CEKLEK ...
KRRIEETT ...
Pintu itu mulai terbuka. Angin berhembus cukup kuat berasal dari balik pintu tua itu, dan menyapu wajah serta tubuh kelima mahasiswa dan mahasiswi baru ini. Sebuah cahaya menyilaukan seketika membuat penglihatan mereka menjadi silau dan mereka secara naluri melindungi penglihatan masing-masing dengan lengan.
Setelah beberapa detik akhirnya cahaya menyilaukan itu menghilang. Terlihat sebuah kota tua yang terlihat sudah lama mati dan tidak berpenghuni. Begitu hening, berantakan, dan tak terawat.
Shu melenggang melewati pintu kuno itu dan menelisik sekitarnya. Keempat teman-temannya tanpa ragu dan tanpa pikir lama juga mulai memasuki dan melewati pintu tua ini.
Aura tempat ini sungguh sangat berbeda dari hutan bayangan yang beberapa saat yang lalu sempat mereka jelajahi bersama.
"Tempat apa ini? Tempat ini lebih terlihat seperti kota mati dan tidak terlihat seperti sebuah hutan." gumam Eren masih mengamati sekitarnya sambil memungut memungut sebuah tongkat baseball yang tergeletak tak jauh dari dirinya.
"Benar. Tempat ini tidak terlihat seperti bagian dari hutan. Melainkan sebuah kota mati. Namun aku sama sekali tidak pernah jika ada tempat seperti ini sebelumnya. Bahkan di dalam peta juga tak pernah ada tempat seperti ini. Hutan bayangan hanya ada di pedesaan dwsa Aiko Iyashi No Sato yang terletak di bawah kaki gunung Fuji. Seharusnya tak akan ada kota megah seperti ini di sekitarnya." gumam Zoe menyimpulkan.
"Lalu apakah itu artinya ini adalah kota tersembunyi yang sudah lama mati? Atau ..." belum sempat Kiryu melanjutkan ucapannya, tiba-tiba saja mereka dikejutkan oleh teriakan histeris dari Yumeko.
"Ti-tidak mungkin!! Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?" pekik Yumeko histeris dan membuat keempat teman-temannya menoleh ke arahnya.
"Ada apa?" tanya Zoe.
"Pi-pintu masuk kuno tadi menghilang ..." ucap Yumeko yang sudah berbalik dan berusaha untuk mencari pintu kuno tua itu. Namu pintu itu sama sekali tak terlihat. Di sekeliling mereka hanya ada hamparan kota yang begitu sunyi dan seperti tak berpenghuni.
"Apakah pintu itu adalah sebuah portal yang menghubungkan kita dengan dunia lain?" Shu bergumam lirih dan kembali melihat kota aneh ini.
"Entahlah. Satu yang aku tau, tempat ini pasti memiliki sebuah rahasia. Karena kita sudah sampai disini, sebaiknya kita kembali mencari kelima kristal pelangi itu. Jika kita beruntung, maka kita akan mendapatkannya." ucap Zoe mulai melenggang untuk semakin memasuki kota mati ini.
Keempat temannya tak menyautinya, namun meteka juga segera mengekori Zoe. Mereka berjalan menyisiri tempat yang terlihat seperti sebuah kota besar dengan banyak gedung menjulang tinggi di sisi-sisinya.
Hanya saja tempat itu benar-benar tak terawat dan tak berpenghuni. Bahkan beberapa bangunannya juga sudah mulai retak dan rusak seakan hampir roboh.
Namun tiba-tiba saja, pandangan Shu mulai menangkap sebuah pergerakan yang berada dalam radius kira-kira 50 meter di arah depan.
Pada awalnya Shu merasa senang karena mengira ada orang lain di tempat ini. Kelegaan ini juga dirasakan oleh keempat temannya yang juga mulai melihat seorang pria di depan. Namun senyuman Shu mulai memudar ketika pemuda ini menyadari sebuah keanehan dan kejanggalan yang terjadi.
Pada awalnya Shu hanya melihat punggung pria itu, namun ketika Shu melihat wajahnya yang hancur serta tangannya yang bisa memanjang dan memiliki kuku-kuku hitam yang panjang.
Dengan cepat Shu segera memberi isyarat dan menginstruksi untuk teman-temanya untuk segera bersembunyi. Bahkan Shu sempat membungkan mulut Eren yang hampir berteriak memanggil pria itu.
Dan beruntungnya hal itu belum sempat terjadi, karena tepat disaat itu juga mereka mulai melihat wajah dan tangan dari pria itu yang menyerupai monster.
Pada akhirnya mereka mulai memasuki sebuah bus tua untuk bersembunyi. Sesekali, Shu juga kembali mengintai dan memeriksa kembali pria berwajah hancur itu melalui kaca jendela.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Makhluk apa itu tadi?" Yumeko terlihat pucat dan berkata lirih sambil meringkuk.
"Aku juga tidak tau pastinya. Namun sepertinya kita sudah benar-benar memasuki sebuah dunia yang aneh. Aku hanya melihat makhluk seperti itu di dalam film dan komik saja." sahut Eren yang sesekali juga ikut mengintip di dekat Shu.
BRAKK ...
"Sial!!" Kiryu mengumpat kesal karena dirinya tak sengaja malah menyenggol sesuatu dan membuatnya terjatuh.
Seketika perhatian makhluk aneh itu beralih pada bus tua itu. Dan dengan pergerakan yang cukup aneh dan cepat makhluk itu memanjangkan kedua tangannya ke arah suara itu berasal.
PRANG ...
BRAKK ...
Kedua tangan panjang dengan kuku-kuku yang hitam dan panjang menembus bus tua itu dan membuat nafas kelima orang itu tercekat. Mereka reflek membungkam mulut masing-masing dengaan sepasang mata yang membulat dan menahan nafas.
Karena tangan monster itu hanya ada beberapa senti saja dari mereka. Begitu tajam dan kuat! Andai serangan tangan monster itu mengenai mereka, mungkin saja akan membuat mereka cukup parah, atau mungkin berakibat kematian.
Setelah tangan moster itu bergerak-gerak dan memastikan sesuatu, kini tangan itu mulai memendek kembali. Dan moster berwajah hancur itu seketika melenggang kembali meninggalkan tempat ini.
Kelima orang ini menghembuskan nafas lega, namun Eren terus menatap Shu untuk beberapa saat. Lalu dia mulai mencari sesuatu di dalam ransel hitamnya.
Sebuah plaster biru bergambar lucu mulai dipakaikan pada tulang pipi Shu. Shu yang tidak menyadari apa yang sudah terjadi, hanya terdiam menatapnya rumit.
"Wajahmu terluka, sepertinya terkena serpihan kaca." ucap Eren menjawab kebingungan Shu.
"Oh, terima kasih." Shu menyauti lirih.
"Sialan! Sebenarnya makhluk apa itu?! Mengapa begitu mengerikan sekali! Dia hampir saja membunuh kita!" ucap Kiryu mengusap rambutnya dengan kasar dan terlihat frustasi melihat seauatu yang sangat aneh ini.
"Rasanya aku ingin segera kembali saja! Tidak masalah jika mendapatkan hukuman dari senior! Makhluk itu benar-benar menyeramkan sekali." Yumeko bergumam lirih dan terlihat ketakutan.
"Baiklah. Kalau begitu kita tidak boleh berdiam diri. Kita harus menemukan pintu itu kembali dan menemukan batu kristal pelangi. Ayo!" ucap Zoe setelah memastikan jika sekitarnya sudah kembali aman.
Dia memimpin untuk menuruni bus tua ini dan diikuti oleh Kiryu, Eren, Yumeko dan Shu. Mereka kembali menyisiri dan menelisik tempat ini berharap akan menemukan sesuatu yang berguna.
Zoe menemukan sebuah katana tua namun masih terlihat begitu tajam. Dia memungutnya dan menyimpannya untuk berjaga-jaga. Sedangkan Kiryu menemukan sebuah tombak tua dalam tumpukan benda-benada yang berserakan di sekitar mereka. Pemuda itu juga memutuskan untuk menyimpannya untuk antisipasi.
Disaat teman-temannya sedang mencari sesuatu yang berguna, tiba-tiba saja Shu malah menemukan sesuatu yang cukup membuatnya terkejut bukan main. Sesuatu yang selama ini sangat dikenalinya dengan baik dan sangat tak asing untuknya. Sebuah kalung berliontin bulan sabit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
@ Yayang Risa Selamanya
Shu sampai membungkam mulutnya Eren karena hampir berteriak melihat makhluk itu
2023-07-27
0
@💞Lophe💝💗💓🤵👰
Yumeko sampai berteriak gara gara pintu kuno itu mendadak hilang
2023-07-27
0
@Risa Virgo Always Beautiful
Eren mengamati sekitarnya sambil memunguti sebuah tongkat baseball yang terletak tak jauh darinya
2023-07-27
0