Menemukan Pedang Cahaya Bulan

Shu segera mencari sesuatu dari dalam ransel hitamnya dan mengeluarkan sebuah plakat tua berbentuk bintang itu. Lalu dia mulai menempatkan plakat tua tetsebut pada cekungan yang ada pada peti kuno itu.

CEKREKK ...

Hingga akhirnya sebuah gembok mulai terbuka dan cahaya terang berwarna putih kebiruan mulai bersinar dari dalam peti kuno itu.

Shu mulai meraih dan membuka penutup peti kuno itu. Hingga cahaya putih kebiruan yang menyilaukan yang berasal dari dalam peti itu kini menyinari langit-langit ruangan kecil ini.

Shu mengerjapkan sepasang matanya beberapa kali dan mulai melihat isi di dalam peti tua itu. Terlihat tengkorak manusia yang sudah berusia sangat tua. Dan di sebelahnya ada sebuah pedang yang memancarkan aura dingin serta cahaya putih kebiruan.

Bisa dipastikan jika cahaya sebelumnya yang terlihat adalah berasal dari pedang tersebut. Dan aura dingin yang menyelimuti di sekirar brankar adalah berasal dari pedang tersebut.

Shu memberanikan diri untuk mengambil pedang tersebut lalu membaca ukiran yang ada dalam mata bilah pedang tersebut yang tertulis dengan huruf hiragana.

"Pedang Cahaya Bulan?" ucap Shu mengeja ukiran tersebut dengan kening berkerut.

"Sugoi!! Akhirnya kita menemukan pedang cahaya bulan ini!" ucap Kiryu takjub memandangi pedang itu

"Dengan begini kita hanya tinggal mengalahkan para monster untuk mengumpulkan pecahan-pecahan batu kristal itu untuk menyatukannya dan melawan Raja Monster di dunia ini. Setelah itu kita akan segera kembali ke dunia kita!" ucap Zoe menyimpulkan.

"Berikan padaku, Shu! Biarkan aku yang membawa pedang cahaya bulan itu!" ucap Kiryu dengan entengnya.

"Hanya Shu yang bisa membuka peti ini, jadi pedang cahaya bulan ini adalah milik Shu. Biarkan dia yang menyimpan pedang ini." ucap Zoe dengan bijak.

Mendengar ucapan dari Zoe, seketika membuat Kiryu mendengus dan mengurungkan kembali niatnya untuk menguasai pedang cahaya bulan itu.

"Baiklah-baiklah. Kau saja deh yang menyimpannya, Shu!" sungut Kiryu meskipun dengan sangat berat hati.

Shu segera menyimpan pedang tersebut dan mengikatnya lalu mengendongnya pada punggungnya. Lalu dia segera menghampiri Yumeko dan memberikan senjata pisau listrik miliknya.

"Karenq hanya kamu yang tidak memiliki senjata sama sekali, maka sebaiknya kamu memakai senjataku sebelumnya. Meskipun sangat biasa, namun setidaknya senjata ini masih bisa digunakan untukk menyerang dan bertahan. Gunakan energi listriknya jika hanya kamu sedang terdesak dan sangat membutuhkannya saja. Yaitu untuk menghadapi monster tingkat sedang atau tingkat tinggi saja. Apa kamu mengerti, Yumeko?"

Ucap Shu mejelaskan saat menyerahkan senjatanya untuk Yumeko.

Gadis itu mengangguk samar dan segera menerima senjata itu, "Hhm. Aku paham. Terima kasih, Shu."

"Ayo!! Kita harus segera keluar dari bunker ini dan kembali mencari Raja Monster! Aku rasa monster di dalam bunker ini juga sudah tidak ada lagi." seru Zoe.

"Benar! Kita sudah memiliki pedang cahaya bulan. Itu artinya kita sudah semakin kuat! Ayo selamatkan dunia dan lenyapkan para monster jelek itu!" imbuh Kiryu juga bersemangat.

Tak ada yang menolaknya, akhirnya mereka mulai mencari jalan keluar kembali untuk meninggalkan bunker tua ini. Membutuhkan waktu selama 5 jam untul mereka menemukan pintu keluar sekaligus pintu masuk dalam bunker ini.

Hutan dengan kabut asap tebal mulai terlihat kembali setelah mereka berhasil meninggalkan bunker tua itu. Mereka memutuskan untuk kembali menyusuri kota misterius itu lagi.

Namun karena hari yang sudah mulai gelap dan mereka juga sudah mulai merasa lelah dan mengantuk, akhirnya mereka memutuskan untuk mencari tempat beristirahat.

Mereka menemukan sebuah bus tua lagi yang berukuran cukup besar. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat di dalam bus tua itu malam ini. Dan lagi-lagi mereka juga akan bergiliran untuk berjaga malam ini.

Sayangnya disaat Kiryu sedang mendapatkan giliran untuk berjaga, pemuda yang kebiasaannya menjadi tuan muda yang selalu berkecukupan itu kini tertidur begitu saja. Hingga disaat ada seekor monster mendekati mereka dan mengetahui keberadaan kelima anak muda itu, mereka tidak mengetahuinya.

Monster itu berbentuk seperti ular raksasa, namun sedikit membesar pada bagian perutnya. Monster itu memiliki 5 tentakel pada bagian mulutnya, dan memiliki mata yang sayu. Sebuah batu kristal berwarna biru juga terlihat bersinar menyala pada salah satu tentakelnya yang begitu aktif bergerak

Kepala monster ular dengan mulut 5 tentakel itu terlihat sudah berada di balik salah satu jendela bening nus tua itu. Ketiga matanya yang sayu menelisik bagian dalam dari bus itu.

SLUURRP ...

SLURRPP ...

Kelima tentakel itu menempel dan merasapi kaca bening dari bus tua itu seakan sedang menarik dan menyodotnya. Hingga akhirnya kaca itu meleleh begiti saja.

Kepala monster ular itu mulai memasuki bus tua itu dengan kelima tentakel yang sudah menggeliat dan menjulur ke berbagai arah di sekitarnya. Dia mulai mendekati Kiryu, karena Kiryu yang berada paling dekat darinya.

Namun disaat jarak monster itu hanya menyisakan beberapa inchi saja dari wajah Kiryu, tepat disaat itulah Kiryu membuka sepasang matanya.

"Aahhhhhh ..." pemuda itu berteriak kencang dan secara reflek segera mencengkeram kepala monster ular aneh itu untul menjauhkan dari dirinya.

SRRTT ...

Tentakel itu dengan cepat melilit leher dan tubuh Kiryu. Bahkan hanya dengan melilitnya seperti itu saja, Kiryu sudah tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Seolah tubuhnya sudah menjadi mati rasa atau tak bisa dia kendalikan.

Dan hanya dalam hitungan detik saja, monster ular tingkat sedang itu melakukan pergerakan yang sangat cepat, yaitu menelan Kiryu begitu saja. Semua itu terjadi dengan sangat cepat, bahkan sebelum teman-temannya sempat menolongnya.

Keempat temannya seketika terbangun dan sangat terkejut saat melihat semua yang terjadi saat itni. Mereka hanya melihat kaki dengan sepatu sport super mewah milik Kiryu yang terlihat di mulut sang monster. Sementara tubuh Kiryu sudah tak terlihat lagi.

Dengan segera mereka berempat bergegas untuk menyerang monster ular itu dengan senjata milik masing-masing untuk membantu Kiryu. Dan mereka berharap Kiryu masih bisa diselamatkan.

JLEEBB ...

JLEBB ...

Zoe menghunuskan pedangnya untuk menghunus tubuh monster ular itu sisi ekornya, berharap monster ular itu akan membuka kembali mulutnya, agar dia masih memiliki sebuah kesempatan untuk menarik dan menyelamatkan Kiryu lagi.

Sementara Yumeko juga sudah menggunakan pisau listriknya pemberian dari Shu. Dan gadis ini berharap serangan listrik ini akan membuat monster ular itu kembali melepaskan Kiryu.

Namun percuma saja. Kini kaki Kiryu sudah mulai tak terlihat dan sepenuhnya tubuh Kiryu sudah tertelan oleh sang monster ular tingkat sedang itu. Dan perlahan kristal biru yang tertanam pada salah satu tentakelnya, kini sudah mulai berubah menjadi warna merah redup.

Terpopuler

Comments

🍁𝐀𝐑𝐀❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

🍁𝐀𝐑𝐀❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

setujuuuu mari berperang demi menyelamatkan kakak nya Shu

2023-07-08

1

🍁𝐀𝐑𝐀❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

🍁𝐀𝐑𝐀❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

salut sama Zoe

2023-07-08

1

🍁𝐀𝐑𝐀❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

🍁𝐀𝐑𝐀❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

pedangnya bagus banget ini, bisa di ambil tidak ya

2023-07-08

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 44 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!