia pun menatapnya dengan rendah.

Melihat tatapan itu seketika membuat Nevan kesal, "Jangan salah paham, aku hanya ingin memastikan apa kau masih hidup atau tidak. Aku yakin jantungmu dimakan oleh iblis itu. Bagaimana kau masih bisa hidup? Bahkan aku merasakan detakan dari jantungmu."

"Jadi itu bukan mimpi?" Leon melihat tubuhnya yang bersimbah darah. Pakaian Nevan pun tampak dilumuri darah. "Bertarung melawan wanita mengerikan itu dan bisa mengeluarkan belati entah dari mana. Siapa kau sebenarnya?"

Nevan mengerutkan keningnya, "Bukankah seharusnya aku yang bertanya siapa kau? Aku dengan jelas melihatnya memakan jantungmu. Tapi kau masih bisa hidup. Tidak ada manusia yang masih bisa hidup setelah jantungnya dikeluarkan dari tubuhnya."

Leon memegangi kepalanya yang terasa sakit, "Aku benar benar tidak ingat apapun."

Nevan mendecakkan lidahnya. Rafa pun pernah mengatakan bila Leon hilang ingatan dan ditemukan saat di tengah jalan. Namun ia tidak bisa melepas kewaspadaannya hanya karena itu. Leon baru saja hidup kembali. Bahkan jantungnya pun berdetak. Tidak ada manusia yang bisa seperti itu.

"Apa kau tidak akan menyakiti Rafa?"

Pertanyaan konyol. Leon menatap Nevan dengan bingung. Untuk apa dirinya menyakiti Rafa?

"Untuk apa menanyakannya?"

Nevan berekspresi serius, "Alasannya karena kejadian tadi. Aku harus memastikan bila kau tidak akan menyakiti saudaraku."

"Aku tidak akan melakukannya," balas Leon.

"Kalau begitu, baiklah. Tapi aku akan tetap mengawasimu."

"Bukankah seharusnya kau yang diwaspadai? Bisa saja kau yang akan menyakitinya. Dengan apa yang kau lakukan tadi, kau akan dengan mudah melukainya," ucap Leon.

"Tidak mungkin aku melakukannya! Aku adalah saudaranya! Sementara kau? Kau adalah orang asing yang bertemu dengannya di jalan. Bahkan aku tidak tahu bagaimana asal usul mu."

"Kalau begitu bagaimana denganmu? Siapa kau sebenarnya? Manusia tidak akan bisa melakukan apa yang kau lakukan tadi," ucap Leon dengan datar.

"Walau kujelaskan, kau tidak akan mengerti apapun," sahut Nevan.

Saat Nevan hendak pergi, Leon menahan pergelangan tangannya, "Kau tidak boleh curang. Katakan padaku."

"Kau tidak memberikan jawaban apapun padaku, jadi kita im–"

"Uhuk..," Leon terbatuk darah. Kepalanya tiba tiba menjadi sangat pusing. Cengkramannya pada tangan Nevan melemas bersamaan dengan pandangannya yang menghitam.

Bruk

Untungnya Nevan sempat menahan tubuh Leon, sehingga anak itu tidak sampai jatuh ke lantai. "Kau jangan bercanda, bangunlah."

Berkali kali Nevan mencoba membangunkan Leon, namun tidak berhasil.

Terpopuler

Comments

Ayano

Ayano

Waduh.... 😨😨

2023-04-04

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01 -Awal dari segalanya
2 Chapter 02 -Es Krim
3 Chapter 03 -Nevan
4 Chapter 04 -Raja Iblis
5 Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6 Chapter 06 -Berita
7 Chapter 07 -Lawan Pertama
8 Chapter 08 -Kematian Sementara
9 Chapter 09 -Sadar
10 Chapter 10 -Pasar Malam
11 Chapter 11 -Pasar Malam 2
12 Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13 Chapter 13 -2 Sifat
14 Chapter 14 -Pulang
15 Chapter 15 -Sakit
16 Chapter 16 -Pria Asing
17 Chapter 17 -Need
18 Chapter 18 -Need 2
19 Chapter 19 -Kedatangan
20 Chapter 20 -Need Dan Leon
21 Chapter 21 -Kepingan Informasi
22 Chapter 22 -Tidak Percaya
23 Chapter 23 -Ketidaktahuan
24 Chapter 24 -Teddy
25 Chapter 25 -Berbeda
26 Chapter 26 -Kevin Mati
27 Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28 Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29 Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30 Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31 Chapter 31 -Usir Leon?
32 Chapter 32 -Bertengkar
33 Chapter 33 -Permintaan
34 Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35 Chapter 35 -Bertarung Lagi
36 Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37 Chapter 37 -Bunuh Diri
38 Chapter 38 -Ash
39 Chapter 39 -Cemas
40 Chapter 40 -Permintaan Maaf
41 Chapter 41 -Perpisahan
42 Chapter 42 -Masing Masing
43 Chapter 43 -Melawan Belle
44 Chapter 44 -Belle Mati
45 Chapter 45 -Ingatan Kembali
46 Chapter 46 -Kematian Diva
47 Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48 Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49 Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50 Chapter 50 -Sudut Pandang
51 Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52 Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53 Chapter 53 -Menyusup
54 Chapter 54 -Ketahuan
55 Chapter 55 -Bertemu Iblis
56 Chapter 56 -Membunuh Iblis
57 Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58 Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59 Chapter 59 -Need
60 Chapter 60 -Menuju Akhir
61 Chapter 61 -Menuju Akhir II
62 Chapter 62 -Leon Mati
63 Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64 Chapter 64 -Reinkarnasi
65 Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66 Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67 Chapter 67 -Ketiga
68 Chapter 68 -Terciptanya Need
69 Chapter 69 -POV Selesai
70 Chapter 70 -Berbaikan
71 Chapter 71 -Kebenaran
72 Chapter 72 -Kemungkinan
73 Chapter 73 -Kisah Teddy
74 Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75 Chapter 75 -Memohon
76 Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77 Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78 Chapter 78 -Kabar Kematian
79 Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80 Chapter 80 -Menyembuhkan
81 Chapter 81 -Kendala
82 Chapter 82 -Tekad
83 Chapter 83 -Nevan
84 Chapter 84 -Kite
85 Chapter 85 -Mayat Hidup
86 Chapter 86 -Mayat Hidup II
87 Chapter 87 -Bertemu Kembali
88 Chapter 88 -Flynn
89 Chapter 89 -Kekacauan
90 Chapter 90 -Mayat Hidup III
91 Chapter 91 -Kite II
92 Chapter 92 -Need Dan Leon II
93 Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94 Chapter 94 -Leon
95 Chapter 95 -Serangan
96 Chapter 96 -Tidak Terima
97 Chapter 97 -Hidup Kembali
98 Chapter 98 -Bercanda
99 Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100 Chapter 100 -Pendapat
101 Chapter 101 -Menjadi Umpan
102 Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103 Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104 Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105 Chapter 105 -Hidup Lagi
106 Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107 Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108 Chapter 108 -Ken Pergi
109 Chapter 109 -Flashback
110 Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111 Chapter 111 -Mencari Makan
112 Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113 Chapter 113 -Ken
114 Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115 Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116 Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117 Chapter 117 -Ray
118 Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119 Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120 Chapter 120 -Michael
121 Chapter 121 -Michael II
122 Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123 Chapter 123 -Menyalahkan
124 Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125 Chapter 125 -POV Ken
126 Chapter 126 -Kite Dan Michael
127 Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128 Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129 Chapter 129 -Oliver
130 Chapter 130 -Oliver II
131 Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132 Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133 Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134 Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135 Chapter 135 -Rafa?
136 Chapter 136 -Identitas Ken
137 Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138 Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139 Chapter 139 -Teddy II
140 Chapter 140 -Axelle
141 Chapter 141 -Axelle II
142 Chapter 142 -Kekejaman Michael
143 Chapter 143 -Leon II
144 Chapter 144 -Kenapa?
145 Chapter 145 -The End
146 Last
Episodes

Updated 146 Episodes

1
Chapter 01 -Awal dari segalanya
2
Chapter 02 -Es Krim
3
Chapter 03 -Nevan
4
Chapter 04 -Raja Iblis
5
Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6
Chapter 06 -Berita
7
Chapter 07 -Lawan Pertama
8
Chapter 08 -Kematian Sementara
9
Chapter 09 -Sadar
10
Chapter 10 -Pasar Malam
11
Chapter 11 -Pasar Malam 2
12
Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13
Chapter 13 -2 Sifat
14
Chapter 14 -Pulang
15
Chapter 15 -Sakit
16
Chapter 16 -Pria Asing
17
Chapter 17 -Need
18
Chapter 18 -Need 2
19
Chapter 19 -Kedatangan
20
Chapter 20 -Need Dan Leon
21
Chapter 21 -Kepingan Informasi
22
Chapter 22 -Tidak Percaya
23
Chapter 23 -Ketidaktahuan
24
Chapter 24 -Teddy
25
Chapter 25 -Berbeda
26
Chapter 26 -Kevin Mati
27
Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28
Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29
Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30
Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31
Chapter 31 -Usir Leon?
32
Chapter 32 -Bertengkar
33
Chapter 33 -Permintaan
34
Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35
Chapter 35 -Bertarung Lagi
36
Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37
Chapter 37 -Bunuh Diri
38
Chapter 38 -Ash
39
Chapter 39 -Cemas
40
Chapter 40 -Permintaan Maaf
41
Chapter 41 -Perpisahan
42
Chapter 42 -Masing Masing
43
Chapter 43 -Melawan Belle
44
Chapter 44 -Belle Mati
45
Chapter 45 -Ingatan Kembali
46
Chapter 46 -Kematian Diva
47
Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48
Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49
Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50
Chapter 50 -Sudut Pandang
51
Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52
Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53
Chapter 53 -Menyusup
54
Chapter 54 -Ketahuan
55
Chapter 55 -Bertemu Iblis
56
Chapter 56 -Membunuh Iblis
57
Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58
Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59
Chapter 59 -Need
60
Chapter 60 -Menuju Akhir
61
Chapter 61 -Menuju Akhir II
62
Chapter 62 -Leon Mati
63
Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64
Chapter 64 -Reinkarnasi
65
Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66
Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67
Chapter 67 -Ketiga
68
Chapter 68 -Terciptanya Need
69
Chapter 69 -POV Selesai
70
Chapter 70 -Berbaikan
71
Chapter 71 -Kebenaran
72
Chapter 72 -Kemungkinan
73
Chapter 73 -Kisah Teddy
74
Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75
Chapter 75 -Memohon
76
Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77
Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78
Chapter 78 -Kabar Kematian
79
Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80
Chapter 80 -Menyembuhkan
81
Chapter 81 -Kendala
82
Chapter 82 -Tekad
83
Chapter 83 -Nevan
84
Chapter 84 -Kite
85
Chapter 85 -Mayat Hidup
86
Chapter 86 -Mayat Hidup II
87
Chapter 87 -Bertemu Kembali
88
Chapter 88 -Flynn
89
Chapter 89 -Kekacauan
90
Chapter 90 -Mayat Hidup III
91
Chapter 91 -Kite II
92
Chapter 92 -Need Dan Leon II
93
Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94
Chapter 94 -Leon
95
Chapter 95 -Serangan
96
Chapter 96 -Tidak Terima
97
Chapter 97 -Hidup Kembali
98
Chapter 98 -Bercanda
99
Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100
Chapter 100 -Pendapat
101
Chapter 101 -Menjadi Umpan
102
Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103
Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104
Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105
Chapter 105 -Hidup Lagi
106
Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107
Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108
Chapter 108 -Ken Pergi
109
Chapter 109 -Flashback
110
Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111
Chapter 111 -Mencari Makan
112
Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113
Chapter 113 -Ken
114
Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115
Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116
Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117
Chapter 117 -Ray
118
Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119
Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120
Chapter 120 -Michael
121
Chapter 121 -Michael II
122
Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123
Chapter 123 -Menyalahkan
124
Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125
Chapter 125 -POV Ken
126
Chapter 126 -Kite Dan Michael
127
Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128
Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129
Chapter 129 -Oliver
130
Chapter 130 -Oliver II
131
Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132
Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133
Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134
Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135
Chapter 135 -Rafa?
136
Chapter 136 -Identitas Ken
137
Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138
Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139
Chapter 139 -Teddy II
140
Chapter 140 -Axelle
141
Chapter 141 -Axelle II
142
Chapter 142 -Kekejaman Michael
143
Chapter 143 -Leon II
144
Chapter 144 -Kenapa?
145
Chapter 145 -The End
146
Last

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!