Nagi menatap lekat Shu. Namun tatapannya bukan haru dan kerinduan. Melainkan lebih sebuah tatapan yang sangat serius dan tegas.
"Shu, kakak akan berusaha untuk membuka portal ajaib itu kembali untukmu dan juga teman-temanmu. Kamu dan teman-temanmu segera kembalilah ..." ucap Nagi mulai beralih menatap lekat Shu, dia mengatakannya dengan dengan yakin dan tegas.
Mendengar ucapan dari sang kakak, seketika Shu membulatkan sepasang matanya dan menggeleng pelan. Tentu saja dia tak akan pernah sependapat dengan keputusan sang kakak. Shu akan menentangnya, karena dia tak akan meninggalkan sang kakak di kota tersembunyi ini.
"Tidak, Kak! Aku tidak akan meninggalkan kakak! Aku akan berperang bersama kakak untuk membasmi semua monster-monster itu!" tandas Shu dengan penuh keyakinan.
"Tapi, Shu! Itu sangat berbahaya. Kota misterius yang hilang ini sangat berbahaya untuk kalian. Mereka para moster yang telah kamu temui masih berada di tingkat bawah dan menengah. Masih ada monster tingkat tinggi dan juga Raja monster. Mereka sangat kuat dan sulit untuk dihadapi. Dan ini bukanlah sebuah dunia game, namun ini adalah dungeon yang sebenarnya. Dunia kita sedang dipertaruhkan. Dunia dan seluruh makhluk di bumi ini sedang dalam bahaya, Shu." ucap Nagi masih menatap lekat sang adik.
Sebagai seorang kakak, tentu saja Nagi berusaha untuk selalu melindungi sang adik. Meskipun dahulu dia terlihat selalu dingin dan datar, namun sebenarnya dia sangat menyayangi dan peduli dengan Shu.
Meskipun Nagi selalu menolak setiap ajakan bermain dari Shu saat itu hanya karena permintaan Shu yang kekananak-kanakan, namun sebenarnya Nagi selalu menjaganya dari kejauhan.
Terbukti saat tiba-tiba saja ada beberapa anak-anak yang berusaha untuk mengganggu Shu saat Shu bermain seorang diri, disaat itulah Nagi akan selalu hadir untuk melindungi Shu dan memberikan peringatan untuk anak-anak nakal itu.
"Saat itu portal itu terbuka untuk kami, Kak. Itu artinya kami juga harus menghadapi semua ini. Setelah memasuki portal itu dan menemukan kalung milik kakak, aku juga sudah memutuskan sesuatu! Bahwa aku akan melenyapkan semua moster itu bersama dengan kakak! Aku tidak akan kembali, Kak! Aku hanya akan kembali bersama dengan kakak! Aku juga sudah menemukan pedang cahaya bulan itu, Kak. Itu artinya kita bisa mengalahkan Raja monster dan seluruh monster di kota misterius yang hilang ini. Lihatlah, Kak ..."
Ucap Shu segera mengeluarkan pedang cahaya bulan yang telah dia temukan beberapa hari yang lalu.
Nagi cukup takjub saat melihat sebuah pedang legendaris yang selalu memancarkan cahaya berwarna putih kebiruan yang menyilaukan itu. Dia menatapnya cukup lama penuh rasa takjub.
Selama tiga tahun Nagi terjebak di dalam kota misterius yang hilang ini. Selain mengalahkan para monster dari segala tingkat dengan menggunakan senjata miliknya, sebenarnya Nagi juga selalu mencari pedang legendaris cahaya bulan itu.
Namun sudah 3 tahun berlalu begitu saja, dan Nagi sama sekali tak bisa menemukan pedang cahaya bulan itu. Dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata adiknya yang bisa menemukan pedang cahaya bulan tersebut.
Ini sungguh sangat mengejutkan untuknya. Namun Nagi juga merasa bangga karena sang adik telah berhasil menemukan pedang legendaris itu. Itu artinya Shu telah terpilih untuk bisa mengatasi semua kekacauan yang telah terjadi saat ini.
"Kak, lihat ini! Kami juga sudah mengumpulkan batu-batu kristal milik moster itu!" imbuh Shu masih berusaha untuk meyakinkan Nagi, jika dirinya layak untuk berburu dan berperang melawan para monster itu.
Shu juga mulai mengeluarkan sebuah kantong kecil berwarna hitam yang berisi dengan pecahan sebuah kristal yang berbentuk seperti bola putih berkilauan, namun bentuk itu masih belum berbentuk sempurna karena seluruh kristal monster belum terkumpul seluruhnya. Bahkan jika diperhitungkan dalam persen, mungkin pecahan itu masih hanya terkumpul 20 %.
Nagi menepuk bahu lebar Shu dan kembali menatapnya lekat penuh makna. Meskipun pada awalnya Nagi masih merasa ragu dan tak tega, namum kini dia mulai merasa yakin, jika sang adik cukup berbakat untuk menjadi seoranng hunter di kota misterius yang hilang ini.
Bahkan jika dibanding dengan dirinya mungkin kemampuan mereka juga hampir seimbang. Karena selama 3 tahun berada di kota misterius yang hilang ini, Nagi baru bisa mengumpulkan kurang lebih 50 %.
Jadi jika pecahan-pecahan batu kristal milik para monster itu mereka kumpulkan menjadi satu bagian, maka mereka sudah mengumpulkan sekitar 70 %. Dan itu artinya hanya kurang 30 % saja untuk mendapatkan sisa dari pecahan batu kristal milik monster itu.
Sudut-sudut bibir Nagi mulai ditariknya hingga membentuk sebuah senyuman hangat.
"Baiklah. Kalau begitu mari kita bersama-sama untuk berjuang mengalahkan para moster itu! Jangan biarkan mereka kembali membuka portal ajaib dan menerobos dunia manusia! Jangan biarkan mereka untuk berevolusi!" tandas Nagi dengan penuh harap.
Shu tersenyum samar dan mengannguk penuh dengan keyakinan, "Hhm. Iya, Kak! Mari lakukan bersama-sama! Dan simpanlah pecahan-pecahan batu kristal milik kami!" ucap Shu lalu menyerahkan kantung kecil hitam itu untuo Nagi.
Nagi mulai mengeluarkan pecahan-pecahan batu kristal miliknya lalu menyatukannya dengan pecahan-pecahan bola kristal yang selama ini sudah dia temukan dengan milik Shu. Keduanya mulai menyatu hingga menjadi 1 bagian dan sudah hampir membentuk sebuah bulatan bola penuh.
Kakak beradik yang sudah 3 tahun terpisahkan dan tidak bertemu ini mulai tersenyum tipis saat melihat kedua pecahan batu kristal yang mulai menyatu itu.
"Kak Nagi! Hanya tinggal sedikit lagi kita akan bisa mengumpulkan semua pecahan batu kristal itu! Dan disaat itulah kita akan mengalahkan Raja monster di dunia misterius yang hilang ini!" gumam Shu penuh binar dan bersemangat.
Nagi menghela nafas dan mengeluarkannya perlahan sambil menyimpan kembali pecahan batu kristal yang berukuran semakin membesar itu.
"Mengalahkan mereka tidaklah mudah, Shu. Di wilayah random encounter, akhir-akhir ini kakak hanya menemukan monster tingkat sedang. Sangat jarang kakak menemukan monster tingkat rendah di wilayah itu. Dan pasti kamu tau seberapa kuat moster tingkat sedang itu." ucap Nagi dengan serius.
"Kak Nagi, dengan melakukannya bersama-sama... kita pasti bisa mengalahkan mereka semua! Kita juga akan mengalahkan Raja monster itu! Dan kita akan menyelamatkan dunia ini dari kehancuran! Kita akan segera kembali pulang bersama, Kak!" ucap Shu penuh harap dan menatap lekat sang kakak.
"Shu benar, Kak! Kita semua pasti bisa melakukannya dengan baik!" ucap Eren yang tiba-tiba sudah datang dan terlihat lebih segar karena sudah membersihkan dirinya.
Nagi tersenyum samar menatap Eren sekilas lalu kembali menatap Shu, "Berikan ini untuk temanmu! Bubuk obat ini sangat berkhasiat untuk penyembuhan luka." ucapnya sambil memberikan sebotop kecil bubuk obat berwarna putih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐀⃝🥀𝑰voᷠnͦeͮℛᵉˣ
Keren niat baik Nagi untuk menutup portal yang disambut dengan tawaran kerjasama dan perjuangan bersama dari Shu sang adik,terlebih pedang cahaya bulan sudah ditangan..aah semoga tidak akan lama lagi kepingan batu kristal akan terkumpul untuk menakhlukkan raja monster.
2023-07-08
1
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
melakukan secara bersama-sama akan mempermudah untuk mengalahkan para monster itu
2023-07-07
1
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
itulah kalau ada kaka pasti ada yang melindungi walaupun terkesan cuek tapi sangat peduli
2023-07-07
1