"Aargghh ... ti-dak ..." pekik Yumeko lirih dan gemetaran.
Tubuh Yumeko membeku seketika. Dia masih dengan posisi terduduk dan sepasang matanya membelalak dengan pupil kecoklatan yang bergetar. Bayangan monster golem itu semakin terlihat jelas melalui sepasang mata beningnya.
GROARR ...
Monster golem raksasa itu melompat ke arah Yumeko dan gadis itu masih saja tak bisa bergerak karena ketakutan. Hingga akhirnya ...
BRUGHH ...
SSRREETT ...
Satu detik sebelum monster golem itu menimpa tubuh Yumeko, rupanya Shu sudah meraih tangan Yumeko dan memeluknya erat. Dia membanting tubuhnya sendiri hingga membuat keduanya terjatuh berguling-guling dalam sebuah turunan yang cukup dalam.
"Shu!! Yumeko!!" Eren memekik memanggil kedua temannya yang terjatuh.
Namun tiba-tiba sebuah tangan menariknya dengan sangat kuat dan cepat dari arah belakang. Bahkan orang tersebut juga membungkam Eren dan memaksanya untuk bersembunyi di balik sebuah batu yang cukup besar.
Eren berusaha untuk melepaskan dirinya dari sekapan pria tersebut. Namun pria tersebut tak melepaskannya, dia masih membungkam Eren dan mulai memutar tubuh gadis berambut lurus pendek itu.
Dia mulai bernafas lega ketika menyadari jika pemuda itu ternyata adalah Kiryu. Dan di sebelahnya juga ada Zoe yang masih mengawasi sesuatu dengan mengintai melalui celah kecil pada bebatuan itu.
"Gawat, monster golem itu mengejar Shu dan Yumeko!" gumam Zoe segera keluar kembali dari bebatuan itu dan mendekati jurang rendah dimana Shu dan Yumeko terjatuh.
"Kita harus membantu mereka! Ayo!!" ujar Zoe segera memperosotkan dirinya ke bawah jurang itu untuk menyusul Shu dan Yumeko.
Kiryu dan Eren juga mulai memerosotkan dirinya untuk menyusul mereka.
.
.
.
Sementara itu Shu dan Yumeko mulai menyusuri tempat itu bersama dan terus mengawasi sekitarnya karena akan ada monster golem atau monster lainya lagi yang akan menyerangnya.
BRUGHH ..
GROARRR ...
Setelah beberapa saat, suara dentuman dasyat yang diikuti oleh sebuah goncangan hebat mulai terjadi lagi. Sudah bisa dipastikan, jika hal itu pasti adalah ulah dari moster golem lagi.
Dan benar saja, rupanya moster golem itu sudah berada tak jauh dari mereka. Namun kali ini monster golem itu sedang bertarung melawan sesama moster lainnya yang memiliki bentuk menyerupai manusia pada umumnya, namun dia memiliki tubuh yang tinggi dan memiliki.lidah merah yang bisa memanjang untuk melilit lawannya.
Shu dan Yumeko mematung melihat pertepuran sesama monster itu. Monster lidah merah panjang berusaha untuk melilit tubuh monster golem itu. Namun disaat monster golem meregangkan otot-otot kuatnya, seketika lidah merah sang lawan hancur dengan percikan darah merah kental.
Dan saat itu juga sang monster golem mulai melayangkan tinju kuatnya beberapa kali hingga membuat monster lidah panjang benar-benar berakhir.
CCTAAK ...
Tak sengaja Yumeko malah menginjak ranting kering, dan membuat sang monster golem itu menoleh merubah tatapan fokusnya ke arah suara itu berasal. Hingga akhirnya monster golem mulai melangkahkan kakinya ke arah suara itu berasal.
"Sial! Kita ketahuan!" celutuk Shu yang sat ini sudah duduk bersimpuh bersama Yumeko yang bersembunyi di balik sebuah batu besar.
"Ma-maaf. Ini semua gara-gara aku." ucap Yumeko merasa bersalah.
"Ssttt ..." Shu mengisyaratkan agar Yumeko diam, karena monster golem itu kini sudah semakin mendekati mereka dan masih mencarinya.
Hingga akhirnya monster golem itu mengangkat batu besar itu dan membuat keberadaan Shu dan Yumeko terlihat olehnya.
Shu dan Yumeko membelalakkan matanya menengadahkan wajahnya ke atas menatap monster golem yang sedang mengangkat tinggi batu besar itu dengan kedua tangan kuatnya.
"Celaka! Kita kita ketahuan lagi!" gumam Shu masih mendongak menatap monster raksasa itu.
GRAAUUMM ...
"Yumeko, kita harus cepat pergi! Ayo!!" Shu mengistruksi lalu segera berlari bersama dengan Yumeko.
Namun rupanya monster golem itu malah melemparkan batu itu ke arah mereka. Shu meraih tangan Yumeko dan menariknya ke sisi lain untuk merubah arah berlari serta untuk menghindari serangan tersebut.
Namun rupanya monster golem itu masih mengejar mereka berdua dan membuat jarak di antara mereka berdua semakin dekat. Sepuluh meter, sembilan meter, depalan meter, dan jarak tersebut menjadi semakin dekat karena langkah lebar dari monster golem.
Namun tiba-tiba saja Yumeko kembali terpeleset dari sebuah turunan yang dipenuhi dengan lumut dan beberapa tumbuhan.
"Aahhhh ..." pekiknya karena terpelesat dan terjatuh ke bawah.
Shu segera memerosotkan dirinya untuk menyusul dan menolong gadis itu. Namun rupanya minster golem masih saja mengejarnya.
"Shu!! Yumeko!! Kemarilah!!" sebuah teriakan seorang gadis mulai terdengar.
Rupanya dia adalah Eren yang berada di dekat sebuah pintu kecil. Tempat itu terlihat seperti bunker atau tempat yang akan menghubungkan ke dalam ruangan bawah tanah. Dan di bagian luarnya sudah dipenuhi dengan lumut dan tanaman rambat yang menjalar.
"Kemarilah!!" Kiryu yang berada di dekat Eren segera berteriak juga.
Spontan saja Shu dan Yumeko segera berlari ke arah mereka, karena monster golem juga sudah semakin mendekati mereka. Setelah memasuki bunker itu, Kiryu dan Zoe segera menutup pintu tembaga campuran besi itu kembali.
BRAKKK ...
BRAKK ...
BRAKKK ...
GRAUUMM ...
Berulang kali monster golem berusaha untuk mendobrak dan menghantamkan tubuh atau tangan kuatnya untuk menghancurkan pintu itu. Namun pintu itu tidak hancur karena sangat kuat. Bahkan jika pintu itu bisa dia hancurkan, tubuh besar monster golem tidak akan bisa untuk memasuki bunker tersebut.
"Huft ... syukurlah ..." Eren bernafas dengan lega.
Sementara Yumeko dan Shu kembali mengatur nafas mereka yang sudah naik turun karena berlarian selama beberapa saat yang lalu.
"Sepertinya dia sudah pergi." gumam Kiryu setelah beberapa saat tak terdengar dentuman keras lagi.
"Biar bagaimanapun kita juga harus memeriksa tempat ini. Siapa tau kita beruntung dan kita akan menemukan pedang cahaya bulan."
Ucap Zoe mulai mengambil sebuah obor yang sudah tersedia di dalam bunker tua ini dan terdapat di dinding-dinding dari beberapa titik. Lalu dia menyalakannya dengan lighter yang dia bawa.
Tempat ini benar-benar gelap dan sempit dengan memiliki beberapa lorong panjang dan penerangan yang sangat minim.
Mereka berempat tak ada yang menolaknya dan memutuskan untuk memeriksa bunker tua ini terlebih dulu. Mereka menyusuri sebuah lorong panjang lalu berhenti ketika lorong tersebut mulai bercabang.
Mereka akan kembali berdiskusi bersama untuk memutuskan lorong mana yang akan mereka ambil, baru setelah itu mereka akan kembali melanjutkan perjalanan.
"Bagaimana? Lorong mana yang akan kita ambil?" tanya Kiryu memandang jauh kedua lorong panjang dengan pencahayaan minim itu.
"Aura lorong di sebelah kanan terasa lebih dingin. Sangat bertolak belakang dengan keberadaan para monster yang memiliki aura panas. Sebaiknya kita ambil lorong sebelah kanan. Bagaimana menurutmu, Shu?" ucap Zoe menanyakan pendapat Shu.
"Aku setuju denganmu. Ayo kita ambil lorong sebelah kanan." jawab Shu sependapat.
Akhirnya mereka memilih lorong sebelah kanan dan memulai kembali perjalanan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
@Risa Virgo Always Beautiful
Eren merasa lega karena yang membekap mulutnya Eren adalah Kiryu
2023-08-03
0
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Zoe memberi usul kepada teman temannya untuk membantu Shu dan Yumeko
2023-08-03
0
@Risa Virgo Always Beautiful
Jadi Kiryu yang ternyata membungkam mulutnya Eren
2023-07-29
0