Memasuki Wilayah Encounter

Meskipun telah mendapatkan tempat yang cukup aman, namun malam itu mereka tak benar-benar bisa beristirahat dengan baik. Tentu saja mereka masih mengingat beberapa hal yang baru saja terjadi beberapa saat yang lalu hingga menewaskan salah satu dari teman mereka.

Kiryu terbunuh di depan mereka semua, dan tentu saja hal itu cukup membuat mereka semua terpukul. Bahkan mereka tak bisa memakamkan Kiryu, karena monster itu memakannya begitu saja dan menggunakannya untuk berevolusi.

Yumeko bahkan tak bisa tertidur sama sekali malam ini. Karena dia adalah tipikal yang begitu perasa dan sensitif. Meskipun baru saja mengenal Kiryu, namun saat mereka terjebak bersama di kota misterius yang hilang ini cukup membuat mereka semua menjadi lebih dekat.

"Yumeko, tidur dan beristirahatlah. Kita masih harus melakukan perjalanan panjang. Kamu juga harus menjaga tubuhmu agar tidak sakit. Karena kita tak pernah tau, seberapa banyak monster dan seberapa kuat mereka yang akan kita hadapi kelak." ucap Shu yang melihat Yumeko duduk termenung di dekat jendela seolah sedang memiliki banyak pemikiran.

"Aku tidak mengantuk, Shu. Aku tidak bisa tidur. Kamu beristirahatlah." sahut Yumeko tanpa memalingkan pandangannya menatap keluar jendela.

Shu menghela nafas dan akhirnya merogoh sesuatu dari saku pakaian hangatnya.

"Ini untukmu ..." Shu meletakkan dua sashet vitamin untuk daya tahan tubuh di atas meja di dekat Yumeko terduduk.

Setelah mengatakannya, Shu segera meninggalkannya. Dia bergegas untuk beristirahat dan membaringkan tubuhnya di atas sebuah tikar sederhana. Tak membutuhkan waktu yang lama, Shu dengan cepat tertidur begitu saja.

Malam itu Nagi yang terbangun di tengah malam, tiba-tiba dia menatap nanar Shu lalu mendatanginya. Dia menarik dan membenarkan selimut untuk sang adik, sembari menghela nafas.

Shu, maafkan kakak yang tidak bisa menyegel pintu portal itu dengan baik. Dan kini malah membuatmu terjebak di dalam kota misterius yang hilang ini bersama monster-monster itu. Apapun yang terjadi, kakak akan selalu melindungimu!

Batin Nagi masih menatap nanar Shu yang sudah tertidur cukup lelap, karena dalam beberapa hari ini dia selalu kurang istirahat. Dan tentunya dia sangat lelah dan mengantuk. Karena mereka harus selalu siaga dan selalu bergantian berjaga selama ini.

...🍁🍁🍁...

Keesokan harinya, mereka mulai melanjutkan perjalanan mereka untuk mengalahkan semua monster di kota misterius yang hilang ini, karena itulah satu-satunya cara yang bisa digunakan untuk mengalahkan Raja monster. Yaitu dengan mengalahkan semua monster di kota misterius yang tersembunyi ini, dan mengumpulkan seluruh pecahan-pecahan kristal hingga terbentu bola kristal sempurna.

Kali ini tujuan mereka adalah wilayah random encounter, yang akhir-akhir ini Nagi sering menjumpai monster tingkat sedang. Setelah berjalan hampir 3 jam akhirnya mereka mulai memasuki wilayah tersebut.

Meskipun saat ini adalah pagi hari, namun tetap saja wilayah ini selalu saja terlihat gelap seperti biasanya. Kabut asap yang hitam pekat menghalangi sinar mentari dan cahayanya hanya bisa menembus sedikit saja.

Gedung-gedung yang menjulang tinggi di sekitar mereka terlihat sudah cukup rusak. Bahkan jalanan aspal di tempat random encounter ini sudah retak-retak dan ada sebagian yang hancur, hal itu menunjukkan jika monster yang berada di wilayah ini memang sangat kuat.

GRAUUUMM ...

KIIKKK ...

ROAARRR ...

Mereka berlima serempak menghentikan langkah kaki mereka dan mulai bersiaga dengan senjata masing-masing. Mereka berlima mulai berdiri saling membelakangi dan membentuk sebuah formasi lingkaran. Mata mereka mulai mengekori untuk mencari sosok monster yang sudah mulai memperlihatkan keberadaan mereka.

Hingga akhirnya Zoe mulai melihat keberadaan monster itu.

"Dia berada di atas sebuah gedung yang berada tepat lurus di hadapan Eren! Moster tingkat sedang dengan batu kristal yang tertanam pada dada kirinya."

Gumam Zoe memberitahukan keempat teman-temannya setelah mengamati monster yang terlihat sedang berdiri membungkuk di atas gedung setinggi 5 lantai itu.

Monster itu terlihat seperti manusia pada umumnya, namun memiliki wajah yang sedikit hancur dan berdarah. Bagian tulang punggungnya juga ditumbuhi dengan duri-duri tajam seperti landak.

GRRR ...

Monster itu kini mulai melompat hingga mencapai dasar bangunan dan mendarat tepat di hadapan Eren. Mereka segera merubah formasi dan siaga. Mereka segera bersiap untuk menyerang jika memungkinkan adanya sebuah kesempatan.

GROAARR ...

Monster bungkuk tingkat menengah itu mencengkeram lantai tempatnya berpijak dengan kuku-kuku tajamnya. Lalu dia berniat untuk melompat ke arah para manusia itu dengan sangat agresif.

Dengan cepat Zoe, Shu dan Nagi segera maju dengan mengacungkan senjata masing-masing. Sementara Eren dan Yumeko kini berada di belakang tiga pria itu.

Disaat monster bungkuk itu hampir mendarat tepat di hadapan mereka, Zoe melompat ke depan dan menghunuskan pedangnya hingga melukai mulut monster bungkuk itu hingga tembus pada bagian belakan tengkoraknya.

Namun monster bungkuk itu dengan kuat segera menghempaskan tubuh Zoe cukup kuat dan cepat, hingga membuat tubuh Zoe terhempas ke sisi samping dan menabrak sebuah taxi tua.

BRAKK ...

Tak mau membuang-buang waktu lagi, Shu segera mengayunkan pedang cahaya bulan miliknya dengan menargetkan dada kiri si monster bungkuk, atau lebih tepatnya Shu mengarahkan serangannya pada batu kristal yang tertanam pada tubuh monster bungkuk itu.

TRANG ...

Belum sempat serangannya mengenai targetnya, monster bungkuk itu mengayunkan tangannya kembali dan berhasil menghempaskan tubuh Shu.

"Shu!!" pekik Nagi karena melihat sang adik yang terhempas kuat dan cukup jauh.

Monster bungkuk itu mulai mengangkat sedikit kedua lengannya dan kedua tangannya mulai mengepal. Lalu tubuhnya mulai berputar searah jarum jam berkali-kali dengan cepat. Lima detik kemudian, duri-duri tajam yang ada pada punggung si monster bungkuk itu kini mulai melesat cepat ke sekitarnya.

"Semua, tiarap!!" Nagi menginstruksi dengan cepat.

Eren dan Yumeko segera melakukan tiarap agar terlindung dari serangan sang monster bungkuk.

"Tetap hati-hati! Duri itu beracun dan akan merusak jaringan serta syaraf di dalam tubuh kita hingga membuat kita lumpuh! Sebisa mungkin hindari serangannya!" ucap Nagi memperingatkan, karena dia sudah cukup mengetahui beberapa monster yang ada di dunia misterius yang hilang ini.

Aku tidak boleh berdiam diri saja! Pedang cahaya bulan ini bisa menghancurkan batu kristal milik para monster itu! Aku harus bisa lebih berani untuk menghadapi mereka! Benar! Pedang cahaya bulan ini sudah memilihku, aku harus bisa membuktikan jika aku memang layak untuk memiliki pedang cahaya bulan ini!

Batin Shu yang masih perpegangan pada pedang cahaya bulan yang ujung bilahnya masih menancap pada tanah.

Perlahan Shu yang masih terduduk mulai menarik kembali pedang cahaya bulan itu. Sementara pandangannya masih menatap lekat monster bungkuk yang perlahan mulai berhenti berputar, sehingga serangan duri beracun itu mulai berkurang.

Terpopuler

Comments

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐀⃝🥀𝑰voᷠnͦeͮℛᵉˣ

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐀⃝🥀𝑰voᷠnͦeͮℛᵉˣ

Semangat Shu tetap jangan gegabah karena keberadaanmu dan pedang cahaya bulan masih sangat diperlukan untuk menakhlukkan kota tua dari kekuasaan para monster.
Merinding lihat visual monsternya 😱

2023-07-08

1

🔥⃞⃟ˢᶠᶻsᥲᥒ𝗍іE𝆯⃟🚀🦚⃝⃟ˢᴴ

🔥⃞⃟ˢᶠᶻsᥲᥒ𝗍іE𝆯⃟🚀🦚⃝⃟ˢᴴ

untung Nagi bisa mengenali monster tersebut

2023-06-29

0

@Risa Virgo Always Beautiful

@Risa Virgo Always Beautiful

Teman teman Kiryu tak bisa memakamkan Kiryu karena Kiryu di makan monster

2023-06-18

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 44 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!