Shu dan teman-temannya mengambil lorong sebelah kanan dan mulai menyusuri lorong panjang yang gelap dan sedikit dingin itu.
Saat itu Shu berada pada barisan paling belakang. Paling depan adalah Zoe yang diikuti oleh Kiryu, Eren dan Yumeko.
CTAK ...
Namun tiba-tiba saja Eren tak sengaja memijak sebuah tombol aneh yang berada di lantai. Satu detik ... dua detik ... tiga detik ... semua masih baik-baik saja. Namun tepat disaat detik keempat ada sebuah bola-bola api yang mulai melayang ke arah mereka.
WUSHH ...
SWOSHH ...
"Semua tiarap!!" Zoe dengan cepat segera memberikan instruksi untuk teman-temannya.
Mereka berlima segera tiarap setelah mendengar isntruksi itu. Disaat itulah bola-bola api yang berukuran seperti bola takrau melesat dari 4 arah yang berbeda. Dari sisi depan, belakang, kanan dan kiri, semuanya melesat bersamaan ke arah tengah.
Serangan bola api itu itu akhirnya berhenti saat waktu sudah berlalu selama 1 menit. Mereka kembali berdiri dan mengawasi sekitarnya.
"Hati-hati dan dan selalu perhatikan setiap langkah dan pergerakan kalian! Sepertinya tempat ini memang akan ada beberapa selalu ada rintangan yang sengaja diciptakan oleh seseorang."
Gumam Zoe saat menyadari ada hal lainnya di sekitarnya, yaitu sebuah jebakan lainnya lagi.
"Perhatikan di langit-lagit di atas kalian! Jika kita salah bergerak dan tidak hati-hati, mungkin saja besi-besi tajam itu akan terjatuh dan mengenai kita." imbuh Zoe menengadahkan wajahnya menatap langit-langit tempat ini.
Keempat temannya juga mulai menengadahkan wajahnya menghadap ke atas dan seketika membelalakan mata saat melihat puluhan besi panjang seukuran tangan orang dewasa dengan ujung yang sangat tajam menghadap ke bawah.
"Itu artinya di dalam bunker ini memang ada sesuatu. Sesuatu yang sangat berharga karena selalu dijaga dengan baik." ucap Shu menyimpulkan.
"Kemungkinan besar adalah seperti itu. Ayo segera lanjutkan perjalanan!" sahut Zoe mulai meneruskan perjalanan kembali da diikuti oleh Kiryu, Eren, Yumeko dan Shu.
Setelah menyusuri tempat itu bersama selama 3 jam mereka juga masih belum menemukan apapun petunjuk tentang keberadaan pedang cahaya bulan ataupun hal lainnya. Namun mereka sedikitpun tak pernah menyerah dan terus berusaha.
Kini mereka menemukan sebuah lorong dengan sebuah pintu yang lebih tinggi dan menjulang. Di sekelilingnya dipenuhi dengan es yang cukup dingin hingga membuat nafas mereka beruap.
Masih tetap sama dengan tempat-tempat sebelumnya, lorong ini juga dipenuhi dengan kabur asam pekat.
Sebelum memasukinya, mereka saling bertatapan lalu saling mengangguk, menyetujui untuk memasuki tempat itu.
"Dingin sekali ... tempat ini lebih dingin dari tempat sebelumnya." gumam Yumeko menarik kancing pakaian pangatnya hingga sampai ke leher jenjangnya.
Shu yang tak sengaja melihat langit-langit kini seketika membelalakkan sepasang matanya ketika melihat bentuk es yang menempel di langit-langit dengan bagian ujung bawah yang runcing dan tajam.
Benda yang malah lebih terlihat menyerupai sebuah senjata itu, tiba-tiba saja terputus dari langit-langit dan mulai berjatuhan tepat di atas Yumeko.
"Yumeko, awas!!"
Shu segera melesat cepat meraih tangan Yumeko dan menariknya ke sisi lainnya.
JLEB ...
JLEBB ...
JLEBB ...
Beberapa es tajam itu terjatuh dan menghantam lantai hingga pecah.
"Daijoubu desu ka? ( apa kamu baik-baik saja?" tanya Shu karena masih melihat Yumeko yang terdiam karena syok.
Dia hanya mengangguk samar dan sambil mengatur nafasnya. Lagi-lagi dia hampir celaka karena hujan dari es tajam itu.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka dan tetap mengawasi sekitarnya. Karena tak menutup kemungkinan jika akan ada beberapa jebakan dan rintangan lagi.
TES ...
TES ...
Tiba-tiba saja Kiryu menghentikan langkahnya saat merasakan ada seseuatu yang terjatuh membasahi bahu kirinya. Dia mengusap bahunya sudah basah karena cairan yang sedikit basah dan berlendir.
Perlahan dia menengadahkan wajahnya ke atas untuk memeriksa sesuatu. Di saat itulah dia mulai melihat sosok monster kelelawar es yang sudah bergelantungan di atas dengan sepasang mata merah menyalanya menatap tajam para manusia itu.
Sayapnya berwarna hitam kemerahan gelap namun juga ada es pada sayap-sayap lebarnya. Ukurannya cukup besar dan seperti ukuran seekor anjing dewasa.
Dan cairan yang terjatuh mengenai bahu Kiryu beberapa saat yang lalu adalah air liur dari kelelawar tersebut. Makhluk itu memiliki batu kristal berwarna kuning yang berada di tubuhnya.
Tiba-tiba saja monster kelelawar itu mulai terbang melesat dengan cepat dan kepakan sayapnya membuat angin bertiup dengan kencang dan dingin.
SWUSHH ...
Berulang kali monster kelelawar itu terbang di antara mereka dan kali ini berhasil menabrakkan tubuhnya pada tubuh Kiryu hingga membuat tubuh Kiryu ambruk.
TESS ...
"Wooaa ... kamu sungguh sangat menjijikkan!!" Kiryu mengayunkan tombaknya untuk menyerang moster kelelawar es itu.
Namun monster kelelawar es itu malah membuka mulutnya semakin lebar dan memperlihatkan deretan giginya yang runcing dan tentunya sangat tajam. Seakan tak mau menunggunya lebih lama lagi, dia segera mendekati leher Kiryu dan berniat untuk menggigitnya.
JLEBB ...
"Hiatthh ..." Zoe mengayunkan pedangnya untuk menikam bagian belakang dari monster kelelawar es itu hingga membuat salah satu sayapnya terluka.
Disaat itulah Kiryu segera mengayunkan tombak miliknya untuk menghancurkan bagian kristal berwarna kekuningan itu hingga kristal berwarna kuning itu mulai pecah dan hancur.
Seketika tubuh monster kelelawar es melebur dan hanya menyisakan pecahan kristal berwarna putih bersinar dan melayang di udara.
Shu segera meraih pecahan batu kristal itu dan kembali menyimpannya dalam sebuah kantong berwarna hitam.
"Huftt ... syukurlah dia sangat lemah." celutuk Kiryu segera bangkit dan berdiri kembali. "Sangat mudah sekali mengalahkannya. Ahaha ..."
"Apa kau yakin, Kiryu?" celutuk Eren mulai menatap serius ke arah belakang Kiryu.
"Tidak mungkin ..." gumam Yumeko yang juga mulai beralih menatap ke arah pandangan Eren.
"Ada apa? Mengapa kalian menatapku seperti itu?" tanya Kiryu kebingungan dan berkacak pinggang menatap teman-temannya.
"Kiryu, di belakangmu ..." ucap Yumeko terpotong.
"Ada apa di belakangku? Apakah dia bangkit lagi?" ucap Kiryu dengan tawa kecilnya meremehkan." Shu bahkan sudah menyimpan pecahan kristal milik monster kelelawar es itu. Lalu bagaimana mungkin dia bisa hidup lagi?"
"Bukan bangkit lagi. Tapi ... ada puluhan moster kelelawar es lainnya di belakangmu ..." ucap Eren.
"Apa?!" ucap Kiryu seakan tak percaya, namun pada akhirnya dia mulai berbalik untuk memastikan hal itu.
Dan benar saja dari lorong itu ada puluhan monster kekelawar es yang sedang terbang dan melesat mendekati mereka berlima.
KIIKK ...
KIIKK ...
"Sial. Banyak sekali ..." gumam Kiryu membelalakkan matanya dan masih belum beranjak dari tempatnya berdiri.
"Itu artinya akan semakin banyak batu kristal murni yang akan kita dapatkan bukan? Kita akan segera penen!" celutuk Zoe yang sudah bersiap dengan pedangnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
@Risa Virgo Always Beautiful
Tubuh Kiryu sampai ambruk gara gara di tabrak oleh monster kelelawar es
2023-08-03
0
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Zoe menasehati kepada teman temannya karena dia melihat jebakan di tempat itu
2023-08-03
0
Nona M 𝓐𝔂⃝❥
mampu kah mereka melawan monster kelelawar yang banyak itu...?
2023-07-08
1