"Queenara," Gumam Leon lirih. Ia sangat terkejut saat melihat gadis yang sudah mencuri hatinya berada di hadapannya dengan raut wajah yang tak bisa di artikan.
"Dokter?"
"Sepertinya kamu sudah sembuh dan sudah ingat segalanya tuan Leon Aditya, kalau begitu saya akan mengurus surat kepulangan anda." Ucap Queenara yang terlihat jelas raut wajah penuh kecewanya saat ini.
"Dokter Queenara, saya bisa menjelaskan segalanya pada anda tentang hal ini." Leon berjalan menghampiri Queenara yang kini enggan menatapnya.
"Tidak perlu tuan Leon Aditya, ini saya kembalikan ponsel yang anda kirimkan untukku. Terima kasih atas kebohongan anda. Elbara benar kita tidak boleh terlalu percaya pada orang asing." Setelah mengatakan hal itu Queenara pun keluar dari ruangan Leon dengan perasaan yang berkecambuk.
Queenara sangat merasa sedih dan tertipu oleh Leon, pria yang sudah menanamkan benih-benih cinta di hatinya. "Tega sekali dia menipuku, itu sama saja dia sudah mempermainkan gelar dokterku selama ini. Harusnya aku tidak percaya padanya sejak awal. Tapi, mengapa aku terus percaya padanya mengapa aku tidak tahu bahwa dia adalah ketua tim brandal itu? tidak! memang aku yang salah. Elbara sudah memperingatkanku sejak lama bahwa ia akan ketua geng motor BlackSky tapi aku tidak percaya padanya dan malah percaya pada penipu itu."
Leon mengacak rambutnya merasa frustrasi menatap ke arah ponsel yang ia berikan lewat jada kurir setelah beberapa hari usai kejadian itu.
Kini Leon pun mengambil ponsel tersebut dan melangkahkan kakinya untuk pergi ke ruangan Queenara. Ia harus menjelaskan segalanya agar tak menimbulkan kesalah pahaman yang semakin besar di antara mereka.
Leon masuk kedalam ruangan Queenara tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu dan memperlihatkan Queenara yang kini tengah menangis.
"Queenara!" Leon menghampiri gadis pujaan hatinya dengan wajah cemas dan merasa sangat bersalah.
"Jangan menangis maafkan aku. Aku sungguh tidak bermaksud untuk membohongi mu." Leon langsung memeluk Queenara dengan erat walaupun saat ini gadis itu terus memberontak meminta fi lepaskan.
"Queenara aku melakukan hal ini karena aku sangat mencintai mu, sungguh aku tidak bohong padamu." Ungkapan hati Leon membuat Queenara diam seketika.
Lalu kini pandangan mereka saling terkunci satu sama lain. Queenara mulai mencari kebohongan di mata Leon, namun sayangnya ia hanya melihat ketulusan disana.
Kini Leon menangkup wajah cantik Queenara dan melabuhkan kecupan sayang di bibir Queenara, membuat sang gadis terbelalak kaget. Ini adalah ciuman kedua mereka.
Membuat getaran yang begitu dahsyat di antara keduanya. Queenara ingin protes dan memaki Leon, namun suaranya seakan tercekat di dalam tenggorokan nya.
"Queen apaka kau tidak ingat aku? aku adalah Leon Aditya sahabat kecilmu yang bodoh itu! apa kau mengingatku?" Tanya Leon dengan penuh harapan.
"Owh astaga pria ini. Jadi benar dugaan ku, dia adalah Leon tapi mengapa dia baru mengatakan hal itu sekarang, kenpa tidak sejak awal saja?" Berbagai macam pertanyaan pun muncul dalam benak Queenara.
"Tidak! dia pasti memiliki niat tertentu, aku tidak boleh percaya begitu saja padanya!" Kini Queenara mendorong tubuh Leon agar menjauh darinya.
"Pergilah! keluar dari ruanganku." Ucap Queenara yang kini memalingkan wajahnya melihat ke arah lain.
"Pergi!! aku tidak suka kebohongan.: Queenara mengusir Leon agar pergi meninggalkan ruangan nya
"Baiklah aku akan pergi. Tapi kau harus ingat apapun yang aku katakan padamu bukan kebohongan. Cintaku padamu itu nyata Queen." Jawab Leon yang kini pergi melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.
"Berbalik lah jika kamu memang benar-benar mencintaiku Leon Aditya, maka aku aku akan berlari menghampiri mu dan mengungkapkan perasaan ku juga." Batin Queenara terus bermonolog menatap punggung Leon yang semakin menjauh darinya.
"Berbalik! ayo berbalik!" Teriak Queenara dari dalam hatinya. Namun kini ia merasa sangat kecewa saat melihat Leon tak membalikan tubuhnya.
Queenara mendengus kesal dan kembali duduk di kursi kerjanya dan kembali mengerjakan pekerjaan nya yang sempat tertunda. Namun tanpa ia sadari kini Leon membalikan tubuhnya menatap ke arah Queenara dengan senyuman penuh arti.
"Kau sudah mencuri hatiku, mana mungkin aku pergi begitu saja darimu. Tunggu aku akan kembali setelah aku memberikan sedikit sentilan untuk adik iparku yang nakal itu." Leon tersenyum lalu mengedipkan sebelah matanya pada Queenara.
***
Setelah lama terdiam kini Leon mulai mulai menunjukan siapa dirinya di hadapan Elbara dan para dan para anak buahnya.
"Hallo adik iparku yang manis? apakah kau sudah merasa sangat senang sudah mengalahkan kakak iparmu yang tampan ini?" Tanya Leon dengan santainya.
"Cihh... Dasar pria tidak waras berani sekali dia menyebut dirinya sebagai kakak iparku. Huhh... Jangan mimpi." Elbara tak terima dengan ucapan Leon kini ia pun mengapiri pria itu dan mendaratkan beberapa bogem mentah di wajah tampan Leon.
Namun tak sedikit pun Leon membalas perbuatan Elbara padanya, bahkan kini ia mencegah anak buahnya untuk melakukan sesuatu untuk menolongnya. Kini Leon terus memancing kemarahan Elbara dengan mengatakan hal-hal yang tidak Elbara sukai, hal itu membuat Elbara semakin membabi buta menghajar Leon.
Sekilas ia melirik ke arah Anthony yang kini mengacungkan jempol padanya. "Kerja bagus!" Gumam Leon lirih.
Tak berapa lama kemudian suara teriakan seseorang datang dengan lantang menghentikan Elbara yang terus memukul Leon tanpa ampun.
"Elbara hentikan!" Queenara berlari dengan kencang menghampiri kedua pria yang menjadi tontonan kedua klan nya masing-masing.
"Kak kenapa kau ada disini, cepat pergilah!" Usir Elbara yang langsung meminta Daniel mencegah kakaknya untuk mendekat.
Namun dengan cepat Queenara mencegah semua dan mengancam Elbara dengan tegas.
"Leon apa kamu baik-baik saja?" Queenara berjongkok memeriksa keadaan Leon yang sudah kritis.
"El, kakak tidak menyangka kamu bisa melakukan hal yang tidak manusiawi seperti ini." Ucap Queenara dengan raut wajah penuh kekecewaan.
Kini ia pun meminta Anthony untuk mengangkat tubuh Leon dan membawanya ke rumah sakit.
"Kak dengarkan penjelasan ku dulu, ini tidak seperti yang kakak kira. Dia sudah berkata hal yang tidak-tidak padaku tadi." Elbara mulai membela dirinya.
Namun Queenara tidak perduli dengan ucapan sang adik dan memilih pergi meninggalkan Elbara begitu saja. Sedangkan Elbara terus meraung agar kakaknya percaya padanya.
"Arghhh... Sial, ini ternyata ini semua jebakan pria gila itu." Elbara memukul udara dan pergi mengikuti sang kakak ke rumah sakit.
"Leon, bertahanlah! kau akan baik-baik saja." Queenara merasa sangat cemas dan takut jika sesuatu terjadi pada pria itu dan penyebabnya adalah adiknya sendiri.
"Tolong lebih cepat! denyut nadinya mulai melemah." Queenara semakin terlihat cemas dan panik saat Leon mulai kritis.
"Baik dokter." Kini Anthony pun menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai di tempat tujuan.
"Ckk.. Kenapa ketua melakukan hal ini hanya demi cinta, ishhh... Kenapa ketua tiba-tiba mendadak bodoh setelah mengenal dokter cantik ini. Tapi dia memang sangat cantik, dan berbeda dari wanita-wanita gila yang mendekati ketua selama ini. Wajar saja jika ketua mendadak bodoh, aku pun pasti akan melakukan hal yang sama jika berada di posisi nya." Anthony terkekeh geli dan mulai merasakan hawa yang berbeda saat ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments
♡momk€∆π♡
Antony...baru tau yah😁😁 itu ciri cirinya orang lg jatuh cinta apapun caranya walau bonyok2 tuh wajah ganteng leonnya😀😁
2023-04-08
1