Chapter 17 -Need

Seseorang tiba tiba muncul di sebuah bangunan kosong. Ia meletakkan anak kecil yang digendongnya di atas kotak kotak kayu.

Anak itu adalah Leon. Sementara orang yang sudah menolongnya adalah Need, tangan kanan Stev.

Kening Leon berkeringat. Ia kesakitan oleh luka tusukan itu. Jika ia menghindar, mungkin tidak akan terjadi situasi seperti ini.

"Sepertinya kau memang membutuhkannya," pemuda itu langsung berjalan ke sudut ruangan. Ia menyeret seseorang di belakangnya. Dia adalah Andre yang merupakan teman Misya. Ia diikat oleh tali khusus dan tidak dibiarkan untuk bersuara sedikitpun.

Andre yang diikat oleh Need memiliki beberapa luka di tubuhnya. Bahkan satu kakinya terpotong agar dia tidak pergi.

"Kau bisa menghabisinya," ucap Need sambil menunjukkan pria itu pada Leon.

Leon bisa nencium bau darah yang begitu memikat nafsu makannya. Ia perlahan turun dari kotak kayu dengan ekspresi menahan sakit. Tanpa aba aba, dirinya langsung menancapkan kuku tajamnya pada jantung Andre dan menariknya keluar hingga membuat pria itu menggerang kesakitan. Tidak ada suara yang keluar karena mulutnya ditahan oleh tali. Namun dari ekspresinya, bisa dilihat seberapa sakitnya ia saat ini.

Tess Tess Tess

Darah pada jantung yang dipegang Leon menetes ke lantai. Mata merahnya yang gelap itu menatap jantung yang masih berdetak. Tanpa ragu, ia langsung memakannya dengan lahap seolah itu bukanlah sesuatu yang menjijikkan.

Need pun hanya memperhatikan mayat iblis yang sudah ia tangkap tanpa belas kasihan. Apa yang ia lakukan tidak sia sia.

Luka luka di tubuh Leon langsung pulih setelah ia menyantap jantung itu. Bahkan lubang di tubuhnya perlahan menutup. Pada saat itu pula, rasa pusing di kepalanya menghilang. Panas yang ia rasakan pun seolah terdinginkan. Ia kini menjadi lebih tenang dibanding sebelumnya.

Leon terduduk pada saat itu juga. Kuku di tangannya memendek. Pupil matanya yang gelap menjadi lebih cerah seperti biasanya.

Need tampak berkaca kaca ketika melihat Leon setelah cukup lama tidak bertemu. Ia ingin sekali memeluknya. Namun Leon akan marah bila ia mengganggunya saat Leon baru saja selesai makan, "Bagaimana keadaanmu sekarang?"

Leon mengangkat wajahnya setelah cukup lama terdiam. Dilihatnya wajah seorang pemuda dengan mata berwarna abu tua dengan sebuah tahi lalat kecil di tengah hidungnya. Pemuda itu tampak sangat bahagia ketika melihatnya. Namun, ia tidak mengingat identitas orang itu.

Pandangannya beralih ke bawah. Pemandangan yang sangat mengerikan kini terpampang di depan matanya. Seorang mayat dengan lubang di dada dan kaki yang terpotong. Melihat kondisi tubuhnya, sepertinya orang itu baru saja mengalami kekerasan.

Perhatiannya kini tertuju pada tanduk di kepala Andre. Itu adalah makhluk yang pernah menyerangnya dan hampir membuatnya mati. Ia memundurkan tubuhnya ke belakang dengan bantuan tangannya.

Need berekspresi heran ketika melihat gerak gerik Leon. Ia pun mencoba berbicara dengannya, "Kau kenapa? Apa ada sesuatu yang mengganggumu?"

Seketika perhatian Leon tertuju pada Need. Ia menatapnya dengan pandangan curiga, sekaligus gelisah. Ada mayat di depannya dan ada orang yang berdiri di dekat mayat itu. Ia langsung berkesimpulan bila Need yang membunuhnya. Namun melihat iblis yang diikat, membuatnya berpikir bila Need telah menyiksa Andre hingga dia mati dengan keadaan mengenaskan.

Tapi kenapa ia bisa berada di sini? Sebelumnya ia hanya ingin berjalan jalan dan menghirup udara segar. Namun ia malah berada di tempat ini bersama dengan mayat dan seorang pembunuh.

Need mendekati Leon. Tapi seketika anak itu langsung berdiri dan berjalan mundur sambil terus memperhatikan dirinya, "Jangan mendekat."

"Ya?" Need mengangkat sebelah alisnya. Sepertinya Leon sedang ingin bercanda dengannya. Mungkin dia sedang ingin memainkan sebuah peran dalam cerita.

Need pun tersenyum sinis. Ia akan mengikuti sandiwara ini. Dirinya berjalan dengan cepat mendekati Leon, "Bagaimana bila aku tidak mau menuruti ucapanmu itu?"

Leon terus mundur. Namun punggungnya langsung menabrak kotak kotak kayu. Ia tidak bisa mundur. Matanya melirik sekitar dengan cemas. Tempat ini hanya disinari oleh lampu jalan dari luar. Jadi ia tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana suasana di tempat ini, "Jangan mendekat!"

Need berhenti sesaat. Ia memiringkan kepalanya, "Apa kau takut? Apa kau ingin lari? Kau pikir aku akan membiarkanmu melakukan itu?"

Leon berlari ke sisi kanan untuk pergi dari Need. Ia tidak tahu dimana pintu keluarnya. Namun ia akan segera menemukannya dan keluar dari sini. Ia tidak mau bernasib sama dengan makhluk yang pernah menyerangnya.

"Hahaha, kau mau lari?" Need berdiri di depan Leon secara tiba tiba hingga mengejutkan anak itu.

Leon berlari ke sisi yang lain. Namun Need kembali muncul di depannya. Ia semakin gelisah. Setiap ia mengubah arah larinya, maka Need akan muncul di depannya lagi dan lagi.

Leon pada akhirnya terpojokkan di sudut ruangan. Untuk pertama kalinya, ia merasa sedikit takut. Ia tidak mau mengalami hal yang terjadi seperti sebelumnya.

Saat melihat ekspresi Leon, Need pun langsung tertawa sampai menciptakan gema, "Hahaha, peran yang kau lakukan sungguh luar biasa. Sepertinya kau bisa tampil di sebuah teater sekarang, hahaha..."

Leon tidak mengerti apa yang dikatakan Need, namun mendengarnya tertawa seperti itu membuatnya berpikir bila pemuda itu pasti sedang merencanakan sesuatu untuk membunuhnya.

"Hah.. sudahlah, mari kita hentikan drama ini. Aku sungguh merindukanmu."

Saat Need hendak melakukan serangan pelukan, Leon segera menghindar hingga pada akhirnya kepala Need terbentur tembok dengan keras, "Sshh.. sakit.. sakit.."

Ia membalikkan tubuhnya dan menatap Leon. Ia sedikit kecewa, "Kau selalu saja menghindar. Tapi aku pasti bisa menangkapmu sekarang."

Need yang terus mendekati Leon, membuat Leon merasa takut. Ia berpikir bila Need tidak cukup membunuh Andre dan masih ingin membunuh. Ia terus berusaha lari dari Need dan pergi ke tangga bawah. Ia sedikit kesulitan karena tidak adanya penerangan di tangga. Namun ia tidak mau sampai tertangkap pemuda itu.

Mayat Andre yang sudah mati kini berubah menjadi kepingan kristal dengan ukuran satu kepalan tangan orang dewasa berwarna biru navy. Mayat itu memang sudah berubah menjadi kristal, namun bekas darah yang ada di lantai tidak hilang dan masih tetap ada.

Itulah yang terjadi pada iblis yang mati di dunia manusia. Tubuh mereka akan membusuk dalam waktu kurang dari satu jam dan akan berubah menjadi pecahan kristal yang bisa dijual dengan harga mahal tergantung dengan warna dan ukuran. Semakin pekat warnanya, maka semakin mahal pula harganya.

Akhirnya Leon berhasil keluar dari bangunan kosong. Ia kini berlari di jalanan yang sepi dengan sedikit rumah. Sesekali matanya terus melihat ke belakang untuk memastikan keberadaan Need, namun pemuda itu sudah tidak ada. Leon berhenti sejenak. Ia mengatur nafasnya pelan pelan.

"Sebenarnya.. apa yang terjadi? Kenapa aku bisa berada di sini? Dan siapa dia?" gumam nya dengan nafas terengah engah.

Saat ia akan menyingkirkan rambutnya ke samping, ia baru menyadari sesuatu. Tangannya dilumuri dengan darah kental. Ia terkejut. Matanya bergetar dengan perasaan gelisah.

Ia langsung mengelapkan tangannya ke pohon besar di dekatnya. Ia terus mencoba untuk membersihkannya, namun itu cukup sulit. Ia membutuhkan air. Karena tidak adanya air, ia terpaksa mengelap tangannya ke pohon dengan keras hingga membuat telapak tangannya lecet.

"Hai, apa kau sudah selesai?"

Leon begitu terkejut saat Need muncul dari balik pohon seperti hantu penunggu. Langkahnya seketika termundur ke belakang, "Jangan mendekat. Jangan mendekat!"

Kakinya pun tanpa sengaja menginjak batu hingga tubuhnya terjatuh. Sementara, Need malah semakin mendekatinya. Ia memejamkan matanya saat tangan Need mulai mendekati dirinya.

Terpopuler

Comments

Agis_Mcan

Agis_Mcan

lanjuut, semangat

2023-04-10

0

Ayano

Ayano

Kebayang sih pas makan malah nyium aroma gak ngenakin kek gitu 😨

2023-04-10

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01 -Awal dari segalanya
2 Chapter 02 -Es Krim
3 Chapter 03 -Nevan
4 Chapter 04 -Raja Iblis
5 Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6 Chapter 06 -Berita
7 Chapter 07 -Lawan Pertama
8 Chapter 08 -Kematian Sementara
9 Chapter 09 -Sadar
10 Chapter 10 -Pasar Malam
11 Chapter 11 -Pasar Malam 2
12 Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13 Chapter 13 -2 Sifat
14 Chapter 14 -Pulang
15 Chapter 15 -Sakit
16 Chapter 16 -Pria Asing
17 Chapter 17 -Need
18 Chapter 18 -Need 2
19 Chapter 19 -Kedatangan
20 Chapter 20 -Need Dan Leon
21 Chapter 21 -Kepingan Informasi
22 Chapter 22 -Tidak Percaya
23 Chapter 23 -Ketidaktahuan
24 Chapter 24 -Teddy
25 Chapter 25 -Berbeda
26 Chapter 26 -Kevin Mati
27 Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28 Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29 Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30 Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31 Chapter 31 -Usir Leon?
32 Chapter 32 -Bertengkar
33 Chapter 33 -Permintaan
34 Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35 Chapter 35 -Bertarung Lagi
36 Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37 Chapter 37 -Bunuh Diri
38 Chapter 38 -Ash
39 Chapter 39 -Cemas
40 Chapter 40 -Permintaan Maaf
41 Chapter 41 -Perpisahan
42 Chapter 42 -Masing Masing
43 Chapter 43 -Melawan Belle
44 Chapter 44 -Belle Mati
45 Chapter 45 -Ingatan Kembali
46 Chapter 46 -Kematian Diva
47 Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48 Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49 Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50 Chapter 50 -Sudut Pandang
51 Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52 Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53 Chapter 53 -Menyusup
54 Chapter 54 -Ketahuan
55 Chapter 55 -Bertemu Iblis
56 Chapter 56 -Membunuh Iblis
57 Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58 Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59 Chapter 59 -Need
60 Chapter 60 -Menuju Akhir
61 Chapter 61 -Menuju Akhir II
62 Chapter 62 -Leon Mati
63 Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64 Chapter 64 -Reinkarnasi
65 Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66 Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67 Chapter 67 -Ketiga
68 Chapter 68 -Terciptanya Need
69 Chapter 69 -POV Selesai
70 Chapter 70 -Berbaikan
71 Chapter 71 -Kebenaran
72 Chapter 72 -Kemungkinan
73 Chapter 73 -Kisah Teddy
74 Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75 Chapter 75 -Memohon
76 Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77 Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78 Chapter 78 -Kabar Kematian
79 Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80 Chapter 80 -Menyembuhkan
81 Chapter 81 -Kendala
82 Chapter 82 -Tekad
83 Chapter 83 -Nevan
84 Chapter 84 -Kite
85 Chapter 85 -Mayat Hidup
86 Chapter 86 -Mayat Hidup II
87 Chapter 87 -Bertemu Kembali
88 Chapter 88 -Flynn
89 Chapter 89 -Kekacauan
90 Chapter 90 -Mayat Hidup III
91 Chapter 91 -Kite II
92 Chapter 92 -Need Dan Leon II
93 Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94 Chapter 94 -Leon
95 Chapter 95 -Serangan
96 Chapter 96 -Tidak Terima
97 Chapter 97 -Hidup Kembali
98 Chapter 98 -Bercanda
99 Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100 Chapter 100 -Pendapat
101 Chapter 101 -Menjadi Umpan
102 Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103 Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104 Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105 Chapter 105 -Hidup Lagi
106 Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107 Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108 Chapter 108 -Ken Pergi
109 Chapter 109 -Flashback
110 Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111 Chapter 111 -Mencari Makan
112 Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113 Chapter 113 -Ken
114 Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115 Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116 Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117 Chapter 117 -Ray
118 Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119 Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120 Chapter 120 -Michael
121 Chapter 121 -Michael II
122 Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123 Chapter 123 -Menyalahkan
124 Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125 Chapter 125 -POV Ken
126 Chapter 126 -Kite Dan Michael
127 Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128 Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129 Chapter 129 -Oliver
130 Chapter 130 -Oliver II
131 Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132 Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133 Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134 Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135 Chapter 135 -Rafa?
136 Chapter 136 -Identitas Ken
137 Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138 Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139 Chapter 139 -Teddy II
140 Chapter 140 -Axelle
141 Chapter 141 -Axelle II
142 Chapter 142 -Kekejaman Michael
143 Chapter 143 -Leon II
144 Chapter 144 -Kenapa?
145 Chapter 145 -The End
146 Last
Episodes

Updated 146 Episodes

1
Chapter 01 -Awal dari segalanya
2
Chapter 02 -Es Krim
3
Chapter 03 -Nevan
4
Chapter 04 -Raja Iblis
5
Chapter 05 -Katly Dan Retakan
6
Chapter 06 -Berita
7
Chapter 07 -Lawan Pertama
8
Chapter 08 -Kematian Sementara
9
Chapter 09 -Sadar
10
Chapter 10 -Pasar Malam
11
Chapter 11 -Pasar Malam 2
12
Chapter 12 -Tangan Kanan Raja
13
Chapter 13 -2 Sifat
14
Chapter 14 -Pulang
15
Chapter 15 -Sakit
16
Chapter 16 -Pria Asing
17
Chapter 17 -Need
18
Chapter 18 -Need 2
19
Chapter 19 -Kedatangan
20
Chapter 20 -Need Dan Leon
21
Chapter 21 -Kepingan Informasi
22
Chapter 22 -Tidak Percaya
23
Chapter 23 -Ketidaktahuan
24
Chapter 24 -Teddy
25
Chapter 25 -Berbeda
26
Chapter 26 -Kevin Mati
27
Chapter 27 -Tidak Jadi Mati
28
Chapter 28 -Kedatangan Flynn
29
Chapter 29 -Kedatangan Flynn 2
30
Chapter 30 -Ke Rumah Sakit
31
Chapter 31 -Usir Leon?
32
Chapter 32 -Bertengkar
33
Chapter 33 -Permintaan
34
Chapter 34 -Pertemuan Kedua
35
Chapter 35 -Bertarung Lagi
36
Chapter 36 -Muak Dan Kematian
37
Chapter 37 -Bunuh Diri
38
Chapter 38 -Ash
39
Chapter 39 -Cemas
40
Chapter 40 -Permintaan Maaf
41
Chapter 41 -Perpisahan
42
Chapter 42 -Masing Masing
43
Chapter 43 -Melawan Belle
44
Chapter 44 -Belle Mati
45
Chapter 45 -Ingatan Kembali
46
Chapter 46 -Kematian Diva
47
Chapter 47 -Penjelasan Nevan
48
Chapter 48 -Antara Rafa Dan Nevan
49
Chapter 49 -Pengaruh Mutlak
50
Chapter 50 -Sudut Pandang
51
Chapter 51 -Kehadiran Melvin
52
Chapter 52 -Cara Untuk Masuk?
53
Chapter 53 -Menyusup
54
Chapter 54 -Ketahuan
55
Chapter 55 -Bertemu Iblis
56
Chapter 56 -Membunuh Iblis
57
Chapter 57 -Berkumpul Di Aula
58
Chapter 58 -Menuju Pertempuran Akhir
59
Chapter 59 -Need
60
Chapter 60 -Menuju Akhir
61
Chapter 61 -Menuju Akhir II
62
Chapter 62 -Leon Mati
63
Chapter 63 -Pohon Telah Tumbuh
64
Chapter 64 -Reinkarnasi
65
Chapter 65 -10 Tahun Kemudian
66
Chapter 66 -Masa Lalu Ralt
67
Chapter 67 -Ketiga
68
Chapter 68 -Terciptanya Need
69
Chapter 69 -POV Selesai
70
Chapter 70 -Berbaikan
71
Chapter 71 -Kebenaran
72
Chapter 72 -Kemungkinan
73
Chapter 73 -Kisah Teddy
74
Chapter 74 -Kembali Ke Dunia Iblis
75
Chapter 75 -Memohon
76
Chapter 76 -Pergi Ke Dunia Iblis
77
Chapter 77 -Ayah Dan Anak
78
Chapter 78 -Kabar Kematian
79
Chapter 79 -Kawanan Beruang Berduri
80
Chapter 80 -Menyembuhkan
81
Chapter 81 -Kendala
82
Chapter 82 -Tekad
83
Chapter 83 -Nevan
84
Chapter 84 -Kite
85
Chapter 85 -Mayat Hidup
86
Chapter 86 -Mayat Hidup II
87
Chapter 87 -Bertemu Kembali
88
Chapter 88 -Flynn
89
Chapter 89 -Kekacauan
90
Chapter 90 -Mayat Hidup III
91
Chapter 91 -Kite II
92
Chapter 92 -Need Dan Leon II
93
Chapter 93 -Iblis Dan Blizt
94
Chapter 94 -Leon
95
Chapter 95 -Serangan
96
Chapter 96 -Tidak Terima
97
Chapter 97 -Hidup Kembali
98
Chapter 98 -Bercanda
99
Chapter 99 -Iblis Dan Blizt II
100
Chapter 100 -Pendapat
101
Chapter 101 -Menjadi Umpan
102
Chapter 102 -Silvia Dan Stev
103
Chapter 103 -Silvia Dan Stev II
104
Chapter 104 -Kedatangan Tak Terduga
105
Chapter 105 -Hidup Lagi
106
Chapter 106 -Pertarungan Berakhir
107
Chapter 107 -Antara Melvin Dan Radolf
108
Chapter 108 -Ken Pergi
109
Chapter 109 -Flashback
110
Chapter 110 -Ingatan Nevan Kembali
111
Chapter 111 -Mencari Makan
112
Chapter 112 -Mayat Hidup Ralt
113
Chapter 113 -Ken
114
Chapter 114 -Bukan Makhluk Hidup
115
Chapter 115 -Di Pihak Musuh?
116
Chapter 116 -Nevan Dan Ray
117
Chapter 117 -Ray
118
Chapter 118 -Osdont? Osnot? Osmond!
119
Chapter 119 -Oliver Dan Darah Campuran
120
Chapter 120 -Michael
121
Chapter 121 -Michael II
122
Chapter 122 -Masa Lalu, Masa Depan
123
Chapter 123 -Menyalahkan
124
Chapter 124 -Hubungan Kite Dan Felix
125
Chapter 125 -POV Ken
126
Chapter 126 -Kite Dan Michael
127
Chapter 127 -Kite Dan Michael II
128
Chapter 128 -Rafa= Oliver?
129
Chapter 129 -Oliver
130
Chapter 130 -Oliver II
131
Chapter 131 -Putra Ratu Silvia
132
Chapter 132 -Perang Akhir Dimulai
133
Chapter 133 -Perang Akhir Dimulai II
134
Chapter 134 -Perang Akhir Dimulai III
135
Chapter 135 -Rafa?
136
Chapter 136 -Identitas Ken
137
Chapter 137 -Perang Akhir Dimulai IV
138
Chapter 138 -Perang Akhir Dimulai V
139
Chapter 139 -Teddy II
140
Chapter 140 -Axelle
141
Chapter 141 -Axelle II
142
Chapter 142 -Kekejaman Michael
143
Chapter 143 -Leon II
144
Chapter 144 -Kenapa?
145
Chapter 145 -The End
146
Last

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!