Pandangan mereka berempat masih saja selalu mengekori puluhan moster tingkat rendah itu yang mengepung mereka. Mereka semua memperhatikan dan mengamati setiap pergerakan dari monster itu dengan hati-hati, dan mulai mencari kelemahan serta menyusun rencana untuk mengalahkan mereka sekaligus.
"Ternyata mereka masih saja bodoh seperti monster-monster sebelumnya! Bahkan di dekat mereka ada pintu yang tak terkunci, dan juha ada kaca jendela yang pecah dan seharusnya bisa mereka gunakan untuk memasuki bus tua ini. Saat ini kita masih sangat beruntung, karena kebodohan mereka ini. Sebaiknya kita gunakan penyerangan jarak jauh untuk mengakhiri mereka satu persatu sebelum memicu monster lainnya lagi untuk datang kemari!" ucap Zoe menganalisa dan mulai mengatur strategi untuk menyerang mereka.
"Penyerangan jarak jauh? Tapi bagaimana? Semua senjata yang kita miliki hanyalah senjata untuk pertempuran jarak dekat saja." gumam Yumeko yang masih memegang senjata pisau listriknya.
"Kalian berjagalah disini! Aku akan keluar dan segera menyelesaikan mereka dengan pedang cahaya bulan ini!! Bukankah pedang inilah yang ditakdirkan untuk mengalahkan mereka?" gumam Shu yang juga sudah bersiap dengan pedang cahaya bulannya di depan tubuhnya.
"Shu ... sepertinya kamu tak perlu harus keluar dari bis tua ini lagi." ucap Eren yang masih terduduk di lantai bus tua sambil menatap serius ke suatu titik. "Karena ... karena saat ini mereka sudah mulai memasuki bus tua ini lewat pintu belakang." imbuhnya dengan lirih namun serius.
Seketika pandangan Shu mulai mengikuti arah pandangan Eren, yaitu sisi pintu belakang dari bus tua ini. Zoe dan Yumeko mulai mengikuti arah pandangan mereka. Dan betapa terkejutnya mereka disaat ada monster lain yang juga sudah mulai mendekati mereka.
"Tidak mungkin! Mereka terus mendorong pintu belakang dan memasuki lewat pintu itu dengan cara yang sangat sederhana dan merusaknya begitu saja." gumam Eren menatap waspada ke arah para monster yang sudah semakin mendekati mereka.
"Hhm. Meskipun mereka tidak memiliki akal dan pikiran, tapi mereka memiliki kekuatan di atas manusia pada umumnya. Bahkan mereka bisa menjadi lebih kuat karena berevolusi. Jadi jangan sampai kita membiarkan mereka untuk berevolusi lagi." ucap Shu menyimpulkan.
"Hhm. Kau benar! Ayo kita segera binasakan mereka! Seranf!!" Zoe kembali menyerukan untuk menyerang para monster yang sudah mulai menaiki bus tua itu.
Shu, Zoe, dan Yumeko kembali menyerang para monter itu dengan menggunakan senjatanya masing-masing. Sementara Eren masih terduduk sambil membawa sebuah tombak dan juga pemukul besi miliknya. Karena semenjak Kiryu gugur beberapa saat yang lalu, tombak itu kini menjadi milik Eren.
Beberapa monster tingkat bawah sudah berhasil dikalahkan, namun tiba-tiba sebuah dentuman yang sangat kuat dan keras mulai terdengar. Dan sesuatu yang sangat berat dan besar tiba-tiba saja terjatuh tepat di sisi atas bus tua itu hingga membentuk sebuah cekungan yang dalam.
BRUGHH ...
BRAKK ...
Mereka berempat seketika menjadi siaga kembali dan bersiap dengan senjata masing-masing.
BRUGGHH ...
BRUGGHH ...
Dua kali dentuman keras disertai goncangan kuat kembali terjadi. Hingga akhirnya penutup atas dari bus tua itu akhirnya mulai ringsek dan rusak. Terlihat monster golem tingkat sedang yang pernah mereka jumpai sebelumnya, kini mulai kembali datang, terjun dari atas dan bersiap untuk menyerang mereka.
GRAUMMM ...
GGRR ...
Mata keempat orang itu membelalak sempurna ketika melihat sosok monster golem yang memiliki ukuran tubuh yang sangat fantastis dan tentunya juga sangat kuat itu.
BBUUMM ...
Monster golem itu menghamtamkan tangan kuat nya untuk merusak beberapa benda yang menghalangi jalannya, seperti reruntuhan ringsek dari bus itu serta beberapa kursi penumlang dari bus itu.
"Semua, mundur! Tinggalkan bus tua ini dan cari tempat untuk bersembunyi. Pergilah ke gedung depan! Aku akan segera menyusul kalian! Aku akan mencoba menghadapinya dengan menggunakan pedang cahaya bulan ini." ucap Shu mulai bengacungkan pedang bercahaya putih kebiruan yang sangat menyilaukan itu di depan dadanya.
"Tapi, Shu ... bagaimana mungkin kami pergi tanpamu?" ucap Yumeko tampak sangat keberatan.
"Eren masih belum pulih. Monster golem ini juga sangat kuat. Senjata kalian tak akan bisa untuk menghadapinya. Dan hanya pedang bulan ini yang masih memiliki peluang untuk mengalahkannya. Cepatlah pergi dan bawa Eren! Aku akan menghadapinya! Dan aku akan segera menyusul kalian."
Ucap Shu yang kali ini mulai mengayunkan pedang cahaya bulan itu ketika monster golem itu mengayunkan tangan kirinya untuk menyerang ke arahnya.
TRANG ...
Mata pedang cahaya bulan itu bertemu dengan tangan kiri sang monster golem dan menimbulkan sebuah dentingan yang sangat kuat dan nyaring. Seperti bunyi dari dua besi yang saling bertemu. Sama-sama kuat.
"Zoe! Bawa mereka pergi! Aku akan segera menyusul kalian!" tandas Shu lagi.
Namun baik Zoe, Eren maupun Yumeko, tak ada satupun dari mereka tang mau meninggalkan Shu sendirian. Tentu saja mereka tak akan tega untuk meninggalkan Shu seorang diri untuk menghadapi monster golem tingkat sedang itu.
BRAKK ...
PRANG ...
Monster golem itu mengayunkan tangan kanannya dan berhasil mengenai tubuh Shu sangat keras dan kuat. Bahkan tubuh Shu terhempas cukup keras dan jauh hingga mengenai kaca jendela bus tua itu, dan berakhir terlempar di luar bus tua.
Ketiga temannya kini juga segera berlarian untuk meninggalkan bus tua itu. Mereka segera datangi Shu karena mengkhawatirkannya.
Namun rupanya pergerakan dari moster golem ini selain kuat, dia juga sangat cepat. Dia melompat ke langit-langit bus tua yang sudah dirusak olehnya sebelumnya. Lalu dia melompat jauh dan mendarat di dekat tubuh Shu yang masih berusaha untuk duduk kembali.
Pelipisnya berdarah, jemarnya juga berdarah karema terkena pecahan-pecahan kaca jendela dari bus tua itu. Pedang cahaya bulan itu juga terjatuh tak jauh dari tempat Shu terjatuh saat ini.
GRAUUMM ...
Monster golem itu kembali mengayunkan tangan kanannya untuk menyerang Shu. Kali ini Zoe melompat tinggi sembari mengayunkan pedangnya hingga sedikit melukai pinggang monster golem itu.
Serangan dari monster golem untuk Shu terhenti, dan kini perhatian monster golem beralih pada Zoe. Dengan sangat kuat monster golem kembali mengayunkan tangan kanannya dan membuat tubuh Zoe terhempas cukup jauh hingga menabrak sebuah dinding bangunan dan membuatnya memuntahkan beberapa teguk darah segar.
Tak puas dengan itu saja, kini monster golem mulai mendekati Yumeko dan Eren yang berada tak jauh dari hadapan mereka.
"Pro-te-in ... graauuummmm ..."
Untuk pertama kalinya mereka mendengar sang monter golem itu berbicara kaku dan datar. Dan sepertinya dia berniat untuk menjadikan Eren dan Yumeko sebagai santapannya untuk berevolusi.
"Hei, monster gendut sialan! Lawan aku jika kau memang gentle!!" Shu yang sudah berdiri sempoyongan sambil mengacungkan pedang cahaya bulannya mulai menantang kembali.
Monster golem beralih menatap Shu dan segera ingin membunuh Shu. Dia kembali mengayunkan tangan kanannya untuk menyerang Shu. Namun tiba-tiba sebuah tembakan mulai terdengar dan mengenai tangan kanan dari monster golen itu.
TAR ...
Terlihat sebuah siluet hitam yang masih dalam poisisi menodongkan sebuah senjata api laras pendek ke arah monster golem.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐀⃝🥀𝑰voᷠnͦeͮℛᵉˣ
Lagi2 monster golem yang datang, Shu berhati2lah jangan gegabah dan jangan lengah.
Siapa yang datang menolong 🤔
2023-07-08
1
🔥⃞⃟ˢᶠᶻsᥲᥒ𝗍іE𝆯⃟🚀🦚⃝⃟ˢᴴ
Zoe Eren dan yumeko sangat setia kawan bangêt gak mau meninggalkan Shu sendirian
2023-06-22
1
asy
siapa dy?kakaknya Shu kah??
2023-06-18
0