Semakin hari, jumlah mayat tanpa jantung kini semakin bertambah banyak. Kasus ini pun menjadi semakin besar. Belum ada yang berhasil mengetahui penyebab dari kejadian tersebut.
Sebelumnya orang orang berspekulasi bila hewan buas 'lah penyebab dari semua ini. Namun semakin bertambahnya korban, membuat orang orang tidak yakin akan hal itu.
"Lokasi korban menjadi sangat dekat dari rumah ini. Aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi! Aku harus memburunya sendiri sebelum mereka masuk ke daerah ini," batin Nevan dengan ekspresi serius di wajahnya.
Leon memperhatikan gerak gerik Nevan. Beberapa hari ini dia tidak fokus saat sedang bermain game bersamanya. Bahkan Nevan seringkali menunjukkan ekspresi seriusnya.
"Ayah memang sudah bergerak bersama dengan yang lain. Tapi.., aku tidak bisa mengandalkan mereka untuk segera menangkap para iblis itu," batin Nevan.
Pada malam harinya, ketika Rafa dan Leon sudah tertidur, Nevan membuka matanya. Ia menguap karena mengantuk. Sudah lama ia tidak bergadang seperti ini.
Nevan pun duduk dan memperhatikan Leon yang tertidur. Lampu di kamar ini dimatikan setiap akan tidur. Jadi ia hanya bisa mengandalkan sorotan lampu dari luar untuk melihat anak itu.
Setelah yakin Leon sudah tertidur, Nevan bergegas keluar kamar dengan hati hati. Dalam ponselnya tertulis jam 2 malam. Ia menyelinap keluar rumah pada saat semua sudah tertidur lelap.
Nevan menelusuri setiap jalan kecil. Ia ingat dalam berita, terakhir kali mayat ditemukan tidak jauh dari dirinya berada saat ini. Ia membutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan berlari untuk sampai di tempat itu.
"Ah, mangsa baru telah tiba dengan sendirinya," seorang iblis wanita berdiri di salah satu atap bangunan. Ia menjilat bibirnya, seolah sudah tidak sabar dengan makanan baru. Matanya yang berwarna merah muda berkilat terkena sorotan cahaya bulan.
Wanita itu segera terjun bebas dari atas dan mendarat di tanah hingga membuat tanah sedikit retak.
Nevan yang berlari menghentikan langkahnya saat melihat seseorang di depan. Ia mengernyitkan dahinya. Lampu di jalan ini sedikit remang, jadi sulit untuk melihat. Namun dalam sekilas pandangnya, orang itu adalah wanita dan dia bukanlah manusia. Dengan tanduk di kepala dan sebuah cambuk tergantung di pinggang kirinya.
"Hai~aku adalah Misya. Siapa namamu?" ucap wanita iblis itu. Ia yang selalu memperkenalkan diri kepada targetnya bukan tanpa alasan. Ini dimaksudkan agar targetnya mengetahui siapa nama orang yang akan membunuhnya. Dengan kata lain, ia sangat percaya diri bila siapapun yang dilawannya, akan mati di tangannya.
Nevan menggigit ibu jarinya hingga berdarah. Ia pun mencoret telapak tangan kirinya dengan darah itu. Seketika lambang bulan sabit yang tertancap belati pun muncul. Tidak hanya itu, secara ajaib sebuah belati muncul di genggaman tangan kirinya.
Nevan mengeluarkan aura yang tak biasa dan berbeda dari kebanyakan orang.
Namun hal itu malah membuat Misya semakin menggila. Ia merasa tergoda dengan aura itu. Ia baru pertama kali melihat manusia yang memiliki aura sekuat Nevan. Jika ia memakan jantungnya, maka ia pasti akan bertambah kuat 2-3x lipat. Membayangkannya saja sudah membuat Misya bersemangat.
"Aura yang sangat kuat, aku menyukaimu! Karena itu, diam dan matilah!" Misya berlari mendekati Nevan.
Tidak diam saja, Nevan pun ikut mendekati Misya sambil menggenggam belatinya di tangan kanan. Saat sudah dekat dengan wanita itu, ia segera mengayunkannya. Namun hal itu ditahan hanya dengan satu telapak tangan darinya saja.
Untuk sesaat Nevan terkejut. Namun ini bukanlah waktunya. Misya memanjangkan kukunya dan melakukan cakaran pada Nevan. Lalu, dengan segera pemuda itu melompat ke belakang untuk menghindar.
Tak sampai di sana, Misya melakukan cakaran bertubi tubi. Nevan pun tak ingin kalah. Ia terus menangkis kuku tajam itu dengan belati miliknya. Tetapi sayang, Nevan tetap termundur ke belakang karena Misya memiliki kekuatan yang lebih darinya.
Merasa terpojok, Nevan melakukan tendangan ke perut wanita itu hingga membuatnya termundur.
"Hahaha, ternyata kau bisa melawan. Tidak seperti manusia yang kutemui sebelumnya. Aku akan menghargai usahamu," ujar Misya dengan semangat.
Iblis itu segera mengambil cambuk di pinggang kirinya dan mencambuk tanah hingga retak sebagai pemanasan awal, "Mari kita lihat sejauh apa kau bisa bertahan dari ini."
"Ugh, cambuknya sangat kuat. Bahkan aku melihat aura hijau dari wanita itu. Karena sudah memangsa beberapa orang, dia menjadi semakin kuat," gumam Nevan.
"Ada apa? Apa kau takut?" Ucap Misya dengan remeh.
Nevan tidak menghiraukan ucapan wanita itu dan segera bergerak mendekatinya. Tetapi Misya pun tidak hanya menunggu sampai Nevan mendekat. Ia mencambukkan senjatanya ke tempat Nevan berada dan berkali kali hampir mengenainya.
Saat Nevan berada di samping Misya, ia segera mengayunkan belatinya dan berniat untuk melukai leher. Namun dengan cepat Misya menahan dengan cakarnya. Tidak berhenti di sana, Nevan melakukan tendangan pada iblis itu yang membuat Misya terdorong ke belakang.
Saat Misya sedikit lengah, Nevan berhasil menggoreskan luka pada pipinya hingga berdarah.
Misya yang menyadari hal itu menjadi marah. Wajahnya yang 'menurutnya' cantik itu kini tergores oleh belati, "Bocah kurang ajar!"
Karena marah, Misya mengayunkan cambuknya ke segala arah. Bahkan Nevan yang berada di dekatnya pun segera terkena goresan cambuknya hingga terlempar beberapa meter jauhnya.
Bruuukk
Tubuh Nevan jatuh ke tanah dengan keras. Ia sedikit terbatuk karena rasa sakit yang dirasakannya.
Misya menghentikan cambuknya setelah tahu serangannya mengenai mangsanya. Ia berjalan mendekati Nevan yang terduduk di tanah menahan rasa sakit. Ekspresinya masih terlihat sangat marah, "Inilah akibatnya bila kau melukai wajahku!"
Nevan segera berdiri sambil mengeratkan pegangannya pada belati, "Ternyata iblis sangat kuat. Aku baru pertama kali bertemu dengan makhluk semacam ini," batinnya.
Nevan mengarahkan belatinya pada Misya dan kembali berlari mendekatinya. Pada saat itu juga, Misya mengayunkan cambuknya hingga membuat Nevan kembali terlempar ke tanah. Cara yang sia sia.
Itulah yang dipikirkan oleh Misya atas usaha yang dilakukan Nevan.
Jlebb
"A-apa?"
Tapi apa yang dipikirkan Misya tidak sepenuhnya benar. Nevan tiba tiba sudah berada di belakang Misya sambil menancapkan belati yang dimilikinya, "B-bagaimana kau bisa berada di belakangku?"
"Ini adalah kemampuanku. Coba kau tebak saja sendiri apa itu."
Mendengar ucapan remeh dari Nevan, membuat wanita iblis itu semakin marah. Ia membalikkan badannya sambil melakukan cakaran. Namun, Nevan sudah menjauh beberapa langkah darinya.
"Kurang ajar.. uhuk..," Misya terbatuk darah. Luka itu menembus hampir ke seluruh bagian jantungnya. Bila ia tidak segera mengobatinya, ia pasti akan mati sekarang. Matanya pun melihat tajam ke sekitar untuk mencari manusia.
Pada saat itu, sudut matanya pun segera melihat seorang anak di balik pohon yang ada di sana. Ia tersenyum miring karena merasa masih memiliki kesempatan. Dengan cepat, ia berlari ke tempat yang tidak jauh dari dirinya berada.
Nevan terkejut, "Dia ingin lari?!" batinnya. Berpikir bila Misya akan lari, Nevan pun segera mengejarnya di belakang.
Leon yang bersembunyi di balik pohon merasa terpojokkan. Wanita yang melawan Nevan sedang mendekat ke arahnya. Ia sudah bersiap untuk lari. Namun Misya sudah lebih dahulu menangkapnya.
Misya mencekik leher Leon sampai kaki anak itu tidak menapak di tanah. Terlihat bila Leon kesakitan dan sulit untuk bernafas.
Nevan langsung terkejut saat sudah sampai di dekat Misya, "Leon? Bagaimana dia bisa ada di sini?! Aku sudah memastikan dia sudah tidur tadi," gumam nya.
"L-lepaskan.." dengan susah payah, Leon berusaha membebaskan diri dari cengkraman Misya. Namun usahanya sia sia. Wanita itu terlalu kuat untuk dilawan olehnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 146 Episodes
Comments
Norayolayora
sudah datang tidak diundang, pulang pake diantar. merusak jalan pula
2023-06-18
0
Ayano
Aku akan mulai mikir Nevan calon OP
2023-04-04
0
Ayano
Calon mokad ini cewek 🤣
2023-04-04
0