Bab 4

Bagi Leon jatuh dari motor adalah hal yang biasa dan tak akan mungkin membuatnya terluka hingga parah. Dari belakang jok mobil Leon terus berusaha menahan tawa nya yang hampir meledak karena mendengar celotehan Queenara.

"Ternyata sikap mu masih sama seperti dulu, menggemaskan dan baik hati itulah mengapa selama ini aku mencari keberadaanmu." Gumam Leon membatin.

Queenara menepikan mobilnya dan memanggil para perawat pria yang akan membantunya mengangkat tubuh Leon.

Sedangkan Leon kembali berakting masih tak sadarkan diri untuk mendapatkan perhatian khusus dari Queenara.

Kini Queenara bersama para perawatnya mulai membersihkan luka yang ada di tubuh Leon dengan hati berdebar. "Ada apa dengan diriku?" Queenara memegangi dadanya lalu kembali menyelesaikan pekerjaan nya mengobati Leon.

Lama Queenara menunggu tapi Leon masih tetap memejamkan matanya sampai akhir Queenara pun tertidur di samping Leon.

Leon terbangun saat ia mendengar dengkuran halus di sampingnya, kini ia pun menatap wajah damai yang tengah tertidur pulas itu dengan seksama.

"Akhh... Dia cantik sekali, dokter kau harus bertanggung jawab karena sudah menyuntik hatiku dengan pesonamu." Kini Leon menggengam tangan Queenara yang sedang terlelap dan membuatnya bangun seketika.

"Astaga! instingnya kuat sekali." Batin leon.

"Hallo, maaf aku ketiduran saat menunggumu, suapa namamu dan dimana alamat rumahmu? aku akan bantu menghubungi keluarga mu untuk menjemput mu disini." Queenara langsung memberikan beberapa pertanyaan pada Leon.

"Siapa aku?" Leon pura-pura tak mengenali dirinya sendiri.

"Kau jangan bercanda, aku sedang bertanya alamat mu agar orang tua atau kerabat mu segera menjemput mu kemari." Ucap Queenara, namun Leon tetap pura-pura tak mengenali dirinya sendiri membuat Queenara panik seketika.

"Astaga apa yang sudah aku lakukan?" Queenara mengusap wajahnya dan berlari untuk meminta tim nya mempersiapkan pemeriksaan darurat untuk Leon.

Queenara pun memeriksa ulang kesehatan Leon namun ia tak menemukan hal apapun yang begitu serius.

"Disini tidak ada apapun yang serius, hanya cedera ringa, apa kau mau menipuku? kenapa kau berbohong kepada ku? cepat katakan siapa nama dan alamat rumahmu." Queenara mulai terlihat sangat kesal karena merasa ditiru oleh pria itu.

Namun Leon tetap kekeh dengan pendiriannya, ia tetap berpura-pura hilang ingatan dan hal itu membuat Queenara merasa sangat kebingungan.

Kini Queenara pun nekat memeriksa tubuh Leon untuk mencari ponsel atau kartu identitas diri Leon, namun Queenara tak menemukan apapun disana.

"Dokter apa kau baik-baik saja?" Tanya Leon dengan wajah di buat sepolos mungkin. Tetapi Queenara yang sedang merasa sangat kesal hanya diam tak menjawab pertanyaan Leon saat ini.

"Dokter! Dokter Queen, ini hasil asli pemeriksaan pemuda itu." Ucap salah satu dokter yang kini memberikan amplop pada Queenara dengan wajah penuh ketakutan saat melihat tatapan Leon yang begitu mematikan baginya.

Queenara terbelalak saat melihat laporan medis milik Leon. "Apa? ini tidak mungkin!" Queenara menutup mulutnya dan kini melihat ke arah Leon.

"Sekarang karena aku, dia kehilangan ingatannya lalu aku harus bagai mana?" Gumam Queenara yang kini terlihat sangat begitu panik.

Sedangkan Leon memberikan isyarat pada dokter yang ada di bawah kendalinya untuk pergi. "Untung saja aku bisa tepat waktu menghubungi Anthony untuk mengurus hal ini." Gumam Leon membatin.

Queenara melirik sekilas ke arah Leon yang kini duduk diam tak mengeluarkan suara sedikit pun. "Harus aku apakah pria ini?" Queenara menggigit jari telunjuknya mulai memikirkan sesuatu.

***

Setelah perdebatan panjang dengan hatinya kini Queenara membawa Leon ke apartemen nya. "Untuk sementara kau tinggal disini, aku akan berusaha mencari tahu siapa keluarga mu nanti. Tapi ingat! kau tidak boleh masuk ke dalam kamarku. Jika sampai kau masuk ke sana maka aku akan melemparkan mu dari gedung ini." Ancam Queenara yang kini mulai melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan Leon.

"Dokter kau mau kemana?" Leon menarik tangan Queenara hingga menabrak dada bidang nya.

"Ckk.. Aku apa yang kau lakukan!" Queenara langsung menjauhkan tubuh Leon darinya.

"Sekarang aku harus pulang, besok aku akan kembali kemari untuk mengajak mu mencari keluarga mu, oh iya aku sudah memesankan makanan untuk mu tunggu saja mungkin sebentar lagi makanan nya datang dan jangan lupa untuk meminum obatnya setelah itu beristirahatlah. Dan satu lagi, jangan banyak bertanya!" Setelah memberikan pidato yang cukup panjang kini Queenara pun pergi meninggalkan Leon sendirian di apartemen nya.

Leon tersenyum dan memegangi jantungnya yang berdetak kencang. "Dia sangat imut seperti kelinci." Guman Leon yang kini memindai seluruh ruangan apartemen milik Queenara.

Setelah kurir pengantar makanan tiba kini Leon pun segera melakukan home tour di apartemen milik sahabat masa kecilnya dulu.

"Andai saja kau tahu aku adalah Leon sahabat masa kecilmu bagai mana ekspresi wajah mu Queen?" Leon terkikik geli dan mulai memasuki kamar Queenara yang terlihat sangat elegan khas kamar seorang gadis pada umumnya.

Buku-buku yang tertata rapih di atas meja dengan satu foto keluarga yang tepajang di sana. Kini Leon terbelalak saat melihat Elbara berada di antara mereka.

"Bocah tengik ini?" Leon menatap tak percaya bahwa musuh kecilnya adalah bagian dari gadis yang sudah mencuri hatinya.

"Damn! kenapa Anthony tidak mengatakan hal ini sebelumnya." Dengan tangan terkepal erat, kini ia pun keluar dari kamar Queenara dan pergi begitu saja setelah mengembalikan semua pada tempatnya.

Leon kembali ke markas dan mencari keberadaan tangan kanannya. "Dimana Anthony." Teriak Leon pada seluruh anak buahnya.

"Saya disini ketua." Seru Anthony sedikit berlari menghampiri Leon.

Bughh..

Satu bogem mentah mendarat sempurna di wajah tampan Anthony. "Bodoh! kenapa kau tidak mengatakan jika bocah tengik itu adalah bagian dari keluarga Queenara!" Teriak Leon yang mulai tersulut emosi.

"Ketua saya sudah mengatakan nya tapi anda tidak mendengarnya dan pergi begitu saja karena gadis itu." Ucap Anthony mulai membela dirinya.

"Apa kau menyalahkan aku karena kebodohan mu?!" Leon semakin murka pada Anthony. Kini Leon merasa sangat dilema karena di samping gadis yang sudah mencuri hatinya harus ada musuh yang sangat ia benci, konflik dan dilema pun mulai muncul dalam hati Leon saat ini.

Sedangkan Queenara masih memikirkan pria yang celaka dan hilang ingatan karena nya hingga membuat ia tidak bisa tidur malam ini.

"Akh.. Iya aku punya ide, sebaiknya aku meminta bantuan Elbara saja untuk mencari tahu siapa pria itu, dia adalah hacker handal pasti sangat mudah baginya untuk mencari tahu identitas pria itu. Dan aku akan tetap bertanggung jawab atas perbuatanku lalu meminta maaf pada keluarganya." Gumam Queenara. Kini ia pun melangkahkan kakinya menuju kamar sang adik untuk meminta bantuannya.

"El, apa kau didalam?" Queenara mengetuk pintu kamar adiknya dengan sangat keras, membuat sang pemilik kamar terganggu karenanya.

"Ada apa kak, ini sudah larut malam kenapa kau membangunkan ku?" tanya Elbara yang kini terus menguap menahan kantuk.

"Tolong aku cari tahu identitas pria ini." Queenara memberikan foto Leon yang ia ambil saat Leon tidak sadarkan diri.

Elbara mengambil foto yang di berikan sang kakak dan melihatnya dengan wajah malas. Namun kini ia terbelalak saat melihat wajah musuhnya, seketika rasa kantuknya pun menghilang begitu saja.

Terpopuler

Comments

nobita

nobita

hahahah semua hanya kebetulan bukan... memang dunia hallu sempit kan thor... hihii

2023-06-03

1

♡momk€∆π♡

♡momk€∆π♡

heeheeee 😅😂🤣bodorr bodorr ternyata saling bertaut tautan 🤓

2023-04-03

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!