Bab 9

Setelah selesai mengobati luka Leon, kini Queenara pergi meninggalkan ruangan tersebut dan meminta Anthony untuk selalu mengabarkan kondisinya saat ini.

Queenara berjalan mencari adik nakal nya yang sudah membuat onar dan menyebabkan orang lain terluka cukup parah hingga belum sadarkan diri.

"Daniel, dimana El?" Tanya Queenara yang kini berpaspasan dengan tangan kanan adiknya di lorong rumah sakit.

"Dia sedang pergi ke toilet nona." Daniel merasa sangat gugup melihat raut wajah penuh Kekesalan pada nona mudanya. Selama ini ia tak pernah melihat Queenara sekesal itu pada adiknya.

"Gawat! tuan muda pasti dalam bahaya." Gumam Daniel lirih.

"Apa kamu mengatakan sesuatu Daniel?" Queenara melirik kearah Daniel dengan tatapan tajamnya.

"Akh... Tidak nona!" Daniel merasa sangat gugup, bahkan ia tak berani menatap wajah Queenara saat ini.

"Akhh.. Itu dia datang!" Queenara bersedekap dada menatap tajam pada adiknya yang kini berjalan menghampiri nya.

"Hai kak, aku,"

"Ayo ikut aku!" Queenara langsung membawa adiknya menuju ruang perawatan Leon.

"Kak kenapa kau membawaku kemari?" Elbara mulai merasakan kegelisahan saat ia melihat kearah Leon yang kini tersenyum penuh arti padanya.

"Leon kamu susah sadar?"

"Seperti yang kamu lihat." Leon tersenyum menatap wajah cantik Queenara yang mulai terlihat malu-malu.

Sedangkan Elbara merasa sangat kesal dengan tatapan Leon pada kakaknya. "Hei kau! turunkan tatapanmu dri kakakku." Seru Elbara yang langsung mendapatkan cubitan maut di perutnya.

"Auwhh... Kak sakit kak." Elbara mengusap bekas cubitan sang kakak yang terasa sakit sampai ke tulangnya.

"Jaga sikap mu dengan orang yang lebih tua darimu, ayo cepat minta maaf pada kak Leon."

"Apa kak Leon?" Elbara dan Daniel terbelalak mendengar ucapan Queenara, namun berbeda dengan Anthony dan Leon yang kini menahan senyuman mereka.

"Ayo cepat minta maaf." Queenara sedikit mendorong tubuh adiknya ke samping Leon.

"Tapi kak," Elbara ingin protes namun kini ia mengancam adiknya dengan tatapan tajamnya.

"Astaga! sihir apa yang sudah brandal gila ini berikan pada kakakku." Elbara merasa sangat geram pada Leon yang kini sengaja memperlihatkan wajah mengejeknya.

"Apa susahnya minta maaf El."

Keputusan Queenara sudah bulat dan tak dapat di ganggu gugat lagi, membuat Elbara terpaksa melakukan apa yang di inginkan kakaknya. Dengan sedikit lemas, kini Elbara pun mulai menuruti perintah sang kakak untuk meminta maaf pada musuh bebuyutan nya.

"Aku minta maaf!" Ucap Elbara singkat.

"El, apa begitu cara minta maaf yang benar? apa kakak harus mengajarkan hal ini juga?" Queenara berkata lembut namun bagaikan pedang yang bisa menusuk jantung nya.

"Kak Leon aku minta maaf." Elbara mengulurkan tangannya menggengam tangan Leon, lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut setelah permintaan kakaknya selesai.

"Ternyata calon adil iparku sangat penurut pada kakaknya. Aku tidak menyangka hal ini." Leon terkekeh geli saat melihat punggung Elbara yang kini menghilang di balik pintu.

Brakkk...

Elbara membanting pintu ruangan itu dengan sangat keras hingga membuat Queenara terkejut karena nya. "Elbara!" Queenara akan berjalan menyusul sang adik.

Namun Leon mencegahnya dan menggengam erat tangan Queenara. "Jangan tinggalkan aku, aku ingin membicarakan sesuatu padamu." Leon melirik ke arah Anthony.

Anthony yang mengerti dengan tatapan keduanya pun langsung keluar dari ruangan itu meninggalkan mereka hanya berdua saja.

"Aku sudah lama mencarimu Queen, tapi aku tidak menyangka ternyata kau berada dekat disini." Leon pun mulai menceritakan kisahnya setelah Queenara pergi hari itu.

Kini dua sahabat masa kecil itu pun saling menceritakan segala kisahnya di masa lalu. Hingga mereka lupa waktu karena terlalu asyik berbincang.

Hingga pada akhirnya Leon mulai mengungkapkan perasaan nya pada Queenara.

"Queenara, aku sudah mencintai mu sejak lama maukah kau menjadi istriku?" Ucap Leon penuh kesungguhan.

Queenara sedikit terkejut dengan permintaan Leon yang begitu mendadak baginya. "Tapi Leon ini terlalu cepat untukku, aku."

"Iya aku mengerti, kau tidak perlu menjawabnya sekarang." Ucap Leon dengan penuh senyuman.

***

Malam ini Queenara tak bisa tidur saat perkataan Leon terus terngiang-ngiang di telinganya. Senang tentu saja, karena baru ia merasa cintanya pada Leon tidak bertepuk sebelah tangan.

"Kenapa tadi aku tidak langsung mengatakan ia saja? Akh... Queenara kau sungguh sangat bodoh sekali." Queenara terus berguling-guling di tempat tidurnya dengan pikiran yang terus tertuju pada Leon.

Begitu pun denga Leon yang saat ini tengah merasa senang. Walau belum ada jawaban yang pasti dari sang pujaan hati, ia tetap merasa sangat senang karena ia sudah bisa mengungkapkan isi hatinya.

"Anthony, bagai mana cara membuat wanita senang jika tidak senang setidaknya dia merasa aman dan nyaman saat bersamaku?" Tanya Leon pada Anthony yang memiliki predikat playboy cap kadal, karena selama ini wanita yang ia sukai selalu memilih Leon dari pada dirinya.

"Ckk.. Kenapa kau bertanya padaku ketua? bukankah kau ahli menaklukkan hati para gadis?" Tukas Anthony yang langsung mendapatkan lemparan bantal dari Leon.

"Kapan aku menaklukkan hati seorang gadis? aku baru saja berusaha dan itu pun belum mendapatkan jawaban darinya bagai mana mungkin aku di sebut ahli." Ucap Leon tak terima.

"Astaga, tapi ketua selama ini kau lah yang menjadi idola para wanita, apa kau tidak menyadarinya?"

"Itu lain, bukan salahku jika mereka mengidolakan ku, tapi bukan berat aku ahli dalam hal ini." Leon mendengus kesal.

Namun kini ia tersenyum saat mengingat kembali wajah gadis pujaan nya yang tersenyum malu-malu saat ia menyatakan cintanya beberapa waktu yang lalu.

***

Hari demi hari pun berlalu begitu cepat. Hubungan antara Leon dan Queenara pun semakin dekat layaknya dua sejoli yang saling mencintai, walau pun sampai saat ini Leon masih menunggu jawaban yang pasti untuk memperjelas hubungan mereka.

Karena tak kuat kuat terlalu lama menunggu, kini Leon pun mulai merencanakan untuk melamar Queenara agar ia benar-benar yakin dengan kesungguhan cintanya.

"Apa semuanya sudah selesai?" Tanya Leon pada seluruh anak buahnya.

"Semuanya sudah beres ketua." Jawab mereka serempak.

"Aku akan segera menjemput ratu di hatiku terlebih dahulu." Leon tersenyum cerah lalu mengemudikan mobilnya untuk menjemput Queenara.

Sedangkan para anak buah Leon saling melirik satu sama lain melihat tingkah ketua mereka yang terkenal garang dan tanpa ampun berubah menjadi hello kity yang imut.

"Apa dia ketua kita??" Tanya Aber pada Anthony. Sedangkan Anthony hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban.

Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, kini Leon sudah tiba di halaman apartemen milik Queenara yang kini sudah berdiri menyambut kedatangannya dengan senyuman manis.

Malam ini Queenara memakai dress berwarna biru laut yang membuat kecantikan nya bersinar di bawah sinar rembulan.

"Selamat malam dokter cantik" Leon mengulurkan tangannya untuk menuntun Queenara dan membawanya ke dalam mobil.

"Kau akan membawaku kemana Leon?" tanya Queenara dengan wajah penasaran.

"Kau akan tahu nanti." Jawab Leon singkat.

Terpopuler

Comments

♡momk€∆π♡

♡momk€∆π♡

hehehe El lucunys dirimu cute banget.🤗🤗.sekeselnya dirimu el nurut sekali ke kakaknya .good boy😍😍

2023-04-09

2

🥀⃞Weny🅠🅛

🥀⃞Weny🅠🅛

semoga lamaranmu di terima Bu dokter, Leon 🤗

2023-04-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!