Chapter 15 -Sakit

Keesokan harinya, pagi pagi sekali, Nevan telah sampai di rumah. Sebuah rumah yang cukup megah dengan halaman yang luas.

Saat Nevan akan memencet bel rumah, pintu terbuka tiba tiba. Ia sedikit terkejut. Namun, melihat bila itu adalah ayahnya, membuatnya lega.

"Ikut denganku," ucap ayahnya.

"Lalu bagaimana dengan koperku?"

"Tinggalkan saja itu di sini. Ikut dengan ayah sekarang."

POV Nevan

Walaupun aku tidak mengerti dengan sikap ayah hari ini, namun aku langsung menuruti ucapannya.

Aku membuka gerbang terlebih dahulu agar mobil ayah bisa keluar. Aku kembali menutupnya setelah mobilnya keluar. Aku membuka pintu mobil dan duduk di samping ayah mengemudi.

Wajahnya terlihat serius. Dia juga tidak mengatakan apapun. Suasana jadi tidak nyaman. Aku pun memilih untuk memulai pembicaraan, "Kau menyuruhku pulang tiba tiba dan aku baru saja sampai. Tapi ayah langsung menyuruhku untuk mengikutimu. Sebenarnya apa yang terjadi? Apa yang membuatmu menyuruhku untuk segera pulang? Apa ini tentang iblis iblis itu?"

Ayah nampak menggelengkan kepala. Dari hal itu, aku berkesimpulan bila ini tidak ada hubungannya dengan hal itu. Namun, entah mengapa aku merasa berdebar, seolah ada hal buruk yang menungguku.

Aku pun mencoba untuk bertanya lebih jauh padanya, "Jika bukan, lalu apa yang sebenarnya terjadi? Tidak mungkin ayah tiba tiba menyuruhku pulang hanya karena hal sepele."

"Semalam ayah berusaha meneleponmu. Tapi kau tidak mengangkatnya. Saat itu.., Alice bertemu dengan iblis saat pulang dari supermarket. Iblis itu berusaha untuk memangsanya."

Aku terkejut ketika mendengar cerita ayah. Ternyata benar, ayahnya tidak akan menyuruhnya pulang jika bukan hal mendesak, "Lalu apa yang terjadi pada Alice?! Dimana dia sekarang?!"

Aku mulai cemas dengan keadaan adikku. Dia tidak bisa bertarung. Dia juga tidak tahu apapun tentang iblis maupun blizt.

"Pada saat itu ayah sedang dalam perjalanan pulang dan mendengar suaranya di tempat sepi. Aku tidak bisa mengatakan bila itu adalah hal yang beruntung. Aku telat menolongnya. Saat aku sampai di sana, Alice terluka dan pingsan. Di sana juga masih ada iblis yang menyerangnya.

Dia iblis yang kuat dan aku hanya bisa membuatnya terluka tanpa sempat membunuhnya. Aku membawa Alice ke rumah sakit. Karena itu aku terus mencoba meneleponmu. Lalu setelah memastikan keadaan Alice baik baik saja di rumah sakit, aku mengirimkan pesan padamu agar kau segera pulang," jelas ayahku.

"Kalau begitu, apa sekarang Alice baik baik saja?" Aku masih merasa khawatir dengan keadaannya. Bagaimanapun, Alice diserang oleh iblis, bukan manusia biasa.

"Dia hanya mengalami luka luar dan itu tidak membahayakan nyawa. Tapi saat dia sadar, dia sangat ketakutan. Bagaimanapun, dia hampir saja menjadi mangsa iblis. Aku membutuhkan waktu saat menenangkannya semalam. Ayah ingin kau menjaganya."

"Kalau begitu, serahkan hal itu padaku. Aku pasti akan menjaganya dengan baik."

Sesampainya di rumah sakit, aku melihat Alice terbaring di salah satu ruangan. Tangan kanannya diperban dari siku hingga telapak tangan. Melihatnya seperti ini, membuatku semakin cemas.

Saat aku sedang memperhatikan keadaannya, Alice tiba tiba terbangun dengan kening berkeringat. Dia terlihat begitu ketakutan sambil melihat sekelilingnya dengan waspada, "Kakak!!"

Alice langsung memeluk tubuhku sambil menangis, "Aku takut.. dia pasti akan ke sini. D-dia pasti akan melukaiku lagi."

Aku sedikit terkejut dengan gerakan tiba tiba itu, tapi aku langsung memeluknya dan mengelus kepalanya, "Tenanglah, dia sudah tidak ada. Dia tidak akan kembali lagi. Kakak ada di sini, jadi tenanglah.." Aku mencoba menenangkannya. Namun sepertinya Alice tidak mendengar kata kataku. Tubuhnya bergetar ketakutan.

"D-dia pasti ada di sini. Dia ada di sini..! Aku takut, aku takut kak.. hiks.. hiks.."

Aku tidak tega melihat keadaannya yang seperti ini. Dia yang selalu ceria menjadi sangat begitu waspada dan ketakutan.

"Alice.. ada ayah dan kakakmu di sini. Kau akan baik baik saja, kami akan menjagamu. Dia tidak akan pernah menyentuhmu lagi."

Ayah pun ikut menenangkan Alice. Walau dia sudah sedikit tenang, namun dia masih tidak mau melepaskan pelukannya dariku, seakan aku akan pergi darinya, bila dia melepaskannya.

Aku tidak berhenti mengelus kepalanya dan menenangkannya. Mungkin seharusnya seperti ini 'lah orang yang baru saja selamat dari menjadi mangsa iblis. Namun, Leon sama sekali tidak ketakutan seperti ini. Padahal saat itu iblis baru saja mengambil jantungnya. Atau malah.. anak itu menyembunyikan rasa takutnya?

POV Nevan End~

Di rumah Rafa

"Hah.. hah.. hah.. hah.."

Leon menutupi wajahnya dengan tangan. Wajahnya berkeringat karena memimpikan hal buruk. Kejadian saat sesosok makhluk bertanduk menemukannya dan menarik jantungnya keluar, membuatnya merasa seperti benar benar akan mati.

Kevin yang baru saja keluar dari kamar mandi di ruangan kamar langsung menghampiri anak itu dan berdiri di sampingnya, "Apa kau baru saja bermimpi buruk?"

Leon menatap Kevin dan mengatur nafasnya dengan baik. Ia menggelengkan kepala dan diam tanpa memberi jawaban.

Melihat wajah Leon yang begitu pucat, membuat Kevin langsung menyentuh dahinya. Kedua alisnya terangkat, "Kau panas. Apa kau sedang demam? Tunggu sebentar, aku akan mengatakannya pada Rafa."

Dengan segera, Kevin langsung pergi ke bawah karena tahu Rafa sedang menyiapkan makanan.

Setelah mendengar kabar Leon, Rafa segera mematikan kompor dan pergi mengambil kotak obat. Kevin juga membantu menyiapkan air dan kain untuk mengompres.

Kain ditempelkan ke dahi Leon oleh Rafa. Namun saat ingin memberinya obat, Leon terus terusan menolak dan menutup mulutnya rapat rapat.

"Ini tidak akan terlalu pahit. Kau langsung telan saja. Kau akan segera sembuh bila meminum obat. Apa kau ingin terus seperti ini? Ayo buka mulutmu. Kau harus meminum obat agar cepat sehat. Jika kau mau meminumnya, aku akan memberikan apapun yang kau mau," bujuk Rafa.

Leon menggelengkan kepalanya sambil menutup mulutnya dengan tangan. Ia memang merasa pusing, namun ia tidak mau meminum obat.

"Jangan keras kepala, minum saja," ucap Kevin.

Melihat Leon yang masih tetap enggan, membuat Kevin mengambil obat yang sama dan memasukkannya ke dalam mulut. "Kau lihat? Tidak pahit, aku juga baik baik saja. Kau hanya meminum obat, bukan racun."

"Lihat, Kevin saja meminumnya. Kau akan segera sembuh bila meminum obat," bujuk Rafa.

Setelah banyak bujukan, akhirnya Leon mau membuka mulutnya dan meminum obat itu.

"Nah, kau mau kubelikan apa? Kau sudah mau meminumnya, jadi kau boleh meminta apapun padaku," ucap Rafa.

"Aku tidak ingin apapun," balas Leon sambil menahan rasa pusingnya.

"K-kalau begitu aku akan membuatkan bubur untukmu. Lalu aku akan membelikan banyak makanan manis. Kau suka 'kan makanan manis? Seperti permen dan kue. Aku akan membelikannya untukmu nanti," Rafa segera pergi ke bawah setelah mengatakannya.

Ia baru pertama kali merawat orang yang demam seperti ini, karena sebelumnya ia tidak pernah merawat orang demam. Ia hanya pernah merawat dirinya sendiri bila demam.

Karena Leon sakit, Rafa tidak jadi pergi ke sekolah. Ia lebih memilih untuk tetap di rumah dan merawat anak itu. Kevin pun sama, namun alasannya karena tidak membawa alat tulis dan seragam.

Sampai malam pun, Rafa masih terus merawat Leon disaat Kevin telah tertidur. Ia terus mengganti kompresan kain hingga tak sengaja tertidur di tepi kasur.

Terpopuler

Comments

Agis_Mcan

Agis_Mcan

semangat terus kak...

2023-04-09

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01 -Awal dari segalanya
2 Chapter 02 -Es Krim
3 Chapter 03 -Nevan
4 Chapter 04 -Raja Iblis
5 Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6 Chapter 06 -Berita
7 Chapter 07 -Lawan Pertama
8 Chapter 08 -Kematian Sementara
9 Chapter 09 -Sadar
10 Chapter 10 -Pasar Malam
11 Chapter 11 -Pasar Malam 2
12 Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13 Chapter 13 -2 Sifat
14 Chapter 14 -Pulang
15 Chapter 15 -Sakit
16 Chapter 16 -Pria Asing
17 Chapter 17 -Need
18 Chapter 18 -Need 2
19 Chapter 19 -Kedatangan
20 Chapter 20 -Need Dan Leon
21 Chapter 21 -Kepingan Informasi
22 Chapter 22 -Tidak Percaya
23 Chapter 23 -Ketidaktahuan
24 Chapter 24 -Teddy
25 Chapter 25 -Berbeda
26 Chapter 26 -Kevin Mati
27 Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28 Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29 Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30 Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31 Chapter 31 -Usir Leon?
32 Chapter 32 -Bertengkar
33 Chapter 33 -Permintaan
34 Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35 Chapter 35 -Bertarung Lagi
36 Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37 Chapter 37 -Bunuh Diri
38 Chapter 38 -Ash
39 Chapter 39 -Cemas
40 Chapter 40 -Permintaan Maaf
41 Chapter 41 -Perpisahan
42 Chapter 42 -Masing Masing
43 Chapter 43 -Melawan Belle
44 Chapter 44 -Belle Mati
45 Chapter 45 -Ingatan Kembali
46 Chapter 46 -Kematian Diva
47 Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48 Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49 Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50 Chapter 50 -Sudut Pandang
51 Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52 Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53 Chapter 53 -Menyusup
54 Chapter 54 -Ketahuan
55 Chapter 55 -Bertemu Iblis
56 Chapter 56 -Membunuh Iblis
57 Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58 Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59 Chapter 59 -Need
60 Chapter 60 -Menuju Akhir
61 Chapter 61 -Menuju Akhir II
62 Chapter 62 -Leon Mati
63 Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64 Chapter 64 -Reinkarnasi
65 Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66 Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67 Chapter 67 -Ketiga
68 Chapter 68 -Terciptanya Need
69 Chapter 69 -POV Selesai
70 Chapter 70 -Berbaikan
71 Chapter 71 -Kebenaran
72 Chapter 72 -Kemungkinan
73 Chapter 73 -Kisah Teddy
74 Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75 Chapter 75 -Memohon
76 Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77 Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78 Chapter 78 -Kabar Kematian
79 Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80 Chapter 80 -Menyembuhkan
81 Chapter 81 -Kendala
82 Chapter 82 -Tekad
83 Chapter 83 -Nevan
84 Chapter 84 -Kite
85 Chapter 85 -Mayat Hidup
86 Chapter 86 -Mayat Hidup II
87 Chapter 87 -Bertemu Kembali
88 Chapter 88 -Flynn
89 Chapter 89 -Kekacauan
90 Chapter 90 -Mayat Hidup III
91 Chapter 91 -Kite II
92 Chapter 92 -Need Dan Leon II
93 Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94 Chapter 94 -Leon
95 Chapter 95 -Serangan
96 Chapter 96 -Tidak Terima
97 Chapter 97 -Hidup Kembali
98 Chapter 98 -Bercanda
99 Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100 Chapter 100 -Pendapat
101 Chapter 101 -Menjadi Umpan
102 Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103 Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104 Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105 Chapter 105 -Hidup Lagi
106 Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107 Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108 Chapter 108 -Ken Pergi
109 Chapter 109 -Flashback
110 Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111 Chapter 111 -Mencari Makan
112 Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113 Chapter 113 -Ken
114 Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115 Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116 Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117 Chapter 117 -Ray
118 Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119 Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120 Chapter 120 -Michael
121 Chapter 121 -Michael II
122 Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123 Chapter 123 -Menyalahkan
124 Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125 Chapter 125 -POV Ken
126 Chapter 126 -Kite Dan Michael
127 Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128 Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129 Chapter 129 -Oliver
130 Chapter 130 -Oliver II
131 Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132 Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133 Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134 Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135 Chapter 135 -Rafa?
136 Chapter 136 -Identitas Ken
137 Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138 Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139 Chapter 139 -Teddy II
140 Chapter 140 -Axelle
141 Chapter 141 -Axelle II
142 Chapter 142 -Kekejaman Michael
143 Chapter 143 -Leon II
144 Chapter 144 -Kenapa?
145 Chapter 145 -The End
146 Last
Episodes

Updated 146 Episodes

1
Chapter 01 -Awal dari segalanya
2
Chapter 02 -Es Krim
3
Chapter 03 -Nevan
4
Chapter 04 -Raja Iblis
5
Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6
Chapter 06 -Berita
7
Chapter 07 -Lawan Pertama
8
Chapter 08 -Kematian Sementara
9
Chapter 09 -Sadar
10
Chapter 10 -Pasar Malam
11
Chapter 11 -Pasar Malam 2
12
Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13
Chapter 13 -2 Sifat
14
Chapter 14 -Pulang
15
Chapter 15 -Sakit
16
Chapter 16 -Pria Asing
17
Chapter 17 -Need
18
Chapter 18 -Need 2
19
Chapter 19 -Kedatangan
20
Chapter 20 -Need Dan Leon
21
Chapter 21 -Kepingan Informasi
22
Chapter 22 -Tidak Percaya
23
Chapter 23 -Ketidaktahuan
24
Chapter 24 -Teddy
25
Chapter 25 -Berbeda
26
Chapter 26 -Kevin Mati
27
Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28
Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29
Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30
Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31
Chapter 31 -Usir Leon?
32
Chapter 32 -Bertengkar
33
Chapter 33 -Permintaan
34
Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35
Chapter 35 -Bertarung Lagi
36
Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37
Chapter 37 -Bunuh Diri
38
Chapter 38 -Ash
39
Chapter 39 -Cemas
40
Chapter 40 -Permintaan Maaf
41
Chapter 41 -Perpisahan
42
Chapter 42 -Masing Masing
43
Chapter 43 -Melawan Belle
44
Chapter 44 -Belle Mati
45
Chapter 45 -Ingatan Kembali
46
Chapter 46 -Kematian Diva
47
Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48
Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49
Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50
Chapter 50 -Sudut Pandang
51
Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52
Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53
Chapter 53 -Menyusup
54
Chapter 54 -Ketahuan
55
Chapter 55 -Bertemu Iblis
56
Chapter 56 -Membunuh Iblis
57
Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58
Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59
Chapter 59 -Need
60
Chapter 60 -Menuju Akhir
61
Chapter 61 -Menuju Akhir II
62
Chapter 62 -Leon Mati
63
Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64
Chapter 64 -Reinkarnasi
65
Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66
Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67
Chapter 67 -Ketiga
68
Chapter 68 -Terciptanya Need
69
Chapter 69 -POV Selesai
70
Chapter 70 -Berbaikan
71
Chapter 71 -Kebenaran
72
Chapter 72 -Kemungkinan
73
Chapter 73 -Kisah Teddy
74
Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75
Chapter 75 -Memohon
76
Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77
Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78
Chapter 78 -Kabar Kematian
79
Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80
Chapter 80 -Menyembuhkan
81
Chapter 81 -Kendala
82
Chapter 82 -Tekad
83
Chapter 83 -Nevan
84
Chapter 84 -Kite
85
Chapter 85 -Mayat Hidup
86
Chapter 86 -Mayat Hidup II
87
Chapter 87 -Bertemu Kembali
88
Chapter 88 -Flynn
89
Chapter 89 -Kekacauan
90
Chapter 90 -Mayat Hidup III
91
Chapter 91 -Kite II
92
Chapter 92 -Need Dan Leon II
93
Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94
Chapter 94 -Leon
95
Chapter 95 -Serangan
96
Chapter 96 -Tidak Terima
97
Chapter 97 -Hidup Kembali
98
Chapter 98 -Bercanda
99
Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100
Chapter 100 -Pendapat
101
Chapter 101 -Menjadi Umpan
102
Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103
Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104
Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105
Chapter 105 -Hidup Lagi
106
Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107
Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108
Chapter 108 -Ken Pergi
109
Chapter 109 -Flashback
110
Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111
Chapter 111 -Mencari Makan
112
Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113
Chapter 113 -Ken
114
Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115
Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116
Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117
Chapter 117 -Ray
118
Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119
Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120
Chapter 120 -Michael
121
Chapter 121 -Michael II
122
Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123
Chapter 123 -Menyalahkan
124
Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125
Chapter 125 -POV Ken
126
Chapter 126 -Kite Dan Michael
127
Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128
Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129
Chapter 129 -Oliver
130
Chapter 130 -Oliver II
131
Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132
Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133
Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134
Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135
Chapter 135 -Rafa?
136
Chapter 136 -Identitas Ken
137
Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138
Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139
Chapter 139 -Teddy II
140
Chapter 140 -Axelle
141
Chapter 141 -Axelle II
142
Chapter 142 -Kekejaman Michael
143
Chapter 143 -Leon II
144
Chapter 144 -Kenapa?
145
Chapter 145 -The End
146
Last

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!