Menemukan Kalung Kakak

Disaat keempat teman-temannya sedang mencari sesuatu yang berguna untuk bertahan dan berjaga-jaga, tiba-tiba saja Shu malah menemukan sesuatu yang cukup membuatnya terkejut bukan main. Sesuatu yang selama ini sangat dikenalinya dengan baik dan sangat tak asing untuknya. Sebuah kalung berliontin bulan sabit.

Shu masih terdiam dengan keterkejutan dan kerumitan yang memenuhi pikirannya saat ini sambil menimang-nimang kalung berliontin bulan sabit itu.

"Kalung ini ..." gumam Shu masih menelisik kalung silver berliontin bulan sabit itu.

"Aku tidak salah lagi! Kalung ini adalah milik kak Nagi! Aku selalu melihat kak Nagi selalu memakai kalung ini! Bahkan dia tak pernah melepaskannya ketika mandi." gumam Shu mulai menelisik. dengan lebih teliti.

Hingga akhirnya Shu mulai menemukan sebuah ukiran nama sang kakak di sisi dalam liontin bulan sabit itu.

"Kakak ..." Shu menggenggam erat kalung itu dan mengeraskan rahangnya.

Sebenarnya ada apa yang terjadi dengan kakak? Tiga tahun yang lalu kakak menghilang begitu saja setelah mengikuti sebuah masa orientasi mahasiswa baru yang juga saat itu diadakan di pedesaan Aiko Iyashi No Sato. Mereka menyatakan kakak meninggal, namun sampai sekarang jasad kakak tak pernah ditemukan. Apakah saat itu kakak juga tak sengaja memasuki portal pintu aneh itu? Apakah kakak masih hidup dan terjebabak di kota tersembunyi ini?

Batin Shu masih menatap nanar rantai dari kalung yang masih berkilauan saat terkena sinar mentari.

Aku akan menemukan kakak! Aku yakin kakak masih hidup! Kita akan kembali dan pulang bersama, Kak! Ayah dan ibu sudah menunggu kita di rumah.

Batinnya lagi penuh harap dengan sepasang mata yang sudah memerah karena mengingat beberapa potongan kenangannya bersama sang kakak yang selalu menyayangi dan menjaganya selama ini.

WUSHH ...

BLARR ...

Tiba-tiba saja angin berhembus semakin kuat dan langit terlihat mulai mendung.

"Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan. Ayo kita mencari tempat untuk berteduh!" seru Zoe mulai memimpin untuk mencari jalan untuk mencari tempat berteduh.

Dan pada akhirnya mereka menemukan sebuah bekas mini market. Mereka merasa sangat beruntung, karena selain menemukan tempat untuk beristirahat, mereka juga menemukan beberapa bahan makanan dan minuman.

Namun perasaan bahagia dan perasaan merasa beruntung itu seketika pupus setelah menemukan beberapa bahan pangan yang sudah kedaluarsa.

"Sial!! Semuanya sudah kedaluarsa dan tidak bisa dikonsumsi!" Kiryu mendengus kesal dan kembali mengobrak-abrik benda-benda di dalam rak mini market tua itu.

"Tentu saja sudah kedaluarsa. Kamu pikir sudah berapa lama kota tersembunyi ini menghilang dan tak berpenghuni? Ckk ..." sahut Eren mencibir.

Eren bersandar pada dinding dengan kedua tangan yang saling disilangkan di bawah dadanya.

"Setidaknya kita bisa mengambil beberapa benda yang berguna untuk medis." Yumeko si gadis kaku dan tak banyak bicara itu mulai mengambil beberapa benda medis yang masih bisa digunakan.

BRAAKK ...

Tiba-tiba saja terdengar seperti ada sesuatu yang menghantam pintu dengan cukup keras. Mereka semua seketika terdiam dan segera mengintip dari rak-rak panjang itu.

Terlihat makhluk aneh dengan bentuk yang cukup menyeramkan. Makhluk itu memiliki postur tubuh seperti manusia pada umumnya, namun sedikit berbeda dan memiliki struktur tulang yang tegas dan memanjang.

Kedua sikunya seperti memiliki struktur tulang berduri. Pada bagian wajahnya seperti bunga monster pemakan daging dengan 4 kelopak yang memiliki gigi tajam pada masing-masing kelopak itu. Di bagian tengahnya menganga cukup lebar, layaknya sebuah mulut besar yang senantiasa siap menerkam mangsanya.

Jemarinya tegas dan memiliki kuku tajam yang panjang. Telapak kakinya menyerupai seperti kaki burung, namun dia hanya memiliki 2 jari di masing-masing kakinya.

GROAARRR ...

BRAKK ...

Makhluk menyeramkan itu masih berusaha untuk menabrakkan tubuhnya pada pintu mini market ini. Tak ada yang tidak terkejut dan ketakutan saat ini. Namun tentu saja mereka tidak boleh panik, atau akan berakhir dengan mati konyol begitu saja.

"Sialan!! Sekarang apa yang harus kita lakukan?!" ucap Eren terlihat sangat panik.

"Kita harus melawan dan mengalahkannya!" ucap Zoe yang sukses membuat keempat teman-temannya terkejut bukan main.

"Apa kamu gila, Zoe? Kita tidak memiliki kemampuan apapun! Kita juga tidak memiliki senjata apapun! Kita bahkan tidak tau bagaimana cara mengalahkan makhluk aneh itu! Kita tidak mengetahui kelemahannya!" ucap Kiryu panik dan ketakutan. Kedua rasa itu bercampur aduk menjadi satu saat ini.

BRAKK ...

Makhluk itu masih berusaha untuk mendobrak pintu kaca itu yang kini sudah mulai retak.

"Jika kita tetap membiarkannya, itu malah akan memicu makhluk lainnya untuk berdatangan ke tempat ini. Jadi kita harus segera mengalahkannya! Apapun yang terjadi!" tandas Zoe menegaskan.

"Apa yang dikatakan oleh Zoe benar! Kita harus mengalahkannya!" imbuh Shu masih mengamati makhluk itu dari kejauhan.

"Kalian benar-benar sudah gila!" ketus Kiryu semakin frustasi.

"Aku rasa makhluk aneh itu tak memiliki kepintaran tinggi. Dia tak menggunakan kedua tangannya untuk membuka pintu itu. Padahal pintu itu tak terkunci. Dan hanya dengan menggesernya saja, dia akan bisa membuka dan memasuki tempat ini. Mereka adalah makhluk bodoh yang hanya akan menggunakan kekuatan saja. Jadi kita pasti bisa mengalahkanya." ucap Zoe menyimpulkan.

"Serang pada penglihatannya! Dengan begitu akan mempermudahkan kita untuk menyerangnya ketika membuatnya buta!" imbuh Zoe kembali.

"Kiryu, gunakan tombak yang telah kamu temukan! Eren, gunakan pemukul besi yang kau temukan untuk berjaga! Kamu dan Yumeko diam disini saja! Dan kau Shu ..." ucap Zoe beralih menatap Shu rumit, karena Shu tak memiliki senjata apapun saat ini.

Namun tiba-tiba pandangan Shu mulai tertuju pada sebuah sapu dan pisau pendek yang tergeletak tak jauh darinya.

"Tunggu sebentar!" ucap Shu segera mengambil kedua benda itu lalu mulai mencari sesuatu di dalam ranselnya.

Shu mengeluarkan sebuah tali yang cukup besar dari dalam ranselnya. Dia mulai membuat senjata sederhana yang akan dia gunakan untuk menyerang makhluk aneh itu.

Shu melepas pegangan sapu itu lalu menyatukannya dengan pisau itu. Dia mengikatnya dengan sekuat mungkin agar tidak mudah terlepas hanya untuk sekali atau dua kali menyerang.

BRAKK ...

KRAAKK ...

Makhluk aneh itu terus saja menabrakkan tubuhnya pada pintu kaca yang cukup tebal itu hingga membuat pintu kaca itu mulai retak ringan.

"Shu! Cepatlah sedikit!" ucap Eren masih cukup panik.

Tak menjawab dan tak mau membuang-buang waktu lagi, Shu segera mempercepat pergerakannya untuk mengikat pisau dan pegangan sapu itu.

Sementara Zoe dan Kiryu sudah bersiap dan fokus jika makhluk itu sudah menerobos masuk dan menyerang.

BRAKK ...

BRAKKK

KRAAKK ...

PRANGG ...

Beberapa kali makhluk itu terus berusaha untuk merusak pintu itu, hingga akhirnya pintu itu retak dan benar-benar hancur hingga membuat kelima anak manusia ini membulatkan mata mereka terkejut.

Terpopuler

Comments

@ Yayang Risa Selamanya

@ Yayang Risa Selamanya

Shu membenarkan perkataan Zoe yaitu mereka harus mengalahkan makhluk menyeramkan itu

2023-07-29

0

@💞Lophe💝💗💓🤵👰

@💞Lophe💝💗💓🤵👰

Shu menduga kalau kakaknya itu terjebak di kota tersembunyi yang dia datangi

2023-07-29

0

@Risa Virgo Always Beautiful

@Risa Virgo Always Beautiful

Shu sangat yakin kalau kalung itu milik kakaknya tak pernah di lepas walaupun sedang mandi

2023-07-27

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 44 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!