Chapter 13 -2 Sifat

Flat menyerang ke sana kemari tidak beraturan. Mata kanannya yang ditusuk membuatnya tidak bisa melihat dan terus mengerang kesakitan.

Diva yang masih berada di dekat Flat langsung terlempar dengan tubuh yang menghantam tembok hingga retak.

Brukk

Karena bergerak tanpa tahu arah, punggung Flat terhantam ke tembok bangunan di dekatnya. Ia pun terduduk sambil terus memegangi matanya. Cairan merah keluar dari setiap sela jarinya.

"Kau sudah berani sombong hanya karena kekuatan itu," Belle mendengus penuh ketidak sukaan.

"Bagaimana dia bisa bergerak dengan begitu cepat? Dia bahkan bisa melukai bahuku, brengs*k," batin Flat sambil menahan rasa sakitnya. Pikirannya pun langsung menangkap satu kesimpulan. Wanita yang ia serang sebenarnya adalah blizt. Karena jika bukan, seharusnya wanita itu tidak bisa melukainya seperti ini.

Merasa dirinya terancam, Flat segera berdiri. Ia lebih baik pergi untuk sekarang, dibandingkan mati di tangan wanita itu, "Awas saja kau! Aku pasti akan membalasnya lain kali!"

Belle berniat untuk membiarkan Flat pergi. Karena ia datang ke dunia ini bukan untuk membasmi iblis lemah.

"Kau mau lari kemana? Kita belum selesai."

Belle langsung terkejut saat melihat Diva sudah berdiri di depan Flat dengan sebuah pedang.

"Minggir, jangan menghalangiku!" Flat langsung menerobos Diva begitu saja.

Sraattt Bruuk

"AAKKHHH"

Flat menjerit kesakitan ketika kedua tangannya terpotong. Ia pun terduduk di tanah dengan tubuh berlumuran darah.

"HAHAHA, apa itu? Hanya seperti itu saja kau sudah berteriak," Diva menatap Flat dengan rendah. Matanya berkilat dengan senyuman puas terukir di wajahnya. "Ini baru dimulai. Jangan merengek."

Diva mengarahkan mata pedangnya pada wajah Flat, lalu menggoreskan luka dari pipi hingga ke hidungnya.

Hal ini membuat Flat semakin berteriak kesakitan. Air mata tidak bisa ia tahan karena semua rasa sakit itu, "Tolong lepaskan aku!!"

Kedua tangan Diva bertumpu pada pedangnya, "Mari kita bermain. Jika kau bisa pergi ke ujung jalan sebelum hitungan ke 10 dariku, kau bisa pergi. Tapi jika gagal, maka kau tidak akan aku lepaskan. Satu.."

"Hah..?!" Flat segera berdiri dengan keadaan yang sangat parah. Satu matanya tertusuk dan kedua tangannya terpotong. Yang bisa ia andalkan saat ini hanyalah kedua kakinya. Ia mulai berlari menuju ujung jalan seperti yang dikatakan oleh Diva.

"Dua.."

"Aku harus sampai ke sana dan pergi. Akan aku balas si brengs*k itu di lain hari!" batin Flat. Walau dalam keadaan yang begitu menyedihkan, dia masih saja ingin membalas dendam. Ia bahkan sudah yakin dirinya bisa melakukan apa yang dikatakan oleh Diva.

"Empat.."

"Aku hampir sampai. Mati kau..!! Akan kuhabisi kau suatu hari!" geruru Flat dalam hati.

"Sepuluh.. kau kalah."

Srattt Cruatt

"AAKHHH"

Kini kedua kaki iblis itu terpotong dengan sangat rapi. Padahal jarak antara dirinya dengan Diva cukup jauh. Dan sebelumnya Diva tidak beranjak dari tempatnya sedikitpun. Namun ia bisa melakukan hal itu dalam sepersekian detik.

"K-kau curang! Aarghh..!! K-kau langsung mengatakan angka sepuluh, hah.. hah.."

Diva menginjak tubuh Flat yang tengkurap di tanah. Ia tertawa begitu puas, "Sejak awal kau seharusnya tidak percaya dengan ucapanku. Bagaimana bisa aku membiarkanmu pergi begitu saja? Sekarang terima hukumanmu."

Diva menendang tubuh Flat dan membuat wajahnya menghadap padanya. Ia tidak peduli dengan rasa sakit yang dialami iblis itu. Ia malah menikmatinya. Pedang ia angkat tinggi ke atas, lalu ia tusukkan pada tubuh Flat berkali kali.

Jlebb Jlebb Jlebb Jlebb Jlebb

Darah terus menyiprat hingga mengotori pakaian Diva. Walau begitu, dirinya tidak peduli. Ia hanya terus menyeringai dengan tatapan bersemangat.

Erangan Flat perlahan melemah. Lalu pada saat itu, Diva langsung menusukkan pedangnya pada wajah Flat yang membuatnya benar benar mati.

Belle sejak tadi menyaksikan apa yang dilakukan oleh wanita itu. Ia tidak percaya bila wanita yang ia kenal beberapa saat lalu berubah menjadi sosok lain yang begitu bertolak belakang. Sekarang ia mengerti mengapa Ralt sampai mengangkatnya menjadi panglima. Itu karena kekuatan yang dimiliki Diva, juga mungkin sifatnya yang ini.

Diva menarik pedang yang ia tusukkan ke wajah Flat. Kini pedangnya terbasahi oleh darah yang begitu kental. Ia mengayunkannya ke samping hingga darah terciprat ke tanah. Ia pun menyarungkannya kembali.

Begitu selesai, pupil matanya kembali menjadi lebih cerah. Ia berekspresi terkejut dan langsung menjauh dari tubuh Flat. Badannya gemetar ketakutan, "A-a-a-a-a-apa ini?!"

Belle langsung menghampiri Diva dan menepuk pundaknya, "Kerja bagus. Aku sempat meragukanmu sebelumnya. Tapi sepertinya kau bisa diandalkan sekarang."

Diva menatap Belle dengan mata berkaca kaca. Ia pun segera bersembunyi ke belakang tubuh Belle, "I-ini apa?! Sangat menyeramkan!"

"Hah..?" Belle terdiam dengan wajah heran. Padahal tadi Diva begitu bersemangat dalam menyiksa Flat. Namun apa yang terjadi sekarang? Dia tiba tiba berubah kembali menjadi Diva yang pertama ia kenal. Penakut, gugup, dan tidak percaya diri. Ia jadi bingung.

"Ah, sudahlah. Kita pergi saja dari sini sekarang. Tidak perlu mempedulikan itu," ucap Belle.

Diva menelan ludahnya dengan wajah khawatir. Ia pun mengangguk dan mengikuti Belle sambil memegangi pundaknya.

"Sepertinya Raja Ralt salah memilih orang untuk dijadikan tangan kanannya. Mungkin pemikiran pertamaku memang tidak salah. Yah, sulit untuk diharapkan Raja yang malas memilih panglima dengan benar," batin Belle.

Di tempat lain. Leon kini berada di sebuah restoran dekat pasar malam. Ia duduk bersama Rafa dan dua teman perempuan pemuda itu yang juga merupakan teman Katly. Sedangkan Katly dan Nevan berada di kursi lain.

Teman Katly sengaja melakukannya. Mereka ingin memberikan kesempatan untuk Katly berdua bersama Nevan, sekaligus untuk menepati janji makan bersama.

"Seperti yang kukatakan waktu itu, aku yang akan membayar makanannya. Jadi kau tidak perlu membayarnya," ucap Katly sambil tersenyum. Ia sangat gugup, tapi berusaha untuk menutupinya.

"Kau memang mengatakannya saat itu. Tapi lebih baik aku saja yang membayarnya. Bagaimana mungkin laki laki membiarkan perempuan yang membayar makanannya? Jadi aku yang akan membayarnya," ucap Nevan.

"Tidak, aku saja."

"Jika kau menolak, kau sama saja sudah menyakiti harga diriku," Nevan menopang tangannya dengan tangan kanan sambil menatap Katly.

"Eh? A-ah baiklah kalau begitu," Katly mengalihkan perhatiannya ke arah lain. Ia malu bila ditatap begitu dekat seperti itu. Apalagi oleh Nevan.

Disaat Katly begitu sangat gugup, Nevan merasa biasa saja.

Begitupun dengan yang ada di meja lain. Mereka malah bersenang senang dengan banyak makanan di meja.

"Kalian tidak perlu mengkhawatirkan harga makanan. Nev yang akan membayarnya. Jadi makan saja sepuasnya," ucap Rafa.

"Horee! Terimakasih," ucap kedua temannya dengan senang.

Temannya yang bernama Chelsea menatap Leon yang terus makan dengan mata berkilau. Melihat tatapan itu, membuatnya tertawa. Dalam pandangannya, Leon adalah anak yang lucu. Tidak banyak berekspresi, namun saat seperti ini dia menunjukkan tatapan mata yang berbeda, "Ngomong ngomong, dia siapa Raf? Saudaramu? Dia sangat menggemaskan."

Rafa berhenti makan. Ia melirik Leon sesaat, lalu mengangguk, "Ah iya. Dia juga saudaraku."

Chelsea melihat boneka kucing yang cukup besar di meja makan, "Seingatku, boneka itu digantung di stand permainan tembak. Apa dia berhasil memenangkannya di sana?"

"Begitulah. Dia dibantu Nev pada tembakan terakhir. Lalu dia memilih hadiah ini."

"Ah, boneka itu lucu sekaliii. Apa aku boleh menyentuhnya, Leon?"

Leon berhenti makan. Ia menggelengkan kepalanya dan menarik boneka itu untuk disimpan di kursi.

"Menggemaskan sekaliii..!!" ucap Chelsea dan temannya dengan kegirangan.

Rafa berkedip beberapa kali melihat reaksi mereka. Mereka ternyata cukup heboh, padahal di kelas mereka tidak terlalu menunjukkannya.

Terpopuler

Comments

Ayano

Ayano

Saya turut berduka. Anda support chara doang soalnya. Maaf ya

2023-04-07

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01 -Awal dari segalanya
2 Chapter 02 -Es Krim
3 Chapter 03 -Nevan
4 Chapter 04 -Raja Iblis
5 Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6 Chapter 06 -Berita
7 Chapter 07 -Lawan Pertama
8 Chapter 08 -Kematian Sementara
9 Chapter 09 -Sadar
10 Chapter 10 -Pasar Malam
11 Chapter 11 -Pasar Malam 2
12 Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13 Chapter 13 -2 Sifat
14 Chapter 14 -Pulang
15 Chapter 15 -Sakit
16 Chapter 16 -Pria Asing
17 Chapter 17 -Need
18 Chapter 18 -Need 2
19 Chapter 19 -Kedatangan
20 Chapter 20 -Need Dan Leon
21 Chapter 21 -Kepingan Informasi
22 Chapter 22 -Tidak Percaya
23 Chapter 23 -Ketidaktahuan
24 Chapter 24 -Teddy
25 Chapter 25 -Berbeda
26 Chapter 26 -Kevin Mati
27 Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28 Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29 Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30 Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31 Chapter 31 -Usir Leon?
32 Chapter 32 -Bertengkar
33 Chapter 33 -Permintaan
34 Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35 Chapter 35 -Bertarung Lagi
36 Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37 Chapter 37 -Bunuh Diri
38 Chapter 38 -Ash
39 Chapter 39 -Cemas
40 Chapter 40 -Permintaan Maaf
41 Chapter 41 -Perpisahan
42 Chapter 42 -Masing Masing
43 Chapter 43 -Melawan Belle
44 Chapter 44 -Belle Mati
45 Chapter 45 -Ingatan Kembali
46 Chapter 46 -Kematian Diva
47 Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48 Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49 Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50 Chapter 50 -Sudut Pandang
51 Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52 Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53 Chapter 53 -Menyusup
54 Chapter 54 -Ketahuan
55 Chapter 55 -Bertemu Iblis
56 Chapter 56 -Membunuh Iblis
57 Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58 Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59 Chapter 59 -Need
60 Chapter 60 -Menuju Akhir
61 Chapter 61 -Menuju Akhir II
62 Chapter 62 -Leon Mati
63 Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64 Chapter 64 -Reinkarnasi
65 Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66 Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67 Chapter 67 -Ketiga
68 Chapter 68 -Terciptanya Need
69 Chapter 69 -POV Selesai
70 Chapter 70 -Berbaikan
71 Chapter 71 -Kebenaran
72 Chapter 72 -Kemungkinan
73 Chapter 73 -Kisah Teddy
74 Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75 Chapter 75 -Memohon
76 Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77 Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78 Chapter 78 -Kabar Kematian
79 Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80 Chapter 80 -Menyembuhkan
81 Chapter 81 -Kendala
82 Chapter 82 -Tekad
83 Chapter 83 -Nevan
84 Chapter 84 -Kite
85 Chapter 85 -Mayat Hidup
86 Chapter 86 -Mayat Hidup II
87 Chapter 87 -Bertemu Kembali
88 Chapter 88 -Flynn
89 Chapter 89 -Kekacauan
90 Chapter 90 -Mayat Hidup III
91 Chapter 91 -Kite II
92 Chapter 92 -Need Dan Leon II
93 Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94 Chapter 94 -Leon
95 Chapter 95 -Serangan
96 Chapter 96 -Tidak Terima
97 Chapter 97 -Hidup Kembali
98 Chapter 98 -Bercanda
99 Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100 Chapter 100 -Pendapat
101 Chapter 101 -Menjadi Umpan
102 Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103 Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104 Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105 Chapter 105 -Hidup Lagi
106 Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107 Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108 Chapter 108 -Ken Pergi
109 Chapter 109 -Flashback
110 Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111 Chapter 111 -Mencari Makan
112 Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113 Chapter 113 -Ken
114 Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115 Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116 Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117 Chapter 117 -Ray
118 Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119 Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120 Chapter 120 -Michael
121 Chapter 121 -Michael II
122 Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123 Chapter 123 -Menyalahkan
124 Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125 Chapter 125 -POV Ken
126 Chapter 126 -Kite Dan Michael
127 Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128 Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129 Chapter 129 -Oliver
130 Chapter 130 -Oliver II
131 Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132 Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133 Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134 Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135 Chapter 135 -Rafa?
136 Chapter 136 -Identitas Ken
137 Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138 Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139 Chapter 139 -Teddy II
140 Chapter 140 -Axelle
141 Chapter 141 -Axelle II
142 Chapter 142 -Kekejaman Michael
143 Chapter 143 -Leon II
144 Chapter 144 -Kenapa?
145 Chapter 145 -The End
146 Last
Episodes

Updated 146 Episodes

1
Chapter 01 -Awal dari segalanya
2
Chapter 02 -Es Krim
3
Chapter 03 -Nevan
4
Chapter 04 -Raja Iblis
5
Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6
Chapter 06 -Berita
7
Chapter 07 -Lawan Pertama
8
Chapter 08 -Kematian Sementara
9
Chapter 09 -Sadar
10
Chapter 10 -Pasar Malam
11
Chapter 11 -Pasar Malam 2
12
Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13
Chapter 13 -2 Sifat
14
Chapter 14 -Pulang
15
Chapter 15 -Sakit
16
Chapter 16 -Pria Asing
17
Chapter 17 -Need
18
Chapter 18 -Need 2
19
Chapter 19 -Kedatangan
20
Chapter 20 -Need Dan Leon
21
Chapter 21 -Kepingan Informasi
22
Chapter 22 -Tidak Percaya
23
Chapter 23 -Ketidaktahuan
24
Chapter 24 -Teddy
25
Chapter 25 -Berbeda
26
Chapter 26 -Kevin Mati
27
Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28
Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29
Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30
Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31
Chapter 31 -Usir Leon?
32
Chapter 32 -Bertengkar
33
Chapter 33 -Permintaan
34
Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35
Chapter 35 -Bertarung Lagi
36
Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37
Chapter 37 -Bunuh Diri
38
Chapter 38 -Ash
39
Chapter 39 -Cemas
40
Chapter 40 -Permintaan Maaf
41
Chapter 41 -Perpisahan
42
Chapter 42 -Masing Masing
43
Chapter 43 -Melawan Belle
44
Chapter 44 -Belle Mati
45
Chapter 45 -Ingatan Kembali
46
Chapter 46 -Kematian Diva
47
Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48
Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49
Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50
Chapter 50 -Sudut Pandang
51
Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52
Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53
Chapter 53 -Menyusup
54
Chapter 54 -Ketahuan
55
Chapter 55 -Bertemu Iblis
56
Chapter 56 -Membunuh Iblis
57
Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58
Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59
Chapter 59 -Need
60
Chapter 60 -Menuju Akhir
61
Chapter 61 -Menuju Akhir II
62
Chapter 62 -Leon Mati
63
Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64
Chapter 64 -Reinkarnasi
65
Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66
Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67
Chapter 67 -Ketiga
68
Chapter 68 -Terciptanya Need
69
Chapter 69 -POV Selesai
70
Chapter 70 -Berbaikan
71
Chapter 71 -Kebenaran
72
Chapter 72 -Kemungkinan
73
Chapter 73 -Kisah Teddy
74
Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75
Chapter 75 -Memohon
76
Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77
Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78
Chapter 78 -Kabar Kematian
79
Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80
Chapter 80 -Menyembuhkan
81
Chapter 81 -Kendala
82
Chapter 82 -Tekad
83
Chapter 83 -Nevan
84
Chapter 84 -Kite
85
Chapter 85 -Mayat Hidup
86
Chapter 86 -Mayat Hidup II
87
Chapter 87 -Bertemu Kembali
88
Chapter 88 -Flynn
89
Chapter 89 -Kekacauan
90
Chapter 90 -Mayat Hidup III
91
Chapter 91 -Kite II
92
Chapter 92 -Need Dan Leon II
93
Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94
Chapter 94 -Leon
95
Chapter 95 -Serangan
96
Chapter 96 -Tidak Terima
97
Chapter 97 -Hidup Kembali
98
Chapter 98 -Bercanda
99
Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100
Chapter 100 -Pendapat
101
Chapter 101 -Menjadi Umpan
102
Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103
Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104
Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105
Chapter 105 -Hidup Lagi
106
Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107
Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108
Chapter 108 -Ken Pergi
109
Chapter 109 -Flashback
110
Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111
Chapter 111 -Mencari Makan
112
Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113
Chapter 113 -Ken
114
Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115
Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116
Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117
Chapter 117 -Ray
118
Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119
Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120
Chapter 120 -Michael
121
Chapter 121 -Michael II
122
Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123
Chapter 123 -Menyalahkan
124
Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125
Chapter 125 -POV Ken
126
Chapter 126 -Kite Dan Michael
127
Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128
Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129
Chapter 129 -Oliver
130
Chapter 130 -Oliver II
131
Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132
Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133
Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134
Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135
Chapter 135 -Rafa?
136
Chapter 136 -Identitas Ken
137
Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138
Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139
Chapter 139 -Teddy II
140
Chapter 140 -Axelle
141
Chapter 141 -Axelle II
142
Chapter 142 -Kekejaman Michael
143
Chapter 143 -Leon II
144
Chapter 144 -Kenapa?
145
Chapter 145 -The End
146
Last

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!