Chapter 19 -Kedatangan

Akhirnya Leon dan Rafa sampai di rumah dengan selamat. Leon yang terlalu lelah langsung tertidur di kasurnya.

Kini hanya tinggal Rafa yang masih berdiri di dekat tempat tidur. Ia merasa lega karena sudah menemukan Leon. Namun rasanya ia sudah melupakan sesuatu yang penting, "Ah, sudahlah.. Mungkin itu tidak begitu penting."

Rafa lupa mengatakan pada Kevin bila ia sudah menemukan Leon. Karena hal itu, Kevin terus mencari Leon semalaman sampai tidak tidur. Ia bahkan kembali saat Rafa sudah bersiap untuk pergi sekolah.

"Leon belum kutemukan. Padahal aku sudah mencari ke sana kemari, bahkan sampai ke sekitar sekolah kita, tapi aku tidak juga menemukannya. Apa yang akan kau lakukan Rafa?" Ucap Kevin dengan wajah lelah.

Rafa terdiam sesaat. Sepertinya hal yang ia lupakan adalah Kevin. Ia lupa mengabarinya dan membuat pemuda itu mencari selama semalaman. Ia jadi tidak enak, "Ehm.. sebenarnya.. um.. bagaimana harus kukatakan ya?"

Kevin menatap Rafa ketika mendengar kata kata tidak jelas dari temannya itu, "Ada apa? Katakan saja."

"Ekhem.. sebenarnya aku sudah menemukan Leon di dekat sebuah taman semalam. Tapi aku lupa mengatakannya padamu. Aku ingat sudah melupakan sesuatu. Tapi tidak terpikirkan olehku bila yang kulupakan adalah kau. Maafkan aku.." ucap Rafa sambil menundukkan kepalanya.

Kevin menepuk wajahnya, "Kenapa kau tidak mengatakannya sebelumnya?" nadanya terdengar datar, namun penuh dengan emosi.

"Aku lupa."

Kevin menarik nafas dalam dalam, ia pun membuangnya dengan kasar. "Akh sudahlah, aku lelah!"

Kevin melewati Rafa begitu saja dan pergi ke lantai dua.

Rafa menjadi tidak enak dengan temannya. Padahal ia meminta bantuannya, namun ia malah melupakannya, "B-bila kau lapar, makanlah. Di dapur masih ada banyak makanan."

"Sepertinya hari ini dia tidak akan sekolah lagi," gumamnya. Ia pun segera pergi berangkat.

Need yang sejak awal terus mengikuti Leon, kini mulai mengikuti Rafa. Ia penasaran dengan apa yang dilakukan pemuda itu sampai sampai membuat Leon membiarkannya menyentuhnya.

Rafa masuk ke kelasnya sendiri seperti biasa. Banyak sapaan dari teman temannya. Mereka bahkan menanyakan alasan Rafa tidak masuk sekolah tanpa kabar. Padahal biasanya pemuda itu orang paling rajin di kelas dan tidak pernah ada catatan bolos dalam rapotnya. Sepertinya pencapaiannya itu telah ternodai hanya karena satu hari bolos.

"Ah, kemarin ada urusan keluarga secara mendadak. Lalu aku lupa untuk mengabarinya," jawab Rafa.

"Maksudmu, urusan keluarga bersama dengan pamanmu itu?" tanya teman perempuannya.

Rafa membalas dengan anggukan. Keluarganya yang ada saat ini hanyalah pamannya, Nevan dan Alice yang merupakan adik Nevan. Ia tidak memiliki siapapun lagi. Semua teman temannya pun sudah tahu akan hal itu.

"Eh, lalu bagaimana dengan Kevin? Dia kemarin tidak masuk, tapi sekarang pun dia tidak masuk. Sebenarnya apa yang dia pikirkan? Apa dia mau tidak naik kelas lagi seperti sebelumnya?" ucap temannya yang lain.

"Mungkin dia memang tidak mau naik kelas. Tidak perlu memikirkannya. Kita saja tidak dekat dengannya. Lagi pula, untuk apa memikirkan anak berandalan itu? Benar kan?" ucap teman di sebelah Rafa. Pandangannya pun tanpa sengaja menatap Rafa. Ia lupa bila Rafa dekat dengan Kevin. "M-maksudku bukan begitu.."

Rafa menghela nafas. Ia sendiri tidak tahu bagaimana ia bisa dekat dengan Kevin. Padahal saat pertama ia melihatnya, ia sudah mengecapnya menjadi orang yang tidak mau ia dekati atau dijadikan teman.

Kevin yang seperti anak berandalan dan suka berkelahi sembarangan dengan orang, ia tidak suka dengan orang seperti itu. Karena berdekatan dengannya, pasti akan membuatnya terkena masalah.

Namun ia kini mengerti dengan sifat Kevin setelah dekat dengannya. Sebenarnya bukan Kevin yang selalu memulai pertengkaran. Melainkan orang lain yang selalu ingin menantangnya. Orang orang tidak tahu bagaimana kejadian sebenarnya dan selalu mengecap Kevin sebagai murid tidak baik.

Walaupun ia menjelaskan keadaan Kevin sekalipun, mereka tidak akan mengubah pandangan mereka. Mereka harus melihatnya sendiri agar percaya

"Tidak apa," ucap Rafa.

Saat mengobrol dengan teman temannya, ia tiba tiba langsung melihat ke arah jendela luar. Ia merasa seperti sedang diperhatikan dari arah sana. Namun, ia tidak melihat siapapun. Lagi pula, kelas ini berada di lantai 2. Bagaimana bisa ada orang yang mengintip lewat jendela? Ia mungkin hanya salah sangka.

Need menghilang dari atas dahan pohon dan muncul di semak semak tepat pada saat Rafa melihat ke arahnya.

"Kurasa dia biasa saja. Tidak ada yang istimewa darinya. Bahkan dia tidak terlihat kuat sama sekali. Dia juga manusia. Tidak ada yang spesial. Tapi kenapa manusia seperti itu bisa dekat dengan Leon?!" geram Need.

Tidak ada satu pun iblis yang tahu dengan sifat asli Need yang seperti ini. Kebanyakan iblis tahu bila Need orang yang sangat rajin, bisa diandalkan dan orang yang kaku. Namun, tidak ada yang tahu bila dia maniak Leon.

Bahkan Stev pun tidak tahu dengan hal itu. Padahal bila ia dibandingkan dengan Leon, maka Need lebih condong memilih Leon. Hal itu bisa memicu pemberontakan dari iblis tangan kanannya ini.

Walau begitu, Need tidak pernah menunjukkan tanda tanda memberontak sama sekali. Bahkan ia tidak melawan perintah Stev untuk menangkap Leon dan membawanya ke dunia iblis. Hanya masalah waktu ia menentang perintah Stev pada akhirnya.

"Tidak seru memperhatikannya seperti ini. Lebih baik aku kembali ke tempat dia berada," gumam Need. Ia pun menghilang dari semak semak dan muncul di ruang tamu rumah Rafa.

Praangg

Saat kemunculannya, ia tanpa sengaja menyenggol gelas bekas minum di atas meja hingga pecah. Ia sedikit terkejut oleh ulahnya sendiri. Namun karena kebisingan itu, membuat Kevin yang bersiap untuk makan langsung mendekati sumber suara sebelum menyentuh makanannya sama sekali.

Saat sampai di sana, dilihatnya seorang pemuda asing di dalam rumah. Gerak geriknya tampak begitu mencurigakan, "Siapa kau?!"

"Ck, merepotkan," gumam Need.

"Jawab aku! Siapa kau?! Kenapa kau bisa ada di sini?!" Ucap Kevin.

Need menatap Kevin dengan dingin. Ia tidak suka dengan nada bicara manusia itu. Namun ia tidak bisa membunuhnya di sini. Itu akan menyebabkan kehebohan nantinya. Tapi ia juga tidak bisa berteleportasi ke tempat lain di depannya.

"Aku hanya ingin melihat lihat rumah ini saja," ucap Need.

"Apa dia pikir tempat ini museum yang bisa dilihat lihat dengan bebas?!" batin Kevin.

"Aku sudah menjawabnya. Jadi sampai jumpa," Need berbalik ke belakang dan berniat untuk pergi ke pintu keluar. Namun tenyata Kevin tidak membiarkannya dan menyentuh bahunya.

Tanpa basa basi, Need langsung menarik lengan Kevin dan menendang perutnya dengan lutut berkali kali.

Bukk Bukk Bukk

Setelah itu, Need langsung mendorong tubuh Kevin hingga membuat pemuda itu termundur beberapa langkah, "Ck, membuang buang waktu saja."

Kevin yang tidak terima langsung memukul wajahnya, namun Need menghindar dengan sangat baik dan langsung menendang tubuh Kevin hingga terjatuh.

Need kembali membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju pintu keluar. Ia hanya membuang waktu bila meladeni Kevin.

Kevin kembali bangun. Ia tidak bisa membiarkan orang itu pergi. Dirinya mendekati Need dan mencoba memukulnya. Namun, Need kembali mencengkram pergelangan tangannya. Pemuda itu pun langsung memutar tangannya dan membanting tubuhnya ke meja dengan sangat keras.

Brukkk Praangg

Meja dengan alas berbahan kaca itu segera pecah dan kayu pada meja terbelah menjadi dua.

Suara yang begitu keras di dalam rumah yang sepi. Hal itu mengundang rasa penasaran Leon hingga anak itu langsung keluar kamar dan melihat apa yang terjadi. Ia berdiri di tangga dan melihat ke bawah.

Kevin tengkurap di lantai dengan tubuh berlumuran darah. Lantai putih menjadi warna merah akibat genangan darah. Dan di sana, berdiri seorang pembunuh yang ia lihat.

Episodes
1 Chapter 01 -Awal dari segalanya
2 Chapter 02 -Es Krim
3 Chapter 03 -Nevan
4 Chapter 04 -Raja Iblis
5 Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6 Chapter 06 -Berita
7 Chapter 07 -Lawan Pertama
8 Chapter 08 -Kematian Sementara
9 Chapter 09 -Sadar
10 Chapter 10 -Pasar Malam
11 Chapter 11 -Pasar Malam 2
12 Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13 Chapter 13 -2 Sifat
14 Chapter 14 -Pulang
15 Chapter 15 -Sakit
16 Chapter 16 -Pria Asing
17 Chapter 17 -Need
18 Chapter 18 -Need 2
19 Chapter 19 -Kedatangan
20 Chapter 20 -Need Dan Leon
21 Chapter 21 -Kepingan Informasi
22 Chapter 22 -Tidak Percaya
23 Chapter 23 -Ketidaktahuan
24 Chapter 24 -Teddy
25 Chapter 25 -Berbeda
26 Chapter 26 -Kevin Mati
27 Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28 Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29 Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30 Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31 Chapter 31 -Usir Leon?
32 Chapter 32 -Bertengkar
33 Chapter 33 -Permintaan
34 Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35 Chapter 35 -Bertarung Lagi
36 Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37 Chapter 37 -Bunuh Diri
38 Chapter 38 -Ash
39 Chapter 39 -Cemas
40 Chapter 40 -Permintaan Maaf
41 Chapter 41 -Perpisahan
42 Chapter 42 -Masing Masing
43 Chapter 43 -Melawan Belle
44 Chapter 44 -Belle Mati
45 Chapter 45 -Ingatan Kembali
46 Chapter 46 -Kematian Diva
47 Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48 Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49 Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50 Chapter 50 -Sudut Pandang
51 Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52 Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53 Chapter 53 -Menyusup
54 Chapter 54 -Ketahuan
55 Chapter 55 -Bertemu Iblis
56 Chapter 56 -Membunuh Iblis
57 Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58 Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59 Chapter 59 -Need
60 Chapter 60 -Menuju Akhir
61 Chapter 61 -Menuju Akhir II
62 Chapter 62 -Leon Mati
63 Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64 Chapter 64 -Reinkarnasi
65 Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66 Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67 Chapter 67 -Ketiga
68 Chapter 68 -Terciptanya Need
69 Chapter 69 -POV Selesai
70 Chapter 70 -Berbaikan
71 Chapter 71 -Kebenaran
72 Chapter 72 -Kemungkinan
73 Chapter 73 -Kisah Teddy
74 Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75 Chapter 75 -Memohon
76 Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77 Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78 Chapter 78 -Kabar Kematian
79 Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80 Chapter 80 -Menyembuhkan
81 Chapter 81 -Kendala
82 Chapter 82 -Tekad
83 Chapter 83 -Nevan
84 Chapter 84 -Kite
85 Chapter 85 -Mayat Hidup
86 Chapter 86 -Mayat Hidup II
87 Chapter 87 -Bertemu Kembali
88 Chapter 88 -Flynn
89 Chapter 89 -Kekacauan
90 Chapter 90 -Mayat Hidup III
91 Chapter 91 -Kite II
92 Chapter 92 -Need Dan Leon II
93 Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94 Chapter 94 -Leon
95 Chapter 95 -Serangan
96 Chapter 96 -Tidak Terima
97 Chapter 97 -Hidup Kembali
98 Chapter 98 -Bercanda
99 Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100 Chapter 100 -Pendapat
101 Chapter 101 -Menjadi Umpan
102 Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103 Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104 Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105 Chapter 105 -Hidup Lagi
106 Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107 Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108 Chapter 108 -Ken Pergi
109 Chapter 109 -Flashback
110 Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111 Chapter 111 -Mencari Makan
112 Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113 Chapter 113 -Ken
114 Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115 Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116 Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117 Chapter 117 -Ray
118 Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119 Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120 Chapter 120 -Michael
121 Chapter 121 -Michael II
122 Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123 Chapter 123 -Menyalahkan
124 Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125 Chapter 125 -POV Ken
126 Chapter 126 -Kite Dan Michael
127 Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128 Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129 Chapter 129 -Oliver
130 Chapter 130 -Oliver II
131 Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132 Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133 Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134 Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135 Chapter 135 -Rafa?
136 Chapter 136 -Identitas Ken
137 Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138 Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139 Chapter 139 -Teddy II
140 Chapter 140 -Axelle
141 Chapter 141 -Axelle II
142 Chapter 142 -Kekejaman Michael
143 Chapter 143 -Leon II
144 Chapter 144 -Kenapa?
145 Chapter 145 -The End
146 Last
Episodes

Updated 146 Episodes

1
Chapter 01 -Awal dari segalanya
2
Chapter 02 -Es Krim
3
Chapter 03 -Nevan
4
Chapter 04 -Raja Iblis
5
Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6
Chapter 06 -Berita
7
Chapter 07 -Lawan Pertama
8
Chapter 08 -Kematian Sementara
9
Chapter 09 -Sadar
10
Chapter 10 -Pasar Malam
11
Chapter 11 -Pasar Malam 2
12
Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13
Chapter 13 -2 Sifat
14
Chapter 14 -Pulang
15
Chapter 15 -Sakit
16
Chapter 16 -Pria Asing
17
Chapter 17 -Need
18
Chapter 18 -Need 2
19
Chapter 19 -Kedatangan
20
Chapter 20 -Need Dan Leon
21
Chapter 21 -Kepingan Informasi
22
Chapter 22 -Tidak Percaya
23
Chapter 23 -Ketidaktahuan
24
Chapter 24 -Teddy
25
Chapter 25 -Berbeda
26
Chapter 26 -Kevin Mati
27
Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28
Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29
Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30
Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31
Chapter 31 -Usir Leon?
32
Chapter 32 -Bertengkar
33
Chapter 33 -Permintaan
34
Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35
Chapter 35 -Bertarung Lagi
36
Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37
Chapter 37 -Bunuh Diri
38
Chapter 38 -Ash
39
Chapter 39 -Cemas
40
Chapter 40 -Permintaan Maaf
41
Chapter 41 -Perpisahan
42
Chapter 42 -Masing Masing
43
Chapter 43 -Melawan Belle
44
Chapter 44 -Belle Mati
45
Chapter 45 -Ingatan Kembali
46
Chapter 46 -Kematian Diva
47
Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48
Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49
Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50
Chapter 50 -Sudut Pandang
51
Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52
Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53
Chapter 53 -Menyusup
54
Chapter 54 -Ketahuan
55
Chapter 55 -Bertemu Iblis
56
Chapter 56 -Membunuh Iblis
57
Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58
Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59
Chapter 59 -Need
60
Chapter 60 -Menuju Akhir
61
Chapter 61 -Menuju Akhir II
62
Chapter 62 -Leon Mati
63
Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64
Chapter 64 -Reinkarnasi
65
Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66
Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67
Chapter 67 -Ketiga
68
Chapter 68 -Terciptanya Need
69
Chapter 69 -POV Selesai
70
Chapter 70 -Berbaikan
71
Chapter 71 -Kebenaran
72
Chapter 72 -Kemungkinan
73
Chapter 73 -Kisah Teddy
74
Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75
Chapter 75 -Memohon
76
Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77
Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78
Chapter 78 -Kabar Kematian
79
Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80
Chapter 80 -Menyembuhkan
81
Chapter 81 -Kendala
82
Chapter 82 -Tekad
83
Chapter 83 -Nevan
84
Chapter 84 -Kite
85
Chapter 85 -Mayat Hidup
86
Chapter 86 -Mayat Hidup II
87
Chapter 87 -Bertemu Kembali
88
Chapter 88 -Flynn
89
Chapter 89 -Kekacauan
90
Chapter 90 -Mayat Hidup III
91
Chapter 91 -Kite II
92
Chapter 92 -Need Dan Leon II
93
Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94
Chapter 94 -Leon
95
Chapter 95 -Serangan
96
Chapter 96 -Tidak Terima
97
Chapter 97 -Hidup Kembali
98
Chapter 98 -Bercanda
99
Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100
Chapter 100 -Pendapat
101
Chapter 101 -Menjadi Umpan
102
Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103
Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104
Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105
Chapter 105 -Hidup Lagi
106
Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107
Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108
Chapter 108 -Ken Pergi
109
Chapter 109 -Flashback
110
Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111
Chapter 111 -Mencari Makan
112
Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113
Chapter 113 -Ken
114
Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115
Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116
Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117
Chapter 117 -Ray
118
Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119
Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120
Chapter 120 -Michael
121
Chapter 121 -Michael II
122
Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123
Chapter 123 -Menyalahkan
124
Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125
Chapter 125 -POV Ken
126
Chapter 126 -Kite Dan Michael
127
Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128
Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129
Chapter 129 -Oliver
130
Chapter 130 -Oliver II
131
Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132
Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133
Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134
Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135
Chapter 135 -Rafa?
136
Chapter 136 -Identitas Ken
137
Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138
Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139
Chapter 139 -Teddy II
140
Chapter 140 -Axelle
141
Chapter 141 -Axelle II
142
Chapter 142 -Kekejaman Michael
143
Chapter 143 -Leon II
144
Chapter 144 -Kenapa?
145
Chapter 145 -The End
146
Last

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!