Tak mau membuang-buang waktunya lagi, akhirnya Shu segera memanfaatkan kesempatan ini untuk melenyapkan monster tingkat menengah yang cukup berbahaya dengan menggunakan pisau listriknya.
Shu mengaktifkan aliran listrik pada pisau buatannya untuk menyerang monster laba-laba itu, ketika senjatanya sudah menancap pada tubuh sang monster laba-laba.
Sengatan listrik itu mulai mengaliri tubuh sang monster laba-laba tingkat menengah ini. Dia monster yang cukup kuat, sehingga tak akan mudah untuk dikalahkan. Bahkan dia berusaha untuk menghempaskan Shu dan serangannya dengan menghentak-hentakkan tubuhnya dan melompat di dinding maupun atap bunker.
Hingga Shu berkali-kali tubuh Shu juga menabrak dinding-dinding di sekitarnya dan juga atap. Namun Shu tetap kekeh dan berupaya untuk tidak melepaskaskan serangannya.
Keempat teman-temannya tak bisa membantunya, karena tubuh monster laba-laba yang sudah buta itu sudah teraliri dengan sengatan listrik yang cukup kuat. Mereka hanya bisa berharap Shu akan memenangkannya dan membuat monster laba-laba itu berakhir.
Lolongan kesakitan monster laba-laba ini menggaung memenuhi tempat ini dan cukup memekakkan telinga mereka semua.
Hingga akhirnya setelah 5 menit berlalu, perlahan pergerakan agresif dari sang monster laba-laba itu berubah menjadi semakin berkurang, atau bahkan mulai pasif dan berhenti. Yeap, tubuh moster itu mulai melebur seiring berkurangnya pergerakannya.
Dan seperti biasanya, disaat tubuhnya sudah melebur menjadi butiran-butiran debu, perlahan sebuah pecahan kristal berwarna putih mulai mengambang di udara. Shu segera mematikan arus listrik pada senjata pisaunya lalu meraih serpihan kristal putih itu untuk menyimpannya.
Kini mereka memutuskan untuk mencari sebuah tempat untuk beristirahat di dalam bunker ini, karena kondisi Eren yang cukup parah saat ini.
Pada awalnya Yumeko dan Kiryu membantu memapah Eren, namun disaat Eren sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan atau sekedar berdiri dan menopang tubuhnya sendiri, akhirnya Kiryu mulai berinisiatif untuk menggendong belakang.
Setelah berjalan beberapa puluh meter, akhirnya mereka kembali menemukan lorong-lorong kecil dan rendah yang gelap seperti yang pernah mereka temui sebelumnya.
Mereka terus berjalan dan akhirnya menemukan sebuah ruangan kecil dan rahasia yang tersembunyi dengan apik di balik sebuah batu yang berukuran cukup besar. Setelah Shu dan Zoe menggeser batu besar itu barulah tempat rahasia itu terlihat.
Yumeko yang memang pernah mempelajari kelas media saat si SMU, kini mulai menggunakan ilmu dan kemampuannya untuk mengobati luka pada bagian pinggang dan kedua kaki Eren. Bahkan pinggang Eren juga sampai koyak karena terkena gigi-gigi tajam monster laba-laba itu.
Setelah mensterilkan luka-luka Eren, Yumeko segera menjahit luka sobek tersebut tanpa memakai obat bius sama sekali. Beruntung karena Eren termasuk gadis tomboi yang kuat dan tidak cengeng. Hingga dia mampu untuk menerima semua pengobatan ini.
"Kalian beristirahatlah. Lagipula kita tidak mungkin melanjutkan perjalanan kita saat ini. Eren juga harus beristirahat!" ucap Zoe memutuskan dengan bijak, layaknya seorang pemimpin yang baik.
"Kalian pergilah tanpa aku. Lagipula jika aku tetap pergi bersama dengan kalian, itu hanya akan mempersulit kalian saja. Aku tak akan bisa bergerak cepat saat ini. Tenang saja ... aku akan menunggu kalian disini ..." ucap Eren tiba-tiba yang sukses membuat keempat temannya terkejut bukan main.
"Tidak bisa! Kita datang bersama, maka juga harus selalu bersama-sama! Kami tak akan meninggalkanmu, Eren!" ucap Zoe menandaskan dengan tegas.
"Zoe benar! Kita harus selalu bersama-sama dan jangan sampai terpisah." imbuh Kiryu yang juga tak tega untuk meninggalkan gadis tomboi itu.
"Kita juga tidak pernah tau akan ada monster seperti apa lagi yang akan kita hadapi nantinya. Hanya dengan kerjasama team, maka kita akan berhasil mengalahkannya." imbuh Shu menambahkan.
Yumeko yang masih duduk bersimpuh di dekat Eren kini mulai meraih jemari dingin Eren dan mengusapnya dengan lembut. Sebuah senyuman tipis juga menghiasi wajah kalemnya.
"Mereka benar. Kita harus selalu bersama! Jika kita terpisah, itu akan sangat berbahaya. Jangan khawatir, kita tak akan meninggalkan kamu, Eren." ucap Yumeko dengan hangat.
Eren cukup terharu karena pilihan dari teman-temannya. Namun gadis tomboi ini selalu saja pandai untuk menutupi emosinya, bahkan yang selalu terlihat hanyalan dia yang selalu cuek, acuh tak acu, dingin, dan tak berhati.
Meskipun mereka masih saling mengenal dalam hitungan hari, namun karena memasuki portal ajaib ini telah membuat hubungan mereka menjadi semakin lebih dekat.
"Ya sudah. Terserah kalian saja kalau begitu! Jangan pernah menyesal karena kalian telah memilih untuk tetap bersama denganku!" celutuk Eren masih saja berusaha untuk memperlihatkan wajah dinginnya.
"Kami tidak akan pernah menyesal kok." ucap Yumeko masih saja menghiasi wajahnya dengan senyuman tipis.
Mereka memutuskan untuk saling bergantian saat beriatirahat. Agar jika sewaktu-waktu ada monster yang menyerang, mereka akan tetap siaga untuk menyerang dan bertahan.
Namun beruntungnya mereka, karena untuk beberapa waktu tidak ada satupun monster yang muncul untuk menyerang mereka.
Mereka juga mulai menghidupkan api unggun untuk menghangatkan tubuh mereka. Karena hawa di dalam bunker ini cukup dingin.
Disaat Shu mendapatkan giliran untuk berjaga bersama Yumeko, dia malah dusuh meringkuk dengan sedikit menyandarkan punggungnya pada dinding bebatuan bunker.
"Kak Nagi ... sebenarnya dimana kamu, Kak? Aku harap kakak benar-benar masih hidup dan masih bertahan." gumam Shu dan lagi-lagi Shu memandangi kalung berliontin bulan sabit kebiruan itu yang kini sudah melingkar dengan manis pada lehernya.
"Aku harap kakak baik-baik saja ..." gumamnya lagi lalu malah tertidur.
Yumeko yang duduk diseberangnya dan hanya berbataskan dengan api unggun saja tak bisa mendengarkannya, dia membiarkan Shu tertidur begitu saja. Karena sejak beberapa hari ini Shu sama sekali tidak tidur maupun tidak makan. Dan gadis itu sungguh memahaminya.
.
.
.
Waktu bergulir dengan begitu cepat, malam telah berganti dengan pagi. Kini mereka mulai melanjutkan perjalanan mereka kembali untuk menjelajahi tempat ini demi menemukan pedang cahaya bulan, setelah mengisi perut mereka masing-masing.
Keadaan Eren sudah cukup membaik, namun dia masih dibantu Yumeko untuk berjalan. Meskipun sudah bisa berjalan kembali, namun pergerakannya masih sedikit lambat. Sehingga mereka bergerak lebih lambat hari ini.
Satu harapan mereka saat ini, semoga mereka bisa segera menemukan pedang cahaya bulan tanpa harus menemui monster-monster aneh itu.
Satu jam ... dua jam ... tiga jam berlalu, memang benar mereka sangat beruntung karena tak berjumpa dengan satupun monster. Namun siapa sangka, semua tak akan begitu mudah. Kini tiba-tiba saja Shu sudah terpisah dari teman-temannya.
Padahal saat itu Shu hanya berhenti sejenak untuk mengikat tali sepatunya. Namun disaat dia sudah berdiri kembali, keempat teman yang sebelumnya berjalan di depannya, kini menghilang. Lorong panjang itu terlihat kosong! Tak ada satupun orang terlihat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Kasihan Eren pinggangnya sampai koyak gara gara gigitan gigitan monster
2023-08-05
0
@Risa Virgo Always Beautiful
Kiryu menggendong Eren karena Eren sudah tak mampu lagi menopang tubuhnya
2023-08-05
0
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
kasih perawatan dulu buat eren biar segera pulih
2023-07-08
0