Chapter 02 -Es Krim

Keesokan harinya, seperti kata Rafa, ia mengajak Leon pergi ke toko pakaian dan membeli beberapa pakaian untuk anak itu.

Rafa memang belum bekerja, namun ia mendapatkan uang dari pamannya. Karena itu, ia bisa membelikan baju untuk Leon.

Setelah banyak membeli pakaian dan juga 2 pasang sandal, mereka pergi membeli es krim dan makan di kursi terdekat. Rafa memperhatikan Leon yang tidak juga memakan es krim nya, "Kenapa kau tidak memakannya? Apa kau tidak suka rasa es krim coklat?"

Leon menatap Rafa, "Apa ini bisa dimakan? Kurasa ini tidak baik bila dimakan. Suhunya terasa sangat dingin."

Rafa memiringkan kepalanya dan tertawa, "Hahaha, kau ini suka sekali bercanda ya? Tentu saja ini bisa dimakan. Eumh.. Apa mungkin kau tidak pernah memakannya?"

Leon mengangguk dengan polos.

"Baiklah, akan kuberitahu. Ini adalah es krim rasa coklat. Makanan yang memiliki rasa dingin dan juga manis. Kau pasti akan menyukainya. Karena itu cobalah. Jangan khawatir, makanan ini tidak berbahaya," jelas Rafa.

Leon memperhatikan es krim yang mulai meleleh mengenai tangannya. Walau sedikit ragu, ia akhirnya mencoba. Matanya terpejam dengan mulut yang terlihat mengemut.

Rafa tersenyum melihat reaksi dari anak itu. Padahal biasanya dia tidak menunjukkan banyak ekspresi. Namun sekarang dia terlihat berhati hati.

Leon membuka matanya kembali dengan mata yang berbinar. Tanpa mengucap sepatah kata pun, Rafa tahu bila dia menyukai es krim, "Sudah kukatakan kau akan menyukainya. Benar 'kan?"

Leon segera duduk membelakangi Rafa, "Aku tidak menyukainya. Hanya saja akan sangat disayangkan bila ini dibuang." Setelah mengatakan itu, ia kembali memakan es krim nya.

"Katakan saja bila kau menyukainya," Rafa menggelengkan kepalanya dengan raut heran.

Saat mereka sedang menikmati es krim itu, dari arah belakang seseorang menepuk bahu Rafa dengan keras. Sontak Rafa terkejut dan tanpa sengaja menjatuhkan es krim nya ke tanah. Sementara kepalanya menengok ke belakang.

"Hahaha, kau terkejut? Hmph! Sudah seharusnya begitu," ucap Kevin dengan tawa.

"Kau..!! Karenamu es krim ku jatuh!" kesal Rafa sambil berdiri menghadap temannya itu.

"Maaf, maaf, aku tidak sengaja. Lagi pula es krim mu sudah hampir habis, jadi ya.. Tidak apa. Ikhlaskan saja," ucap Kevin dengan enteng.

Leon menengokan kepalanya dengan cepat ke arah Kevin. Ekspresinya terlihat dingin. Es krim nya ikut terjatuh karena terkejut dengan kehadiran Kevin yang tiba tiba.

Kevin beralih menatap Leon saat merasa ada yang memperhatikan. Ia memiringkan kepalanya dengan heran, "Kenapa kau menatapku seperti itu?"

Rafa melihat Leon dan es krim yang dijatuhkan anak itu. Ia mengangguk angguk, "Kau bahkan membuat es krim nya terjatuh. Lihat, dia marah padamu."

"Maaf, maaf, aku tak sengaja. Kupikir hanya Rafa saja yang menjatuhkannya. Rupanya es krim mu juga terjatuh ya? Kalau begitu, aku akan menggantikannya dengan yang baru. Jangan marah padaku." Ucap Kevin dengan senyum memohon.

Leon turun dari kursi dan berjalan pergi tanpa mengucapkan apapun.

"Lihat~dia marah padamu, hahaha," Rafa mengambil barang barangnya dan segera menyusul Leon.

"Ya ampun, padahal aku sudah mengatakan minta maaf dan akan menggantinya. Tapi sepertinya dia tidak mau menerimanya," gumam Kevin. Ia melihat sekitar, lalu pergi tanpa mengejar Leon.

Saat Rafa sedang mengejar anak itu, seseorang tiba tiba berbicara padanya, "Permisi, apa kau tahu dimana toilet? Aku baru pertama kali kemari, jadi tidak tahu dimana letaknya."

Rafa berhenti dan menjawab dengan tergesa gesa, "Toilet lurus saja, lalu setelah ada persimpangan jalan, belok ke arah kiri. Kau harus membayar setelah menggunakannya."

Orang itu mengangguk angguk dan pergi setelah mengucap terimakasih. Rafa pun melihat ke tempat Leon berjalan sebelumnya. Namun ia tidak melihatnya. Anak itu menghilang di tengah kerumunan.

"Kemana dia pergi?" gumam Rafa sambil mencari. Setiap hari libur, taman ini pasti selalu dikunjungi banyak orang. Baik yang ingin berolah raga atau hanya bersantai. Karena itu, Rafa jadi sulit untuk menemukan Leon. Apalagi dengan barang barang yang sedang dibawanya saat ini.

Disisi lain, Leon sudah sampai di tempat penjual es krim yang dikunjungi sebelumnya. Matanya berbinar sesaat, "Aku ingin es krim coklat."

Penjual itu segera menyiapkan pesanan Leon. Setelah selesai, ia memberikannya pada anak itu. Dengan senang hati Leon menerimanya dan segera pergi dari sana.

Penjual itu segera menghentikan Leon dengan berdiri di depannya, "Kau tidak bisa memakannya bila kau belum membayarnya."

"Ini milikku," Leon segera menyembunyikan es krim ke belakang tubuhnya. Ia tidak suka bila apa yang sudah menjadi miliknya diambil oleh orang lain.

"Anak ini.. Apa kau tidak diajari oleh orang tuamu untuk tidak mengambil makanan yang bukan milikmu?" ucap penjual itu dengan ekspresi menahan amarah.

Leon menggelengkan kepalanya, "Ini milikku."

"Leon? Ada apa ini? Kenapa kau di sini?"

Leon melirik ke samping. Seorang pemuda tinggi berdiri di sebelahnya. Wajah yang ia kenal.

"Dia membeli es krim padaku, tapi tidak membayarnya. Lalu dia mengaku es krim itu miliknya, padahal dia belum membayar itu," protes penjual pada Kevin.

Kevin menatap Leon yang sedang memegang es krim di belakang punggungnya. Lalu beralih menatap penjual, "Aku akan membayarnya. Jadi tidak perlu meributkannya lagi."

Kevin kemudian memberikan uang pada penjual dengan harga 2x lipat. Penjual pun kembali ke lapak dagangnya setelah berterimakasih.

Kevin menggelengkan kepala saat melihat Leon mulai memakan es krim di tangannya. Ia heran mengapa anak itu bisa berada di sini, "Kenapa kau mengambilnya dan tidak membayarnya? Kau tahu, itu adalah tindakan yang salah."

"Aku tidak salah, dia yang meributkannya. Padahal ini sudah menjadi milikku," jawab Leon.

"Kau belum membayarnya, jadi itu belum menjadi milikmu. Kau mengerti? Jangan melakukannya lagi atau kau akan berada dalam masalah seperti tadi. Jika aku tidak kemari, masalahmu mungkin akan membesar," Kevin menggelengkan kepalanya.

Leon diam tanpa menjawab. Mungkin apa yang dikatakan Kevin ada benarnya. Bila ia tidak melakukan hal salah, mungkin orang lain pun tidak akan bersikap seperti itu padanya.

Leon menyodorkan es krim yang dipegangnya pada Kevin, "Kau sudah menolongku. Kau bisa mencobanya sedikit. Jangan banyak."

"Tidak, kau saja yang makan. Aku sudah kenyang. Daripada itu, kenapa kau sendirian di sini? Dimana Rafa? Kenapa kau tidak bersamanya?"

Leon melihat sekitar dan baru menyadari bila ia hanya sendirian. Ia menatap Kevin dan menggelengkan kepalanya.

Kevin membuang nafas dengan kasar. Ia mengambil ponsel di saku dan langsung menelepon Rafa.

Disisi lain, Rafa yang sedang mencari Leon dibuat berhenti oleh getaran dari hp nya. Ia segera mengeceknya dan melihat bila Kevin menelepon. Saat akan mengangkatnya, seseorang dengan cepat mengambil ponselnya hingga membuat Rafa tidak bereaksi untuk sesaat.

"A-Ponsel ku! Pencuri! Pencuri! Kembalikan ponsel ku!" teriak Rafa. Beberapa orang mencoba membantu Rafa untuk mengejar pencuri itu. Namun, mereka kehilangan jejaknya.

Orang orang yang mencoba menolongnya, kini hanya bisa menyemangati Rafa dan meminta maaf karena tidak bisa melakukan apapun atas pencuri yang menghilang itu.

"Ck, sialan!" Ucap Rafa dengan penuh kekesalan.

Panggilan dari Kevin pun tak bisa diangkat oleh Rafa karena ponselnya yang sudah dicuri.

Terpopuler

Comments

Wana Sifah

Wana Sifah

ehmmm

2024-10-29

0

Erarefo Alfin Artharizki

Erarefo Alfin Artharizki

mantap

2023-04-23

1

Norayolayora

Norayolayora

jangan dimakan tapi dikunyah. baru bener

2023-04-22

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01 -Awal dari segalanya
2 Chapter 02 -Es Krim
3 Chapter 03 -Nevan
4 Chapter 04 -Raja Iblis
5 Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6 Chapter 06 -Berita
7 Chapter 07 -Lawan Pertama
8 Chapter 08 -Kematian Sementara
9 Chapter 09 -Sadar
10 Chapter 10 -Pasar Malam
11 Chapter 11 -Pasar Malam 2
12 Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13 Chapter 13 -2 Sifat
14 Chapter 14 -Pulang
15 Chapter 15 -Sakit
16 Chapter 16 -Pria Asing
17 Chapter 17 -Need
18 Chapter 18 -Need 2
19 Chapter 19 -Kedatangan
20 Chapter 20 -Need Dan Leon
21 Chapter 21 -Kepingan Informasi
22 Chapter 22 -Tidak Percaya
23 Chapter 23 -Ketidaktahuan
24 Chapter 24 -Teddy
25 Chapter 25 -Berbeda
26 Chapter 26 -Kevin Mati
27 Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28 Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29 Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30 Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31 Chapter 31 -Usir Leon?
32 Chapter 32 -Bertengkar
33 Chapter 33 -Permintaan
34 Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35 Chapter 35 -Bertarung Lagi
36 Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37 Chapter 37 -Bunuh Diri
38 Chapter 38 -Ash
39 Chapter 39 -Cemas
40 Chapter 40 -Permintaan Maaf
41 Chapter 41 -Perpisahan
42 Chapter 42 -Masing Masing
43 Chapter 43 -Melawan Belle
44 Chapter 44 -Belle Mati
45 Chapter 45 -Ingatan Kembali
46 Chapter 46 -Kematian Diva
47 Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48 Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49 Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50 Chapter 50 -Sudut Pandang
51 Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52 Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53 Chapter 53 -Menyusup
54 Chapter 54 -Ketahuan
55 Chapter 55 -Bertemu Iblis
56 Chapter 56 -Membunuh Iblis
57 Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58 Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59 Chapter 59 -Need
60 Chapter 60 -Menuju Akhir
61 Chapter 61 -Menuju Akhir II
62 Chapter 62 -Leon Mati
63 Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64 Chapter 64 -Reinkarnasi
65 Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66 Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67 Chapter 67 -Ketiga
68 Chapter 68 -Terciptanya Need
69 Chapter 69 -POV Selesai
70 Chapter 70 -Berbaikan
71 Chapter 71 -Kebenaran
72 Chapter 72 -Kemungkinan
73 Chapter 73 -Kisah Teddy
74 Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75 Chapter 75 -Memohon
76 Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77 Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78 Chapter 78 -Kabar Kematian
79 Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80 Chapter 80 -Menyembuhkan
81 Chapter 81 -Kendala
82 Chapter 82 -Tekad
83 Chapter 83 -Nevan
84 Chapter 84 -Kite
85 Chapter 85 -Mayat Hidup
86 Chapter 86 -Mayat Hidup II
87 Chapter 87 -Bertemu Kembali
88 Chapter 88 -Flynn
89 Chapter 89 -Kekacauan
90 Chapter 90 -Mayat Hidup III
91 Chapter 91 -Kite II
92 Chapter 92 -Need Dan Leon II
93 Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94 Chapter 94 -Leon
95 Chapter 95 -Serangan
96 Chapter 96 -Tidak Terima
97 Chapter 97 -Hidup Kembali
98 Chapter 98 -Bercanda
99 Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100 Chapter 100 -Pendapat
101 Chapter 101 -Menjadi Umpan
102 Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103 Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104 Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105 Chapter 105 -Hidup Lagi
106 Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107 Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108 Chapter 108 -Ken Pergi
109 Chapter 109 -Flashback
110 Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111 Chapter 111 -Mencari Makan
112 Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113 Chapter 113 -Ken
114 Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115 Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116 Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117 Chapter 117 -Ray
118 Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119 Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120 Chapter 120 -Michael
121 Chapter 121 -Michael II
122 Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123 Chapter 123 -Menyalahkan
124 Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125 Chapter 125 -POV Ken
126 Chapter 126 -Kite Dan Michael
127 Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128 Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129 Chapter 129 -Oliver
130 Chapter 130 -Oliver II
131 Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132 Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133 Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134 Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135 Chapter 135 -Rafa?
136 Chapter 136 -Identitas Ken
137 Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138 Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139 Chapter 139 -Teddy II
140 Chapter 140 -Axelle
141 Chapter 141 -Axelle II
142 Chapter 142 -Kekejaman Michael
143 Chapter 143 -Leon II
144 Chapter 144 -Kenapa?
145 Chapter 145 -The End
146 Last
Episodes

Updated 146 Episodes

1
Chapter 01 -Awal dari segalanya
2
Chapter 02 -Es Krim
3
Chapter 03 -Nevan
4
Chapter 04 -Raja Iblis
5
Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6
Chapter 06 -Berita
7
Chapter 07 -Lawan Pertama
8
Chapter 08 -Kematian Sementara
9
Chapter 09 -Sadar
10
Chapter 10 -Pasar Malam
11
Chapter 11 -Pasar Malam 2
12
Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13
Chapter 13 -2 Sifat
14
Chapter 14 -Pulang
15
Chapter 15 -Sakit
16
Chapter 16 -Pria Asing
17
Chapter 17 -Need
18
Chapter 18 -Need 2
19
Chapter 19 -Kedatangan
20
Chapter 20 -Need Dan Leon
21
Chapter 21 -Kepingan Informasi
22
Chapter 22 -Tidak Percaya
23
Chapter 23 -Ketidaktahuan
24
Chapter 24 -Teddy
25
Chapter 25 -Berbeda
26
Chapter 26 -Kevin Mati
27
Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28
Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29
Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30
Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31
Chapter 31 -Usir Leon?
32
Chapter 32 -Bertengkar
33
Chapter 33 -Permintaan
34
Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35
Chapter 35 -Bertarung Lagi
36
Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37
Chapter 37 -Bunuh Diri
38
Chapter 38 -Ash
39
Chapter 39 -Cemas
40
Chapter 40 -Permintaan Maaf
41
Chapter 41 -Perpisahan
42
Chapter 42 -Masing Masing
43
Chapter 43 -Melawan Belle
44
Chapter 44 -Belle Mati
45
Chapter 45 -Ingatan Kembali
46
Chapter 46 -Kematian Diva
47
Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48
Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49
Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50
Chapter 50 -Sudut Pandang
51
Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52
Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53
Chapter 53 -Menyusup
54
Chapter 54 -Ketahuan
55
Chapter 55 -Bertemu Iblis
56
Chapter 56 -Membunuh Iblis
57
Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58
Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59
Chapter 59 -Need
60
Chapter 60 -Menuju Akhir
61
Chapter 61 -Menuju Akhir II
62
Chapter 62 -Leon Mati
63
Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64
Chapter 64 -Reinkarnasi
65
Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66
Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67
Chapter 67 -Ketiga
68
Chapter 68 -Terciptanya Need
69
Chapter 69 -POV Selesai
70
Chapter 70 -Berbaikan
71
Chapter 71 -Kebenaran
72
Chapter 72 -Kemungkinan
73
Chapter 73 -Kisah Teddy
74
Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75
Chapter 75 -Memohon
76
Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77
Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78
Chapter 78 -Kabar Kematian
79
Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80
Chapter 80 -Menyembuhkan
81
Chapter 81 -Kendala
82
Chapter 82 -Tekad
83
Chapter 83 -Nevan
84
Chapter 84 -Kite
85
Chapter 85 -Mayat Hidup
86
Chapter 86 -Mayat Hidup II
87
Chapter 87 -Bertemu Kembali
88
Chapter 88 -Flynn
89
Chapter 89 -Kekacauan
90
Chapter 90 -Mayat Hidup III
91
Chapter 91 -Kite II
92
Chapter 92 -Need Dan Leon II
93
Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94
Chapter 94 -Leon
95
Chapter 95 -Serangan
96
Chapter 96 -Tidak Terima
97
Chapter 97 -Hidup Kembali
98
Chapter 98 -Bercanda
99
Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100
Chapter 100 -Pendapat
101
Chapter 101 -Menjadi Umpan
102
Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103
Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104
Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105
Chapter 105 -Hidup Lagi
106
Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107
Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108
Chapter 108 -Ken Pergi
109
Chapter 109 -Flashback
110
Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111
Chapter 111 -Mencari Makan
112
Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113
Chapter 113 -Ken
114
Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115
Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116
Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117
Chapter 117 -Ray
118
Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119
Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120
Chapter 120 -Michael
121
Chapter 121 -Michael II
122
Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123
Chapter 123 -Menyalahkan
124
Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125
Chapter 125 -POV Ken
126
Chapter 126 -Kite Dan Michael
127
Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128
Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129
Chapter 129 -Oliver
130
Chapter 130 -Oliver II
131
Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132
Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133
Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134
Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135
Chapter 135 -Rafa?
136
Chapter 136 -Identitas Ken
137
Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138
Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139
Chapter 139 -Teddy II
140
Chapter 140 -Axelle
141
Chapter 141 -Axelle II
142
Chapter 142 -Kekejaman Michael
143
Chapter 143 -Leon II
144
Chapter 144 -Kenapa?
145
Chapter 145 -The End
146
Last

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!