Chapter 07 -Lawan Pertama

Semakin hari, jumlah mayat tanpa jantung kini semakin bertambah banyak. Kasus ini pun menjadi semakin besar. Belum ada yang berhasil mengetahui penyebab dari kejadian tersebut.

Sebelumnya orang orang berspekulasi bila hewan buas 'lah penyebab dari semua ini. Namun semakin bertambahnya korban, membuat orang orang tidak yakin akan hal itu.

"Lokasi korban menjadi sangat dekat dari rumah ini. Aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi! Aku harus memburunya sendiri sebelum mereka masuk ke daerah ini," batin Nevan dengan ekspresi serius di wajahnya.

Leon memperhatikan gerak gerik Nevan. Beberapa hari ini dia tidak fokus saat sedang bermain game bersamanya. Bahkan Nevan seringkali menunjukkan ekspresi seriusnya.

"Ayah memang sudah bergerak bersama dengan yang lain. Tapi.., aku tidak bisa mengandalkan mereka untuk segera menangkap para iblis itu," batin Nevan.

Pada malam harinya, ketika Rafa dan Leon sudah tertidur, Nevan membuka matanya. Ia menguap karena mengantuk. Sudah lama ia tidak bergadang seperti ini.

Nevan pun duduk dan memperhatikan Leon yang tertidur. Lampu di kamar ini dimatikan setiap akan tidur. Jadi ia hanya bisa mengandalkan sorotan lampu dari luar untuk melihat anak itu.

Setelah yakin Leon sudah tertidur, Nevan bergegas keluar kamar dengan hati hati. Dalam ponselnya tertulis jam 2 malam. Ia menyelinap keluar rumah pada saat semua sudah tertidur lelap.

Nevan menelusuri setiap jalan kecil. Ia ingat dalam berita, terakhir kali mayat ditemukan tidak jauh dari dirinya berada saat ini. Ia membutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan berlari untuk sampai di tempat itu.

"Ah, mangsa baru telah tiba dengan sendirinya," seorang iblis wanita berdiri di salah satu atap bangunan. Ia menjilat bibirnya, seolah sudah tidak sabar dengan makanan baru. Matanya yang berwarna merah muda berkilat terkena sorotan cahaya bulan.

Wanita itu segera terjun bebas dari atas dan mendarat di tanah hingga membuat tanah sedikit retak.

Nevan yang berlari menghentikan langkahnya saat melihat seseorang di depan. Ia mengernyitkan dahinya. Lampu di jalan ini sedikit remang, jadi sulit untuk melihat. Namun dalam sekilas pandangnya, orang itu adalah wanita dan dia bukanlah manusia. Dengan tanduk di kepala dan sebuah cambuk tergantung di pinggang kirinya.

"Hai~aku adalah Misya. Siapa namamu?" ucap wanita iblis itu. Ia yang selalu memperkenalkan diri kepada targetnya bukan tanpa alasan. Ini dimaksudkan agar targetnya mengetahui siapa nama orang yang akan membunuhnya. Dengan kata lain, ia sangat percaya diri bila siapapun yang dilawannya, akan mati di tangannya.

Nevan menggigit ibu jarinya hingga berdarah. Ia pun mencoret telapak tangan kirinya dengan darah itu. Seketika lambang bulan sabit yang tertancap belati pun muncul. Tidak hanya itu, secara ajaib sebuah belati muncul di genggaman tangan kirinya.

Nevan mengeluarkan aura yang tak biasa dan berbeda dari kebanyakan orang.

Namun hal itu malah membuat Misya semakin menggila. Ia merasa tergoda dengan aura itu. Ia baru pertama kali melihat manusia yang memiliki aura sekuat Nevan. Jika ia memakan jantungnya, maka ia pasti akan bertambah kuat 2-3x lipat. Membayangkannya saja sudah membuat Misya bersemangat.

"Aura yang sangat kuat, aku menyukaimu! Karena itu, diam dan matilah!" Misya berlari mendekati Nevan.

Tidak diam saja, Nevan pun ikut mendekati Misya sambil menggenggam belatinya di tangan kanan. Saat sudah dekat dengan wanita itu, ia segera mengayunkannya. Namun hal itu ditahan hanya dengan satu telapak tangan darinya saja.

Untuk sesaat Nevan terkejut. Namun ini bukanlah waktunya. Misya memanjangkan kukunya dan melakukan cakaran pada Nevan. Lalu, dengan segera pemuda itu melompat ke belakang untuk menghindar.

Tak sampai di sana, Misya melakukan cakaran bertubi tubi. Nevan pun tak ingin kalah. Ia terus menangkis kuku tajam itu dengan belati miliknya. Tetapi sayang, Nevan tetap termundur ke belakang karena Misya memiliki kekuatan yang lebih darinya.

Merasa terpojok, Nevan melakukan tendangan ke perut wanita itu hingga membuatnya termundur.

"Hahaha, ternyata kau bisa melawan. Tidak seperti manusia yang kutemui sebelumnya. Aku akan menghargai usahamu," ujar Misya dengan semangat.

Iblis itu segera mengambil cambuk di pinggang kirinya dan mencambuk tanah hingga retak sebagai pemanasan awal, "Mari kita lihat sejauh apa kau bisa bertahan dari ini."

"Ugh, cambuknya sangat kuat. Bahkan aku melihat aura hijau dari wanita itu. Karena sudah memangsa beberapa orang, dia menjadi semakin kuat," gumam Nevan.

"Ada apa? Apa kau takut?" Ucap Misya dengan remeh.

Nevan tidak menghiraukan ucapan wanita itu dan segera bergerak mendekatinya. Tetapi Misya pun tidak hanya menunggu sampai Nevan mendekat. Ia mencambukkan senjatanya ke tempat Nevan berada dan berkali kali hampir mengenainya.

Saat Nevan berada di samping Misya, ia segera mengayunkan belatinya dan berniat untuk melukai leher. Namun dengan cepat Misya menahan dengan cakarnya. Tidak berhenti di sana, Nevan melakukan tendangan pada iblis itu yang membuat Misya terdorong ke belakang.

Saat Misya sedikit lengah, Nevan berhasil menggoreskan luka pada pipinya hingga berdarah.

Misya yang menyadari hal itu menjadi marah. Wajahnya yang 'menurutnya' cantik itu kini tergores oleh belati, "Bocah kurang ajar!"

Karena marah, Misya mengayunkan cambuknya ke segala arah. Bahkan Nevan yang berada di dekatnya pun segera terkena goresan cambuknya hingga terlempar beberapa meter jauhnya.

Bruuukk

Tubuh Nevan jatuh ke tanah dengan keras. Ia sedikit terbatuk karena rasa sakit yang dirasakannya.

Misya menghentikan cambuknya setelah tahu serangannya mengenai mangsanya. Ia berjalan mendekati Nevan yang terduduk di tanah menahan rasa sakit. Ekspresinya masih terlihat sangat marah, "Inilah akibatnya bila kau melukai wajahku!"

Nevan segera berdiri sambil mengeratkan pegangannya pada belati, "Ternyata iblis sangat kuat. Aku baru pertama kali bertemu dengan makhluk semacam ini," batinnya.

Nevan mengarahkan belatinya pada Misya dan kembali berlari mendekatinya. Pada saat itu juga, Misya mengayunkan cambuknya hingga membuat Nevan kembali terlempar ke tanah. Cara yang sia sia.

Itulah yang dipikirkan oleh Misya atas usaha yang dilakukan Nevan.

Jlebb

"A-apa?"

Tapi apa yang dipikirkan Misya tidak sepenuhnya benar. Nevan tiba tiba sudah berada di belakang Misya sambil menancapkan belati yang dimilikinya, "B-bagaimana kau bisa berada di belakangku?"

"Ini adalah kemampuanku. Coba kau tebak saja sendiri apa itu."

Mendengar ucapan remeh dari Nevan, membuat wanita iblis itu semakin marah. Ia membalikkan badannya sambil melakukan cakaran. Namun, Nevan sudah menjauh beberapa langkah darinya.

"Kurang ajar.. uhuk..," Misya terbatuk darah. Luka itu menembus hampir ke seluruh bagian jantungnya. Bila ia tidak segera mengobatinya, ia pasti akan mati sekarang. Matanya pun melihat tajam ke sekitar untuk mencari manusia.

Pada saat itu, sudut matanya pun segera melihat seorang anak di balik pohon yang ada di sana. Ia tersenyum miring karena merasa masih memiliki kesempatan. Dengan cepat, ia berlari ke tempat yang tidak jauh dari dirinya berada.

Nevan terkejut, "Dia ingin lari?!" batinnya. Berpikir bila Misya akan lari, Nevan pun segera mengejarnya di belakang.

Leon yang bersembunyi di balik pohon merasa terpojokkan. Wanita yang melawan Nevan sedang mendekat ke arahnya. Ia sudah bersiap untuk lari. Namun Misya sudah lebih dahulu menangkapnya.

Misya mencekik leher Leon sampai kaki anak itu tidak menapak di tanah. Terlihat bila Leon kesakitan dan sulit untuk bernafas.

Nevan langsung terkejut saat sudah sampai di dekat Misya, "Leon? Bagaimana dia bisa ada di sini?! Aku sudah memastikan dia sudah tidur tadi," gumam nya.

"L-lepaskan.." dengan susah payah, Leon berusaha membebaskan diri dari cengkraman Misya. Namun usahanya sia sia. Wanita itu terlalu kuat untuk dilawan olehnya.

Terpopuler

Comments

Norayolayora

Norayolayora

sudah datang tidak diundang, pulang pake diantar. merusak jalan pula

2023-06-18

0

Ayano

Ayano

Aku akan mulai mikir Nevan calon OP

2023-04-04

0

Ayano

Ayano

Calon mokad ini cewek 🤣

2023-04-04

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01 -Awal dari segalanya
2 Chapter 02 -Es Krim
3 Chapter 03 -Nevan
4 Chapter 04 -Raja Iblis
5 Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6 Chapter 06 -Berita
7 Chapter 07 -Lawan Pertama
8 Chapter 08 -Kematian Sementara
9 Chapter 09 -Sadar
10 Chapter 10 -Pasar Malam
11 Chapter 11 -Pasar Malam 2
12 Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13 Chapter 13 -2 Sifat
14 Chapter 14 -Pulang
15 Chapter 15 -Sakit
16 Chapter 16 -Pria Asing
17 Chapter 17 -Need
18 Chapter 18 -Need 2
19 Chapter 19 -Kedatangan
20 Chapter 20 -Need Dan Leon
21 Chapter 21 -Kepingan Informasi
22 Chapter 22 -Tidak Percaya
23 Chapter 23 -Ketidaktahuan
24 Chapter 24 -Teddy
25 Chapter 25 -Berbeda
26 Chapter 26 -Kevin Mati
27 Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28 Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29 Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30 Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31 Chapter 31 -Usir Leon?
32 Chapter 32 -Bertengkar
33 Chapter 33 -Permintaan
34 Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35 Chapter 35 -Bertarung Lagi
36 Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37 Chapter 37 -Bunuh Diri
38 Chapter 38 -Ash
39 Chapter 39 -Cemas
40 Chapter 40 -Permintaan Maaf
41 Chapter 41 -Perpisahan
42 Chapter 42 -Masing Masing
43 Chapter 43 -Melawan Belle
44 Chapter 44 -Belle Mati
45 Chapter 45 -Ingatan Kembali
46 Chapter 46 -Kematian Diva
47 Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48 Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49 Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50 Chapter 50 -Sudut Pandang
51 Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52 Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53 Chapter 53 -Menyusup
54 Chapter 54 -Ketahuan
55 Chapter 55 -Bertemu Iblis
56 Chapter 56 -Membunuh Iblis
57 Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58 Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59 Chapter 59 -Need
60 Chapter 60 -Menuju Akhir
61 Chapter 61 -Menuju Akhir II
62 Chapter 62 -Leon Mati
63 Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64 Chapter 64 -Reinkarnasi
65 Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66 Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67 Chapter 67 -Ketiga
68 Chapter 68 -Terciptanya Need
69 Chapter 69 -POV Selesai
70 Chapter 70 -Berbaikan
71 Chapter 71 -Kebenaran
72 Chapter 72 -Kemungkinan
73 Chapter 73 -Kisah Teddy
74 Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75 Chapter 75 -Memohon
76 Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77 Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78 Chapter 78 -Kabar Kematian
79 Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80 Chapter 80 -Menyembuhkan
81 Chapter 81 -Kendala
82 Chapter 82 -Tekad
83 Chapter 83 -Nevan
84 Chapter 84 -Kite
85 Chapter 85 -Mayat Hidup
86 Chapter 86 -Mayat Hidup II
87 Chapter 87 -Bertemu Kembali
88 Chapter 88 -Flynn
89 Chapter 89 -Kekacauan
90 Chapter 90 -Mayat Hidup III
91 Chapter 91 -Kite II
92 Chapter 92 -Need Dan Leon II
93 Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94 Chapter 94 -Leon
95 Chapter 95 -Serangan
96 Chapter 96 -Tidak Terima
97 Chapter 97 -Hidup Kembali
98 Chapter 98 -Bercanda
99 Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100 Chapter 100 -Pendapat
101 Chapter 101 -Menjadi Umpan
102 Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103 Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104 Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105 Chapter 105 -Hidup Lagi
106 Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107 Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108 Chapter 108 -Ken Pergi
109 Chapter 109 -Flashback
110 Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111 Chapter 111 -Mencari Makan
112 Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113 Chapter 113 -Ken
114 Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115 Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116 Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117 Chapter 117 -Ray
118 Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119 Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120 Chapter 120 -Michael
121 Chapter 121 -Michael II
122 Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123 Chapter 123 -Menyalahkan
124 Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125 Chapter 125 -POV Ken
126 Chapter 126 -Kite Dan Michael
127 Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128 Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129 Chapter 129 -Oliver
130 Chapter 130 -Oliver II
131 Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132 Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133 Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134 Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135 Chapter 135 -Rafa?
136 Chapter 136 -Identitas Ken
137 Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138 Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139 Chapter 139 -Teddy II
140 Chapter 140 -Axelle
141 Chapter 141 -Axelle II
142 Chapter 142 -Kekejaman Michael
143 Chapter 143 -Leon II
144 Chapter 144 -Kenapa?
145 Chapter 145 -The End
146 Last
Episodes

Updated 146 Episodes

1
Chapter 01 -Awal dari segalanya
2
Chapter 02 -Es Krim
3
Chapter 03 -Nevan
4
Chapter 04 -Raja Iblis
5
Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6
Chapter 06 -Berita
7
Chapter 07 -Lawan Pertama
8
Chapter 08 -Kematian Sementara
9
Chapter 09 -Sadar
10
Chapter 10 -Pasar Malam
11
Chapter 11 -Pasar Malam 2
12
Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13
Chapter 13 -2 Sifat
14
Chapter 14 -Pulang
15
Chapter 15 -Sakit
16
Chapter 16 -Pria Asing
17
Chapter 17 -Need
18
Chapter 18 -Need 2
19
Chapter 19 -Kedatangan
20
Chapter 20 -Need Dan Leon
21
Chapter 21 -Kepingan Informasi
22
Chapter 22 -Tidak Percaya
23
Chapter 23 -Ketidaktahuan
24
Chapter 24 -Teddy
25
Chapter 25 -Berbeda
26
Chapter 26 -Kevin Mati
27
Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28
Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29
Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30
Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31
Chapter 31 -Usir Leon?
32
Chapter 32 -Bertengkar
33
Chapter 33 -Permintaan
34
Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35
Chapter 35 -Bertarung Lagi
36
Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37
Chapter 37 -Bunuh Diri
38
Chapter 38 -Ash
39
Chapter 39 -Cemas
40
Chapter 40 -Permintaan Maaf
41
Chapter 41 -Perpisahan
42
Chapter 42 -Masing Masing
43
Chapter 43 -Melawan Belle
44
Chapter 44 -Belle Mati
45
Chapter 45 -Ingatan Kembali
46
Chapter 46 -Kematian Diva
47
Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48
Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49
Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50
Chapter 50 -Sudut Pandang
51
Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52
Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53
Chapter 53 -Menyusup
54
Chapter 54 -Ketahuan
55
Chapter 55 -Bertemu Iblis
56
Chapter 56 -Membunuh Iblis
57
Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58
Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59
Chapter 59 -Need
60
Chapter 60 -Menuju Akhir
61
Chapter 61 -Menuju Akhir II
62
Chapter 62 -Leon Mati
63
Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64
Chapter 64 -Reinkarnasi
65
Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66
Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67
Chapter 67 -Ketiga
68
Chapter 68 -Terciptanya Need
69
Chapter 69 -POV Selesai
70
Chapter 70 -Berbaikan
71
Chapter 71 -Kebenaran
72
Chapter 72 -Kemungkinan
73
Chapter 73 -Kisah Teddy
74
Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75
Chapter 75 -Memohon
76
Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77
Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78
Chapter 78 -Kabar Kematian
79
Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80
Chapter 80 -Menyembuhkan
81
Chapter 81 -Kendala
82
Chapter 82 -Tekad
83
Chapter 83 -Nevan
84
Chapter 84 -Kite
85
Chapter 85 -Mayat Hidup
86
Chapter 86 -Mayat Hidup II
87
Chapter 87 -Bertemu Kembali
88
Chapter 88 -Flynn
89
Chapter 89 -Kekacauan
90
Chapter 90 -Mayat Hidup III
91
Chapter 91 -Kite II
92
Chapter 92 -Need Dan Leon II
93
Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94
Chapter 94 -Leon
95
Chapter 95 -Serangan
96
Chapter 96 -Tidak Terima
97
Chapter 97 -Hidup Kembali
98
Chapter 98 -Bercanda
99
Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100
Chapter 100 -Pendapat
101
Chapter 101 -Menjadi Umpan
102
Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103
Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104
Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105
Chapter 105 -Hidup Lagi
106
Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107
Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108
Chapter 108 -Ken Pergi
109
Chapter 109 -Flashback
110
Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111
Chapter 111 -Mencari Makan
112
Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113
Chapter 113 -Ken
114
Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115
Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116
Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117
Chapter 117 -Ray
118
Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119
Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120
Chapter 120 -Michael
121
Chapter 121 -Michael II
122
Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123
Chapter 123 -Menyalahkan
124
Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125
Chapter 125 -POV Ken
126
Chapter 126 -Kite Dan Michael
127
Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128
Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129
Chapter 129 -Oliver
130
Chapter 130 -Oliver II
131
Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132
Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133
Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134
Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135
Chapter 135 -Rafa?
136
Chapter 136 -Identitas Ken
137
Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138
Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139
Chapter 139 -Teddy II
140
Chapter 140 -Axelle
141
Chapter 141 -Axelle II
142
Chapter 142 -Kekejaman Michael
143
Chapter 143 -Leon II
144
Chapter 144 -Kenapa?
145
Chapter 145 -The End
146
Last

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!