Brakk...
"Apa?! mengurus dua brandal itu saja kalian bisa babak belur seperti ini? ck.. ck.. Daniel, apakah kau tidak memberikan mereka makanan yang berprotein tinggi. Badan saja besar, mengurus satu tikus saja kalah!" Elbara terus mengomel meluapkan kekesalan yang ada dalam hatinya.
"Maaf tuan muda, kami memang gagal tapi acara itu pun gagal saat ayah dari ketua BlackSky datang." Ucap Jackson yang kini memegangi pipinya yang terasa berdenyut.
"Hahh... Benarkah! Haha... Baguslah kalau begitu, ini artinya brandal itu tidak akan mudah untuk menikahi kakakku." Elbara tertawa puas.
Elbara meniup tangannya perlahan. "Ini artinya menang tanpa menyentuh musuh. Ishhh kakakku terlalu sempurna jika di sandingkan dengan brandal gila itu, lagi pula bagai mana mungkin musuhku menjadi kakak iparku, apa kata dunia? Ckk.. Sangat menggelikan." Elbara terus tertawa hingga membuat Daniel dan para anak buahnya saling menatap aneh.
Byurr...
Tawa Elbara terhenti saat seseorang menyiram air ke seluruh tubuhnya. "Heyy..!! siapa yang berani menyiramku?" Teriak Elbara penuh kekesalan.
"Aku, kenapa apa kau marah? dengar kau terlalu berisik mengganggu telingaku." Ucap Jasmine yang kini melemparkan ember pada Daniel.
"Dasar wanita tidak waras!" Elbara mengusap wajahnya yang basah kuyup karena ulah barbar gadis yang ada di hadapannya.
"Bukan aku tapi kau!" Jasmine mengulurkan lidahnya mengejek Elbara.
"Dasar gadis tidak tahu berterima kasih, di kasih hati minta jantung sudah ditolong tapi masih bersikap arogan, dengar kau berada di markasku aku bisa melakukan apapun yang aku mau padamu." Ancam Elbara dengan mata memerah menahan kemarahan yang hampir meledak.
"Terima kasih atas pujiannya," Jasmine mengibaskan rambutnya.
"Dan apa kau tahu kau itu seperti pohon pisang punya jantung tapi gak punya hati, kekasih kakaknya sendiri mau di bikin celaka, ckk.. dasar adik durhaka." Jasmine semakin mengolok-olok Elbara dan membuatnya semakin murka.
"Kau!" Elbara mendorong tubuh Jasmine dan mengungkung nya di dinding. Wajah keduanya pun saling menatap satu sama lain begitu dekat hingga hembusan napas pun terasa menyapu wajah mereka masing-masing.
"Dasar pria mesum! menjauhlah dariku." Jasmine mendorong tubuh Elbara hingga jatuh tersungkur.
Sedangkan Daniel dan para anak buah yang kini berdiri menonton pertengkaran di antara mereka berdua bagaikan sebuah drama live. Daniel merasa sangat takjub pada keberanian gadis yang ada di hadapannya, sejauh ini hanya Queenara yang mampu mengalahkan Elbara namun sekarang Jasmine datang tanpa di duga.
"Aku tidak menyangka ternyata ada gadis yang lebih barbar dari nona Queenara, bahkan gadis ini lebih unggul." Daniel menangkup kedua pipinya menatap wajah cantik Jasmine dengan tatapan penuh kekaguman.
"Hey kenapa kalian semua diam saja! cepat ikat saja gadis itu dan buang dia ke laut." Ucap Elbara yang kini memegangi pinggangnya yang terasa berdenyut.
"Silahkan saja, aku tidak takut! dan setelah itu kau bersiaplah menjadi seorang tahanan dengan pasal pembunuhan berencana padaku dan calon kakak iparmu sendiri, kau mungkin akan mendapatkan hukuman seumur hidup atau hukuman mati." Jasmine membuat garis di lehernya mulai menakuti Elbara.
"Tidak masalah, kau sudah tiada dan tidak akan ada satu pun yang akan tahu aku melakukan hal ini. Daniel cepat bawa dia." Titah Elbara yang tak perduli dengan ucapan Jasmine.
Namun kini Jasmine menaikan ponsel milik Elbara dan memperlihatkan panggilan yang sedang berlangsung pada kakaknya.
"Elbara!" Teriak suara yang begitu khas di telinga Elbara.
Klik..
Jasmine mematikan sambungan teleponnya dan melemparkan ponsel Elbara begitu saja, beruntung Jackson masih bisa menangkapnya walaupun ia harus mengorbankan tubuhnya yang kini terjatuh di lantai.
"Dasar wanita tidak waras! kembali kau!" Elbara sedikit berlari menghampiri gadis yang sudah membuatnya kesal setengah mati.
Jasmine berlari sekencang mungkin untuk meninggalkan markas milik Elbara dengan tawa penuh kemenangan. Ia merasa sangat senang sudah menjahili orang yang sudah membuatnya terpincang saat ini.
"Itu belum seberapa, lain kali aku akan memberikan bonus untukmu. Selamat tinggal Elbara." Jasmine terkikik geli, meninggalkan tempat itu dengan taksi yang sudah ia pesan lewat ponsel Elbara.
"Kau terlihat arogan, tapi kau lumayan baik juga." Jasmine tersenyum saat melihat Elbara masih berusaha untuk mengejarnya.
"Tolong lebih cepat pak." pinta Jasmine yang langsung di angguki sang sopir.
"Dasar gadis tidak waras! awas saja jika aku bertemu dengan mu lagi, aku tidak akan pernah mengampuni dirimu." Elbara melemparkan jaketnya kesembarang arah.
"Gara-gara dia sekarang kakak tahu akulah penyebab brandal itu terlambat di acara pertemuan, semoga saja kakak cepat melupakan hal ini, jika tidak tamatlah riwayatku." Gumam Elbara lirih.
***
Di markas BlackSky Queenara melemparkan ponselnya ke atar ranjang, ia merasa sangat kesal dan geram pada adiknya yang sudah membuat ulah. "Elbara sepertinya kamu merindukan tarikan di telingamu, aishh.. Bagai mana jika Leon tahu tentang hal ini, dia pasti akan merasa sangat kecewa karena hal ini." Queenara mulai berperang batin mengumpat adik nakalnya.
"Sayang, beristirahatlah kau harus menjaga kesehatan mu." Ucap Leon yang kini membawakan segelas susu hangat dan memberikan nya pada Queenara.
"Terima kasih," Queenara menerima gelas itu dan meminumnya sampai habis tak tersisa.
Kini Leon menepuk ranjangnya meminta Queenara untuk tidur di sampingnya. "Kamu jangan khawatir, aku tidak aman melakukan apapun sebelum kau benar-benar menjadi milikku, karena aku bukan seorang pecundang seperti,"
"Sstttt..." Queenara menyimpan jari telunjuknya di bibir Leon dan menggelengkan kepalanya. "Kau tidak lupa dengan perjanjian kita kan?" Queenara menangkup wajah tampan kekasihnya.
"Aku percaya padamu, sekarang ayo kita istirahat bukankah besok pagi kita akan melakukan misi kita masing-masing." Queenara mengecup pipi kekasihnya lalu menyembunyikan wajah cantiknya di dada bidang Leon.
"Kau sangat menggemaskan." Bisik Leon.
"Tapi bagai mana jika misi kita tidak berhasil?" Tanya Leon yang kini mulai menggosokan dagunya di kepala Queenara.
"Kita belum mencobanya, mengapa kau sudah menyerah, dengarlah! lakukan apa yang menurutmu itu baik dan berpikir positif untuk melakukan segalanya yakinkah yang kuasa sudah merencanakan segalanya dengan sangat baik. "
"Baiklah sayang aku percaya padamu" Ucap Leon yang kini mencium pipi kekasihnya dengan sangat gemas. Kini Leon pun mematikan lampunya dan bersiap-siap untuk beristirahat.
Tak menunggun terlalu lama, kini suara dengkuran halus pun terdengar begitu lembut di telinga Leon.
Leon menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah cantik kekasihnya, kini ia pun tersenyum melihat wajah lelah Queenara yang terlihat begitu pulas.
Kini Leon bangkit dari tempat tidurnya meninggalkan Queenara yang sudah masuk ke alam mimpi. "Aku tidak tahu apakah rencana ini berhasil atau tidak , tapi aku akan tetap melakukan hal yang kau minta." Gumam Leon yang kini meniupkan asap rokoknya.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
♡momk€∆π♡
owowowow..waduuuh elbara siap siap..queen murka wkwkwk😄
2023-04-19
1