Chapter 12 -Tangan Kanan Raja

"Walaupun kekuatannya mungkin melemah, namun kalian harus tetap waspada. Dia masih 'lah Raja iblis," ucap Stev pada keempat perwakilan tiap Raja iblis.

Tidak hanya ada mereka, namun ada pula ketiga Raja lainnya. Tiap Raja membawa perwakilan iblis yang akan dikirim ke dunia manusia. Bukan iblis biasa, mereka langsung mengirimkan tangan kanannya. Belle, perwakilan dari Silvia. Diva, perwakilan dari Ralt. Flynn yang mewakili Flor. Dan terakhir ada Need yang mewakili Stev.

"Pastikan kalian menyamar dengan baik nantinya. Karena kita tidak mau menarik banyak perhatian manusia. Tujuan kita hanya menemukan Leon. Kalian mengerti?" Ucap Silvia sambil menunjuk satu persatu iblis itu.

"Tenang saja, saya akan melakukan yang terbaik demi Anda, Yang Mulia." Ucap Belle dengan serius.

Diva menatap Ralt dengan gugup. Ia juga ingin mengatakan sesuatu pada Raja nya, "S-saya juga akan melakukan yang terbaik untuk Anda, Yang Mulia."

"Temukan saja dia, jangan banyak bicara. Buktikan apa yang baru saja kau katakan," cuek Ralt.

"B-baik!"

"Bagaimana caramu menaklukan tangan kanan Leon sampai dia mau membukakan jalan untuk ke dunia manusia?" tanya Silvia. Setahunya, Radolf adalah tangan kanan yang paling dipercaya Leon, sekaligus bawahan paling setia nya. Bagaimana mungkin iblis yang dikenal seperti itu mau melakukan apa yang bisa membuat Leon dalam bahaya?

"Itu tidak penting. Karena yang penting sekarang, kita akan bisa menemukannya," ucap Flor.

"Itu memang benar, namun tidak akan semudah itu menemukannya di dunia manusia yang sangat luas. Kita akan membutuhkan cukup banyak waktu," balas Stev. Pandangannya pun terarah pada Need, "Namun kau harus memastikan dapat menemukannya kurang dari 6 bulan. Apa kau paham?"

Need mengangguk, "Saya mengerti. Akan kupastikan dia ditemukan kurang dari 6 bulan."

"Bukankah itu terlalu lama?" Silvia mengerutkan keningnya. Ia ingin lebih cepat dari itu.

"Dunia manusia adalah tempat yang sangat luas. Mendapatkannya dalam waktu kurang dari 6 bulan adalah waktu tercepat," Ralt membalas dengan wajah cueknya. Ia pernah mengunjungi dunia manusia sebelumnya tanpa sengaja, namun itu tidak lama. Itu pun terjadi ketika ia belum menjadi Raja.

"Temukan saja dia segera dan bawa dia kemari," balas Flor dengan nada kesal.

"Baiklah, karena semua sudah berada di sini, kita mulai saja sekarang," Stev melirik Radolf yang berdiri di sampingnya. Tatapan pria itu seperti kosong sekarang.

Radolf mengarahkan tangannya ke depan. Perlahan namun pasti, retakan mulai muncul di udara. Seperti kaca yang retak, retakan itu semakin melebar hingga seukuran dengan tubuh. Di dalam sana terlihat begitu gelap seperti lubang tanpa dasar. Namun setelah terus menunggu selama beberapa saat, di dalam kini disinari oleh titik titik cahaya yang terlihat seperti bintang.

"Masuklah semuanya. Lakukan penyamaran kalian dengan baik," ucap Stev.

Belle, Diva, Flynn, dan Need mengangguk. Mereka mengubah wujud mereka terlebih dahulu. Menghilangkan tanduk dan telinga runcingnya hingga menjadi seperti manusia. Mereka kini sulit dibedakan. Bahkan aura yang mereka pancarkan terasa seperti manusia biasa pada umumnya.

Satu per satu dari mereka masuk ke dalam lubang terowongan hitam. Seperti jatuh ke dalam sumur tanpa dasar, begitulah mereka sekarang. Bagaikan jatuh ke luar angkasa dan melihat ribuan bintang menyala.

Di dunia manusia, retakan muncul di suatu jalan sempit. Tidak ada satu pun manusia yang melewatinya, sehingga tidak membuat kehebohan di sana.

Dari dalam sana, keempat tangan kanan Raja iblis atau bisa disebut panglima muncul keluar. Setelah mereka keluar, retakan yang muncul di udara segera menutup dan kembali seperti semula. Di dunia manusia udara dan pemandangan yang sangat berbeda dengan dunia iblis.

"A-apa kita sudah sampai di dunia manusia?" ucap Diva dengan gugup.

Belle melirik iblis itu. Ia heran kenapa wanita itu bisa sampai menjadi panglima. Padahal dalam pandangannya, Diva tidak lebih kuat dibandingkan dirinya. Malah terkesan lemah dan mudah untuk ditaklukan, "Sepertinya begitu."

"Mulai dari sini, kita akan berpencar. Jika kalian menemukan nya, langsung beritahu yang lain. Jangan langsung menghadapinya sendirian," ucap Need sambil berjalan keluar dari gang.

"Cih, tidak perlu mengatur atur. Kami tahu sendiri tentang hal itu. Lagipula aku tidak mau terus terusan bersama dengan kalian. Lebih baik aku mencarinya sendiri saja," Flynn bergerak melompati atap bangunan setelah mengatakan itu.

Kini tinggal Diva dan Belle. Kedua wanita iblis itu masih terdiam di tempatnya. "B-bagaimana jika kita bersama saja? Jika kita bersama dan menemukan nya, m-mungkin saja kita bisa mengulur waktu sampai mereka tiba nantinya," ucap Diva dengan suara gemetar. Jelas sekali bila iblis itu sedang ketakutan.

"Tapi jangan menyusahkan aku. Cepat ikut saja," Belle berjalan ke jalan yang berbeda dengan yang dilewati oleh Need sebelumnya. Diva pun mengikuti di belakangnya.

"Ya ampun, aku tidak bisa berharap pada iblis yang ketakutan di belakangku. Sebenarnya apa yang dipikirkan Raja Ralt sampai mau mengangkatnya menjadi panglima? Sudah jelas dia sangat penakut dan dia terlalu gugup. Bagaimana dia bisa bertarung jika seperti ini?" batin Belle. Ia menggelengkan kepala dengan ekspresi heran.

Belum lama sejak mereka menjauh dari tempat muncul, mereka bertemu dengan seorang iblis. Iblis itu tidak melakukan penyamaran sama sekali dan dengan terang terangan menunjukkan tanduknya.

"Wah, tak kusangka aku mendapatkan makanan pembuka sebelum aku mulai berburu hari ini. Ini keberuntungan untukku. Tapi sepertinya bukan keberuntungan untuk kalian," ucap iblis berbadan kekar itu. Ia adalah Flat yang sebelumnya sudah masuk ke dunia manusia lebih dulu bersama kedua rekannya.

"Cih, bagaimana bisa ada iblis rendahan yang masuk ke dunia ini? Merusak pemandanganku saja," gumam Belle dengan ekspresi kesal.

"B-b-bagaimana ini Belle? Apa yang harus kita lakukan?" Diva bersembunyi di belakang Belle sambil sesekali menatap Flat.

"Tentu saja melenyapkannya," sahut Belle.

Flat tidak memberikan waktu lebih untuk kedua wanita itu saling berkomunikasi. Ia dengan segera langsung memberikan pukulan.

Braakk

Namun pukulan itu berhasil dihindari Belle sehingga hanya mengenai tanah. Namun Diva masih tetap berada di tempatnya yang membuatnya terkena angin kuat dari pukulan hingga terdorong ke belakang dan jatuh.

Wanita itu terlihat begitu ketakutan saat melihat serangan Flat. Tubuhnya pun gemetar, "J-jangan mendekat! Jangan kemari!"

"Yang benar saja? Dia bahkan tidak menghindari serangan seperti itu. Seberapa lemahnya dia?" gumam Belle. "Awas! Menjauh dari sana!"

Flat tersenyum senang. Lalu saat ia akan mencengkram leher wanita itu, Belle segera melompat dan mengayunkan belati tersembunyi miliknya.

Sraatt

"Aku merasa seperti ada sesuatu yang menggelitik tanganku. Kira kira apa itu ya?" ucap Flat sambil melirik Belle yang baru saja menapak di tanah.

Belle sedikit terkejut. Seharusnya serangan seperti itu saja cukup untuk memotong iblis rendahan. Namun, jangankan memotong tangannya, ia bahkan tidak menggores lengannya sama sekali.

Flat langsung melakukan pukulan pada Belle, namun wanita itu segera menyilangkan tangannya hingga termundur beberapa langkah dari tempatnya berada.

Refleks cepat yang dimiliki Belle, membuatnya terhindar dari cedera. Namun Flat tidak hanya diam, ia melakukan serangan berikutnya dengan tangan lain. Tetapi Belle langsung melompat menghindari serangannya.

Diva masih terduduk ketakutan di dekat Flat, "K-kita tidak mungkin bisa menang. K-kita menyerah saja."

"Omong kosong apa itu?! Apa dia sudah gila?! Dia hanya iblis rendahan!" gerutu Belle dalam hatinya.

"Haha, pilihan yang bagus. Sebaiknya kau mendengarkan apa yang diucapkan temanmu ini dan diamlah tanpa melawan," ucap Flat dengan sombongnya. Karena memakan puluhan manusia, ia menjadi lebih kuat sekarang. Tubuhnya bagaikan perisai dan serangan sekaligus.

"Sulit bergerak di sini. Namun.." Belle mengambil satu belatinya yang lain dan melemparkan itu pada Flat.

Flat langsung mengangkat tangannya hingga menutupi pandangan untuk melindungi dirinya. Saat belati itu terjatuh setelah menabrak tangannya, Belle muncul di belakang Flat dan menusuk bahunya.

"Aakhh.." Flat merintih kesakitan. Luka itu tidak begitu dalam, namun cukup untuk membuatnya kesakitan. "Brengs*k."

Saat Flat membalikkan badannya dan melakukan serangan, Belle sudah tidak ada di sana. Ia hanya memukul udara kosong.

"Kemana dia?!" Flat melihat sekitar dan tidak menemukan dimana keberadaan Belle. Ia pun langsung menghentakkan kakinya dengan keras hingga menimbulkan angin yang cukup kuat untuk menerbangkan beberapa benda di sekitarnya. Tak terkecuali Diva.

"Kemana kau melihat, hah?!" Belle tiba tiba muncul dari atas dan langsung menusuk mata Flat hingga iblis itu berteriak kesakitan.

Flat menyerang ke sana kemari tidak beraturan karena rasa sakit di matanya.

Episodes
1 Chapter 01 -Awal dari segalanya
2 Chapter 02 -Es Krim
3 Chapter 03 -Nevan
4 Chapter 04 -Raja Iblis
5 Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6 Chapter 06 -Berita
7 Chapter 07 -Lawan Pertama
8 Chapter 08 -Kematian Sementara
9 Chapter 09 -Sadar
10 Chapter 10 -Pasar Malam
11 Chapter 11 -Pasar Malam 2
12 Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13 Chapter 13 -2 Sifat
14 Chapter 14 -Pulang
15 Chapter 15 -Sakit
16 Chapter 16 -Pria Asing
17 Chapter 17 -Need
18 Chapter 18 -Need 2
19 Chapter 19 -Kedatangan
20 Chapter 20 -Need Dan Leon
21 Chapter 21 -Kepingan Informasi
22 Chapter 22 -Tidak Percaya
23 Chapter 23 -Ketidaktahuan
24 Chapter 24 -Teddy
25 Chapter 25 -Berbeda
26 Chapter 26 -Kevin Mati
27 Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28 Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29 Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30 Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31 Chapter 31 -Usir Leon?
32 Chapter 32 -Bertengkar
33 Chapter 33 -Permintaan
34 Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35 Chapter 35 -Bertarung Lagi
36 Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37 Chapter 37 -Bunuh Diri
38 Chapter 38 -Ash
39 Chapter 39 -Cemas
40 Chapter 40 -Permintaan Maaf
41 Chapter 41 -Perpisahan
42 Chapter 42 -Masing Masing
43 Chapter 43 -Melawan Belle
44 Chapter 44 -Belle Mati
45 Chapter 45 -Ingatan Kembali
46 Chapter 46 -Kematian Diva
47 Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48 Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49 Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50 Chapter 50 -Sudut Pandang
51 Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52 Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53 Chapter 53 -Menyusup
54 Chapter 54 -Ketahuan
55 Chapter 55 -Bertemu Iblis
56 Chapter 56 -Membunuh Iblis
57 Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58 Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59 Chapter 59 -Need
60 Chapter 60 -Menuju Akhir
61 Chapter 61 -Menuju Akhir II
62 Chapter 62 -Leon Mati
63 Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64 Chapter 64 -Reinkarnasi
65 Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66 Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67 Chapter 67 -Ketiga
68 Chapter 68 -Terciptanya Need
69 Chapter 69 -POV Selesai
70 Chapter 70 -Berbaikan
71 Chapter 71 -Kebenaran
72 Chapter 72 -Kemungkinan
73 Chapter 73 -Kisah Teddy
74 Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75 Chapter 75 -Memohon
76 Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77 Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78 Chapter 78 -Kabar Kematian
79 Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80 Chapter 80 -Menyembuhkan
81 Chapter 81 -Kendala
82 Chapter 82 -Tekad
83 Chapter 83 -Nevan
84 Chapter 84 -Kite
85 Chapter 85 -Mayat Hidup
86 Chapter 86 -Mayat Hidup II
87 Chapter 87 -Bertemu Kembali
88 Chapter 88 -Flynn
89 Chapter 89 -Kekacauan
90 Chapter 90 -Mayat Hidup III
91 Chapter 91 -Kite II
92 Chapter 92 -Need Dan Leon II
93 Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94 Chapter 94 -Leon
95 Chapter 95 -Serangan
96 Chapter 96 -Tidak Terima
97 Chapter 97 -Hidup Kembali
98 Chapter 98 -Bercanda
99 Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100 Chapter 100 -Pendapat
101 Chapter 101 -Menjadi Umpan
102 Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103 Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104 Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105 Chapter 105 -Hidup Lagi
106 Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107 Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108 Chapter 108 -Ken Pergi
109 Chapter 109 -Flashback
110 Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111 Chapter 111 -Mencari Makan
112 Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113 Chapter 113 -Ken
114 Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115 Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116 Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117 Chapter 117 -Ray
118 Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119 Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120 Chapter 120 -Michael
121 Chapter 121 -Michael II
122 Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123 Chapter 123 -Menyalahkan
124 Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125 Chapter 125 -POV Ken
126 Chapter 126 -Kite Dan Michael
127 Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128 Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129 Chapter 129 -Oliver
130 Chapter 130 -Oliver II
131 Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132 Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133 Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134 Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135 Chapter 135 -Rafa?
136 Chapter 136 -Identitas Ken
137 Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138 Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139 Chapter 139 -Teddy II
140 Chapter 140 -Axelle
141 Chapter 141 -Axelle II
142 Chapter 142 -Kekejaman Michael
143 Chapter 143 -Leon II
144 Chapter 144 -Kenapa?
145 Chapter 145 -The End
146 Last
Episodes

Updated 146 Episodes

1
Chapter 01 -Awal dari segalanya
2
Chapter 02 -Es Krim
3
Chapter 03 -Nevan
4
Chapter 04 -Raja Iblis
5
Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6
Chapter 06 -Berita
7
Chapter 07 -Lawan Pertama
8
Chapter 08 -Kematian Sementara
9
Chapter 09 -Sadar
10
Chapter 10 -Pasar Malam
11
Chapter 11 -Pasar Malam 2
12
Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13
Chapter 13 -2 Sifat
14
Chapter 14 -Pulang
15
Chapter 15 -Sakit
16
Chapter 16 -Pria Asing
17
Chapter 17 -Need
18
Chapter 18 -Need 2
19
Chapter 19 -Kedatangan
20
Chapter 20 -Need Dan Leon
21
Chapter 21 -Kepingan Informasi
22
Chapter 22 -Tidak Percaya
23
Chapter 23 -Ketidaktahuan
24
Chapter 24 -Teddy
25
Chapter 25 -Berbeda
26
Chapter 26 -Kevin Mati
27
Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28
Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29
Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30
Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31
Chapter 31 -Usir Leon?
32
Chapter 32 -Bertengkar
33
Chapter 33 -Permintaan
34
Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35
Chapter 35 -Bertarung Lagi
36
Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37
Chapter 37 -Bunuh Diri
38
Chapter 38 -Ash
39
Chapter 39 -Cemas
40
Chapter 40 -Permintaan Maaf
41
Chapter 41 -Perpisahan
42
Chapter 42 -Masing Masing
43
Chapter 43 -Melawan Belle
44
Chapter 44 -Belle Mati
45
Chapter 45 -Ingatan Kembali
46
Chapter 46 -Kematian Diva
47
Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48
Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49
Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50
Chapter 50 -Sudut Pandang
51
Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52
Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53
Chapter 53 -Menyusup
54
Chapter 54 -Ketahuan
55
Chapter 55 -Bertemu Iblis
56
Chapter 56 -Membunuh Iblis
57
Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58
Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59
Chapter 59 -Need
60
Chapter 60 -Menuju Akhir
61
Chapter 61 -Menuju Akhir II
62
Chapter 62 -Leon Mati
63
Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64
Chapter 64 -Reinkarnasi
65
Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66
Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67
Chapter 67 -Ketiga
68
Chapter 68 -Terciptanya Need
69
Chapter 69 -POV Selesai
70
Chapter 70 -Berbaikan
71
Chapter 71 -Kebenaran
72
Chapter 72 -Kemungkinan
73
Chapter 73 -Kisah Teddy
74
Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75
Chapter 75 -Memohon
76
Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77
Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78
Chapter 78 -Kabar Kematian
79
Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80
Chapter 80 -Menyembuhkan
81
Chapter 81 -Kendala
82
Chapter 82 -Tekad
83
Chapter 83 -Nevan
84
Chapter 84 -Kite
85
Chapter 85 -Mayat Hidup
86
Chapter 86 -Mayat Hidup II
87
Chapter 87 -Bertemu Kembali
88
Chapter 88 -Flynn
89
Chapter 89 -Kekacauan
90
Chapter 90 -Mayat Hidup III
91
Chapter 91 -Kite II
92
Chapter 92 -Need Dan Leon II
93
Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94
Chapter 94 -Leon
95
Chapter 95 -Serangan
96
Chapter 96 -Tidak Terima
97
Chapter 97 -Hidup Kembali
98
Chapter 98 -Bercanda
99
Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100
Chapter 100 -Pendapat
101
Chapter 101 -Menjadi Umpan
102
Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103
Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104
Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105
Chapter 105 -Hidup Lagi
106
Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107
Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108
Chapter 108 -Ken Pergi
109
Chapter 109 -Flashback
110
Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111
Chapter 111 -Mencari Makan
112
Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113
Chapter 113 -Ken
114
Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115
Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116
Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117
Chapter 117 -Ray
118
Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119
Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120
Chapter 120 -Michael
121
Chapter 121 -Michael II
122
Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123
Chapter 123 -Menyalahkan
124
Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125
Chapter 125 -POV Ken
126
Chapter 126 -Kite Dan Michael
127
Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128
Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129
Chapter 129 -Oliver
130
Chapter 130 -Oliver II
131
Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132
Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133
Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134
Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135
Chapter 135 -Rafa?
136
Chapter 136 -Identitas Ken
137
Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138
Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139
Chapter 139 -Teddy II
140
Chapter 140 -Axelle
141
Chapter 141 -Axelle II
142
Chapter 142 -Kekejaman Michael
143
Chapter 143 -Leon II
144
Chapter 144 -Kenapa?
145
Chapter 145 -The End
146
Last

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!