JLEB ...
KRAK ...
Zoe mengayunkan pedangnya 2 kali. Serangan pertama mengenai mulut monster lalat itu hingga menembus tubuhnya. Serangan kedua adalah mengenai batu kristal berwarna kuning yang berada tepat diantara mata merahnya.
Seketika tubuh monster lalat raksasa itu melebur dan hanya meninggalkan sebuah pecahan kristal berwarna putih. Zoe meraih dan segera menyimpannya. Lalu dia segera melirik ke arah Kiryu yang masih berusaha untuk naik dibantu oleh Yumeko.
"Yumeko, lepaskan dia! Kita akan turun dan memeriksa ruangan bawah ini. Kalian turunlah dulu! Aku akan membantu Eren untuk turun." tandas Zoe lalu berdiri dan berjalan mendekati Eren yang berdiri sambil berpegangan pada dinding bunker.
"Eren, kita akan turun bersama. Ayo!" ucap Zoe sambil meraih salah satu tangan Eren dan mengalungkannya pada lehernya.
"Aku bisa sendiri kok." Eren kembali menarik tangannya dan berusaha untuk berjalan sendiri.
Namun baru saja berjalan beberapa langkah, tubuhnya sudah terhuyung dan hampir saja terjatuh. Dan dasaat itulah Zoe segera menangkap tubuh Eren lalu mulai memapahnya.
"Dasar keras kepala!" sungut Zoe lirih.
Sedangkan Eren hanya mengerucutkan bibir tipisnya dan tak membalas cibiran Zoe.
Zoe memapah Eren untuk mendekati pintu rahasia itu. Sementara Yumeko dan Kiryu sudah berhasil turun ke bawah. Zoe segera membantu Eren untuk duduk dan berniat untuk turun bersamaan.
"Berpeganganlah dan peluk erat tubuhku! Ayo!" ucap Zoe yang sudah mulai menurunkan kakinya ke bawah.
Eren menurut dan berpegangan pada tubuh Zoe, hingga pada akhirnya mereka sampai di bawah bersama setelah Zoe sedikit melompat ke bawah untuk mendarat.
Masih dengan penerangan obor sederhana, mereka kembali memeriksa ruangan rahasia ini. Hingga akhirnya mereka menemukan sebuah peti tua berukuran kecil dan memanjang.
Zoe yang berada paling depan segera berniat untuk memeriksa peti itu. Namun rupanya peti itu terkunci dan tak bisa terbuka sama sekali. Bahkan beberapa kali Zoe dan Kiryu berusaha untuk membukanya paksa, tetap saja peti kuno kecil memanjang itu tak bisa terbuka.
"Lihatlah! Ada sebuah cekungan kecil berbentuk bintang pada sisi atas peti tua ini. Aku rasa itu adalah semacam untuk pengunci. Dan kita harus menemukan kunci tersebut terlebih dulu untuk bisa membuka peti kuno ini." ucap Yumeko menyimpulkan.
"Apa yang dikatakan oleh Yumeko adalah benar. Sebaiknya kita mencari kunci itu dulu." sahut Eren.
BRUGHH ...
KIKK ...
KIK ...
Tiba-tiba saja terdengar seperti ada sesuatu yang terjatuh dan diikuti oleh suara monster lagi di balik ruangan ini. Mereka berempat kembali mengacungkan senjata masing-masing dan menatap ke arah suara itu berasal.
Perlahan Zoe dan Kiryu melangkahkan kaki ke depan dan sudah bersiap dengan pedang dan tombak. Ada sebuah pintu tembaga yang masih tertutup yang berada di hadapan mereka. Dan mereka sangat yakin jika suara itu berasal dari balik pintu itu.
BUAGHH ...
KIKK ...
Suara itu kembali terdengar dan terdengar seperti seseorang yang sedang melawan seekor moster. Kiryu dab Zoe saling melempar pandangan dan akhirnya mengangguk pelan. Mereka setuju untuk segera membuka pintu tembaga itu untuk memeriksa ruangan tersebut. Dan mungkin saja seseorang memang sedang membutuhkan bantuan mereka.
Kiryu mulai membuka pintu tembaga yang tak terkunci itu, sementara Zoe bersiap tepat di hadapan pintu itu. Sedangkan Yumeko dan Eren ada di belakang.
DDRRKK ...
Pintu itu terbuka, dan terlihat seorang pemuda sedang berperang melawan seekor monster kucing raksasa bermata merah menyala dengan batu kristal berwarna kebiruan pada keningnya, berwarna hitam.
Disaat monster kucing hitam itu melompat ke arah pemuda itu untuk menerkamnya, tiba-tiba saja pemuda itu menghunuskan pisau bergagang panjang miliknya dan mengenai kening monster kucing. Sebuah serangan mengejutkan mulai diberikan oleh pemuda itu, yaitu senjata itu mulai teraliri oleh arus listrik.
Hanya dalam hitungan detik saja monster kucing level menengah itu mati karena serangan listrik itu. Tubuh monster kucing itu mulai binasa. Dan pemuda yang tak lain adalah Shu itu mulai meraih pecahan kristal putih dan segera menyimpamnya dengan pebahan lainnya.
Zoe, Kiryu, Eren dan Yumeko menghela nafas lega karena mereka telah bertemu kembali dengan Shu.
"Syukurlah kita bertemu kembali! Apa kalian baik-baik saja?" ucap Shu yang juga merasa lega ketika melihat temannya kembali.
"Ya, sepertinya ada sebuah ilusi yang telah memisahkan kita. Untuk selanjutnya kita harus lebih berhati-hati." sahut Zoe. "Bagaimana dengan jalan di depan? Apakah ada jalan lain?"
"Tidak ada! Hanya ada 2 jalan. Satu jalan buntu, dan satu jalan yang telah aku lewati. Tak ada apapun disana. Bagaimana dengan kalian?" jawab Shu berbalik bertanya.
"Kami menemukan sebuah peti tua. Namun untuk membukanya dibutuhkan sebuah kunci plakat. Jadi kita harus mencari kunci plakat itu terlebih dulu." ucap Kiryu menjelaskan.
"Kunci plakat?" gumam Shu dengan kening berkerut.
"Hhm. Benar! Sebaiknya kita segera mencarinya dan tidak membuang-buang waktu lagi. Ayo!" ucap Zhou berbalik dan berniat untuk segera bergerak kembali.
"Zoe!" sergah Shu yang sukses membuat langkah Zoe tertahan.
"Ada apa, Shu? Apa kamu menemukan sebuah petunjuk tentang kunci plakat itu?" tanya Zoe ingin tau.
"Sepertinya begitu. Tapi bolehkah aku melihat peti itu dulu? Setidaknya aku ingin memastikannya terlebih dulu." jawab Shu segera melenggang mendekati teman-temannya.
"Baiklah. Ayo!" seru Zoe mulai memimpin jalan kembali.
"Eren, bagaimana dengan lukamu? Apa sudah mulai membaik?" tanya Shu disaat mereka jalan beriringan.
"Sudah lebih baik kok. Kamu menghilang kemana sih? Baru sedetik saja tapi kamu sudah menghilang saat berjalan di belakang kami." sahut Eren yang masih berjalan dibantu oleh Yumeko.
"Aku juga tidak tau. Baru saja aku berhenti untuk mengikat tali sepatuku. Tapi kalian sudah menghilang begitu saja." jawab Shu seadanya.
"Aku akan membantumu berjalan juga. Ayo!" imbuh Shu segera menarik tangan Eren dan juga mengalungkannya pada bahu lebar Shu.
Setelah berjalan beberapa saat, akhirnya mereka mulai berhenti di depan sebuah peti kuno yang berukuran kecil dan memanjang. Peti tua ini menyerupai seperti peti mayat, hanya saja memiliki ukuran yang memang lebih kecil.
Shu maju dan segera memeriksa peti kuno itu untuk melihat cekungan tempat kunci plakat itu. Cekungan plakat itu berbentuk bintang kecil. Dan Shu merasa jika bentuk itu sesuai dengan sebuah plakat usang berbentuk bintang yang baru saja dia temukan saat dia terpisah dari teman-temannya.
Shu segera mencari sesuatu dari dalam ransel hitamnya dan mengeluarkan plakat tua berbentuk bintang itu. Lalu dia mulai menempatkannya pada cekungan di dalam peti kuno itu.
Hingga akhirnya sebuah gembok mulai terbuka dan cahaya terang berwarna putih kebiruan mulai bersinar dari dalam peti kuno itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
@Risa Virgo Always Beautiful
Zoe berniat untuk membantu Eren turun ke bawah
2023-08-05
0
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
pasti itu benda yang sangat berharga
2023-07-08
0
🍁𝐀𝐑𝐀❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
akhirnya Shu bertemu teman temannya lagi
2023-07-08
1