Bab 7

Leon merasa bingung harus melakukan apa saat ini, hingga ia memutuskan untuk berpura-pura kesakitan agar Queenara tak jauh darinya dan tak membawanya pulang ke rumahnya.

"Maafkan aku baby, aku harus melakukan ini karena di rumah ada Liam Dameer si pria bajingan yang sangat aku benci. Aku tidak mungkin berpura-pura di hadapannya, karena dia pasti memanfaatkan keadaan ku yang tidak berdaya, dan untuk para bocah ingusan itu aku akan memikirkan segalanya nanti saja. " Ucap Leon membatin.

Kini Leon mulai memperlihatkan aksinya yang terus meraung memegangi kepalanya membuat Queenara panik seketika.

"Aaarrghhh.... Sakit...!!"

"Leon ada apa denganmu?" Queenara langsung menepikan mobilnya dan memeriksa keadaan Leon.

"Leon sadarlah! Leon!" Di saat Queenara tengah di landa kepanikan kini pintu mobilnya di ketuk oleh seseorang dengan sedikit kencang.

"Kak, apa kau baik-baik saja? cepat buka pintunya." Elbara merasa sangat khawatir saat mendengar suara teriakan dari dalam mobil kakaknya.

"El, sedang apa kamu disini? apa kau membuntutiku? baiklah tidak perlu di jawab sekarang bantu aku." Titah Queenara.

Namun Elbara langsung menolaknya begitu saja, karena ia tak mau menolong musuh bebuyutan nya.

"Owhh.. Ayolah El, ini demi kemanusiaan!"

"Kak lebih baik kau juga tidak perlu menolongnya, biarkan saja dia mati konyol disini." Ucap Elbara dengan santainya.

"Astaga El, begitukah cara mu memperlakukan orang lain?" Queenara sungguh tidak mengerti dengan jalan pikiran adiknya saat ini.

Sedangkan Leon terus mengumpat Elbara dalam hati hingga dadanya naik turun menahan marah, namun Queenara menyangka jika Leon mulai merasakan sesak nafas hingga ia mulai menurunkan jok mobilnya agar Leon merasa nyaman.

Namun karena terlalu panik membuat Queenara hilang keseimbangan dan jatuh di atas Leon dengan bibir yang saling menempel.

Elbara terbelalak kaget saat melihat pemandangan yang begitu menyilaukan matanya.

"Kakak!" Elbara langsung berlari menghampiri kakaknya dan menjauhkan Queenara dari tubuh Leon, lalu mendaratkan bogem mentah di wajah tampan Leon.

Bughh..

"Berani sekali kau memanfaatkan kakakku!" Teriak Elbara tak terima.

Leon merasa sangat marah dan tak terima dengan perlakuan Elbara padanya. "Bocah tengik! aku pasti akan membalas mu nanti." Leon bermonolog lalu pura-pura pingsan saat mendengar Queenara yang sangat begitu perhatian padanya.

"Leon, apa kau baik-baik saja." Queenara mengusap wajah tampan Leon yang mulai terlihat memar karena ulah adiknya.

"Ckk... Elbara kamu sangat keterlaluan! kau sangat arogan dan tak berhati, siapa yang sudah mengajarimu seperti itu?" Queenara menatap tajam ke arah adiknya.

"Kak dia,"

"Sudah cukup! aku akan mengadukan kenakalan mu ini pada papa." Queenara langsung kembali ke kursi kemudi dan menutup pintu mobilnya dengan sangat kencang, meninggalkan Elbara yang terus memperingatkan kakak nya.

Queenara membawa Leon ke rumah sakit untuk segera di periksa, begitu juga dengan Elbara yang membuntuti kakaknya.

"Sial! bajingan itu sudah berhasil menipu kakakku." Kesal Elbara yang kini mulai menggerutu.

"Daniel setelah ini siapkan tim kita untuk merebut wilayah kekuasaan pria gila itu." Titah Elbara yang mulai aksinya memancing kemarahan Leon agar bisa membongkar kebohongan nya.

Sedangkan Queenara masih merasa sangat kesal pada adiknya yang sudah bersikap arogan hingga menyebabkan orang lain terluka.

Queenara hidup dengan penuh kasih sayang dan kelembutan wajar saja dia merasa sangat syok melihat hal ini. Ya walau pun Queenara bisa melakukan bela diri, bukan berarti ia suka melihat kekerasan apalagi yang melakukannya adalah bagian dari keluarga nya sendiri.

"Bagai mana keadaan mu Leon? apa kau baik-baik saja?" Tanya Queenara saat Leon membuka matanya.

Leon tersenyum meraih tangan Queenara dan menggengam nya dengan erat. "Aku baik karna dokter ada disini."

"Baiklah kau beristirahat lah aku masih memiliki pekerjaan lain." Ucap Queenara yang mulai melepaskan genggaman tangan Leon lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.

"Astaga ada apa dengan jantungku?!" Queenara menekan dadanya saat bayangan ciuman yang tak sengaja pun mulai melintas di kepalanya.

"Owhh Queen, aku merasa sesak nafas sekarang!" Queenara terus mengomel tidak jelas lalu memasuki ruangan pasiennya.

Setelah melihat sang kakak pergi, kini Elbara langsung memasuki ruangan Leon dan menguncinya.

"Hallo ketua klan BlackSky? lihatlah aku akan menunjukan sesuatu padamu." Elbara memperlihatkan para tim nya mengambil alih salah satu tempat kekuasaan Leon.

"Dasar bocah tengik!" Leon hampir terpancing emosi, namun ia tetap menahannya karena tak ingin terjebak dengan perangkap Elbara.

"Siapa mereka?" Tanya Leon dengan wajah polosnya. Kini ia pun tertawa saat melihat Elbara terlihat sangat kebingungan.

"Mereka sedang bertarung seperti dalam film. Sudahlah aku harus mau istirahat dulu dokter Queenara menyuruhku untuk beristirahat jadi kau pergilah." Usir Leon yang membuat Elbara semakin tercengang melihat nya.

"Ini tidak mungkin!" Guman Elbara lirih.

"Apa pria gila itu benar-benar hilang ingatan? jika benar ini adalah kesempatan baik untukku." Elbara bersorak gembira dalam hatinya lalu pergi meninggalkan Leon yang kini mulai memejamkan matanya.

"Adik ipar lakukan saja apa yang ingin kau lakukan, agar aku bisa tetap tenang bersama dengan kakak cantik mu. Queenara aku mencintaimu." Leon tersenyum dan tertidur karena pengaruh obat yang di berikan Queenara padanya.

***

Hari demi hari pun berlalu dengan cepat Queenara tetap merawat Leon sebagai rasa tanggung jawabnya. Namun karena terlalu sering bersama membuat benih-benih cinta muncul di hati Queenara pada Leon.

Hubungan mereka pun semakin dekat layaknya sepasang kekasih. Namun Queenara tak berani mengungkapkan perasaan nya pada Leon, begitu pun sebaliknya Leon masih mencari waktu yang tepat untuk mengatakan hal yang sejujurnya pada sang pujaan hati.

"Bagai mana jika aku mengatakan bahwa selama ini aku hanya berpura-pura amnesia, apakah dia akan membenci ku?" Leon merasa dilema dan merasa sangat bersalah karena sudah menipu Queenara selama ini.

Leon terus berjalan mondar mandir memikirkan jalan keluar dari permasalahan hidupnya. "Aaarrghhh.. Ini semua karena kebodohan ku sendiri. Kenapa juga aku harus pura-pura hilang ingatan! kenapa aku tidak mengatakan hal yang sejujurnya saja padanya waktu itu, bahwa aku adalah Leon Aditya sahabat kecilnya yang bodoh." Leon mengusap wajahnya frustrasi.

Kini ponsel Leon berdering dan memperlihatkan nama Anthony yang tertera di layar ponselnya.

"Ada apa?" Tanya Leon tanpa basa basi.

"Ini gawat ketua! hampir seluruh daerah kekuasaan klan BlackSky kini menjadi milik bocah tengik itu, apa yang harus kami lakukan?" Anthony mulai meminta pendapat sang ketua.

"Siapkan motorku dan bawa aku pada bocah itu aku akan pulang ke markas sekarang juga sebelum Queenara ku kembali." Ucap Leon dengan tegas.

Brakkk

Suara benda terjatuh mengejutkan Leon yang langsung mematikan sambungan teleponnya lalu berbalik menatap kearah sumber suara.

Terpopuler

Comments

♡momk€∆π♡

♡momk€∆π♡

leon leon nah loh skrng pusing beneran untuk jujur 🤔🤔

2023-04-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!