Kelompok Yang Masih Bertahan

Keesokan harinya ...

Sinar mentari kembali memancarkan cahaya hangatnya. Terlihat Shu yang sudah bersiap bersama keempat temannya untuk melanjutkan perjalanan hari ini.

Mereka akan berusaha untuk mencari bahan pangan atau beberapa benda yang bisa mereka manfaatkan untuk bertahan hidup di kota misterius ini.

Dan tentu saja tujuan utama mereka adalah untuk bisa menemukan portal dan pintu ajaib itu kembali agar mereka bisa kembali ke dunia mereka.

Namun tidak untuk Shu, dia memiliki tujuan lain kali ini, yaitu untuk menemukan sang kakak yang sudah 3 tahun ini menghilang tanpa jejak.

Namun tiba-tiba saja mereka melihat ada seekor monster yang menyerang seseorang, yaitu seorang pria paruh baya.

Bentuk moster kali ini terlihat menyerupai kerangka tengkorak manusia dan memiliki struktur tulang yang juga panjang. Telapak kakinya menyerupai akar tanaman dan dia memiliki tangan yang lebar serta kuku yang tajam dan panjang.

Monster ini memiliki bentuk kepala seperti jamur dan pada bagian dadanya ada tengkorak kepala manusia yang sudah menyatu dengan tubuhnya. Sepasang matanya menyorot tajam dan kelam berwarna biru. Dan pada bagian kening memiliki sebuah batu kristal berwarna biru.

GROAARR ...

KIIKKK ...

Makhluk itu berusaha untuk menyerang pria paruh baya itu. Sementara pria paruh baya itu sedang berusaha untuk melawannya dengan sebuah pedang dan sebuah perisai.

Pria paruh baya itu cukup terampil dan gesit, namun lama-lama dia semakin terpojok karena monster itu terus mendesak dan menyerangnya.

SRRTT ...

Monster itu mengayunkan tangan panjangnya untuk melukai pria tua itu dan menekannya hingga menguncinya di sebuah dinding bangunan. Sementara sang pria paruh baya itu menahannya dengan pedang dan perisainya.

TRANG ..

Namun tiba-tiba ada sebuah ayunan pedang yang mengenai punggung monster itu dan membuat sebuah dentingan yang cukup kuat, karena tulang-tulang monster itu cukup kuat seperti besi. Bahkan membuat pedang milik pemuda itu bergetar seperti sebuah garputala selama beberapa saat.

Dengan pergerakan yang sangat cepat, monster itu berbalik dan langsung mengayunkan tangan dengan kukunya yang tajam. Namun pemuda yang tak lain adalah Zoe itu segera menahannya dengan pedangnya.

Dan disaat itulah Kiryu segera membantu Zoe. Dia mengayunkan tombaknya dan berusaha untuk menghunus tubuh monster itu. Namun sia-sia saja, karena tubuh itu hanyalah seperti rangkaian tulang-tulang tengkorak yang hidup.

"Serang pada titik batu kristal berwarna biru pada keningnya itu!!" pria paruh baya itu berteriak memberitahukan para pemuda itu.

Shu yang sebenarnya memang mengincar pada bagian itu sebelumnya, kini akhirnya mulai menyerang titik tersebut dengan menggunakan senjata pisau panjangnya yang bisa menimbulkan energi dan sengatan listrik.

Namun Shu tidak berniat untuk menggunakan energi listrik itu, kecuali disaat yang benar-benar sangat mendesak saja.

KRAKK ...

Senjata Shu mengenai batu kristal berwarna biru itu, namun kali ini tak memberikan damage sama sekali. Batu kristal itu tidak mengalami keretakan sama sekali dan masih berbentuk sempurna.

Sial! Seranganku tidak memberikan pengaruh sama sekali. Apakah warna dari batu kristal menunjukkan tingkat kekuatan yang berbeda? Baiklah! Aku akan mencobanya kembali! Hiaatthhh ...

Batin Shu lalu kembali mengulangi serangannya selama beberapa kali. Disaat Zoe dan Kiryu berusaha untuk menahan monster berkepala jamur itu, Shu berusaha beberapa kali untuk menyerang kening sang monster.

Retakan demi retakan batu kristal berwarna kebiruan itu mulai terlihat semakin jelas. Mungkin karena merasa geram, monster itu pada akhirnya menangkap senjata milik Shu ketika senjata itu hanya menyisakan beberapa inchi saja dari keningnya.

Moster berkepala jamur itu mengacungkan tingga senjata milik Shu dan membuat Shu juga terangkat bersama. Dengan sangat kuat monster berkepala jamur itu segera menghempaskan Shu dan senjatanya hingga menabrak sebuah dinding hingga retak.

BRAKKK ...

Shu terjatuh dan memuntahkan seteguk darah segar. Eren yang sedari tadi hanya melihat saja, kini memberanikan dirinya untuk berlari mendekati monster itu dengan membawa tongkat besinya.

Namun pergerakannya terbaca oleh sang monster, dan kini dia malah mencekik Eren dan mengangkat tubuh gadis itu ke udara.

Zoe dan Kiryu masih kesulitan untuk melepaskan cengkeraman dari monster itu, padahal sang monster hanya menahannya dengan tangan kirinya saja.

Yumeko yang sebenarnya sangat ketakutan, kini akhirnya memberanikan diri untuk meraih sebuah anak panah yang sebenarnya sudah sedikit patah pada bagian kayunya. Namun ujung panah tersebut masih cukup tajam.

Yumeko meraih anak panah itu dan berlari mendekati monster kepala jamur itu. Dan dia menyerangnya tepat pada batu kristal biru di keningnya.

KRAK ...

PYARR ...

Batu kristal biru itu hancur, dan perlahan tubuh sang moster itu melebur menjadi serpihan debu-debu kecil di udara. Dan lagi-lagi sebuah kristal berwarna putih tertinggal setelah moster itu lenyap.

BRUGGHH ...

Tubuh Eren terjatuh begitu saja di atas tanah dengan beberapa luka sayat pada bagian lehernya. Dan mungkin karena terkena kuku tajam monster berkepala jamur itu.

Zoe dan Kiryu membantu memapah pria paruh baya itu. Sementara Yumeko membantu memapah Eren. Sedangkan Shu berjalan sendiri setelah dia memungut kristal putih bercahaya itu dan menyimpannya dalam kantong kecil hitam, menyatukannya dengan potongan kristal yang sebelumnya telah mereka dapatkan.

Meskipun belum mengetahui kegunaan dari kristap tersebut, namun Shu tetap menyimpannya. Mereka mulai mendatangi sebuah tempat, sesuai dengan arahan jalan dari pria paruh baya itu.

.

.

.

Mereka berenam telah sampai di sebuah tempat tersembunyi yang berada di dalam bawah tanah. Dan di tempat ini rupanya ada sekelompok manusia yang masih bertahan hidup dengan memanfaatkan alam sekitar. Mungkin ada sekitar 20 orang, yang terdiri dari 9 pria dewasa, 8 wanita, dan 3 anak kecil berusia kira-kira 5 tahun hingga 7 tahun.

"Jadi sudah berapa lama kalian terjebak di tempat ini?" tanya Zoe yang sudah duduk bersama dengan mereka dan menikmati umbi.

"Sudah 2 tahun kami terjebak di tempat ini. Dulu sebenarnya jumlah kami lebih banyak, namun beberapa dari monster itu menangkap dan memangsa kami untuk berevolusi." jawab seorang pria menjelaskan.

"Berevolusi?" tanya Zoe dengan kening berkerut.

"Benar. Mereka bisa berevolusi dengan memangsa manusia. Dan itu membuat mereka semakin kuat." jawab pria itu lagi.

"Apakah warna batu kristal yang tertanam pada tubuh mereka juga menunjukkan tingkat kekuatan yang berbeda?" kali ini Shu mulai bertanya.

"Benar sekali, Anak muda. Jika warna kuning yang terpancar, berarti monster itu masih berada di tingkat dasar atau rendah. Sedangkan jika memancarkan warna biru, itu berarti dia berada di tingkat sedang. Jika memancarkan warna merah redup, itu berati monster itu itu berada di tingkatan tinggi." ucap pria itu menjelaskan.

"Lalu bagaimana dengan batu kristal putih bersinar ini? Kami mendapatkannya setelah berhasil mengalahkan mereka." tanya Shu memperlihatkan dua pecaha batu kristal berwarna putih bersinar.

"Pecahan-pecahan itu adalah pecahan dari sebuah kristal ajaib. Jika sudah terkumpul dengan sempurna dan digunakan bersamaan dengan pedang cahaya bulan, maka Raja monster akan bisa dikalahkan."

"Raja monster?" tanya Zoe.

"Benar. Aku mendengar dari pemimpin kita, jika ada Raja monster yang memiliki batu kristal berwarna merah menyala dengan aura kegelapan yang menyelimutinya." imbuh pria itu kembali membuat kening Shu berkerut bingung.

"Pemimpin kalian?" tanya Shu dengan tatapan rumit, namun penuh dengan keingintahuan.

Dan sebenarnya dia sangat berharap jika sosok yang mereka maksud adalah sang kakak.

"Benar. Selama ini dia selalu mencarikan makan dan minum untuk kami. Dia yang selalu berjuang melawan moster itu selama ini hanya untuk kita bisa bertahan hidup. Namun, sudah satu 2 pekan ini dia tidak pernah kembali. Maka dari itu aku keluar untuk mencari beberapa yang bisa dimakan untuk kami. Karena persediaan kebun kita sendiri juga semakin menipis. Dan tentu saja kami juga mengkhawatirkannya dan berharap bisa menemukannya saat di luar."

Kini pria paruh baya yang telah mereka tolong sebelumnya mulai menjawab.

Terpopuler

Comments

@ Yayang Risa Selamanya

@ Yayang Risa Selamanya

Shu berniat menggunakan alat listrik itu dalam keadaan mendesak

2023-07-29

0

@💞Lophe💝💗💓🤵👰

@💞Lophe💝💗💓🤵👰

Kasihan Shu sampai terjatuh dan mengeluarkan darah segar

2023-07-29

0

@Risa Virgo Always Beautiful

@Risa Virgo Always Beautiful

Shu mempunyai tujuan untuk menemukan kakaknya yang sudah lama menghilang

2023-07-29

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 44 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!