Puluhan monster kelelawar itu terbang melesat dengan cepat dan terbang di sekitar mereka berlima. Mereka berlima juga sudah bersiap dengan senjatanya masing-masing.
Hanya Yumeko yang tidak memiliki senjata, jadi dia hanya menggunakan sebuah kayu yang baru saja dia pungut untuk menyerang puluhan monster kelelawar es. Meskipun senjata itu cukup sederhana dan tidak mematikan, namun sudah cukup untuk membantunya untuk bertahan saat ini.
Pedang, tombak, pemukul besi, kayu, dan senjata pisau listrik mereka gunakan untuk menyerang monster kelelawar es itu. Namun tentu saja untuk mengalahkan puluhan monster itu sangatlah tidak mudah dan akan membutuhkan waktu.
"Aku punya ide!" seru Zoe tiba-tiba, namun masih mengayunkan pedangnya untuk membunuh beberapa monster itu. "Sebaiknya kita membakar mereka sekaligus dalam sekali serangan!"
"Bagaimana caranya?" tanya Kiryu yang juga masih menggunakan tombaknya untuk menghunus beberapa monster kelelawar es itu.
"Semuanya. Aku akan berhitung satu hingga tiga dan kita segera berlari ke arah depan hingga mencapai pintu tinggi di depan! Sebisa mungkin pancing mereka agar mereka juga mengikuti kita! Apa kalian mengerti?" ucap Zoe membuat sebuah rencana.
"Kami mengerti!" sahut keempat temannya bersamaan.
"Baiklah! Kalau begitu aku akan mulai menghitung. Satu ... dua ... tiga!! Sekarang!!"
Disaat itulah mereka mulai berlari ke arah depan dengan cepat.
"Yumeko! Gunakan dulu pedangku!" ucap Zoe sambil berlari dan melemparkan pedangnya untuk Yumeko.
Yumeko dengan sigap segera menangkapnya, sementara Zoe segera mempersiapkan sesuatu untuk menjalankan rencananya kali ini.
Tepat di saat mereka sudah berada di ujung lorong, Zoe segera berbalik dan menyalakan sebuah pemantik api yang dia kombinasikan dengan sebuah alat Gas torch.
WUUUSHHH ...
Seketika sebuah bara api yang cukup besar dan menyilaukan mulai memenuhi lorong dimana para monster kelelawar itu berada selama beberapa saat.
KIKKK ...
KIIKKK ...
KIIKKK ...
Puluhan monster kelelawar es itu melolong kesakitan karena tubuhnya terbakar. Kelima remaja ini masih mengawasinya untuk memastikan jika monster-monster itu benar-benar sudah berakhir
Hingga akhirnya setelah beberapa saat, Zoe mulai mematikan gas torch miliknya ketika tubuh puluhan monter tingkat rendah itu mulai melebur menjadi serpihan-serpihan debu hingga hanya meninggalkan puluhan pecahan kristal-kristal putih berkilauan.
Namun disaat Shu ingin mengambil pecahan-pecahan kristal itu, semua pecahan-pecahan kristal itu mulai menyatu menjadi satu hingga menjadi bentuk sebuah bola kristal berwarna putih dengan bentuk yang masih belum sempurna karena semua pecahan lainnya masih belum terkumpul.
Shu menengadahkan tangannya dan dengan ajaib bola kristal yang bentuknya belum sempurna itu mulai mendarat di atas tangannya. Shu memandangi dan menelisiknya beberapa saat.
"Kita harus lebih berusaha untuk mengumpulkan pecahan lainnya! Dengan begitu kita bisa menggunakannya untuk mengalahkan Raja Monster di dunia ini." ujar Zoe yang berdiri tepat di samping Shu
"Dan kita juga harus segera menemukan pedang cahaya bulan!" imbuh Eren mulai menyimpan pemukul besinya di balik tubuhnya kembali.
Shu terdiam dan kemudian mulai menyimpan kembali benda itu di dalam kantong hitamnya lalu dia segera menyimpannya di dalam ransel hitamnya.
Setelah itu mereka segera melanjutkan perjalanan kembali dengan menyusuri lorong di depan yang masih dipenuhi dengan es di beberapa tempat.
Namun tiba-tiba saja hal yang mengejutkan terjadi. Sebuah guncangan yang cukup kuat terjadi. Dan dari dalam tanah diantara meteka mulai keluar sebuahmakhluk yang berbentuk menyerupai sebuah laba-laba raksasa dengan sebuah batu kristal berwarna biru yang tertanam pada punggung badannya.
Dengan sangat cepat dia menyemburkan jaring-jaring kuat berwarna putih dari mulutnya dan berhasil melilit mereka berlima dalam sekejap saja hingga masing-masing dari mereka terjebak di udara di antara jaring-jaring ciptan minster laba-laba itu.
Kelima remaja itu terjebak dan kesulitan untuk bergerak. Meskipun sudah berusaha untuk melepaskan diri, namun mereka tak juga bisa terlepas dari jaring-jaring kuat itu.
Monster laba-laba itu kini mulai mendekati Eren, karena dialah yang terdekat darinya. Monster laba-laba itu mulai membuka mulutnya dengan lebar hingga memperlihatkan cairan-cairan kental pada mulutnya yang menetes hingga keluar.
Dan hanya dalam hitungan beberapa detik saja, dia sudah melahap Eren dari ujung kaki hingga mencapai batas perutnya. Sementara tangannya masih ke atas karena terlilit oleh jaring-jaring kuat itu.
"Eren!!" keempat temannya serentak memekik karena mengkhawatirkan gadis tomboi berambut pendek itu.
Mereka juga tidak bisa diam saja saat melihat Eren sudah terluka seperti itu. Mereka segera berusaha untuk melepaskan diri mereka. Bahkan Zoe rela melukai tangannya sendiri karena berusaha merusak jaring-jaring monster laba-laba itu dengan pemantik apinya.
Kiryu juga menggunakan tombaknya untuk merusak jaring monster laba-laba itu. Shu juga berusaha merusak jaring-jaring itu dengan ujung pisaunya. Dan Yumeko yang masih menyimpan pedang milik Zoe juga segera menggunakan pedang itu untuk merusak jaring-jaring itu.
"Arrgghhh!! Monster sialan!! Lepaskan aku!! Aku tidak mau menjadi santapanmu!!" pekik Eren kesakitan, bahkan bagian tubuh hingga mencapai batas kakinya sudah terluka dan berdarah karena ulah monster laba-laba itu.
Namun gadis itu tetap masih berusaha untuk melepaskan diri dari monster itu hingga akhirnya tangan sebelah kanannya berhasil tetlepas dari jaring-jaring itu. Dan dia segera menghantamkan pemukun tongkat besi miliknya untuk melukai salah satu mata merah monster laba-laba itu.
"Rasakan ini!! Hiaathhh!!"
DUUAAKK ...
BUUAKK ...
Beberapa kali Eren melakukannya dan membuat salah satu mata monster laba-laba itu memekik kesakitan, karena salah satu matanya kini telah cedera. Lalu beberapa kali Eren mulai menghantamkan lagi di mata lainnya.
Jika aku akan berakhir sampai disini, maka aku harus bisa berguna untuk teman-temanku!
"Rasakan ini!! Hiaatthh!!" Eren kembali melayangkan pukulan kuatnya dan kali ini sukses membuat kedua mata monster laba-laba itu menjadi buta.
"Rasakan ini monster laba-laba jelek!! Hiathh!!"
Kiryu yang sudah berhasil melepaskan dirinya dari jeratan jaring itu, kini mulai membantu Eren. Dia menyerang monster laba-laba itu dengan menggunakan tombaknya berulang kali hingga membuat serangannya untuk Eren melonggar dan membuat Eren terjatuh.
Yumeko yang juga sudah berhasil meloloskan diri kini mulai menghampiri Eren dan memapahnya untuk berpindah ke tempat yang lebih aman disaat ketiga teman-temannya sedang berusaha untuk mengakhiri monster laba-laba itu.
Shu yang juga sudah melepaskan dirinya, kini segera memanfaatkan kesempatan ini untuk melenyapkan monster tingkat menengah yang cukup berbahaya dengan menggunakan pisau listriknya. Yeap, Shu mengaktifkan aliran listrik pada pisau buatannya untuk menyerang monster laba-laba itu, ketika senjatanya sudah menancap pada tubuh sang monster laba-laba.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Zoe menyuruh Yumeko untuk memakai pedangnya Zoe
2023-08-05
0
@Risa Virgo Always Beautiful
Teman temannya Eren mengkhawatirkan Eren saat Eren hampir di makan monster laba laba
2023-08-03
0
Nona M 𝓐𝔂⃝❥
kenapa nggak langsung menghancurkan kristalnya?
2023-07-08
1