Chapter 06 -Berita

Leon dan Nevan akhirnya kembali ke rumah setelah makan di luar. Rumah kini sangat sepi karena Rafa sudah berangkat ke sekolah.

"Ah! Karena harus membayar makananmu, aku harus mengeluarkan uang lebih. Kau harus membayarnya dengan sesuatu!" ucap Nevan dengan ekspresi kesal. Padahal jika ia tidak perlu membayar makanan Leon, ia pasti memiliki uang yang cukup untuk membeli cemilan.

Leon tak mengatakan apapun. Namun dari ekspresi datarnya, terlihat bila ia tidak peduli dengan protes dari Nevan. Ia berjalan ke kamarnya untuk tidur. Itulah yang sehari hari dilakukannya. Karena tidak memiliki pekerjaan apapun, ia hanya terus tidur sepanjang hari.

Nevan menahan kerah belakang Leon dan menariknya ke belakang, "Kau tidak boleh tidur! Bantu aku membereskan tempat ini. Kemarin dia sudah mengatakan agar kita membereskan rumah ini."

"Tidak mau. Lepaskan pakaianku," balas Leon sambil menengok ke belakang.

"Tidak, bantu aku. Jangan hanya terus tidur! Kau juga harus ingat. Ini adalah rumah saudaraku. Kau di sini sudah mendapatkan tempat tinggal dan makanan! Jadi kau harus mau membantuku," kesal Nevan.

Leon terdiam sesaat. Ia pun menjawab dengan pelan, "Aku bahkan tidak meminta untuk diberikan semua ini."

Nevan sama sekali tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Leon. Ia hanya mendengar suara yang tidak jelas darinya, "Sudah, sekarang bantu aku membereskannya."

Pada akhirnya Leon menuruti ucapan Nevan walau dikerjakan dengan tidak ikhlas.

Leon benci bila Nevan terus mengatakan kata kata seperti tadi. Ia sendiri tidak tahu apapun. Lalu tiba tiba ia tinggal di rumah ini karena Rafa.

Sore harinya, Rafa pulang dari sekolah. Rumah terasa sangat hening, seolah tidak ada siapapun di rumah. Ia mengecek satu per satu ruangan, hingga akhirnya ia pergi ke kamar Leon.

"Ayo! Ayo! Tembak!! Hahaha, kau kalah lagi!"

"Lain kali kau tidak akan menang."

"Heh, sejak tadi kau terus mengatakan itu! Tapi kau tidak juga membuktikannya. Aku jadi ragu apa hal itu akan segera terjadi."

Di dalam ruangan, Leon dan Nevan bermain video game menggunakan televisi dan PS. Mereka terlihat sedikit akur sekarang.

Rafa tersenyum sesaat, "Haii, kupikir tidak ada siapapun di rumah. Ternyata kalian ada di sini ya."

Tidak ada yang membalas ucapan Rafa. Mereka terlalu sibuk dengan game sampai tidak menyadari kehadiran pemuda itu.

"Hah.., mereka tidak mendengarkanku. Bahkan Leon pun sama. Dia menjadi seperti Nev saat bermain game," gumam Rafa. Ia pun memilih untuk pergi ke kamarnya.

"Bukankah ini mengasikkan? Kau terus kalah dariku, hahaha.."ucap Nevan dengan ekspresi puas.

"Biasa saja," ucap Leon. Walau sebenarnya dalam hati, "Sangat manarik."

"Kau masih saja tidak mau mengakuinya ya, dasar. Akan kubuat kau kalah ribuan kali dariku sampai kau mau mengakuinya," balas Nevan.

Pada akhirnya mereka terus bermain game bahkan sampai tengah malam. Mereka tertidur di karpet dengan lelap saking lelahnya.

Pagi harinya, ada berita ditemukannya 6 mayat di lokasi berbeda namun tidak begitu berjauhan. Kondisi mereka sama, yaitu lubang di dada. Jantung mereka diambil seolah dengan cara dirobek dari luar.

[Keluarga korban mengatakan bila semalam mereka tidak pulang ke rumah dan kini ditemukan dalam keadaan tewas. Keluarga mengatakan kesedihan mendalam tentang apa yang terjadi pada keluarganya.]

[ Kejadian ini sedang ditelusuri apa penyebabnya. Untuk saat ini penyebab pasti belum bisa dikatakan. Namun ada kemungkinan ini karena hewan buas.]

"Mengerikan sekali. Bagaimana bisa ada kejadian semacam ini? Aku baru mendengarnya," gumam Rafa yang menonton televisi di ruang tamu.

Saat ia sedang fokus menonton, sudut matanya menangkap sesuatu sosok. Ia segera menengok ke kanan. Namun tidak menemukan apapun. Lalu ia pun menatap ke layar televisi kembali.

"Gwaahh"

"Uwaakhh," Rafa kaget saat melihat Nevan berdiri di depannya dengan mata putih tanpa pupil mata.

"Hahahaha..," Nevan tertawa puas ketika melihat ekspresi Rafa.

Rafa yang akhirnya sadar bila itu adalah saudaranya langsung kesal, "Jangan mengejutkanku dan muncul tiba tiba seperti itu! Itu tidak lucu!"

"Ini sangat lucu! Ekspresimu itu.., bwahahaha.. kau sangat fokus dengan tv, aku jadi tidak tahan untuk mengerjaimu, hahaha.."

Rafa langsung berdiri dan menyentil dahi saudaranya dengan keras hingga membuatnya merintih kesakitan.

"Aduduh.. kenapa kau melakukan ini padaku? Ini sakit, kau tahu," ucap Nevan dengan kesal.

"Kau yang memulai. Aku sedang fokus dengan berita hari ini. Tapi kau malah mengacaukannya. Sebaiknya kau juga melihat ini, agar kau lebih berhati hati saat di luar," Rafa mendengus dan tidak mempedulikan ucapan Nevan.

"Ah, setiap hari pun kau selalu serius. Tidak ada berita yang terlalu serius sampai kau bisa bersikap lebih serius dari biasanya," ejek Nevan. Ia pun segera berbalik dan melihat ke layar televisi.

Saat itu sedang disiarkan bagaimana komentar dari para keluarga korban. Tidak ada yang tidak menangis saat keluarganya ditemukan dengan begitu mengenaskan. Beberapa saat setelahnya pun segera disiarkan sedikit kondisi korban, walau disensor.

Nevan mulai bereskpresi serius. Ia melihat kejanggalan dari berita itu. Tidak mungkin hewan buas berkeliaran di kota seperti ini, kecuali ada hewan buas yang lepas dari kebun binatang. Tapi kemungkinan itu kecil. Karena dalam berita disebutkan bila jantung korban hilang.

Hanya ada sedikit tanda tubuh mereka dicabik. Bila hewan buas, bukankah seharusnya mereka langsung menggigit tubuh mangsanya saja?

Nevan pun terpikirkan sesuatu dan ia merasa bila ini adalah hal yang serius, "Omong omong, kau tidak sekolah?"

"Kau lupa ya? Sekarang hari minggu. Aku libur," balas Rafa.

"Oh, baguslah. Kalau begitu kau diam saja di rumah. Jangan pergi kemanapun. Kau sudah melihat beritanya. Hewan buas mungkin sedang berkeliaran," Nevan membalikkan badannya dan menatap Rafa.

"Aku harus membeli bahan makanan selama satu minggu nanti. Jadi aku harus keluar," Rafa kembali duduk di sofa.

"Kenapa begitu? Kau bisa membelinya besok saja."

"Kau mau tidak makan?"

Nevan menggelengkan kepalanya, "Aku pasti akan kelaparan bila tidak makan."

"Yasudah, aku akan membeli makanan nanti. Lagi pula tidak akan lama, kau tidak perlu memikirkan itu. Aku sudah terbiasa. Percayakan saja makanan padaku," ucap Rafa sambil tersenyum miring.

"Tapi.."

"Sudahlah, lokasi dalam berita cukup jauh. Kau jangan mencemaskannya," Rafa mengambil keripik kentang di toples dan mengunyahnya.

"Apa yang sedang kalian bicarakan?"

"Aakhh!"

"Uwaahkh"

Keduanya terkejut saat melihat Leon yang tiba tiba berada di sana. Mereka terlalu fokus dengan pembicaraan sampai tidak sadar dengan kedatangan Leon.

"Tidak ada apapun, kita hanya sedang membahas berita di tv saja." Ucap Rafa sambil menatap Leon. Ia mungkin tidak boleh memberitahu anak itu, karena dikhawatirkan dia malah ketakutan.

"Kau tidak perlu tahu, ini pembicaraan orang dewasa. Kau anak kecil tidak akan mengerti apapun. Sana pergi, shuhh shuuhh.." Usir Nevan.

Leon memandang Nevan dengan datar, "Tidak perlu mengatakannya. Aku tidak peduli."

Setelah mengatakan itu, Leon pun segera pergi.

Nevan menatap Rafa dengan khawatir, "Bila tebakanku benar, maka orang orang berada dalam bahaya. Aku tidak mau mereka sampai menjadi korban, apalagi Rafa. Padahal sudah lama mereka tidak muncul. Bagaimana mereka bisa sampai ke dunia ini?" batinnya.

Terpopuler

Comments

Norayolayora

Norayolayora

ini yang namanya dokter bedah keliling. ngeluh punya penyakit jantung akhirnya jantungnya yg diambil biar nggak sakit lagi<( ̄︶ ̄)>

2023-06-15

2

Norayolayora

Norayolayora

selamat datang di dunia pengangguran (♡∀♡)

2023-06-15

0

Ayano

Ayano

Yang mokad diawali dari NPC

2023-04-04

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01 -Awal dari segalanya
2 Chapter 02 -Es Krim
3 Chapter 03 -Nevan
4 Chapter 04 -Raja Iblis
5 Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6 Chapter 06 -Berita
7 Chapter 07 -Lawan Pertama
8 Chapter 08 -Kematian Sementara
9 Chapter 09 -Sadar
10 Chapter 10 -Pasar Malam
11 Chapter 11 -Pasar Malam 2
12 Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13 Chapter 13 -2 Sifat
14 Chapter 14 -Pulang
15 Chapter 15 -Sakit
16 Chapter 16 -Pria Asing
17 Chapter 17 -Need
18 Chapter 18 -Need 2
19 Chapter 19 -Kedatangan
20 Chapter 20 -Need Dan Leon
21 Chapter 21 -Kepingan Informasi
22 Chapter 22 -Tidak Percaya
23 Chapter 23 -Ketidaktahuan
24 Chapter 24 -Teddy
25 Chapter 25 -Berbeda
26 Chapter 26 -Kevin Mati
27 Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28 Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29 Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30 Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31 Chapter 31 -Usir Leon?
32 Chapter 32 -Bertengkar
33 Chapter 33 -Permintaan
34 Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35 Chapter 35 -Bertarung Lagi
36 Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37 Chapter 37 -Bunuh Diri
38 Chapter 38 -Ash
39 Chapter 39 -Cemas
40 Chapter 40 -Permintaan Maaf
41 Chapter 41 -Perpisahan
42 Chapter 42 -Masing Masing
43 Chapter 43 -Melawan Belle
44 Chapter 44 -Belle Mati
45 Chapter 45 -Ingatan Kembali
46 Chapter 46 -Kematian Diva
47 Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48 Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49 Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50 Chapter 50 -Sudut Pandang
51 Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52 Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53 Chapter 53 -Menyusup
54 Chapter 54 -Ketahuan
55 Chapter 55 -Bertemu Iblis
56 Chapter 56 -Membunuh Iblis
57 Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58 Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59 Chapter 59 -Need
60 Chapter 60 -Menuju Akhir
61 Chapter 61 -Menuju Akhir II
62 Chapter 62 -Leon Mati
63 Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64 Chapter 64 -Reinkarnasi
65 Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66 Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67 Chapter 67 -Ketiga
68 Chapter 68 -Terciptanya Need
69 Chapter 69 -POV Selesai
70 Chapter 70 -Berbaikan
71 Chapter 71 -Kebenaran
72 Chapter 72 -Kemungkinan
73 Chapter 73 -Kisah Teddy
74 Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75 Chapter 75 -Memohon
76 Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77 Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78 Chapter 78 -Kabar Kematian
79 Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80 Chapter 80 -Menyembuhkan
81 Chapter 81 -Kendala
82 Chapter 82 -Tekad
83 Chapter 83 -Nevan
84 Chapter 84 -Kite
85 Chapter 85 -Mayat Hidup
86 Chapter 86 -Mayat Hidup II
87 Chapter 87 -Bertemu Kembali
88 Chapter 88 -Flynn
89 Chapter 89 -Kekacauan
90 Chapter 90 -Mayat Hidup III
91 Chapter 91 -Kite II
92 Chapter 92 -Need Dan Leon II
93 Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94 Chapter 94 -Leon
95 Chapter 95 -Serangan
96 Chapter 96 -Tidak Terima
97 Chapter 97 -Hidup Kembali
98 Chapter 98 -Bercanda
99 Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100 Chapter 100 -Pendapat
101 Chapter 101 -Menjadi Umpan
102 Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103 Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104 Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105 Chapter 105 -Hidup Lagi
106 Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107 Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108 Chapter 108 -Ken Pergi
109 Chapter 109 -Flashback
110 Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111 Chapter 111 -Mencari Makan
112 Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113 Chapter 113 -Ken
114 Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115 Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116 Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117 Chapter 117 -Ray
118 Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119 Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120 Chapter 120 -Michael
121 Chapter 121 -Michael II
122 Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123 Chapter 123 -Menyalahkan
124 Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125 Chapter 125 -POV Ken
126 Chapter 126 -Kite Dan Michael
127 Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128 Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129 Chapter 129 -Oliver
130 Chapter 130 -Oliver II
131 Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132 Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133 Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134 Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135 Chapter 135 -Rafa?
136 Chapter 136 -Identitas Ken
137 Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138 Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139 Chapter 139 -Teddy II
140 Chapter 140 -Axelle
141 Chapter 141 -Axelle II
142 Chapter 142 -Kekejaman Michael
143 Chapter 143 -Leon II
144 Chapter 144 -Kenapa?
145 Chapter 145 -The End
146 Last
Episodes

Updated 146 Episodes

1
Chapter 01 -Awal dari segalanya
2
Chapter 02 -Es Krim
3
Chapter 03 -Nevan
4
Chapter 04 -Raja Iblis
5
Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6
Chapter 06 -Berita
7
Chapter 07 -Lawan Pertama
8
Chapter 08 -Kematian Sementara
9
Chapter 09 -Sadar
10
Chapter 10 -Pasar Malam
11
Chapter 11 -Pasar Malam 2
12
Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13
Chapter 13 -2 Sifat
14
Chapter 14 -Pulang
15
Chapter 15 -Sakit
16
Chapter 16 -Pria Asing
17
Chapter 17 -Need
18
Chapter 18 -Need 2
19
Chapter 19 -Kedatangan
20
Chapter 20 -Need Dan Leon
21
Chapter 21 -Kepingan Informasi
22
Chapter 22 -Tidak Percaya
23
Chapter 23 -Ketidaktahuan
24
Chapter 24 -Teddy
25
Chapter 25 -Berbeda
26
Chapter 26 -Kevin Mati
27
Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28
Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29
Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30
Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31
Chapter 31 -Usir Leon?
32
Chapter 32 -Bertengkar
33
Chapter 33 -Permintaan
34
Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35
Chapter 35 -Bertarung Lagi
36
Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37
Chapter 37 -Bunuh Diri
38
Chapter 38 -Ash
39
Chapter 39 -Cemas
40
Chapter 40 -Permintaan Maaf
41
Chapter 41 -Perpisahan
42
Chapter 42 -Masing Masing
43
Chapter 43 -Melawan Belle
44
Chapter 44 -Belle Mati
45
Chapter 45 -Ingatan Kembali
46
Chapter 46 -Kematian Diva
47
Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48
Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49
Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50
Chapter 50 -Sudut Pandang
51
Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52
Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53
Chapter 53 -Menyusup
54
Chapter 54 -Ketahuan
55
Chapter 55 -Bertemu Iblis
56
Chapter 56 -Membunuh Iblis
57
Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58
Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59
Chapter 59 -Need
60
Chapter 60 -Menuju Akhir
61
Chapter 61 -Menuju Akhir II
62
Chapter 62 -Leon Mati
63
Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64
Chapter 64 -Reinkarnasi
65
Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66
Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67
Chapter 67 -Ketiga
68
Chapter 68 -Terciptanya Need
69
Chapter 69 -POV Selesai
70
Chapter 70 -Berbaikan
71
Chapter 71 -Kebenaran
72
Chapter 72 -Kemungkinan
73
Chapter 73 -Kisah Teddy
74
Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75
Chapter 75 -Memohon
76
Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77
Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78
Chapter 78 -Kabar Kematian
79
Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80
Chapter 80 -Menyembuhkan
81
Chapter 81 -Kendala
82
Chapter 82 -Tekad
83
Chapter 83 -Nevan
84
Chapter 84 -Kite
85
Chapter 85 -Mayat Hidup
86
Chapter 86 -Mayat Hidup II
87
Chapter 87 -Bertemu Kembali
88
Chapter 88 -Flynn
89
Chapter 89 -Kekacauan
90
Chapter 90 -Mayat Hidup III
91
Chapter 91 -Kite II
92
Chapter 92 -Need Dan Leon II
93
Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94
Chapter 94 -Leon
95
Chapter 95 -Serangan
96
Chapter 96 -Tidak Terima
97
Chapter 97 -Hidup Kembali
98
Chapter 98 -Bercanda
99
Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100
Chapter 100 -Pendapat
101
Chapter 101 -Menjadi Umpan
102
Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103
Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104
Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105
Chapter 105 -Hidup Lagi
106
Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107
Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108
Chapter 108 -Ken Pergi
109
Chapter 109 -Flashback
110
Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111
Chapter 111 -Mencari Makan
112
Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113
Chapter 113 -Ken
114
Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115
Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116
Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117
Chapter 117 -Ray
118
Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119
Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120
Chapter 120 -Michael
121
Chapter 121 -Michael II
122
Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123
Chapter 123 -Menyalahkan
124
Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125
Chapter 125 -POV Ken
126
Chapter 126 -Kite Dan Michael
127
Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128
Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129
Chapter 129 -Oliver
130
Chapter 130 -Oliver II
131
Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132
Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133
Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134
Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135
Chapter 135 -Rafa?
136
Chapter 136 -Identitas Ken
137
Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138
Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139
Chapter 139 -Teddy II
140
Chapter 140 -Axelle
141
Chapter 141 -Axelle II
142
Chapter 142 -Kekejaman Michael
143
Chapter 143 -Leon II
144
Chapter 144 -Kenapa?
145
Chapter 145 -The End
146
Last

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!