Menemukan Plakat Tua Bintang

Kini tiba-tiba saja Shu sudah terpisah dari teman-temannya. Padahal beberapa saat yang lalu Shu hanya berhenti sejenak untuk mengikat tali sepatunya yang kebetulan sedang terlepas.

Namun disaat dia sudah berdiri kembali, keempat teman yang sebelumnya berjalan di depannya, kini sudah menghilang begitu saja. Lorong panjang itu terlihat kosong! Tak ada satupun orang terlihat. Hanya ada kabut asap tebal dan membuat penglihatan menjadi tidak jelas.

"Zoe! Kiryu! Eren! Yumeko!!"

Shu berusaha untuk memanggil teman-temannya. Namun berulang kali dia melakukannya, tapi tak membuahkan hasil sama sekali. Mereka tak ada, dan tak ada satupun dari mereka yang menyahut.

Ini sungguh aneh sekali. Seakan mereka sudah saling memasuki dimensi lain saja. Padahal hanya dalam beberapa detik saja Shu menunduk dan tidak menatap keempat temannya saat itu.

Shu terus melangkah cepat menyusuri lorong panjang di depannya sembari memanggil-manggil nama temannya. Namun tetap saja dia tak berhasil menemukan temannya.

"Zoe!! Kiryu!! Eren!! Yumeko!! Dimana kalian?!" seakan tak pernah merasa lelah untuk terus berusaha memanggil teman-temannya.

Namun tiba-tiba saja Shu tersandung oleh sesuatu dan membuatnya tubuhnya terhuyung hampir terjatuh. Beruntung dia cukup sigap dan segera melakukan salto lalu segera mengatur keseimbangan tubuhnya, dan disaat yang tepat Shu juga kembali menangkap obornya.

Namun benda yang membuatnya tersandung itu rupanya adalah sebuah kunci rahasia yang kini mulai membuka sebuah pintu rahasia yang berada di balik dinding bunker di sisi sampingnya yang pada awalnya tertutup rapat oleh lumut kehijauan.

Bahkan jika tidak diperhatikan dengan detail, sebenarnya pintu rahasia itu sangatlah tidak mencolok. Semua orang yang melewati lorong di dalam bunker ini, pastinya tak akan pernah mengira semua ini, termasuk Shu.

Kini Shu segera mendekati ruang rahasia yang lebih kecil dan gelap itu dengan hati-hati. Ada beberapa jaring laba-laba pada bagian dinding dan langit-langit. Ada juga beberapa tanaman rambat yang menjalar pada dinding-dinding di sekelilingnya.

Semakin berjalan ke dalam, tempat itu terlihat semakin gelap. Namun kini pandangan Shu mulai tertuju pada satu titik di depannya. Tepat pada jarak 5 meter, Shu melihat sebuah peti kecil kuno yang menyerupai sebuat peti harta karun yang telah usang.

Shu memberanikan diri untuk berjalan mendekatinya dengan mengacungkan obornya untuk menerangi peti itu pada tangan kirinya. Sementara tangan kanannya masih membawa senjata pisau listriknya.

Karena tak mau membuang-buang waktu lagi, akhirnya Shu segera berniat untuk membuka peti kuno usang yang sudah dipenuhi dengam debu yang tebal itu.

Shu mengatur nafasnya lalu mengusap penutup peti itu. Perlahan pemuda yang baru akan berusia genap 18 tahun bulan depan ini mulai meraih penutup dari peti tua itu dan membukanya.

KRAKK ...

KIIKK ...

KIIKK ...

"Aahhhh ..." pekik Shu terlonjak kaget.

Penutup peti kuno itupun terbuka. Dan disaat itulah sebuah kelelawar kecil mulai keluar dari dalamnya hingga membuat Shu terkejut bukan main. Bahkan Shu reflek mundur beberapa langkah dan terjatuh di lantai dengan obor yang juga terjatuh di atas lantai.

Namun setelah menyadari jika makhluk itu hanyalah seekor kelelawar kecil, kini Shu segera meraih kembali obornya dan berdiri kembali. Dia berniat untuk kembali memeriksa isi di dalam peti kecil tua itu.

Shu mendekatkan obornya untuk menerangai isi di dalam peti kuno itu. Hingga akhirnya dia mulai melihat dan menemukan sebuah plakat tua berbentuk bintang.

Shu meraih plakat tua berbentuk bintang itu dan mencoba untuk menelisiknya dengan kening berkerut.

"Plakat tua berbentuk bintang? Untuk apa baranh ini? Apakah plakat tua ini memiliki sebuah kekuatan? Meskipun sudah tua dan usang, namun plakat ini seperti dijaga dan dilindungi. Bahkan sangat tersembunyi. Sebaiknya aku menyimpannya, mungkin saja suatu saat plakat tua ini akan sangat berguna." gumam Shu mai menyimpan plakat tua berbentuk bintang itu di dalam ransel hitamnya.

Karena peti ini terletak pada bagian paling dalam dari ruangan rahasia ini, otomatis sudah tidak ada jalan manapun lagi ke depan. Hingga akhirnya Shu memutuskan untuk memutar jalan dan kembali.

Setelah mencapai luar ruangan rahasia ini, Shu kembali memutuskan untuk mencari teman-temannya. Dia kembali memanggil menyisiri tempat-tempat di sekitarnya dan berharap akan segera menemukan teman-temannya.

Sementara itu ...

Zoe, Kiryu, Eren dan Yumeko yang menyadari bahwa sosok Shu sudah menghilang dari rombongan itu, juga segera melakukan pencarian. Mereka berputar balik karena mengira jika Shu telah tertinggal oleh mereka.

Namun meskipun sudah berjalan cukup jauh, mereka tak juga bisa menemukan Shu. Namun salah satu dari mereka malah tak sengaja menginjak sebuah tombol yang ada di lantai, sehingga sebuah pintu rahasia yang ada di atas lantai tiba-tiba saja terbuka dengan sangat cepat.

Kiryu yang berada tepat di atas pintu tersembunyi itu seketika terjatuh ke bawah ketika pinyu kecil itu terbuka.

"Aarrrgghhh ...." pekik Kiryu terkejut bukan main.

Namun beruntungnya Kiryu masih bisa berpegangan pada pintu kecil yang berbentuk sebuah persegi yang memiliki ukuran 80 cm x 80 cm. Jika saja Kiryu tidak berpegangan, dia akan terjatuh dan termakan oleh besi-besi tua pembunuh itu.

Karena tepat di bawah Kiryu ada beberapa besi tajam berukuran cukup besar yang membentuk seperti mulut seekor monster yang bersiap mencabik-cabik mangsanya.

"Tolong aku!" pekik Kiryu.

Yumeko segera berinisiatif untuk menolong Kiryu, karena Zoe tidak segera menolongnya dan malah mengamati sesuatu yang ada di bawah ruangan itu. Sementara Eren tak akan mampu untuk banyak bergerak saat ini, karena masih terluka. Zoe melihat sebuah tuas yang berada tak jauh dari tempat Kiryu bergelantungan.

Zoe segera duduk bersimpuh di dekat pintu persegi itu dan tidak menghiraukan Yumeko yang masih saja kesulitan untuk membantu Kiryu naik. Kiryu malah menundukkan badannya dan meraih tuas itu untuk menggerakkannya. Hingga akhirnya besi-besi tajam yang terlihat seperti mulut monster itu mulai tertutup.

Namun tidak semua bisa berakhir dengan begitu cepat dan mulus. Tiba-tiba saja pandangan Zoe menjadi berubah saat menatap ruangan bawah itu. Tatapannya menjadi tajam dan dipenuhi aura ingin membunuh.

Zoe segera meraih pedangnya dan mengayunkannya dengan sangat cepat ke dalam lubang pintu rahasia itu. Kiryu yang melihat semua itu seketika syok karena mengira jika Zoe akan menebas kakinya yang masih saja berada di dalam lubang pintu rahasia.

JLEBBB ...

KRAKK ...

"Zoe! Apa kamu gil ... la ..." pekik Kiryu yang pada awalnya sangat syok, namun pada akhirnya dia mulai menyadari sesuatu jika dari bawah sana tadi ada seekor monster lalat raksasa bergigi tajam tingkat rendah yang ingin menerkam kaki Kiryu yang masih tersangkut.

Terpopuler

Comments

@💞Lophe💝💗💓🤵👰

@💞Lophe💝💗💓🤵👰

Benda yang membuat Shu tersandung adalah sebuah kunci

2023-08-05

0

@Risa Virgo Always Beautiful

@Risa Virgo Always Beautiful

Shu menemukan Plakat Tua yang berbentuk bintang

2023-08-05

0

☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂

☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂

apah aura itu juga bisa menumbuhkan tanduk di kepala zoe

2023-07-08

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 44 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!