Sosok Misterius Itu Adalah ...

Monster golem beralih menatap Shu dan segera ingin menyerang Shu lagi. Dia kembali mengayunkan tangan kanannya dengan kuat dan cepat untuk menyerang Shu. Namun tiba-tiba saja sebuah tembakan mulai terdengar dan mengenai tangan kanan dari monster golem itu.

TAR ...

Tangan kanan monster golem itu sempat bergetar karena terkena serangan itu. Namun serangan itu tak memberikan damage apapun. Karena monster golem sangat kuat!

Dari arah tembakan itu berasal, terlihat sebuah siluet hitam yang masih dalam poisisi menodongkan sebuah senjata api laras pendek ke arah monster golem.

Shu memicingkan sepasang matanya dan berusaha untuk mencari tau siapa sosok misterius itu. Namun Shu tak bisa melihat wajah dari pemilik siluet hitam itu dengan jelas, karena suasana saat ini begitu gelap. Ditambah lagi sosok misterius itu juga memakai penutup kepala dan topeng.

Setelah perhatian sang monster golem tingkat sedang itu mulai teralihkan oada sosok misterius itu, sosok misterius itu mulai melarikan diri kembali. Dia malah memasuki sebuah gedung yang memiliki kira-kita hampir 50 lantai.

Tak mau tinggal diam saja dan masih dipenuhi dengan sebuah rasa penasaran yang tinggi, akhirnya Shu segera mengejar sosok misterius dan monster golem itu. Shu bahkan juga mengabaikan ketiga temannya dan meninggalkannya begitu saja.

"Shu!! Kau mau kemana?!"

"Shu!! Tunggu!!"

"Shu!!"

Ketiga temannya berteriak memanggilnya, namun Shu sama sekali tak menghiraukan mereka bertiga dan masih fokus untuk mengejar sosok misterius dan minster golem yang sudah memasuki gedung tersebut.

.

.

.

Shu masih berusaha untuk mengejar mereka. Namun rupanya dia malah kehilangan jejak mereka. Kini dia hanya seorang diri menyisiri ruangan demi ruangan di dalam gedung tua yang sebenarnya masih memiliki struktur bangunan yang cukup kuat dan kokoh itu. Hanya saja gedung megah ini sangat kotor dan tidak terawat.

Tentu saja! Sudah cukup lama tempat ini tak dihuni dan dibiarkan begitu saja. Tak heran jika banyak gedung dan tempat-tempat mewah lainnya terlihat usang dan tak terawat.

Shu masih dengan sangat berhati-hati menyisiri ruangan demi ruangan. Namun tiba-tiba saja terdengar sebuah dentuman yang sangat keras berada tepat di belakangnya. Dan diikuti oleh sebuah lolongan yang menggema di seluruh gedung di lantai 7 ini.

Yeap, selain tinggi gedung bangunan ini juga cukup luas . Dan tempat ini terlihat seperti bekas sebuah apartemen.

BRUGGHH ...

GGRRRR ...

Shu segera berbalik sambil mengacungkan pedang cahaya bulannya ke arah makhluk besar yang tak lain adalah makhluk golem itu. Dan kini makhluk golem itu malah sudah menemukannya lagi.

Meskipun sudah memiliki pedang cahaya bulan, namun monster golem tingkat sedang ini sangatlah kuat dan tak akan mudah untuk bisa dikalahkan.

GRAUMM ...

Monster golem itu sedikit menunduk lalu mengayunkan tangan kirinya secara horisontal untuk menyerang Shu. Masih dengan sepasang mata yang selalu mengekori setiap pergerakan dari monster golem itu, Shu segera melompat tinggi untuk menghindari serangan horisontal dari monster golem itu.

Masih berada di udara, Shu segera mengayunkan pedang cahanya bulan miliknya lalu melalukan sebuah tebasan vertikal dan menargetkan batu kristal berwarna kebiruan yang tertanam di dalam kening monster golem itu.

"Hiatthh ..."

TRANGG ...

BUAKK ...

DUAKK ...

Tebasan vertikal dari Shu ditangkis oleh monster golem itu dengan menggunakan tangan kuatnya yang keras seperti batu. Dia menghempaskan tubuh Shu ke sisi sambing secara refleks hingga tubuh Shu menabrak sebuah dinding.

GRAUUMM ...

Monster golem itu kembali mengejar Shu dan berniat untuk segera mengakhiri Shu untuk berevolusi. Namun ada beberapa panah api tiba-tiba melesat dan menancap pada tubuh monster golem itu hingga monster golem itu kembali menahan serangannya.

SSRRTT ...

JLEB ...

JLEBB ...

"Jangan menyerangnya, karena itu hanya akan sia-sia saja! Karena dia sangat kuat, dan itu hanya akan membuang-buang tenaga dan waktu kita saja. Pancing dia untuk naik ke lantai tertinggi! Cepat lakukan itu!!"

Sebuah suara dari seorang pria terdengar dari sosok siluet hitam itu yang saat ini masih menyerang dengan panah api secara terus menerus untuk monster golem itu.

Meskipun masih tidak terlihat jelas, namun Shu sangat mengenali suara ini. Dan bukannya langsung menjalankan apa yang dikatakan oleh sosok misterius itu, namun Shu malah terpaku cukup lama di tempatnya sambil menatap sosok misterius itu dari kejauhan.

Hingga akhirnya tak sengaja kerudung penutup kepala hitam milik sang pria misterius terbuka. Betapa terkejutnya Shu saat melihat sosok yang sangat dikenalinya itu. Tubuhnya bergetar dan bibirnya berucap lirih.

"Kakak ... kak Nagi ..." ucapnya lirih dan tak terasa sepasang matanya kini sudah berkaca-kaca.

Rasa haru dan bahagia kini Shu rasakan saat ini. Kakak yang sudah menghilang selama 3 tahun yang lalu dan dikira sudah meninggal, ternyata dia masih hidup. Dan selama 3 tahun ini dia telah berjuang di dalam kota misterius ini untuk mengalahkan para monster yang keberadaannya sangat mengancam dunia manusia.

"Shu! Cepat lakukan! Jika tidak segera melakukannya, maka kita akan berakhir begitu saja disini!" ucap Nagi kembali menandaskan dan masih berusaha untuk menyerang dengan menggunakan panah api sambil mundur menjauhi monster golem.

"Hhm. Baik, Kak Nagi! Aku mengerti!" ucap Shu mengepalkan kedua tangannya dan pandangan yang kembali serius.

Shu segera berusaha untuk menaiki tangga demi tangga agar bisa mencapai lantai teratas. Begitu juga dengan Nagi yang juga perlahan mulai menyusul Shu setelah memberikan serangan untuk monster golem itu.

Setelah berusaha selama beberapa saat, akhirnya mereka telah sampai di lantai 20. Mereka berdua sudah terlihat cukup kelelahan. Bahkan Shu juga ambruk karena sudah mulai kehilangan kestabilan tubuhnya.

Namun rupanya monster golem itu masih saja mengejar mereka seakan tak pernah mengenal lelah.

Nagi yang menyadari jika Shu baru saja terjatuh, akhirnya dia kembali memancing monster golem itu arah sisi lain yang berlawanan agar moster golem itu tak melukai dan tak menyakiti Shu.

TAR ...

Sebuah amunisi panas meluncur dari senjata laras pendek Nagi dan mengenai bahu kanan sang monster golem. Hingga perhatiannya kini kembali teralihkan pada Nagi.

"Ayo kejar dan tangkap aku! Kau butuh protein bukan? Kau ingin berevolusi bukan? Kalau begitu ayo tangkap aku!" ucap Nagi dengan tegas.

Tak ada raut keraguan ataupun rasa takut terlukis pada wajahnya. Wajahnya terlihat tenang seperti biasanya. Justru Shu yang mulai menggeleng pelan dan tak menyetujui ucapan sang kakak.

"Tidak, Kak ... jangan lakukan itu ..." gumam Shu lirih dan tentunya tak ingin kakaknya mengorbankan dirinya begitu saja.

Namun sang kakak tak menghiraukannya dan tetap pada keputusannya

"Ayo! Kemarilah dan tangkap aku!!"

Ucapnya seraya berbalik lalu berlari cepat ke arah balkon di belakangnya.

...🍁🍁🍁...

Penampakan kota misterius, dimana Shu dan teman-temannya terjebak.

Terpopuler

Comments

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐀⃝🥀𝑰voᷠnͦeͮℛᵉˣ

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐀⃝🥀𝑰voᷠnͦeͮℛᵉˣ

Iihh merinding.. ternyata yang menolong Shu adalah Nagi kakaknya yang hilang bertahun2..
Makin semangat ayok kalian kalahkan para monster.

2023-07-08

1

❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸

❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸

3 tahun lama juga ya gak merasakan lelah gitu 🤔

2023-07-07

1

❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸

❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸

terharu ya Shu bisa bertemu kembali dengan sang kakak dan sekarang kalian akan berjuang bersama

2023-07-07

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 44 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!