Menghadapi Monster Golem

"Seperti apa pemimpin kalian itu?" tanya Shu mulai semakin ingin tau dan antusias.

Karena dia sangat berharap, jika pemimpin itu adalah sang kakak yang selama ini selalu dia rindukan.

"Dia masih cukup muda, dan sekitar berusia 21 tahun. Dia memiliki tinggi di atasmu sedikit. Meskipun selalu terlihat dingin dan penyendiri, namun sebenarnya dia selalu memperhatikan kami dan sangat mempedulikan kami." jawab pria paruh baya itu.

Shu terdiam selama beberapa saat dan kemudian segera mencari sesuatu di dalam ranselnya. Dia mengeluarkan ponselnya dan berniat untuk memperlihatkan foto sang kakak kepada mereka.

"Apakah orang ini seperti ini ..." ucapan Shu terputus karena rupanya ponselnya kini telah mati dan tak bisa dihidupkan lagi.

Raut wajahnya seketika berubah murung menatap ponselnya yang sudah mati.

"Paman, bagaimana portal dan pintu ajaib itu tiba-tiba bisa muncul dan menghilang kembali? Apakah tujuan mereka hanya untuk membawa kita ke dunia ini dan menjebaknya?" tanya Zoe.

"Bukan. Justru sebenarnya para monster itu malah ingin menerobos dunia manusia melalui portal itu. Namun karena kekuatan mereka yang tidak stabil dalam berevolusi, mengakibatkan portal itu tak bisa mereka kendalikan dengan baik. Karena untuk membuka portal itu kembali, para monster itu harus memiliki tingkatan tinggi dan hanya portal itu hanya bisa dibuka oleh Raja iblis saja. Namun karena akhir-akhir ini mereka kekurangan energi untuk berevolusi, maka dari itu portal itu menjadi tidak stabil." ucap pria paruh naya itu lagi.

"Lalu apa tidak ada jalan lain untuk kita bisa keluar dari tempat ini?" tanya Yumeko yang sepertinya sudah sangat ingin kembali ke dunianya.

"Satu-satunya cara untuk bisa keluar dari kota misterius ini adalah dengan mengalahkan moster-moster ini dan Raja monster. Karena selain keberadaan mereka membahayakan dunia manusia, keberadaan mereka yang semakin kuat karena berevolusi juga akan membuat mereka bisa mengendalikan portal itu kembali. Dan tentu saja hal itu sangat berbahaya. Dunia manusia akan mengalami kehancuran dam mungkin akan benar-benar punah. Selanjutnya merekalah yang akan menguasai dunia ini." ucap seorang pria yang masih cukup muda.

"Anak muda! Sebenarnya ada sebuah pusaka pedang cahaya bulan yang tersimpan dan selalu dijaga di sebuah tempat rahasia. Pedang cahaya bulan itu sangat kuat dan dipercaya bisa mengalahkan Raja monster. Siapapun yang bisa menemukan pedang itu, maka dialah yang telah ditakdirkan untuk mengahkan Raja monster." seorang pria tua berkata dan mengusap jenggot pendeknya.

"Pedang cahaya bulan?" gumam Zoe, Shu, Kiryu, Eren dan Yumeko bersamaan.

"Benar. Namun untuk menemukannya tidaklah mudah. Aku dengar tempat itu memiliki tingkat ilusi tinggi. Bahkan pemimpin kami belum pernah berhasil untuk menemukan tempat itu, bahkan pusaka itu." sahut pria itu kembali.

"Sangat sulit untuk menemukannya. Terlebih dengan keadaan yang seperti ini, tak menutup kemungkinan akan banyak sekali monster yang berkeliaran di segala penjuru tempat ini. Namun satu yang kami tau, pedang itu tersimpan di balik hutan yang berada di sisi selatan kota misterius ini." ucap pria paruh baya itu lagi.

"Kalau begitu kami akan pergi ke tempat itu! Dan kami akan segera menemukannya!" ucap Zoe menegaskan.

Kiryu terlihat begitu keberatan, dan sebenarnya pemuda itu berniat untuk tetap tinggal bersama dengan kelompok manusia itu.

"Benar! Kami tidak akan membiarkan para monster itu menerobos dunia kita! Sebelum itu terjadi, maka Raja monster harus dikalahkan!" imbuh Shu yang juga mantap dengan ucapannya.

Biar bagaimanapun aku tak boleh berdiam diri! Aku harus mencari kakak! Aku harus menemukan kakak!

Batin Shu dengan tekad kuat.

"Aku akan ikut bersama dengan kalian!" Eren berkata tanpa ada keraguan sambil memegang erat tongkat baseball-nya.

"Aku juga akan ikut dengan kalian ..." ucap Yumeko memutuskan juga akan pergi bersama dengan teman-temannya.

Disaat mereka semua beralih menatap Kiryu, akhirnya pemuda yang selalu terbiasa dengan hidup mewah itu mulai memperlihatkan wajah kesal, "Baiklah-baiklah!! Aku juga akan pergi dengan kalian!!" ucapnya kesal.

"Baiklah, besok dini hari kita akan mulai bergerak! Sekarang kalian beristirahatlah dulu dan pulihkan stamina!"

"Hai wakarimashita!" sahut mereka bersamaan.

...🍁🍁🍁...

Keesokan harinya Shu, Zoe, Kiryu, Eren dan Yumeko sudah memulai perjalanan kembali. Mereka pergi ke arah selatan bagian kota misterius dan mulai memasuki wilayah hutan yang dipenuhi dengan kabut asap yang cukup tebal. Dan tentu saja hal ini cukup mengganggu penglihatan mereka.

Mereka menyusuri hutan belantara yang memiliki hawa dingin itu. Hawanya sangat berbeda dengan bagian sebelah kota. Setelah berjalan cukup jauh, namun mereka tidak juga menemukan apapun petunjuk dimana pedang cahaya bulan itu berada.

Hingga akhirnya tiba-tiba saja terdengar suara hentakan yang cukup keras berada di hadapan mereka. Sebuah hentakan itu membuat tempat ini berguncang selama beberapa detik layaknya telah terjadi sebuah gempa.

Zoe menancapkan pedangnya ke tanah dan digunakan untuk berpegangan. Kiryu juga melakukan hal yang sama, yaitu dengan menancapkan tombak miliknya ke tanah. Begitu juga dengan Shu juga melakukan hal yang sama. Sementara Yumeko dan Eren duduk bersimpuh di belakang tubuh Zoe.

Setelah guncangan itu berhenti, mereka mulai melihat sesuatu di hadapan mereka yang berjarak hanya beberapa puluh meter saja dari mereka di antara kabut asap pekat itu. Mata mereka membelalak menatap sosok di hadapan mereka.

Terlihat seperti monster batu / golem yang terbentuk dari bebatuan dengan tubuh yang tinggi, besar dan kekar. Sepasang matanya putih menyorot tajam dan berukuran sedikit lebih kecil. Sudah bisa dibayangkan sekuat apa dia dengan tubuh besarnya itu? Sangat kuat!

GRRAAUUUMM ...

GGGRRR ...

"Sial!! Makhluk sebesar ini tiba-tiba bisa datang begitu saja seperti hantu!" ucap Kiryu masih membelalak menatap sosok yang memiliki tinggi 10 kaki ini sedang menatap kelima orang ini seakan sudah tak sabar untuk segera menerkamnya.

"Sepertinya monster golem ini akan sangat kuat. Ditambah lagi dia memiliki sebuah batu kristal berwarna biru. Akan sangat sulit untuk mengalahkannya. Jadi sebaiknya kita menghindarinya saja." ucap Zoe menganalisis moster bertubuh seperti raksasa yang kini sudah semakin melangkah mendekati mereka berlima.

"Semuanya! Aku akan berhitung. Dalam hitungan ke-3 kita berlari sekencang-kencangnya! Satu ... dua ... TIGA!! SEKARANG!! LARI!!"

Tepat disaat hitungan ketiga, mereka semua berbalik dan berlari dengan mengerahkan seluruh kekuatan mereka. Namun rupanya monster golem itu juga mulai berlari mengejar mereka. Hingga goncangan-goncangan kuat itu mulai terjadi lagi.

"Lebih cepat!!" pekik Zoe tanpa menoleh ke belakang.

BRUGGHH ...

"Argghhh ..." Yumeko tersandung sebuah akar tanamam yang menjalar di atas tanah hingga membuat tubuhnya terhuyung dan terjatuh.

GROOAARR ...

Monster golem itu melompat ke arah Yumeko yang masih terduduk dengan sepasang mata yang membelalak menatap monster menyeramkan itu.

Bersambung ...

Terpopuler

Comments

@💞Lophe💝💗💓🤵👰

@💞Lophe💝💗💓🤵👰

Cara supaya bisa keluar dari kota monster adalah mengalahkan para monster monster dan raja monster

2023-08-03

0

@Risa Virgo Always Beautiful

@Risa Virgo Always Beautiful

Zoe berpikir para monster membawa manusia ke dunia monster dan menjebak manusia

2023-07-29

0

Nona M 𝓐𝔂⃝❥

Nona M 𝓐𝔂⃝❥

dih....jangan ada yang ketangkap ya....

2023-07-08

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 44 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!