Menciptakan Senjata Baru

GROARRR ...

KIIIKKK ...

Makhluk aneh itu melompat menaiki salah satu rak dan bersiap untuK melompat ke arah Kiryu.

GROAARR ...

HUUPP ...

JLEBB ...

"Whooaa!! Dasar makhluk jelek sialan!!" Kiryu secara reflek mengumpat dan mengacungkan tombak miliknya ke depan.

Tombak itu menghunus makhluk aneh itu. Namun terus menembus ke belakang tubuhnya, karena makhluk itu masih berusaha untuk mendekati Kiryu. Kedua tangan berkuku panjang dan tajam itu mencengkeram tubuh Kiryu.

Sementara keempat kelopak pada wajah monster itu sudah terbuka lebar dan bersiap untuk melahap sisi samping wajah Kiryu.

"Aargghh!! Menjauhkah dariku dasar makhluk jelek!!" Kiryu berusaha untuk menahan serangan monster berkelala kelopak bunga pembunuh itu, namun monster itu malah semakin mendekatinya.

Eren dan Yumeko terlihat syok saat menyaksikan semua itu. Sementara Shu segera menyerangnya dengan senjata sederhananya dan menghunuskannya pada bagian tengkuknya dan tak sengaja malah mengenai sebuah batu kristal berwarna kuning yang tertanam pada tengkuk monster itu.

Namun batu kristal berwarna kuning itu hanya mengalami keretakan saja. Kini perhatian monster itu beralih pada Shu. Dia melepaskan Kiryu dan mendekati Shu masih dengan tombak yang menancap pada perutnya.

Secara naluri, Shu mulai berjalan mundur beberapa langkah dan sudah mengacungkan senjata sederhananya ke arah makhluk itu.

Batu kristal berwarna kuning itu sebenarnya apa? Saat seranganku tak sengaja mengenainya, aku merasakan ada sesuatu yang sedikit berbeda. Dan tubuhku juga merasakan hal itu.

Batin Shu kembali mengingat saat senjatanya tak sengaja mengenai batu kristal kuning yang tertanam pada tengkuk monster berwajah bunga pembunuh itu.

GROOAARR ...

KIIIKKKK ...

Makhluk kembali melesat cepat dan melompat ke arah Shu. Namun tiba-tiba saja sebuah tebasan dari katana tua yang masih cukup tajam, mengenai tangan kanan monster itu dan berhasil memotongnya.

Hingga pada akhirnya perhatiannya kini mulai beralih pada Zoe yang baru saja menebas salah satu tangannya. Monster itu berlari ke arah Zoe dan mengayunkan tangan kirinya.

Sementara Zoe sudah bersiap kembali dengan mengacungkan katana itu di depan dadanya. Disaat moster itu semakin mendekati Zoe, pemuda berkacamata itu juga mengayunkan katana itu, hingga ujung katana itu mengenai salah satu mata monster itu.

Dan disaat itulah Shu mulai menyerang dari sisi belakang, dia sengaja untuk kembali menyerang batu kristal berwarna kuning itu kembali. Dan kali ini berhasil pecah. Disaat itulah sesuatu mulai terjadi.

Monster berwajah 4 kelopak bunga pembunuh itu mundur beberapa langkah dan memekik kesakitan. Beberapa detik kemudian tubuhnya melebur menjadi butiran debu yang beterbangan. Dan hanya menyisakan potongan kecil sebuah batu kristal berwarna putih.

Semua orang masih tak bergeming di tempat masing-masing menyaksikan sesuatu yang sangat menegangkan ini. Mereka mulai mengatur nafasnya kembali yang beberapa yang lalu sudah sangat tidak beraturan. Lalu Shu mulai mengambil kristal putih berkilauan itu dan menelisiknya lekat.

"Simpan saja! Siapa tau akan berguna untuk kita." ucap Zoe.

Shu mengeluarkan sebuah kantung kecil berwaran hitam lalu memasukkan pecahan kristal itu ke dalamnya.

...🍁🍁🍁...

Hari telah berganti malam, angin malam berhembus sangat dingin. Melebihi dinginnya suasana di kota Tokyo saat musim dingin. Namun disaat siang suasana kota tersembunyi akan sangat panas.

Eren terlihat sedang menikmati bekalnya yang seharusnya dia bawa untuk berkemah. Untungnya dia juga membawa cukup banyak beberapa kue kering dan cemilan.

"Eren! Kurangi porsi makanmu! Kita harus menghemat semua persediaan makanan dan minuman yang kita punya. Karena kita tak pernah tau, kapan kita bisa keluar dari tempat ini."

Ucap Zoe yang hanya mengeluarkan sebuah kue bantal kecil. Lalu dia membaginya untuk keempat temannya.

"Huft, okay! Cara simple untuk program dietku!" jawab Eren dengan asal.

"Hufft ... benar-benar konyol!! Dunia apa ini sebenarnya?!!" Kiryu menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan mulai terduduk dengan melipat salah satu lututnya sambil menikmati kue pemberian dari Zoe.

Sementara Shu menolak makanan itu, karena saat ini dia tidak sedang merasakan lapar sama sekali. Hingga akhirnya Zoe menyimpan kembali jatah itu.

Shu memilih untuk menyendiri di sudut ruangan bekas mini market itu disaat keempat temannya sedang makan bersama meskipun hanya dengan sepotong roti saja.

Shu kembali mengeluarkan kalung berliontin bulan sabit yang dia temukan dari saku pakaiannya. Lalu dia menimang-nimangnya dan pikirannya menerawang jauh memikirkan keberadaan sang kakak yang selama 3 tahun ini menghilang begitu saja.

"Kak Nagi ... aku harap kakak baik-baik saja." gumam Shu lirih.

"Shu!" rupanya Zoe sudah menyusul Shu kembali.

Pemuda berkacamata itu lalu duduk di sebelah Shu dan sempat melihat Shu menimang kalunh itu. Namun dengan cepat Shu segera menyimpan kalung itu kembali.

"Bagaimana kamu bisa mengalahkan monster sebelumnya? Aku bahkan sudah bisa berhasil memotong tangan kanannya dan melukai matanya. Namun semua serangan itu tak membuatnya melemah. Dia masih kuat dan masih bisa menyerang kita. Namun kamu ... bisa membuatnya musnah hanya dalam satu sekali serangan saja ..." ucap Zoe dengan tatapan rumit menatap Shu yang hanya menatap nanar lurus ke depan.

"Aku melihat sebuah batu kristal berwarna kuning yang tertanam pada tengkuk monster wajah 4 kelopak bunga pembunuh. Disaat pertama kali aku tak sengaja mengenainya, aku merasakan ada sesuatu yang sedikit aneh. Dan tubuhku juga merasakannya. Jadi aku ingin memastikannya kembali dan ingin kembali menyerang titik itu. Dan ternyata dugaanku adalah benar ..." jawab Shu menjaskan.

"Jadi maksudmu adalah ..." tanya Zoe menatap Shu dengan ekspresi serius.

"Hhm. Kau benar, Zoe." Shu menjawabnya dengan anggukan samar. "Pusat kekuatan mereka adalah pada batu kristal yang tertanam pada tubuh mereka. Tapi ini hanya pendapatku. Dan meskipun kita sudah mengetahui hal ini, aku masih belum merasa yakin jika itu adalah benar. Kita harus memastikannya kembali." ucap Shu yang juga masih menatap pemuda berkacamata yang sedang duduk di hadapannya itu.

"Baiklah! Aku mengerti. Sebaiknya malam ini kita beristirahat dulu. Besok pagi kita akan meninggalkan tempat ini. Kita harus mencari jalan keluar kembali!" tandas Zoe lalu berdiri kembali untuk meninggalkan Shu.

"Kalian tidurlah. Aku akan berjaga. Karena malam ini juga ada sesuatu yang harus aku lakukan." ucap Shu kembali meraih senjata sederhananya dan menelisiknya.

Dia ingin memberikan sedikit perubahan dan meningkatkan senjatanya, agar senjata itu bisa menjadi lebih kuat lagi.

"Baiklah. Bangunkan aku segera jika kamu sudah mulai mengantuk dan ingin beristirahat." ucap Zoe sedikit melirik ke belakang sebelum meninggalkan Shu.

"Hhm." jawab Shu singkat.

Malam ini Shu mencari beberapa alat yang ada di dalam bangunan bekas mini market ini. Dia mengumpulkan beberapa benda dan peralatan seperti saklar, besi bekas panjang dan tipis, kawat, timah, dan beberapa benda lainnya.

Lalu dia mulai menggunakan benda-benda itu untuk meng-upgrade senjata miliknya. Sangat beruntung dia memahami cukup banyak tentang pelajaran elektro. Hingga akhirnya Shu berhasil menciptakan sebuah senjata pisau listrik. Hanya dengan menggunakan saklar, makan senjata berujung pisau miliknya itu akan mengeluarkan energi listrik.

Namun tentu saja pemakaian senjata yang cukup mematikan itu sangat terbatas dan hanya bisa digunakan beberapa kali saja. Jadi dia harus benar-benar menggunakannya dengan baik.

Terpopuler

Comments

@ Yayang Risa Selamanya

@ Yayang Risa Selamanya

Hebat Shu bisa menciptakan sebuah senjata pisau listrik

2023-07-29

0

@💞Lophe💝💗💓🤵👰

@💞Lophe💝💗💓🤵👰

Shu menyimpan batu kristal tersebut ke sebuah kantung kecil

2023-07-29

0

@Risa Virgo Always Beautiful

@Risa Virgo Always Beautiful

Shu menolak makanan itu karena dia memang tidak lapar

2023-07-27

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 44 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!