Bab 5

Elbara masih terkejut dan menatap wajah sang kakak dengan sangat intens. "Kak kenapa kau ingin tahu identitas pria ini?" tanya Elbara penasaran.

"Kenapa? apa kau mengenalnya? cepat katakan padaku siapa pria itu?" Queenara langsung membrondong adiknya dengan pertanyaan. Queenara tak ingin jika adiknya tahu bahwa karena kecerobohan nya sudah membuat seseorang kehilangan ingatannya.

"Kak aku sedang bertanya padamu kenapa kau menjawabnya dengan pertanyaan lain?"

"Owhh ayolah El apa susahnya kau mencari tahu dan mengatakan siapa nama dan alamat pria itu padaku." Queenara merasa sangat bingung harus mengatakan hal yang sejujurnya atau tetap diam menyembunyikan segalanya dari sang adik.

"Katakan saja dulu kenapa kakak ingin tahu identitas pria itu baru aku akan menjawab pertanyaan mu." Elbara mulai memberikan pilihan.

"Elbara! kau adik yang sangat menyebalkan." Queenara mulai merasa sangat kesal pada adiknya yang tak langsung mengerjakan apa yang ia minta saat ini.

"Owh kakakku tersayang aku tahu siapa dirimu, kenapa kau menyembunyikan sesuatu dariku? ayo cepat kenapa kau ingin tahu identitas pria gila itu. Jika tidak aku tidak akan pernah membantu mu sama sekali." Seru Elbara yang mulai mengancam sang kakak.

"Astaga! sebenarnya kau itu adikku atau bukan? kenapa kau selalu saja memeras dan memojokan ku!" Queenara mendengus kesal menatap tajam wajah adiknya.

Sedangkan Elbara hanya cengengesan saat melihat reaksi kakaknya yang mulai kesal padanya. "Ayo cepat katakan kak."

"Ckkk... Dasar anak nakal, baiklah dengarkan!" Queenara mulai celingukan memindai seluruh ruangan yang sudah terlihat aman.

"Dia kecelakaan lalu mengalami hilang ingatan dan akulah penyebabnya." Jawab Queenara dengan sejujurnya membuat Elbara terlihat sangat terkejut mendengar nya.

"Benarkah!" Elbara nampak kegirangan mendengar hal yang begitu baik menurutnya.

"Tak ada kabar baik selain ini, kakak kau memang kakak yang terbaik! aku akan memberikan hadiah mahkota berlian yang sangat mahal untukmu. " Elbara mulai bersorak penuh kemenangan dalam hatinya.

"Ya, tapi tolong jangan beri tahu papa dan mama soal ini, El kenapa kau tersenyum seperti orang tidak waras! apakau senang melihat penderitaan kakakmu ini?" Queenara menarik telinga Elbara dengan sangat gemas karena sejak tadi adiknya hanya tersenyum kegirangan.

"Auwhhh.. Ampun kak!" Elbara meringis merasakan panas di telinganya.

"Kenapa kau sangat senang menarik telingaku?" Protes Elbara.

"Karena hal itu lebih mudah untukku." Jawab Queenara dengan santainya.

"Ckkk... Kau memang sangat kejam kak!" Keluh Elbara.

"Ingat jaga rahasia ini baik-baik, aku tidak ingin sampai mama dan papa tahu tentang ini dan membuat mereka khawatir."

"Baiklah kau tenang saja kak, adikmu ini pandai menyimpan rahasia. Jadi dimana pria gila itu sekarang?" Elbara tersenyum licik, saat ini ia tengah memikirkan sesuatu untuk melumpuhkan musuh bebuyutan nya.

"Dia di apartemen ku." Jawab Queenara singkat.

"Apa?!" Pekik Elbara yang membuat sang kakak terkejut karena nya.

"Kak kenapa kau membawanya ke apartemen mu kak!"

"Hei jagoan! kenapa kau terlihat cemas begitu, aku yang menyebabkan pria itu celaka jadi aku harus tanggung jawab untuk menolongnya bukan? jadi karena itulah aku membawanya ke apartemen ku." Jawab Queenara dengan entengnya.

"Astaga kak, dia adalah Leon Aditya pria gila yang sangat berbahaya. Apa kau tidak mengenalnya?" Elbara mulai mengacak rambutnya frustrasi. Ia sangat bingung mengapa kakaknya bisa bersikap baik pada orang yang tidak di kenalnya tanpa memikirkan akibatnya di masa depan, bahkan dengan suka rela memberikan apartemen milik nya untuk menjadi tempat tinggal yang nyaman untuk musuhnya.

"Aku mengenalnya, tapi aku rasa dia tidak berbahaya seperti yang kamu katakan El, dia sangat tampan." Queenara tersenyum gemas saat mengingat kembali wajah tampan Leon Aditya.

"Kak, jangan sampai kau tertarik padanya! dia pria berbahaya kak!" Elbara mengingatkan sang kakak.

Namun Queenara bersikap acuh dan memilih pergi meninggalkan Elbara begitu saja, setelah mengetahui siapa nama pemuda itu.

"Leon Aditya, sepertinya aku pernah mendengar nama itu?" Queenara mulai mengingat-ingat kembali nama Leon Aditya.

Namun hanya bayangan bocah laki-laki yang menjadi sahabatnya di masa kecil dulu. "Akhh... Tidak mungkin Leon yang itu, dia terlihat lugu dan polos, tapi berbeda dengan Leon yang ini. Otot kekar, rahang yang tegas dan senyuman yang manis. Ckkk... Apa yang kau pikirkan Queen." Queenara merasa konyol dan menonyor kepalanya sendiri.

Kini ia pun merasa lega setelah mengetahui siapa nama pemuda itu dan mulai bersiap untuk beristirahat, lalu melakukan apa yang harus ia lakukan esok pagi.

Namun berbelanja dengan Elbara yang kini tidak bisa tertidur kembali karena terus terngiang ucapan kakaknya. "Sebenarnya kakakku yang bodoh atau pria itu yang memang tidak terlalu terkenal hingga kak Queen tidak mengenali identitas pria brandal itu?" Elbara terus berjalan mondar mandir mengkhawatirkan keselamatan kakak tersayang nya.

"Aku harus memberikan penjagaan ketat untuk kak Queen, meskipun dia ahli dalam ilmu bela diri tapi pria itu sangat licik dan tidak boleh di anggap remeh. Bisa saja dia hanya berpura-pura hilang ingatan untuk mengelabui kakakku."

Karenarasa khawatir yang berlebihan. Kini Elbara menghubungi Daniel untuk mempercepat penjagaan kakaknya mulai esok dan seterusnya, sampai ia tahu apa niat tersembunyi yang di lakukan Leon.

***

Leon meminum segalas wine yang ada di tangannya untuk meredakan kekesalan yang ada di hatinya saat ini dengan tatapan kosong.

Kemudian seorang gadis bertubuh seksi duduk di pangkuannya dengan dan memberikan sentuhan halus di dada Leon untuk menggoda nya. Leon tak mengatakan apapun namun pandangan nya pada gadis itu sangat mematikan.

Shelly wanita yang sudah menyimpan perasaan untuk Leon sejak lama tidak merasa takut saat melihat tatapan mata Leon, ia berpura-pura acuh walau dalam hatinya merasa sangat ketakutan.

"Aku sangat mencintaimu Leon mengapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Shelly.

Kreekk...

Bunyi gelas pecah karena genggaman yang sangat begitu kuat di tangan Leon membuat Shelly terkejut seketika.

"Leon kau terluka," Shelly langsung memegang tangan Leon dan berusaha untuk mengobati nya. Namun dengan cepat Leon menepisnya dan mendorong tubuh wanita itu, lalu pergi meninggalkan nya begitu saja.

"Anthony! urus wanita itu, aku tidak ingin melihatnya terus berkeliaran di sekitar markasku lagi." Ucap Leon dengan nada dinginnya.

"Ba.. Baik ketua!" Anthony menarik tangan Shelly untuk pergi keluar dari markas BlackSky, namun Shelly memberontak dan tetap berusaha agar tetep berada di sana.

Sedangkan kini Leon pergi meninggalkan markas BlackSky dan kembali lagi ke apartemen Queenara, agar gadisnya tak curiga padanya.

Malam berlalu kini sinar mentari mulai menyapa dan menghangatkan bumi. Queenara sedikit terburu-buru keluar dari rumahnya menuju apartemen untuk melihat kondisi Leon.

Namun, tanpa ia sadari kini ia di buntuti oleh Daniel dan para bodyguard lainnya yang siap menjaganya sepanjang waktu seperti permintaan Elbara.

Queenara membuka pintu apartemen nya dan melihat penampakan yang begitu langka di hadapan. "Astaga mimpi apa aku semalam?"

Queenara tak bisa berkedip, saat melihat Leon sedang berolahraga dengan memperlihatkan dada bidang dan memamerkan delapan roti sobek di perut sispeknya.

Terpopuler

Comments

♡momk€∆π♡

♡momk€∆π♡

kakak adik ky tom.n' jerry lucuuu😅❤

2023-04-04

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!