Bab 18

Leon tercengang saat melihat keberadaan ayahnya disana. "Kenapa dia ada di sini? siapa yang sudah menyuruhnya datang kemari?" Berbagai macam pertanyaan pun mulai muncul dalam benak Leon.

"Hallo, perkenalkan namaku Liam Dameer ayah dari pemuda yang ada di hadapan kalian." Ucap tuan Liam dengan rumahnya.

"Sejak kapan dia menjadi ayahku." Batin Leon bergumam menatap tak suka pada pria yang kini berdiri di sampingnya.

"Queen kita pulang sekarang!" Ajak mama Yumna yang langsung membuat Queenara dan Leon bingung dengan perubahan sikap mama Yumna saat ini.

"Nyonya kita belum memulai acaranya, mengapa kau akan pergi begitu saja? mari aku kita masuk ke dalam restoran itu dan membicarakan hal yang perlu kita bicarakan." Ucap tuan Liam kembali.

"Aku rasa tidak perlu, ayo nak." Tanpa banyak kata mama Yumna membawa putrinya pergi meninggalkan tempat itu begitu pula dengan papa Samuel, hal itu membuat Queenara semakin bingung dan mulai memiliki banyak pertanyaan dalam hatinya.

"Ma, pa ada apa ini sebenarnya? mengapa kita pergi bukankah acara ini belum selesai dan apa mama dan papa mengenali papanya Leon? ma, pa jawab pertanyaanku?" Queenara terus bertanya-tanya namun tak ada satupun dari keduanya yang mau membuka suara, kedua orang tuanya tetap diam dengan pemikirannya masing-masing.

"Lupakan saja pemuda itu nak, anggap saja dia bukan jodohmu." Ucap mama Yumna dengan tatapan kosongnya.

"Apa maksud mama? kenapa seperti itu?" Queenara kembali bertanya namun mama Yumna kembali diam tak mengatakan hal apapun lagi begitu juga dengan papa Samuel yang kini pokus menyetir membelah jalanan yang mereka lalui.

Berbeda dengan Queenara kini Leon tampak frustrasi dengan penolakan sepihak dari orang tua kekasihnya. "Aaarrghhh... Kenapa kau datang dan menghancurkan segalanya! mengapa kau datang dan mengaku sebagai ayahku?!" Teriak Leon penuh kemarahan.

"Aku memang ayahmu. Jika mereka menolak hubungan ini itu bukan salahku." Jawab Liam dengan entengnya.

Leon tersenyum miring menatap wajah pria paruh baya yang berada di hadapannya. "Sejak kapan kau menjadi ayahku? dengar tuan Liam Dameer, aku tidak pernah menganggapmu sebagai ayahku. Kau hanya seorang pecundang yang tak pantas untuk di sebut seorang ayah!" Ucap Leon sarkas membuat Liam murka saat mendengar nya.

"Leon! jaga ucapan mu." Liam mulai terpancing emosi dan menatap tajam ke arah putranya.

"Kenapa kau tidak terima, tapi itulah kenyataannya tuan Liam Dameer. Apakah kau lupa kau sudah membuangku saat itu, apakah kau lupa jika dirimu yang menginginkan hal ini terjadi, dan inilah hasilnya." Leon menepuk bahu ayahnya lalu pergi meninggalkan Liam yang masih berdiri mematung di tempatnya.

Perasaan menyesal pun kini di rasakan oleh tuan Liam, karena egonya yang tinggi tanpa sadar ia sudah membuat putranya semakin menjauh darinya. "Aku tidak pernah membencimu, tapi saat itu aku merasa aku tidak mampu menjadi orang tua yang baik untukmu namun aku tidak menyangka hal itu membuat kesalah pahaman yang begitu besar di antara kita." Tuan Liam menatap nanar punggung putranya yang berjalan semakin menjauh darinya.

Sedangkan Leon terus berjalan mencari kendaraan yang akan membawanya pergi kerumah keluarga Sebastian, Leon akan menyelesaikan masalah ini sendirian karena ia tidak akan pernah rela jika dirinya sampai kehilangan Queenara karena hal ini.

"Sayang aku akan datang, tak perduli apapun yang terjadi padaku nanti aku akan tetap memperjuangkan hubungan ini walau nyawaku yang menjadi taruhannya." Ucap Leon dengan penuh kesungguhan.

***

Di mansion keluarga Sebastian. Queenara berdiri mematung menatap langit malam yang bertabur ribuan bintang dengan hati bimbang penuh pertanyaan.

Queenara masih tak menyangka, malam yang seharusnya menjadi malam yang indah untuknya kini berubah menjadi malam yang yang kelam. Harapan yang sudah ia susun bersama sang kekasih hatinya, kini bagaikan angin yang berhembus tampa meninggalkan jejak sedikit pun.

"Kenapa ini terjadi padaku? apa yang sebenarnya terjadi mengapa mama dan papa tidak mau menjelaskan nya padaku."

"Apakah mereka memiliki hubungan yang rumit di masa lalu? sekarang aku harus bertanya pada siapa?" Queenara menghela nafas perlahan ia merasa sangat bingung memikirkan segala yang terjadi saat ini.

Kini satu nama pun muncul begitu saja dalam pikiran Queenara. "Ahh... Iya aku tahu siapa yang bisa menjelaskan semua ini."

Kini Queenara memindai seluruh ruangan mansion yang sudah terlihat sangat sepi hanya beberapa penjaga yang berjaga di halaman depan. Dengan langkah perlahan kini ia pun keluar lewat pintu belakang dengan penutup kepala agar tidak ada orang yang mengenalinya.

Namun tanpa di duga kini ia saling bertabrakan dengan seseorang yang berusaha masuk ke dalam mansion.

"Siapa kamu?" Queenara langsung menendang pria yang memakai hoodie merah itu sampai jatuh tersangkur dengan sempurna.

"Aishhh sayang ini aku, kenapa kau menendangku seperti itu." Leon berusaha bangkit dan memeluk kekasihnya.

"Leon,"

"Sudah jangan bersedih semuanya akan baik-baik saja." Ucap Leon yang kini memberikan beberapa kecupan singkat di wajah kekasih nya.

"Leon aku sungguh minta maaf, aku tidak mengerti dengan semua ini, aku,"

"Sttt.... Jangan di teruskan lagi, aku mengerti dengan apa yang kamu pikirkan saat ini. Mungkin saja permasalahan nya ada pada tuan Liam si pecundang itu." Kesal Leon yang kini mengumpat sang ayah.

Cup... Queenara membungkam bibir Leon untuk membuatnya terdiam. "Jangan bicara seperti itu, walau bagai mana pun dia tetap orang tua mu yang harus di hormati, karena merekalah kita ada di dunia ini." Ucao Queenara yang kini mulai memberikan ultimatum pada kekasihnya.

"Tapi dia memang,"

"Hei siapa disana?'' Seorang penjaga menghampiri ke arah sumber suara. Namun ia tak menemukan apapun di sana.

"Sepertinya aku salah dengar." Ucap sang penjaga yang kini meninggalkan tempat itu.

Sedangkan Queenara menggengam erat tangan Leon dan membawa nya keluar dengan cepat dan berlari meninggalkan mansion.

"Sayang kita mau kemana?" Tanya Leon yang kini berusaha untuk menghentikan langkah kaki Queenara.

"Ke rumahmu." Jawab Queenara singkat.

Leon menarik tangan kekasihnya hingga membuat wajah Queenara menabrak dada bidangnya.

Bugh..

Kini pandangan mata mereka pun saling terkunci menatap satu sama lain. "Apa kau mencintaiku?"

"Aku sangat mencintaimu Leon Aditya." Queenara membelah wajah tampan kekasihnya.

"Kalau begitu percayalah padaku, jangan pernah meninggalkan aku walau apapun yang terjadi nanti." Leon memberikan kecupan di bibir Queenara.

Kecupan itu pun kini berubah menjadi lum-atan saat Leon memperdalam ciuman nya, hingga keduanya pun larut dalam buayan yang membuat mereka melupakan dimana mereka berada saat ini.

Kini aktivitas mereka terhenti saat cahaya lampu mobil menyilaukan keduanya. "Damn! siapa yang sudah berani mengganguku." Guman Leon dengan raut wajah kesalnya menatap tajam ke arah pria yang kini turun dan berjalan menghampiri nya.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

♡momk€∆π♡

♡momk€∆π♡

masa lalu yg blom terungkap semua..mmmhh ayo leon n' queen..berjuanglah♡♡

2023-04-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!